cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Pemilihan Objek Utama Citra Kawasan Cagar Budaya Jalan Rajawali Kota Surabaya Nurubiatmoko, Adelita Virenza; Rukmi, Wara Indira; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.4

Abstract

Kawasan Jalan Rajawali merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang berkembang menjadi pusat kegiatan komersial. Karakterisitik Jalan Rajawali sebagai pusat kegiatan komersial terlihat dari adanya 27 bangunan cagar budaya yang dimanfaatkan sebagai perkantoran dan perdagangan. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan tersebut yang mengalami kerusakan bahkan hilang dan diganti dengan bangunan baru. Hal tersebut merupakan dampak dari perkembangan kegiatan komersial, yang menyebabkan penurunan nilai budaya dan identitas yang membentuk citra kawasan Jalan Rajawali sebagai kawasan bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek utama dari masing-masing elemen citra kawasan Jalan Rajawali, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan yang memperkuat karakter kawasan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi criteria analysis (MCA) dengan menggunakan kriteria organisasi visual pembentuk citra kawasan berdasarkan Teori Gestalt. Hasil mental map menunjukkan bahwa terdapat 5 path, 2 edge, 3 district, 3 node, dan 8 landmark di Kawasan Jalan Rajawali. Hasil MCA menunjukkan bahwa Jalan Rajawali objek utama path, Sungai Kalimas objek utama edge, kawasan cagar budaya objek utama district, Taman Sejarah Jayengrono objek utama node, dan Jembatan Merah objek utama landmark.
PENGARUH CITRA PASAR TRADISIONAL TERHADAP KEBERHASILAN CITY BRANDING KOTA SOLO putri, shinta permana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.5

Abstract

The positive image of the city plays a strong role in determining the success of city branding. The positive image of the city makes it easier to form competitive advantages. These city images can be communicated in various ways, and one of them through culture. This research was conducted to determine the influence of the image of traditional markets as a part of the culture of Solo in attracting residents and tourists to stay and visit. Multiple linear regression is used to test and find traditional market image factors that influence the success of city branding. The study used 120 samples consisting of residents and tourists. Sampling uses the combined sampling method. The results of the study show that there is an influence between the traditional market image on the success of city branding. Traditional markets have been proven to be able to influence the formation of a positive image of Solo although it is not the only determinant of the success of city branding. Traditional market condition and traditional market reputation are significant factors in attracting residents and tourists to stay and visit Solo.
HUBUNGAN KUALITAS TAMAN SIRING PIERRE TENDEAN TERHADAP KETERIKATAN MASYARAKAT PADA TAMAN SIRING PIERRE TENDEAN Ramadhan, Rizky Ika; Purnamasari, Wulan Dwi; Sasongko, Wisnu
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.1

Abstract

Taman Siring Pierre Tendean merupakan salah satu ruang publik yang terdapat di Kota Banjarmasin yang berbentuk ruang terbuka hijau dan memiliki berbagai macam fasilitas untuk mendukung aktivitas masyarakat. Ruang publik yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk beraktivitas akan menciptakan keterikatan antara masyarakat dengan suatu ruang publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas Taman Siring Pierre Tendean berdasarkan indikator PPS (Project for Public Space), keterikatan masyarakat (place attachment), dan hubungan antara kualitas taman dengan keterikatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan IPA (Important Performance Analysis) untuk mengetahui kualitas Taman Siring Pierre Tendean, analisis tingkat place attachment untuk mengetahui keterikatan masyarakat pada Taman Siring Pierre Tendean, dan korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui kuat hubungan kualitas taman terhadap keterikatan masyarakat pada Taman Siring Pierre Tendean. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa kualitas Taman Siring Pierre Tendean cukup baik, karena mayoritas atribut telah berada pada kuadran B dan D pada diagram kartesius. Keterikatan masyarakat pada Taman Siring Pierre Tendean dinilai tinggi (3,25) dan termasuk dalam keterikatan level 3 “extention attachment”. Berdasarkan hasil analisis korelasi, terdapat hubungan antara kualitas taman dengan keterikatan masyarakat pada Taman Siring Pierre Tendean dengan arah hubungan yang berbanding lurus dan kuat hubungan yang lemah. Adanya hubungan menunjukkan adanya perubahan pada kualitas taman akan menyebabkan terjadinya perubahan pada keterikatan masyarakat pada Taman Siring Pierre Tendean.
PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI DESA KEMBANG KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN Rinawati, R.; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.2

Abstract

Desa Kembang adalah salah satu desa di Kabupaten Pacitan yang rentan mengalami bencana banjir. Desa Kembang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) sejak tahun 2012. Meskipun dana tanggap darurat, dana untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk program Destana Desa Kembang sudah tersedia, dan penyelenggaraan pendanaan sudah dilakukan dengan baik, namun masih terdapat indikator-indikator pada penyelenggaraan penanggulangan bencana yang belum efektif. Artikel ini bertujuan untuk menilai penyelenggaraan penanggulangan bencana program Destana di Desa Kembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan Skala Likert dan skoring. Indikator yang digunakan, meliputi peta dan kajian risiko, peta dan jalur evakuasi serta tempat pengungsian, sistem peringatan dini, pelaksanaan mitigasi struktural, pola ketahahan ekonomi masyarakat, perlindungan kesehatan pada kelompok rentan, pengelolaan sumber daya manusia untuk PRB, dan pengelolaan aset produktif masyarakat. Sumber data diperoleh dengan metode pengumpulan data primer melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, serta metode pengumpulan data sekunder melalui telaah dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 100 responden, meliputi pemerintah desa, tim siaga dan tanggap bencana (TSB), Karang Taruna, serta masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana Desa Kembang melalui program Destana sudah efektif karena delapan indikator yang digunakan berada pada daerah respon efektif. Indikator yang paling efektif adalah ketersediaan peta dan jalur evakuasi, serta tempat pengungsian (74%). Sedangkan indikator yang paling tidak efektif adalah perlindungan aset produktif utama masyarakat (63%). Maka dapat disimpulkan bahwa, dari segi perencanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana telah dipersiapkan dengan baik dengan membuat dokumen kajian risiko bencana dan tempat serta jalur evakuasi bencana. Namun, jika dilihat dari aspek ketahanan ekonomi atau terkait produktivitas masyarakat masih belum optimal. Padahal, aspek ekonomi adalah salah satu aspek yang paling terdampak bencana dan perlu diantisipasi langkah tindak lanjutnya. Diperlukan upaya dari pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam mencari alternatif ekonomi untuk ketahanan ekonomi masyarakat.
Elemen Pembentuk Permukiman Tradisional Kampung Naga Fairuzahira, Syavana; Rukmi, Wara Indira; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.3

Abstract

Permukiman tradisional merupakan permukiman yang masih menjaga tradisi, budaya, adat-istiadatnya. Elemen-elemen ekistik adalah elemen yang membentuk suatu permukiman, yang merupakan hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Kampung Naga yang merupakan salah satu permukiman tradisional di Jawa Barat yang masih bertahan hingga kini, terbentuk dari elemen ekistik. Pada penelitian ini, peneliti mengidentifikasi elemen pembentuk permukiman dari Doxiadis (1968) yang terdapat di permukiman tradisional Kampung Naga. Metode penelitian adalah deskriptif-eksplanatif dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis behaviour mapping. Variabel penelitian ini adalah elemen ekistik yang terdiri dari fisik alam, manusia dan masyarakat, bangunan, dan jaringan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa di dalam permukiman tradisional Kampung Naga, seluruh elemen pembentuk permukiman permukiman memiliki sifat timbal balik, dari elemen manusia dan masyarakat dengan elemen lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5