cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Pendekatan Visual Absorption Capability Untuk Pelestarian Kawasan Bangunan Kuno Di Kota Pasuruan Dewi, Oktavia Altika; Antariksa, Antariksa; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah menganalisis dan menentukan rekomendasi berupa zonasi kawasan yang sesuai untuk pelestarian kawasan dan pengelompokan jenis pelestarian bangunan kuno di Kota Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif berupa analisis Visual Absorption Capability (VAC). Analisis VAC dilakukan dengan cara menilai bangunan kuno sesuai dengan karakter fisik yang ditentukan. Penilaian tersebut berupa skoring yang dibagi menjadi empat penilaian dengan dasar pemilihannya disesuaikan dengan karakter bangunan kuno di Kota Pasuruan dan menghasilkan golongan zona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona kawasan bangunan kuno yang dapat diterapkan di Kota Pasuruan adalah zona inti dengan jumlah 4 kawasan, zona penyangga dengan jumlah 2 kawasan, zona pengembanganan dengan jumlah 2 kawasan dan zona penunjang dengan jumlah 4 kawasan. Untuk jenis pelestarian yang dapat diterapkan adalah preservasi (5 bangunan), restorasi (12 bangunan), rehabilitasi (2 bangunan)/ rekonstruksi (3 bangunan), revitalisasi (12 bangunan) /adaptasi (2 bangunan) dan demolisi (2 bangunan).Kata Kunci : Zonasi, pelestarian bangunan, kawasan, Pasuruan
Kajian Kinerja Operasional Dan Strategi Pengembangan Pelabuhan Umum Gresik Triyono, Agus; Wicaksono, Achmad; Anwar, M. Ruslin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan arus barang di Pelabuhan Umum Gresik yang tidak diikuti dengan penambahan infrastruktur pelabuhan berpotensi menimbulkan antrian sandar kapal yang lama. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja operasional Pelabuhan Umum Gresik serta strategi pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Important Performance Analysis, analisa regresi berganda dan SWOT IFAS EFAS. Hasil penelitian menunjukan kinerja operasional Pelabuhan umum Gresik sesuai peraturan Dirjen Hubla secara umum baik, hanya ada tiga indikator yang kurang baik yaitu waiting time, approach time dan produktivitas bongkar muat curah kering. Sedangkan menurut persepsi user indikator kinerja operasional pelabuhan yang mendapatkan prioritas utama perbaikan adalah waiting time pilot, waiting time ship, berthing time, pelayanan sandar kapal pelra, produktivitas bongkar muat general cargo, produktivitas bongkar muat bag cargo, produktivitas bongkar muat curah kering, Panjang/jumlah dermaga, Berthing Occupancy Ratio (BOR), kondisi fender, dan kedalaman kolam pelabuhan. Dari hasil pemodelan dengan regresi linear berganda dan peramalan data, didapatkan bahwa pada tahun 2024 jumlah kunjungan kapal Pelnas naik 64,17 % , jumlah kunjungan kapal Pelra turun 67,7 %, volume bongkar naik 80,03 %, volume muat naik 81,56 % , nilai BOR naik 80,41 % dan nilai YOR naik 26,57 % . Sedangkan dari analisa SWOT IFAS EFAS diperoleh strategi rencana pengembangan pelabuhan yang dapat diterapkan di Pelabuhan Umum Gresik adalah strategi agresif yaitu : memaksimalkan penggunaan lapangan penumpukan dan mengoperasikan kembali gudang untuk menanngulangi kenaikan arus barang serta memaksimalkan kolam pelabuhan untuk lego jangkar kapal dan memaksimalkan waktu pelayanan pandu kapal guna mengantisipasi kenaikan kunjungan kapal.Kata kunci: evaluasi kinerja pelabuhan, metode IPA, analisa regresi linear berganda, metode SWOT IFAS EFAS, Pelabuhan Umum Gresik.
Policy Support On Walkability In Malang City Winansiha, Erna; Antariksa, Antariksa; Surjono, Surjono; Setyoleksono, Amin
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walkability refers to how the pedestrians are facilitated and regarded as the users of the street (mode of transportation due to the public transportation walkability strategy). Malang plays a significant role as the second largest city in East Java Province. The Malang city shows some street problems recently. One of them is the lack of infrastructures for pedestrians. The congestion seems to be greater every year and lead to jaywalking pedestrians. The street activities show the motorized vehicles a lot. It seems that the pedestrians are being neglected. One of the components of walkability is the policy support to guarantee the pedestrians rights as the users of the street corridor.The study is aimed to analyze the walkability policy support. The existences of the policies and how they are implemented is the matter of the study. The component shows the degree of policy supports in order to respect the pedestrians. The collected data about the policies from national to local levels are evaluated using content analysis method. Among some policies, there are the presences of the related policies in national and local level. The number 79 of Government Regulation in 2013 about Traffic Network and Road Transport regulates the facilitation of the pedestrians in extension of the number 22 of Traffic Network and Road Tranport Act in 2009. At local level the pedestrians consideration is regulated by Local Regulation, number 4, in 2011 about the Malang City Master Plan 2010-2030. The quality of the policy support is still poor due to the pedestrians needs compared with the motorized ones. The presence of the number 03/PRT/M/2014 of Ministry of Public Work Regulation about The Guidance of Pedestrians Network Infrastructure Planning, Providing and Using in Urban Areas is specially designed in order to fulfill the pedestrians needs. This regulation respects the walking activity and facilitate pedestrians in a manner of convenience, safety and security. Because of the recently existence as the regulation so that the implementation has not done yet. But learning from some cases about street-traffic that had happened recently in Malang city, it can reflect the ignorance of the walking activities as the mode of transportation in accordance with improved public transportation. It recommends to revise City Master Plan of Malang which has the better planning of pedestrian facilities as an integration of transport network planning. There is an interesting finding about how much the act and regulation pay attention to the pedestrian needs. It shows an extreme leap that need to be examined on other next research.Keywords: walkability, pedestrian rights, policy support
Kajian Kepuasan Penumpang Terhadap Kinerja Pelayanan Maskapai Penerbangan Rute Surabaya-Jakarta (Studi Kasus : Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya) Arifin, Andy Samsul; Sulistyo, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketatnya persaingan antara maskapai penerbangan dan guna menarik minat calon penumpang menggunakan jasanya, maka semua maskapai penerbangan harus memberikan pelayanan terbaik. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja pelayanan maskapai penerbangan menurut persepsi penumpang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Setelah itu, untuk mengetahui hubungan antar faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan, maka dilakukan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja pelayanan maskapai penerbangan sudah baik, tapi masih ada 5 (lima) faktor yang menurut faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kinerja pelayanan maskapai penerbangan menurut persepsi penumpang kinerjanya kurang atau tidak baik tapi penting yaitu pelayanan apabila terjadi keterlambatan, pemberian kompensasi keterlambatan, ketersediaan counter lost and found, pengembalian tiket apabila terjadi pembatalan dan pengembalian barang apabila terjadi kehilangan. Diperoleh persamaan Y = 0,713 + 0,351 X1 + 0,558 X5 dimana X 1 = , ketersediaan counter lost and found, dan X = pemberian kompensasi keterlambatan. Berdasarkan metode QFD, prioritas pertama dan utama penanganan yang perlu mendapat perhatian dari pihak maskapai penerbangan adalah pelayanan apabila terjadi keterlambatan, yaitu dengan memberikan informasi tentang alasan serta kepastian berapa lama apabila terjadi keterlambatan keberangkatan pesawat udara yang tentunya diharapkan bisa mengurangi frekuensi terjadinya keterlambatan keberangkatan dan kedatangan pesawat udara.Kata Kunci : Kinerja pelayanan maskapai penerbangan, metode IPA, metode QFD
The Role Of People-Centered Community Planning Towards Urban Kampung Sustainability: A Case Study On Industrial Clusters In Kampung Kauman And Sondakan Surakarta N.H, Kusumaningdyah; Ramdhon, Akhmad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surakarta is one of cities in Indonesia which implements an appropriate planning process and has a good condition for governance initiatives. Its planning process involves citizens participation in order to achieve sustainable development. This research aims to clarify the role of people centered community planning in Kampung Kauman and Kampung Sodakan as study cases. Method used Egan Wheel Diagram to measure the neighbourhood asset management. Result shows that the eight elements of Egan Wheel’s i.e.; social culture, governance, environtment, transportation, sercice, equality, economy, and neighborhood are appeared and elaborate. Both of key-persons are succeed to trigger people in two kampung get well initiative and involve in maintaning their community assets. Eventhough, youth community also have good willingness to manage and maintain their assets. From this research can be showed that building social capability is not a simple process, including defining skills and supplying training. Their successfull depends on the coordination and commitment of keyperson factors and local institutions.Keywords : kampung kota, citizen participation, Egan Wheel.
Pengaruh Sosial Ekonomi Penumpang Terhadap Pemilihan Moda Penyeberangan Untuk Perjalanan Kerja (Studi Kasus: Penyeberangan Ternate-Sofifi) Margono, Eko; Wicaksono, Achmad; Abusini, Sobri
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan ibu kota sementara dari Ternate ke Sofifi telah menyebabkan tingginya permintaan jasa transportasi penyeberangan dua pulau tersebut. Sehingga tentunya akan menambah jadwal operasi penyeberangan. Hal ini disebabkan karena kondisi sarana dan prasarana yang tidak berubah yang akan berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai status sosial ekomoni terhadap pemilihan transportasi penyeberangan Ternate – Sofifi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifiksi karakteristik penggunaan moda, menganalisa pengaruh faktor status sosial ekonomi, mengidentifikasi dan menyusun arahan perbaikan pelayanan transportasi penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry dengan tujuan Ternate-Sofifi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stated Preference dengan logit binomial dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pengguna angkutan penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry yaitu: Tujuan Perjalanan sebagian besar adalah perjalanan dinas untuk Speed boat dan urusan keluarga untuk pengguna Kapal Ferry. Dari segi penghasilan kedua pengguna moda ini berpenghasilan Rp. 1.000.000 – 3.000.000 dan alasan memilih angkutan penyeberangan Speed Boat adalah waktu tempuh sebesar 45% dan biaya yang relatif murah untuk Kapal ferry sebesar 68%. Didapat persamaan model pemilihan moda yaitu: Y= -9.145 – 0.00008105X dengan atribut X 1 =ΔCost, X 2 =ΔTime, X 3 Jurnal Tata Kota dan Daerah Volume 7, Nomor 1, Juli 2015 23 1 – 0.031X =ΔHeadway. Hasil pengukuran presentase pengaruh semua atribut (R ) diperoleh 43.1%. Hasil penggambaran pada diagram analisis SWOT, posisi pada kuadran III (negatif, positif), artinya posisi ini menandakan bahwa perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak perusahaan menghadapi bebeapa kendala atau kelemahan internal. Untuk itu diperlukan perbaikan, penataan dan perhatian lebih sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dengan mempertimbangkan potensi wilayah misalnya penambahan jumlah armada, peningkatan sumber daya manusia pengelola transportasi dan mengatur ulang jadwal keberangkatan.Kata Kunci : Kapal Ferry, pemilihan moda, speed boat, staded preference, SWOT, rute Ternate-Sofifi
Model Struktural Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Pelestarian Kawasan Pabrik Gula Kebon Agung Dan Krebet Malang Megantara, Elriesta; Antariksa, Antariksa; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang berkembang pesat setelah adanya jalur kereta api dan industri gula. Kawasan pabrik gula menyimpan bangunan bersejarah yang monumental. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi faktorfaktor yang mempengaruhi konsep pelestarian bangunan kuno kawasan Pabrik Gula Kebon Agung dan Krebet Malang, mengevaluasi implementasi kebijakan pelestarian, dan merumuskan rekomendasi konsep pelestarian. Metode yang digunakan adalah metode evaluatif dengan menggunakan analisis SEM (Structural Equation Modelling). Analisis ini digunakan untuk mengetahui model persamaan struktural dari setiap model dan dapat menentukan pengaruh masing-masing variabel maupun indikator berdasarkan nilai makna kultural. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep pelestarian berdasarkan penilaian makna kultural, yaitu keaslian, citra kawasan, peranan sejarah, dan kelangkaan. Rekomendasi bagi konsep pelestarian adalah upaya pemeliharaan bangunan cagar budaya dengan mempertahankan keaslian bangunan kuno kawasan Pabrik Gula Kebon Agung berjumlah 64 bangunan dan Pabrik Gula Krebet berjumlah 73 bangunan, peningkatan kualitas citra kawasan yang bertujuan untuk mempertahankan identitas dan image Pabrik Gula Kebon Agung dan Krebet sebagai urban heritage dan menjaga peran pabrik gula dalam sejarah perkembangan Kabupaten Malang, peningkatan kegiatan pengamanan bangunan cagar budaya dengan adanya signage atau penandaan berupa papan informasi terkait pelarangan kerusakan bangunan, pembuatan panduan teknis bangunan cagar budaya yang memuat peraturan terkait kegiatan pelestarian dan pembuatan program pelestarian.Kata Kunci : Pelestarian, bangunan kuno, implementasi kebijakan, kawasan pabrik gula.
Disaster Preparation Knowledge Of Urban And Rural Students At Solo Region Sunarhadi, R. Muh. Amin; Khoirunisa, Nanda
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solo region covers Sukoharjo, Surakarta and Klaten that have been recognized as vulnerable areas for flood and earthquake. This study wants to determine the level of students’ preparedness who attends school in urban and rural areas against floods and earthquakes. The data come from secondary data obtained through research in 2013-2014. 1.150 respondents came from 15 junior high schools. The results show that: 1) the average level of student preparedness against floods is 52.22% and included in the category of less prepared; 2) the average level of preparedness of students to the earthquake is 67.52% and included in the category of prepared; 3) the average level of preparedness of students who attend school in urban areas is 67.72% included in the category of prepared; 4) the average level of preparedness of students who attend school in rural areas is 52.02% and included in the category of less prepared. The study conclude that students who attend school in an urban preparedness higher than students who attend school in rural areas.Keywords: Disaster preparedness, urban and rural, school

Page 1 of 1 | Total Record : 8