cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Perencanaan Teknis Dermaga Pelabuhan Tanjung Awar-Awar Tuban Jawa Timur M. Ruslin Anwar; Gagoek Soenar Prawito; Isa Megawati
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.948 KB)

Abstract

Tanjung Awar-Awar Tuban Jawa Timur dikenal sebagai kawasan TPI (tempat pendaratan ikan) yang memberikan pelayanan dalam hal pendaratan perahu nelayan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan hasil tangkapan. Jangkauan pelayanan dari TPI Tanjung Awar-Awar ini telah mencapai wilayah yang cukup luas, karena para nelayan yang bersandar dan membongkar hasil tangkapannya tidak saja dari nelayan Tanjung Awar-Awar tetapi juga nelayan dari beberapa wilayah kabupaten di Jawa Timur seperti Jember, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek dan bahkan dari luar pulau jawa seperti Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau lainnya. Untuk mengembangkan kawasan Tanjung Awar-Awar ini menjadi pelabuhan umum perlu dilakukan kajian teknis yang diharapkan mampu memberikan gambaran teknis yang akan dijadikan dasar dalam menentukan jenis dan skala pelayanan pelabuhan yang akan dikembangkanTujuan dari studi ini adalah untuk menentukan desain struktur atas dermaga (meliputi : plat, balok memanjang dan melintang dan poer), menentukan desain struktur bawah dermaga (menggunakan pondasi tiang pancang) dan menentukan perencanaan fender dan bolder. Sedangkan manfaat dari penulisan penelitian ini adalah memberikan alternatif dalam perencanaan dermaga pelabuhan Tanjung Awar-awar, pengembangan ilmu pengetahuan mengenai perencanaan dermaga pelabuhan dan tambahan literatur mengenai langkah-langkah perencanaan dermaga pelabuhan. 
Perbaikan Kolom Beton Bertulang Menggunakan Concrete Jacketing dengan Prosentase Beban Runtuh yang Bervariasi Soenaryo, Arifi; Hidayat, Mohammad Taufik; Siswanto, Hendra
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.684 KB)

Abstract

Teknik perbaikan beton bertulang semakin berkembang pesat seiring dengan kemajuan jaman, tidak hanya material yang digunakan namun perkuatan strukturpun mengalami berbagai macam perkembangan yang luar biasa terutama dalam hal inovasi baru, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Salah satu dari sekian banyak metode perkuatan struktur adalah perkuatan dengan Concrete Jacketing.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kapasitas maksimum kolom beton bertulang setelah diadakan perbaikan dengan Concrete Jacketing sebagai salah satu metode perkuatan struktur yang ada.Persentase pembebanan yang diberikan sebelum diperbaiki dengan Concrete Jacketing adalah 65%, 75% dan 85% dari beban runtuh dan pengujian dilakukan pada saat kolom beton bertulang berumur 28 hari. Mutu beton yang digunakan pada kolom eksisting 265,589 kg/cm2 dengan rasio penulangan 2,1904%, sedangkan pada jacket 267,804 kg/cm2 dengan rasio penulangan 1,71% . Dalam analisa mencari kapasitas kolom setelah Jacketing, mutu beton dianggap sama 267,804 kg/cm2 sesuai dengan batasan masalah yang kita buat, campuran beton yang digunakan 1 : 2.07 : 1.53 dengan faktor air semen 0,48. Benda uji berjumlah 12 buah dengan dimensi eksisting 10x10x60, pada saat Jacketing 16x16x60 dengan 4 perlakuan berdasar variasi pembebanan.Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa variasi persentase pembebanan berpengaruh terhadap kapasitas kolom beton bertulang dalam menerima beban. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa yang paling efektif dilakukan perbaikan dengan menggunakan Concrete Jacketing adalah pada pembebanan 75% dari beban runtuh, karena menunjukkan peningkatan yang paling besar. 
Pengaruh Pembebanan Eksentris pada Pondasi Persegi Panjang Terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Pasir dengan Perkuatan Geotekstil As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Heny Saraswati
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.936 KB)

Abstract

Pada penelitian ini digunakan pondasi persegi panjang ukuran 10x15 cm2 yang diletakkan di atas media tanah pasir sebagai subgrade di dalam box uji yang terbuat dari baja berukuran 110x150x100 cm3. Pembebanan eksentris terletak 0,5 cm; 1 cm dan 1,5 cm masing-masing pada arah sumbu x dan y. Variasi luasan geotekstil yang digunakan berukuran 40x60 cm2; 45x67,5 cm2 dan 50x75 cm2. Pelat pondasi diletakkan di atas tanah pasir yang telah dipadatkan, diberi beban dengan dongkrak hidrolik dan setiap penurunan tertentu beban di baca pada proving ring bersamaan dengan pembacaan penurunan pada dial gauge (strain control). Karena nilai daya dukung juga dipengaruhi oleh karakteristik tanah dasar yang digunakan, maka perlu dilakukan penelitian pendahuluan berupa uji karakteristik material yang meliputi analisa saring, berat jenis, berat isi dengan pra penelitian, uji sand cone dan kadar air serta direct shear.Pengujian tahap pertama untuk mengetahui karakteristik material subgrade menunjukkan bahwa tanah pasir yang digunakan termasuk jenis pasir yang bergradasi buruk, pasir dari pecahan kerikil dengan sedikit butiran halus. Kepadatannya relatif menengah yang dapat dilihat dari berat isinya yang bekisar antara 1,5 -1,6 kg/cm3 dan besar sudut gesernya yang berkisar antara 32o-35o. Pengujian tahap kedua adalah uji pembebanan.Hasil uji pembebanan menunjukkan bahwa eksentrisitas beban mempengaruhi daya dukung dan penurunan pada tanah pasir yang diberi perkuatan maupun tanpa perkuatan geotekstil. Hal ini dapat dilihat dari nilai daya dukung yang semakin menurun dengan bertambahnya eksentrisitas beban dan dari nilai Re (faktor reduksi daya dukung) yaitu besarnya rasio perbandingan antara daya dukung batas akibat beban eksentris (q’) terhadap daya dukung batas akibat beban sentris (q) yang berkisar antara 0-1. Begitu juga terhadap penurunannya, dengan adanya eksentrisitas beban akan menimbulkan distorsi angular akibat adanya perbedaan penurunan di kedua sisi pondasi. Semakin jauh eksentrisitas beban maka semakin besar distorsi angularnya, dan semakin luas geotekstil yang digunakan maka semakin berkurang distorsi angularnya. 
Imbuhan Air Tanah Buatan Untuk Mereduksi Genangan (Studi Kasus di Kecamatan Batu Kota Batu) Mohammad Bisri; Titah Andalan Norman Prastya
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.834 KB)

Abstract

Lahan tertutup pada suatu kawasan tidak bisa meresapkan air hujan yang turun, sehingga air hujan langsung melimpas menjadi limpasan permukaan (run off) dan menyebabkan genangan pada kawasan tersebut. Kondisi saluran drainasi yang tidak mampu menampung debit banjir rancangan suatu kawasan juga menyebabkan terjadinya genangan. Kondisi tersebut menyebabkan airtanah kekurangan pasokan dan jika keadaan ini berlangsung terus menerus, maka akan terjadi penurunan muka airtanah dan juga penurunan debit sumbersumber mata air di suatu kawasan selain terjadinya genangan air.Studi ini bertujuan untuk merencanakan suatu sistem drainasi yang berwawasan lingkungan yaitu berupa teknologi sumur-sumur resapan yang berfungsi ganda, selain mereduksi genangan yang terjadi, juga meresapkan air hujan, sehingga dapat mengisi airtanah secara buatan (artificial recharge).Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Batu yang merupakan pusat dari Kota Batu. Hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan kala ulang 10 tahun untuk Kecamatan Batu sebesar 91,2 mm dan total debit yang tidak mampu ditampung saluran drainasi yang ada sebesar 12,142 m3/dtk. Sumur resapan direncanakan dengan diameter 1 m, kedalaman sumur 3 m dan mampu menampung debit sebesar 0,028 m3/dtk per sumur. Untuk mereduksi genangan air di Kecamatan Batu dibutuhkan sumur resapan sejumlah 450 sumur resapan yang ditempatkan pada wilayah tangkapan air saluran yang tidak mampu menampung debit banjir. 
Studi Identifikasi Kebutuhan Angkutan Sekolah Dasar di Kecamatan Klojen Kota Malang Achmad Wicaksono; Amelia Kusuma Indriastuti; Herman Istiarto Wibowo
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.706 KB)

Abstract

Angkutan Sekolah merupakan pelayanan untuk mengantar-jemput siswa sekolah. Jenis angkutan ini sering disebut “ angkutan antar-jemput”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan dan keputusan penggunaan angkutan antar-jemput di Kecamatan Klojen Kota Malang serta mengetahui persepsi pengguna angkutan antarjemput terhadap tingkat pelayanan yang diberikan ditinjau dari sikap konsumen. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi sekolah dasar di Kecamatan Klojen yaitu SDN Klojen I, SDK Mardiwiyata II, dan SDN Percobaan I.Pengumpulan data primer dilakukan dengan menyebarkan 930 kuisioner kepada orang tua di ketiga sekolah yang dijadikan obyek penelitian. Dari 930 kuisioner yang dibagikan,ternyata hanya kembali 775 kuisioner. Data primer tersebut diolah dengan tiga metode yaitu analisis deskriptif, guna mengetahui karakteristik responden, analisis cross tabulasi guna mengetahui tingkat kebutuhan angkutan antar-jemput di Kecamatan Klojen Kota Malang, dan analisis factor guna mengetahui persepsi pengguna angkutan antarjemput.Dari hasil survai, harapan kebutuhan angkutan sekolah dasar atau antar-jemput di Kecamatan Klojen Malang, adalah sebesar 20.2%. Contoh kasus, SDN Klojen I dengan 150 murid,maka kebutuhan akan jasa angkutan sekolah atau antar jemput sebesar ± 30 murid. Jika kapasitas ideal kendaraan antar jemput adalah 10 murid, maka dibutuhkan sekitar ±3 kendaraan untuk SDN Klojen I. Dan pada saat ini di SDN Klojen I hanya ada 1 kendaraan antar jemput. 
Variasi Bentuk Pengaku Diagonal Ganda Tipe Knee pada Portal Baja Bidang Bertingkat Hendro Suseno
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.968 KB)

Abstract

Apabila gedung dengan struktur portal baja bidang terbuka semakin tinggi atau jumlah tingkat semakinbanyak maka stabilitas terhadap beban horisontal menjadi semakin menurun, hal ini terlihat dari perpindahanlateral yang juga semakin bertambah secara berarti. Salah satu usaha untuk mengurangi perpindahan lateralini adalah dengan memasang pengaku diagonal ( bracing ) ganda tipe K. Dari hasil penelitian sebelumnyatata letak pengaku diagonal ganda yang keduanya dipasang pada bentang tengah struktur portal bidang empatbentang memberikan perpindahan lateral yang minimum sehingga kestabilan lateral adalah yang palingmaksimum. Kelemahan pengaku diagonal ini adalah keterbatasannya dalam menyediakan ruang untuk pintu,jendela dan ventilasi, untuk itu bentuk huruf K ini harus dimodifikasi dengan membuka titik simpul puncakdan mengangkat titik simpul kaki secara bersamaan sehingga disebut tipe Knee. Dengan memvariasi bentukini maka geometri struktur berubah, besar dan susunan elemen matriks kekakuan global berubah, determinanberubah dan perpindahan lateral berubah sehingga kestabilan lateral juga berubah. Untuk itu adalah hal yangmenarik diteliti bila variasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee direncanakan seefektif mungkin secarastruktural sehingga kinerja gedung tetap optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku struktur portal baja bidang bertingkat denganvariasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee terhadap beban horisontal dan bentuk yang paling efektifdalam menahan beban tersebut. Pada penelitian ini akan digunakan struktur portal baja bidang bertingkatdengan pengaku diagonal tipe Knee dengan tiga variasi bentuk dan sebagai kontrol digunakan pengakudiagonal tipe K standar dan terbuka. Beban yang digunakan adalah beban gravitasi dan beban gempa statissesuai dengan peraturan, semua tumpuan diambil jepit, jumlah tingkat diambil 15, 21 dan 27 lantai, analisisstruktur dilakukan dengan software STAAD Pro sedangkan desain penampang dikerjakan secara manualsesuai dengan SNI 03-1729-2002.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee ternyatarelatif tidak mempengaruhi perpindahan lateral pada jumlah tingkat yang dievaluasi sehingga kestabilanlateral masih aman, bentuk-bentuk variasi yang dibahas relatif memberikan hasil yang aman terhadapkestabilan lateral. 
Pengaruh Kadar Abu Batubara Sebagai Filler Terhadap Karakteristik dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS) pada Campuran Hot Rolled Sheet (HRS) Lasmini Ambarwati; Muhammad Zainul Arifin; Heru Bawono
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.966 KB)

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia banyak menghasilkan limbah berupa abu batubara. Batubara jenis brown coal yang ditambang di PT. Berau Coal Kabupaten Berau Kalimantan Timur memiliki kandungan silika (Si O2) lebih banyak daripada jenis lainnya. Berdasarkan literatur, penggunaan sulfur dalam campuran beraspal dapat meningkatkan stabilitas Marshall. Penelitian ini dilakukan untuk mendukung penelitian sebelumnya tentang filler dan untuk memperbaik mutu dalam campuran beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan kadar filler abu batubara terhadap karakteristik campuran meliputi nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient dan indeks kekuatan sisa (IKS) campuran Hot Rolled Sheet (HRS).Berdasarkan hasil analisis perendaman, menunjukkan bahwa semakin bertambah jumlah kadar abu batubara, pada nilai VIM dan VMA cenderung meningkat, pada nilai Stabilitas, Flow, dan MQ mengalami penurunan, dan nilai IKS pada campuran cenderung meningkat sampai nilai maksimum (104.074%,pada kadar 4%) dan kembali turun sampai nilai minimum (82.353%,pada kadar 8%). Nilai IKS yang diperoleh persamaan regresi marshall antara nilai stabilitas perendaman 24 jam dan 30 menit. Berdasarkan penelitian ini terlihat bahwa penggunaan abu batubara sebagai campuran filler berpengaruh positif terhadap stabilitas dan IKS dari campuran yang menggunakan filler abu batu saja, sehingga abu batubara layak digunakan sebagai alternatif bahan filler perkerasan jalan jenis HRS-WC dengan syarat memperhatikan kadar abu batubara optimum. 
Pengaruh Penambahan Kapur dan Abu Terbang Dalam Laju Pelepasan Air Dari Lumpur Biologis (IPAL SIER) Devia, Yatnanta Padma
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.635 KB)

Abstract

Pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) umumnya dihasilkan produk samping berupa lumpur. Lumpur diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan agar dampak negatif dapat diminimalkan dan volume airnya tereduksi. Untuk metode pelepasan air dari lumpur, cara mekanik, umumnya didahului dengan pengkondisian lumpur. Bahan pengkondisi fisik antara lain adalah kapur (kapur terhidrasi, Ca(OH)2) dan abu terbang (fly ash). Dalam penelitian ini dikaji pengaruh kapur, limbah abu terbang, serta kombinasi kapur dan abu terbang untuk mempercepat proses pelepasan air dari lumpur IPAL (lumpur biologis) dengan menggunakan berbagai variasi tekanan filter press.Sumber lumpur dari lumpur biologis (Instalasi Pengolahan Air Limbah, IPAL PT. SIER Rungkut - Surabaya). Metodenya uji solid dan tes ekspresi. Pencampuran lumpur dengan kapur, abu terbang, kapur+abu terbang dengan alat jar-stirring. Uji solid untuk memeriksa kandungan TSS dari cake lumpur setelah penambahan bahan-bahan tersebut di atas. Tes ekspresi dengan alat filter press akan menghasilkan cake lumpur yang diukur waktu pelepasan air dan volume filtrat pada empat variasi tekanan. Parameter yang diukur : pH, temperatur, TSS, spesific resistance to filtration (SRF).Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelepasan air lumpur biologis meningkat saat diberi kombinasi kapur 100% dan abu terbang 100% pada tekanan 4 kg/cm2 yang ditandai dengan penurunan SRF 90,48%. 
Variasi Rasio Volume Tulangan Transversal dengan Inti Beton Terhadap Daktilitas Aksial Kolom Beton Bertulang Ari Wibowo; Mohammad Taufik Hidayat; Ainur Rochim
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.484 KB)

Abstract

Pengekangan pada kolom beton dipengaruhi beberapa parameter. Parameter-parameter tersebutantara lain adalah rasio volume tulangan transversal, spasi, kekuatan leleh, susunan tulangan transversal, kuattekan beton, dimensi penampang, kandungan dan susunan tulangan longitudinal, dan cover beton. Dalamstudi kali ini dibahas tentang pengaruh rasio tulangan transversal ( ρs ) terhadap nilai kekakuan aksial dandaktilitas aksial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi volume tulangan transversal ( ρs) terhadap nilai kekakuan aksial dan daktilitas aksial dengan mengambil variasi sebesar 0,37%; 0,68%; dan1,05% dengan menggunakan benda uji kolom beton bertulang ukuran 15 x 15 cm dan panjang kolom 70 cm.Benda uji dibebani dengan beban tekan aksial sentris.Berdasarkan data hasil penelitian maka dilakukan analisis statistik dari pengujian hipotesis denganmengambil resiko kesalahan 5 % di dapat nilai fhitung = 138,503 > f tabel = 3,040 sehingga dapatdisimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variasi rasio volume tulangan transversal terhadapnilai kekakuan aksial.Untuk perhitungan pengaruh variasi rasio volume tulangan transversal terhadap nilaidaktilitas aksial, tidak dapat dilakukan analisis statistik sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan. Hal inidisebabkan besarnya kuat tekan beton yang didapatkan dari hasil eksperimen dibandingkan dengan kuattekan beton dari prediksi awal sehingga alat uji tekan kolom tidak mampu membebani sampai dengan bebanruntuh. 
Pengaruh Variasi Tipe Peredam Energi Terhadap Karakteristik Hidrolika Saluran Pelimpah Bendungan Studi Kasus Uji Model Pelimpah Bendungan Jehem –Bali Prastumi, Prastumi
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.936 KB)

Abstract

Penelitian mengenai studi kasus uji model pelimpah bendungan semakin banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desain peredam energi yang berupa kolam olakan datar yang cocok untuk kecepatan aliran yang tinggi. Pengaliran air melalui pelimpah pada penelitian ini menggunakan variasi debit banjir rancangan Q2th, Q10th, Q20th Q100th, Q1000th, QPMF. Peredam energi yang berupa kolam olakan datar (USBR tipe I. II, III, IV) direncanakan untuk menghindarkan gerusan lokal yang akan membahayakan morfologi sungai di hilir bendungan. Uji model fisik dibuat dengan skala 1 : 40. Kajian hidrolika dilakukan pada pelimpah, saluran samping, saluran transisi, saluran peluncur dan peredam energi.Berdasarkan hasil uji model untuk beberapa variasi debit menunjukkan bahwa, uji model kolam olakan datar USBR I, II, III, dan IV masih harus diadakan perbaikan karena masih ada kekurangan dalam kajian hidrolika pada section tertentu. Kekurangan tersebut berada pada bagian hilir sungai. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan perubahan agar didapatkan hasil yang maksimal. Dari hasil kompilasi dan analisis data didapatkan bangunan peredam energi yang efisien untuk digunakan yaitu peredam energi jenis kolam olakan datar tipe I (USBR I), dan kolam olakan datar tipe IV (USBR IV).Dari hasil kesimpulan dapat diketahui bahwa jenis peredam energi yang dapat dipergunakan pada Bendungan Jehem ini adalah peredam energi jenis kolam olakan datar tipe I (USBR I) dan kolam olakan datar tipe IV (USBR IV), agar didapatkan hasil yang lebih maksimal maka harus diadakan modifikasi pada beberapa bagian struktur Bendungan Jehem ini. 

Page 4 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue