cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Studi Tingkat Pelayanan Jalan Akibat Pembangunan Malang Town Square pada Ruas Jalan Veteran Achmad Wicaksono; Asril Kurniadi; Dendy Indriya Efendi
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.075 KB)

Abstract

Saat ini di Kota Malang sedang di bangun salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Malang yang berada di sekitar Ruas Jalan Veteran bernama Malang Town Square, karena lokasinya sangat berdekatan dengan wilayah perkantoran, 3 perguruan tinggi terkemuka di Kota Malang dan sekitarnya banyak daerah mahasiswa dan penduduk dikhawatirkan menimbulkan tarikan yang cukup besar yang bisa mempengaruhi kualitas pelayanan Ruas Jalan Veteran itu sendiri.Beberapa faktor yang menjadi parameter kinerja atau pelayanan jalan adalah derajat kejenuhan, dari perhitungan yang di dapat pada penelitian kami adalah untuk kondisi sebelum dan prediksi sesudah MATOS. Besarnya derajat kejenuhan kondisi sebelum adalah 0,396; kondisi sesudah 0,474 dan kondisi tahun 2010 sebesar 1,04. Pergerakan lalu lintas yang timbul cukup besar tidak hanya dirasakan pada ruas Jalan Veteran, tetapi pada persimpangan ITN akan terasa pengaruhnya sama halnya dengan ruas jalan akan menimbulkan pergeseran kinerja persimpangan, ditunjukan dengan salah satu faktor penyebabnya adalah tundaan, sebelum adanya MATOS tundaannya sebesar 237,801 (smp/detik) untuk prediksi 5 tahun kedepan dengan pertumbuhan lalu lintas 1,14% adalah sebesar 1878 (smp/detik). Selain perhitungan manual prediksi diatas dapat diketahui dengan bantuan sotware Traffic Plan 4.0.Dengan mengetahui beberapa faktor yang merubah nilai dari kinerja jalan tersebut diharapkan perlunya adanya usaha perbaikan dan penanggulangan baik secara fisik seperti pelebaran jalan untuk memperkecil nilai derajat kejenuhan, secara non fisik bisa dengan pengaturan lalu lintasnya untuk kepentingan kelancaran pergerakan kendaraan dan kebijakan tegas yang berlanjut dari pemerintah untuk pengendalian kondisi di sekitar Malang Town Square di masa yang akan datang. 
Pengaruh Penggunaan Komposisi Batu Pecah dan Piropilit Sebagai Agregat Kasar dengan Variasi Kadar Aspal Terhadap Stabilitas dan Durabilitas Campuran HRS (Hot Rolled Sheet ) Arifin, Muhammad Zainul; S., Amelia Yuwananingtyas; A., Fahrini Rasfiah
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.971 KB)

Abstract

Piropilit merupakan salah satu batuan mineral yang mempunyai kandungan silika yang cukup tinggi. Kandungan silika yang terkandung dalam piropilit dapat mengurangi kadar aspal dan jika teraktifasi dengan asam dapat meningkatkan nilai stabilitas dan durabilitas campuran HRS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan komposisi batu pecah dan piropilit sebagai agregat kasar dengan Konsentrasi Campuran Asam terhadap parameter uji Marshall pada campuran Hot Rolled Sheet (HRS) yaitu nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow, MQ dan IKS serta untuk mengetahui nilai komposisi campuran batu pecah dan piropilit optimum sehingga menghasilkan Kadar Aspal Optimum (KAO).Campuran HRS dibuat dengan variasi kadar aspal 6,5%, 7%, 7,5%, 8% dan 8,5% dengan komposisi piropilit sebagai agregat kasar (100/0, 75/25, 50/50, 25/75 dan 0/100) untuk mendapatkan kadar aspal dan komposisi agregat kasar optimum. Hasil penelitian pada tahap pertama digunakan untuk menguji Marshall Immersion. Pengujian ini dilakukan pada kondisi standar dan non standar. Pengujian ini terdiri 10 perlakuan dengan 5 kali pengulangan yang direndam pada larutan asam selama 54 detik. Sebagai pembanding dibuat benda uji tanpa diberi larutan asam, terdiri dari 2 perlakuan dengan 5 kali pengulangan dengan lama waktu perlakuan 1, 7, 14, 21 dan 28 hari.Dari hasil pengujian statistik diperoleh nilai kadar aspal optimum 7,289%, komposisi piropilit sebagai agregat kasar optimum 30,474% dan komposisi batu pecah sebagai agregat kasar optimum 69,526%. Sehingga diperoleh nilai stabilitas pada kondisi optimum 1598,768%. Hasil pengujian statistik juga menunjukkan nilai stabilitas marshall standard dan stabilitas marsall immersion semakin meningkat dengan bertambahnya lama waktu perlakuan dan mencapai nilai maksimum pada umur 21 hari kemudian menurun sehingga nilai durabilitas yang diperoleh cenderung sama. Penggunaan piropilit pada komposisi agregat kasar juga dapat menyebabkan penghematan aspal sebesar 4% dibandingkan tanpa menggunakan piropilit. Nilai Indeks kekuatan sisa maksimum 98,280% diperoleh pada lama waktu perlakuan 21 hari. 
Pengaruh Variasi Proporsi Campuran dan Penambahan Superplasticizer Terhadap Slump, Berat Isi dan Kuat Tekan Beton Ringan Struktural Beragregat Batuan Andesit Piroksen Hendro Suseno; Edhi Wahyuni Setyowati; Budi Hariono
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.371 KB)

Abstract

Penggunaan beton ringan struktural untuk elemen-elemen struktur bangunan semakin berkembang pesat. Hal ini disebabkan oleh kuat tekan beton ringan yang cukup tinggi namun mempunyai berat isi yang rendah. Unsur pokok dari beton ringan adalah agregat yang berupa agregat ringan. Batuan Andesit Piroksen adalah batuan yang memiliki rongga yang cukup banyak sehingga bisa diklasifikasikan sebagai agregat ringan. Penambahan superplasticizer akan mengakibatkan kebutuhan air untuk reaksi hidarasi beton dengan agregat yang bersifat porous akan tetap namun kemudahan pengerjaan beton akan tetap baik. Pada proporsi tertentu, superplasticizer akan mendispersi semen menjadi lebih merata sehingga dapat meningkatkan kekuatan beton yang dihasilkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi campuran dan variasi penambahan superplasticizer terhadap nilai slump, berat isi dan kuat tekan beton ringan beragregat batuan Andesit Piroksen. Dengan admixture superplasticizer yang berfungsi sebagai water reducer diharapkan kuat tekan beton ringan dapat ditingkatkan dengan mengurangi rasio air semen.Dari hasil analisis varian dua arah menggunakan SPSS didapatkan bahwa interaksi antara variasi proporsi campuran dan variasi penambahan superplasticizer hanya berpengaruh terhadap kuat tekan beton ringan. Kuat tekan beton ringan maksimum diperoleh pada campuran dengan kadar semen yang tinggi. Penambahan superplasticizer dengan dosis yang tepat juga akan memberikan hasil kuat tekan yang tinggi pula, namun jika dosis yang diberikan melebihi dosis yang telah ditentukan kuat tekan beton akan mengalami penurunan. Nilai slump pada penelitian ini hanya dipengaruhi oleh variasi superplasticizer. Semakin besar penambahan superplasticizer akan memberikan nilai slump yang tinggi. Untuk berat isi beton ringan hanya dipengaruhi oleh variasi proporsi campuran. Pada campuran dengan perbandingan agregat halus dan agregat kasar sama nilai berat isi beton ringan akan tinggi bila kadar semen pada campuran tersebut tinggi. 
Studi Mengenai Pengaruh Variasi Jumlah Gigi Gergaji Terhadap Koefisien Debit (Cd) dengan Uji Model Fisik pada Pelimpah Tipe Gergaji Pudyono Pudyono; IGN Adipa; Khoirul Azhar
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1969.715 KB)

Abstract

Bendung merupakan komponen utama dari berbagai jenis bangunan air, yang  berfungsi untuk meninggikan muka air mengendalikan dasar sungai dan pergerakan sedimen  serta untuk menampung muatan sedimen. Salah satu bangunan pelengkap yang dimiliki oleh  bendung adalah pelimpah yang berfungsi menjaga waduk dan sistem bendungan dari bahaya  pelimpahan (overtopping), peninggian elevasi muka air diatas pelimpah dapat menimbulkan  masalah utama berupa banjir yang dapat menyebabkan masalah lain seperti masalah  lingkungan sosial, budaya dan ekonomi. Adapun usaha untuk menurunkan tinggi muka air  diatas pelimpah tersebut digunakan pelimpah tipe gergaji yang menggunakan metode  memperlebar atau memperpanjang pelimpah kearah samping kiri dan kanan pelimpah tanpa  memperlebar lebar saluran/sungai. Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini mencoba  untuk mengkaji pengaruh variasi jumlah gigi gergaji terhadap koefisien debit (Cd) yang  optimum dengan mengalirkan empat variasi debit (Q).Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental murni.  Penelitian ini menggunakan fasilitas laboratorium dan beberapa peralatan yang dibuat sendiri  guna melengkapi proses penelitian. Parameter pada saluran peraga yaitu penampang  segiempat, lebar saluran 0,3 m, tinggi saluran 0,5 m, panjang saluran 9 m, Terdapat dua  macam variabel bebas yakni variasi debit (Q) dan variasi gigi gergaji. Di mana variasi debit  yaitu debit 1 (2,314 ℓ/dt), debit 2 (4,073 ℓ/dt), debit 3 (6,083 ℓ/dt), debit 4 (8,303 ℓ/dt), dan  variasi gigi gergaji yaitu 1 gigi (Beff = 48,54 cm), 2 gigi (Beff = 76,83 cm), 3 gigi (Beff = 80,68  cm), 4 gigi (Beff = 84,72 cm), sedangkan variabel terikatnya adalah koefisien debit (Cd) pada  pelimpah tipe gergaji. 
Pengaruh Penambahan Phyropilit Terhadap Kuat Tekan Beton Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol 2, No 3 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.753 KB)

Abstract

Phyropilit merupakan material dengan kandungan silika yang tinggi. Khususnya  phyropilit daerah Malang Selatan kandungan silikanya mencapai 85 %, dengan ukuran  butiran dan volume pori yang cukup kecil. Sementara salah satu penentu kekuatan beton  adalah kandungan silika, ukuran material pengisi dan kandungan pori yang kecil.  Kemungkinan phyropilit untuk dapat digunakan sebagai material tambahan dalam beton  perlu diketahui melalui penelitian yang spesifik, yaitu bagaimana pengaruh penambahan  phyropilit terhadap kuat tekan beton.Dengan metode pengujian benda uji dilaboratorium dan melakukan analisa regresi  dapat diketahui hubungan yang terjadi antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan  beton. Pembuatan benda uji dilakukan dengan menambahkan phyropilit dengan variasi 0,  5, 10, 15, dan 20 % dari berat semen yang digunakan dalam campuran beton dengan mutu  fc’ 25 Mpa. Sementara ukuran butiran phyropilit yang digunakan adalah phyropilit lolos  ayakan no.50. Dari hasil pengujian tekan pada benda uji sejumlah 51 sampel berbentuk  silinder 15 X 30 cm, dilakukan analisa regresi untuk mengetahui persamaan hubungan  antara penambahan phyropilit dengan kuat tekan beton.Dari hasil penelitian terlihat bahwa setiap penambahan variasi phyropilit mulai dari  5, 10 , 15 , dan 20% terjadi peningkatan kuat tekan dengan besar peningkatan yang  bervariasi mulai 5% hingga 42 %. Dimana penambahan phyropilit 15 % menghasilkan  kenaikan kuat tekan terbesar daripada variasi lain yaitu 42%. Dari persamaan regresi yang  terbentuk yaitu -0.00376x4 + 0.1182 x3 – 0.9676 x2 + 3.3539 x + 3E-11, terlihat bahwa  nilai optimum penambahan phyropilit adalah 16,5%. Hal ini menunjukkan bahwa  penambahan phyropilit terhadap beton erat hubungannya dengan peningkatan kekuatan  tekan beton. Kandungan silica yang tinggi pada phyropilit merupakan penyebab kekuatan  beton menjadi meningkat. Selain itu ukuran butiran phyropilit yang cukup kecil mampu  menutup pori yang ada pada beton, sehingga meningkatkan kepadatan dan kuat tekan  beton. Dengan kondisi ini diharapkan pemanfaatan phyropilit dikembangkan khususnya  dibidang teknologi beton sehingga mendukung program pemerintah di sector  pertambangan. 
Alternatif Perkuatan Tanah Pasir Menggunakan Lapis Anyaman Bambu dengan Variasi Jarak dan Jumlah Lapis As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Tintus Noviyanto
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.041 KB)

Abstract

Berbagai metode perbaikan tanah telah banyak dikembangkan. Salah satunya dengan metode perkuatan tanah sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap penurunan dan daya dukung tanah yang rendah. Penelitian ini tentang alternatif perkuatan tanah pasir (medium sand) menggunakan lapis anyaman bambu. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan alternatif perkuatan tanah yang baik, murah dan tersedia di pasaran. Penelitian ini dilakukan dengan uji pembebanan di laboratorium. Parameter yang diteliti adalah pengaruh variasi jarak dan jumlah lapis anyaman bambu sebagai lapis perkuatan.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan jarak lapis dari 3,5 cm ke 5 cm pada pemakaian 2 lapis anyaman bambu memberikan peningkatan daya dukung yang paling efektif. Untuk variasi jumlah lapis anyaman bambu, peningkatan daya dukung paling efektif terjadi pada penambahan jumlah lapis dari 2 lapis ke 3 lapis dengan jarak lapis 3,5 cm.Dari keseluruhan uji pembebanan dapat diketahui bahwa seiring bertambahnya jarak dan jumlah lapis anyaman bambu, maka daya dukung tanah akan terus meningkat. Penambahan jarak dan jumlah lapis anyaman bambu akan memberikan pola peningkatan yang cenderung linear. Oleh karena itu pada penelitian ini belum didapatkan suatu nilai optimum dari penambahan jarak dan jumlah lapis. 
Campuran Hot Rolled Sheet (HRS) dengan Material Piropilit Sebagai Filler yang Tahan Hujan Asam Lasmini Ambarwati; Muhammad Zainul Arifin
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.49 KB)

Abstract

Campuran HRS (Hot Rolled Sheet) atau Lataston merupakan lapisan permukaan non struktural yang memiliki agregat gradasi senjang, filler dan aspal keras dengan perbandingan tertentu yang dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Sebagai alternatif agregat HRS digunakan material lokal dari Sumbermanjing, Malang Selatan yaitu piropilit. Piropilit teridiri dari 2 lapisan tetrahedral silika dan lapisan octahedral alumina. Penggunaan silika dalam campuran beraspal dapat mengurangi penggunaan kadar aspal dan dapat meningkatkan potensi stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS. Pada waktu hujan, senyawa yang merupakan polutan akan larut dalam air hujan dan menyebabkan air hujan tersebut bersifat asam sehingga dapat merusak lapis perkerasan lentur jalan raya. Dengan kerentanan HRS terhadap hujan bersifat asam, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran asam sebagai hujan terhadap stabilitas dan durabilitas pada campuran HRS dengan menggunakan piropilit sebagai filler.Campuran HRS dibuat dengan 7 variasi kadar aspal (6 %, 6.5 %, 7 %, 7.5 %, 8 %, 8.5 % dan 9 %) serta 5 variasi kadar filler (9/0 %, 6/3 %, 4/5 %, 2/7 % dan 0/9 %) untuk mendapatkan kadar aspal optimum dan kadar filler optimum. Setelah didapat kadar aspal optimum dan kadar filler optimum untuk campuran HRS, kemudian dibuat 12 benda uji (bu) pada kondisi optimum untuk direndam campuran asam selama 54 detik setiap hari selama 28 hari, sehingga akan dianalisis nilai IKS (Indeks Kekuatan Sisa).Berdasarkan kadar aspal optimum 6.336 % terhadap berat total agregat dan kadar filler optimum 4.987 % terhadap berat aspal. Nilai karakteristik campuran HRS pada kondisi optimum adalah VIM (Void in Mix) 3.934 %, VMA (Void in Mineral) 18.677 %, stabilitas 1.269,151 kg, flow sebesar 2,920 mm dan MQ (Marshall Quantity) 825.017 kg/mm serta nilai IKS (Indek Kekuatan Sisa ) 98,551 %. Dimana nilai yang dihasilkan memenuhi spesifikasi satndar PU Bina Marga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi udara yang terjadi di kota Surabaya masih aman/ tidak berpengaruh terhadap nilai stabilitas dan durabilitas dari campura HRS dengan menggunakan piropilit sebagai filler. 
Lapindo Sebagai Campuran Untuk Meningkatkan Kekuatan Genteng Keramik Setyowati, Edhi Wahyuni
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.625 KB)

Abstract

Sampai saat ini di Indonesia ,genteng merupakan bahan bangunan yang masih banyak digunakan dalam jumlah besar, sedangkan lumpur lapindo yang semakin hari bertambah jutaan meter kubik perlu dipikirkan pemanfaatannya. Penelitian-penelitian yang dilakukan membuktikan adanya kemungkinan pemanfaatan lumpur lapindo untuk bahan keramik,demikian juga penelitian pendahuluan yang menunjukkan penggunaan lumpur lapindo untuk campuran bahan pembuatan genteng menghasilkan kekuatan cukup baik. Penelitian lanjutan tentang pengaruh penggunaan lumpur lapindo terhadap kwalitasgenteng keramik yang dilakukan berdasar SNI 03-2095-1998 dan PGKI NI- 19,menginformasikan tentang pengaruh terhadap kuat lentur genteng .Penggunaan lumpur lapindo dengan prosentase yang tepat pada campuran bahan genteng akan meningkatkan kekuatan dan impermeabilitas genteng, tetapi mencampurkan lumpur lapindo terlalu banyak akan mengakibatkan perubahan bentuk genteng dan memperbanyak bintik dan retakan.Genteng keramik yang dibuat dari campuran lumpur lapindo dengan komposisi yang tepat dapat menghasilkan genteng keramik yang cukup berkwalitas, karena itu masih diperlukan lagi penelitian yang lebih mendalam untuk enentukan koposisi optimum agar didapat kwalitas maksimum dari genteng keramik lapindo. 
Prosentase Penurunan Lendutan Model Jembatan Rangka Baja Akibat Penggunaan Kabel Prategang Internal Tipe Segitiga Budio, Sugeng Prayitno; Wibowo, Ari; Antara, I Komang
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.239 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi menyebabkan meningkatnya arus tranportasi yang menuntut peningkatan sarana dan prasarana tranportasi. Salah satu sarana transportasi yang secara langsung harus ditingkatkan dengan adanya peningkatan arus transportasi adalah jembatan. Pada jaman yang semakin modern ini jembatan dibangun tidak hanya ditingkatkan secara kuantitas tetapi juga secara kualitas. Peningkatan kualitas jembatan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan meningkatkan mutu bahan yang dipergunakan dan dengan memberikan gaya prategang pada jembatan sebagai upaya peningkatan mutu jembatan yang sudah ada. Untuk mengetahui besarnya peningkatan kekuatan jembatan akibat penambahan kabel prategang tersebut maka dilakukan penelitian terhadap jembatan prategang.Untuk melihat seberapa besar pengaruh penambahan kabel prategang maka jembatan ditambahkan dengan kabel prategang internal tipe segitiga. Pengujian pun dilakukan dengan dua kondisi yaitu kondisi pertama ketika jembatan belum ditambahkan prategang dan kondisi kedua ketika jembatan ditambahkan prategang internal tipe segitiga. Dengan harapan hasil yang diperoleh dapat dibandingkan. Secara spesifik hasil pengujian yang dibandingkan adalah besarnya lendutan yang terjadi. Selain dibandingkan dengan dua kondisi diatas hasil pengujian di laboratorium juga dibandingkan dengan hasil pengujian secara teoritis dengan menggunakan software StaadPro 2004 tiga dimensi.Besarnya gaya prategang yang diberikan pada kabel prategang akan mempengaruhi besarnya lendutan yang terjadi pada jembatan rangka. Gaya prategang yang terlalu besar dapat mengakibatkan lendutan ke atas yang besar ketika beban minimum pada jembatan bekerja. Akan tetapi gaya prategang yang terlalu kecil juga dapat mengakibatkan lendutan ke bawah yang sangat besar pula ketika beban maksimum pada jembatan bekerja. Pada percobaan ini besarnya gaya prategang yang menghasilkan lendutan terkecil baik berupa lendutan ke atas maupun lendutan ke bawah ketika beban minimum dan maksimum bekerja adalah sebesar 484,714 kg. Sedangkan prosentase penurunan lendutan yang terjadi dari penelitian ini berkisar antara 1,786 % sampai 10,345 % dari gaya prategang acuan pertama 242,357 kg. 
Penanggulangan Erosi Secara Struktural pada Daerah Aliran Sungai Bango M. Ruslin Anwar; Pudyono Pudyono; Sahiruddin M.
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.68 KB)

Abstract

Faktor utama yang mempengaruhi terjadinya erosi pada daerah aliran sungai adalah tingkat curah hujan dan kondisi tanah, sehingga perlu dilakukan penanggulangan untuk mengurangi tingkat erosi yang terjadi di DAS Bango. Penanggulangan yang dilakukan di daerah studi menggunakan bangunan dinding penahan tanah berbentuk semi grafitasi.Dalam studi ini, untuk mengetahui besarnya erosi dilakukan dengan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). USLE memungkinkan perencana memprediksi laju erosi lahan pada suatu kemiringan dengan pola hujan tertentu untuk setiap macam jenis tanah dan penerapan pengelolaan lahan. Erosi yang terjadi tidak boleh melebihi nilai erosi yang diijinkan (12.5 ton/ha/tahun), sehingga erosi yang besar dapat dilakukan penaggulangan sesuai dengan kondisi lahannya.Untuk penanggulangan dengan cara struktural, bangunan struktural yang digunakan untuk menanggulangi erosi adalah dinding penahan semi grafitasi karena bangunan tersebut tidak memerlukan dimensi yang besar untuk menahan tanah. Sehingga digunakan dinding penahan dengan dimensi: tinggi = 2.5 m, lebar = 1.68 m, tebal kaki dinding = 0.25 m, dan tebal dinding = 0.25 m.Dinding penahan tanah semi grafitasi direncanakan pada kemiringan antara 8%- 30%, dengan kondisi tanah yang mudah tererosi atau pada jenis tanah yang sangat peka terhadap erosi yang disebabkan oleh air hujan dan lahan yang memiliki kemiringan lebig besar dari 30% atau kurang dari 80% akan dilakukan penanggulangan secara vegetatif. 

Page 3 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue