cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 536 Documents
Penerapan Matriks Untuk Monitoring Proyek dengan Konsep Nilai Hasil pada Pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Mohammad Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas; Nur Cahyono
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.299 KB)

Abstract

Proyek kostruksi adalah sesuatu yang tidak menentu, banyak faktor yang mempengaruhinya di luar perkiraan. Monitoring mutlak diperlukan dalam rangka mencapai target keuntungan tanpa mengurangi kualitas yang telah disepakati dalam kontrak. Konsep nilai hasil adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Metode matriks merupakan salah satu cara perencanaan dan kontrol proyek yang estimasinya ditujukan pada biaya, waktu, dan evaluasi proyek. Metode matriks dan konsep nilai hasil merupakan penelitian yang terpisah sehingga diperlukan penelitian tentang penerapan matriks untuk monitoring proyek dengan konsep nilai hasil. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui cara menyusun BCWS dan BCWP dengan persamaan matriks sehingga dapat digunakan sebagai input untuk monitoring proyek dengan konsep nilai hasil. Objek studi penelitian adalah Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.Untuk menyusun BCWS dan BCWP harus dibentuk tiga matriks dasar yaitu matriks kuantitas pekerjaan terhadap elemen bangunan (Qwxm), matriks harga satuan pekerjaan terhadap komponen biaya (Uwxa), dan matriks progress rasio pekerjaan terhadap waktu (Rwxt). Dengan operasi matriks, dari ketiga matriks dasar tersebut dapat diintegrasikan antara waktu dan biaya sehingga diperoleh matriks biaya pekerjaan terhadap waktu (Cwxt). BCWS diperoleh dengan mengalikan CT wxt dengan matriks satuan pekerjaan (Iwx1). BCWP diperoleh dengan merubah matriks progress rasio pekerjaan terhadap waktu (Rwxt) sesuai prestasi fisik yang diperoleh dari laporan mingguan. Sedangkan ACWP diperoleh dari laporan keuangan proyek. Dari ketiganya dapat dihitung varians biaya, varians jadwal, indeks kinerja biaya, dan indeks kinerja jadwal serta perkiraan biaya total proyek.Dengan konsep nilai hasil, diketahui perkembangan proyek pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada tiga minggu pertama pelaksanaan proyek, prestasi fisik yang diperoleh cukup baik (indeks kinerja jadwal/SPI lebih dari satu) namun biaya yang dikeluarkan melebihi anggarannya. Prestasi mulai memburuk pada minggu ke-4 dan selanjutnya, namun biaya aktual yang dikeluarkan relatif dibawah anggaran. Kondisi ini berubah pada minggu terakhir pelaksanaan proyek (minggu ke-17), karena ternyata pihak kontraktor mampu menyelesaikan proyek tepat waktu (nilai SPI = 1) dengan nilai indeks kinerja biaya (CPI) sebesar 1,46% yang berarti kontraktor pelaksana mendapatkan keuntungan 4,6% dari nilai akhir BCWS atau sebesar Rp 206.390.993,65. 
Studi Karakteristik dan Model Pemilihan Moda Angkutan Mahasiswa Menuju Kampus (Sepeda Motor atau Angkutan Umum) di Kota Malang Djakfar, Ludfi; Indriastuti, Amelia Kusuma; Nasution, Akhmad Sya’ban
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.107 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia modern. Dalam pemenuhan kebutuhan  akan pendidikan khususnya pendidikan formal, terjadilah pergerakan untuk mencapai sekolah ataupun  kampus yang ada. Pergerakan sendiri membutuhkan moda angkutan sebagai sarana untuk bergerak.  Pemilihan moda angkutan bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan.  Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna, karakteristik pergerakan, dan karakteristik  fasilitas moda angkutan mahasiswa menuju kampus, serta membuat model pemilihan moda angkutan  mahasiswa menuju kampus antara sepeda motor dan angkutan umum.Lokasi penelitian yaitu universitas dan perguruan tinggi di wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota  Malang. Universitas dan perguruan tinggi tersebut adalah :Universitas Brawijaya, Universitas Negeri  Malang, Institut Teknologi Nasional, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas  Gajayana Malang dan Universitas Islam Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode  wawancara dalam bentuk kuisioner yang disebarkan pada mahasiswa. Analisis data yang digunakan  adalah statistik deskriptif dan model binary logistik karena hanya ada dua pilihan alternatif moda dalam  studi ini yaitu angkutan umum dan sepeda motor. 
Studi Eksperimental Momen Batas pada Pelat Berusuk Akibat Pembebanan Merata Nurlina, Siti; Setyowati, Edhi Wahyuni; Wijaya, Ming Narto
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.837 KB)

Abstract

Pelat merupakan salah satu jenis struktur yang sering digunakan dalam dunia konstruksi. Banyak bangunan yang menggunakan pelat dengan berbagai variasi, salah satunya adalah adanya rusuk dengan dimensi dan jarak tertentu pada pelat tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan membandingkan momen, lendutan pada pelat berusuk dengan pelat datar. Analisa plat dilakukan dengan menggunakan metode elastis pada plat berusuk. Untuk eksperimental, pelat yang dibuat adalah tiga buah pelat dengan variasi rusuk 10x10 cm dengan jarak antar rusuk 40 cm dan satu buah pelat berusuk. Pembebanan dilakukan dengan pemberian beban merata pada masing-masing pelat. Secara eksperimental, lendutan pelat datar lebih besar jika dibandingkan dengan pelat berusuk untuk titik yang sama pada tengah bentang pelat. Dari hasil perhitungan analisis nilai momen dan lendutan pada pelat datar lebih besar dibanding pelat berusuk pada tengah bentang pelat. Adanya rusuk pelat menjadi kaku dan distribusi momen merata dan lendutan yang terjadi juga lebih kecil. 
Studi Evaluasi Usia Fatik Sisa dan Lendutan pada Jembatan Soekarno-Hatta di Kota Malang Sugeng Prayitno Budio; Agoes Suharjono M. D.; Adi Wijaya
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.126 KB)

Abstract

Bridge is a kind of structure that accept cyclic load because of the traffic load. The cyclic load that continuous day by day could be the cause of collapse. It could happen even all of the strength parameter on the bridge material and structure not over the safety yield stress. This phenomenon called fatigue. The purpose of this study is evaluating of the remaining fatigue life conducted to anticipate damage. While, the deflection of the bridge could be use to measure the serviceability of the bridge. The remaining fatigue life analysis conducted by observe stress range of the bridge that happen while traffic pass the bridge. This stress data then combined with traffic’s volume to get the remaining fatigue life. While, deflection could be found by experiment in the bridge. From the calculation and experiment, known that the reaming fatigue life is different for each span. It could happen because the difference of material, dimension, and truss system in each bridge produce different stress for the same loading case. After calculation we got the result that fatigue life for 40 meter span will end after 36,739 years, and for the 60 meters span the fatigue life already end 12,596 years since it built. And the deflection for 40 meter span is 4 mm and 14 mm for 60 meter span. Both still far from the initiate deflection which is 40 mm and 60 mm. Therefore we can make a conclusion that the bridge still good condition of serviceability. 
Analisis Getaran pada Plat Komposit Berlapis dengan Higher Order Shear Deformation Theory Arifi, Eva; Suseno, Hendro; Argo, Dwi
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.288 KB)

Abstract

The application of laminated composite plate as a structural plate element has been increasingly fast because of their high strength and stiffness properties, light weight, and low unit cost. The application of laminated composite plate needs high accuracy and efficiency in vibration analysis of such structure. A dynamic response to time depended loads can caused damage of the structure.There are three theories of plate have been developed. The first is Classical Plate Theory (CPT) which has a weakness by neglected transverse shear deformation effect. The second is First Order Shear Deformation Theory (FOSDT). This theory accounts for transverse shear deformation, but still need a shear correction factor. In order to overcome this problems, a higher order shear deformation theory was developed. This teory accounts for the transverse shear deformation with a parabolic variation of transverse shear strains throughout the thickness, and the zero transverse shear stress on the surfaces of the plates. There is no need to use shear corrrection factor. HOSDT models gives high accuracy for thin and thick plate, anisotropic and isotropic materials. The purpose of this research is to find the natural frequencies of laminated composite plate for varying thickness, fiber angle, lamina thickness, the number of lamination, and support conditions.Analysis result shows that for lamination composite plate, the natural frequencies depend on length to thickness ratio (a/h) of the plate, fiber angle, lamina thickness, the number of lamination, and support conditions. The decrease of the natural frequencies compares to the increase of the length to thickness ratio (a/h). It is influenced the stiffness of the properties. The affect of support condition shows for hinged condition gives bigger natural frequency compares to simply supported laminated composite plate for the same angle fiber. 
Pengujian Geser Panel Komposit Lapis Anyaman Bambu Menggunakan Limbah Beton Sebagai Bahan Agregat dengan Variasi Jarak Shear Connector dan Agregat Campuran Mohammad Taufik Hidayat
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.122 KB)

Abstract

Panel lapis gedek merupakan komposit dengan jenis bahan yang berbeda yaitu lapis gedek danlapis beton tanpa pasir. Panel lapis gedek terdiri dari tiga lapis gedek, ditengah-tengahnya diisi beton tanpapasir. Dari penggunaan panel lapis gedek ini akan diperoleh keuntungan yaitu : ringan, murah, tahan gempa,tahan angin dan tahan api. Untuk menggabungkan antara lapis gedek dan beton tanpa pasir diperlukanadanya penghubung yaitu shear connector. Dalam panel lapis gedek ini agregat kasar diperoleh dari limbahbeton yang dihancurkan. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh limbahbeton dengan variasi jarak shear connector dan agregat campuran terhadap kuat geser panel lapis gedek padasaat retak pertama. Luaran yang diharapkan dengan digantikannya pasir dan kerikil dengan limbah beton,bisa mengurangi berat sendiri panel dengan kekuatan sama atau lebih bila dibandingkan dengan panel dengankomponen spesi yang terdiri dari semen, pasir, air. Selanjutnya juga akan dihitung kuat geser panel lapisgedek dengan variasi jarak shear connector 10 cm dan 15 cm dan agregat kasar dengan perbandingancampuran yaitu 1 : 3 dan 1 : 4. Benda uji yang digunakan adalah panel lapis gedek dengan ukuran (80x50)cm dan ketebalan 3 cm, yang diberi beban terpusat pada bentang tengah. Asumsi tumpuan adalah sendi-rol.Dalam analisis ini diasumsikan panel sebagai balok tinggi. Pada balok tinggi tegangan geser maksimumterjadi pada kondisi 0,4h dari serat bawah.Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengujian pelat lapis anyaman bambu (gedek) denganvariasi jarak shear connector dan agregat campuran menunjukkan adanya pengaruh jarak shear connectorterhadap kekuatan geser tetapi bernilai negatif, karena makin kecil jarak shear connector ternyata makin kecilbeban yang ditahan. Jarak shear connector juga berpengaruh terhadap kerapatan agregat pada panel. Hal inidibuktikan dengan analisa statistik dan memberikan kesimpulan bahwa variasi agregat tidak berpengaruhterhadap kekuatan geser pelat lapis gedek. 
Pengaruh Penggunaan Cerucuk dan Anyaman Bambu pada Daya Dukung Tanah Lempung Lunak Suroso Suroso; As'ad Munawir; Herlien Indrawahyuni
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.764 KB)

Abstract

Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung batas yang rendah dan daya mampat yang tinggi. Oleh sebab itu agar dapat digunakan sebagai pondasi bangunan diperlukan adanya usaha perkuatan dengan tujuan meningkatkan daya dukung tanah salah satunya dengan menggunakan cerucuk dan anyaman bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan cerucuk dan anyaman bambu terhadap daya dukung tanah lempung lunak. Metode yang digunakan adalah uji model pondasi di laboratorium dengan dibebani di atas tanah lempung yang diperkuat cerucuk dan anyaman bambu dan diukur penurunannya sampai mengalami keruntuhan. Dari hasil pengukuran dan analisis menunjukkan bahwa variasi diameter, panjang, spasi, jumlah cerucuk dan luas anyaman dapat meningkatkan daya dukung lempung lunak sampai tujuh kali daya dukung tanpa perkuatan. 
Penggunaan Geotextil sebagai Alternatif Perbaikan Tanah Terhadap Penurunan Pondasi Dangkal Yulvi Zaika; Budi Agus Kombino
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.479 KB)

Abstract

Proses penurunan pondasi diakibatkan oleh terkompresinya lapisan tanah di bawah pondasi akibatbeban struktur. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan pengaruh pemasangan perkuatan pada penurunanpondasi dangkal pada tanah lunak di kawasan Aie Pacah Padang. Analisa perkuatan dilakukan pada tanahlempung lunak dan tanah timbunan pasir yang diberi perkuatan 1,2,3 dan 4 lapis. Dari hasil yang didapatkan,tanah lempung lunak yang dibebani dengan pondasi mengalami penurunan yang lebih besar dari penurunanizin Pemasangan 2 lapis perkuatan memberikan hasil optimum pada tanah lempung yaitu denganpengurangan penurunan sebesar 97.26 %. 
Kinerja Campuran Split Mastic Asphalt dengan Beberapa Material dari Kalimantan Aloysius Gregorius Lake; Ludfi Djakfar; Yulvi Zaika
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.956 KB)

Abstract

Kondisi jalan di Kalimantan, kini sangat memprihatinkan akibat banyaknya titik jalan yang rusak parah, bahkan sudah tahap mengkhawatirkan bagi keselamatan lalu-lintas dan kelancaran transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian rakyat. Kerusakan yang terjadi telah beberapa kali diperbaiki dengan menggunakan campuran beton aspal, namun hasilnya tetap kurang memuaskan. Pulau Kalimantan memiliki potensi material yang cukup besar, namun saat ini masih terus menerus membeli material dari Sulawesi dalam pelaksanaan pekerjaan jalan. Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba menggunakan campuran Split Mastic Asphalt dan memanfaatkan material local untuk pekerjaan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan penggunaan material dari daerah kabupaten Bulungan, Kutai, dan Banjar untuk bahan campuran aspal, khususnya campuran split mastic asphalt. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan alat Marshall dan UMATTA. Berdasarkan hasil analisis karakteristik agregat dari kabupaten Bulungan, Kutai, dan Banjar, hasilnya adalah cukup baik untuk digunakan sebagai bahan campuran aspal. Agregat yang paling baik untuk digunakan sebagai bahan campuran aspal, adalah agregat dari kabupaten Banjar, karena memiliki nilai keausan agregat 23,48%, yang berarti agregat ini lebih tahan terhadap beban di bandingkan dengan agregat dari kabupaten Bulungan dan Kutai Timur. Campuran aspal dengan menggunakan material dari kabupaten Banjar adalah campuran terbaik, karena dengan kadar aspal optimum 6,315%, campuran aspal ini memiliki stabilitas 877,942kg, lebih baik bila dibandingkan dengan campuran aspal dengan menggunakan agregat dari kabupaten Bulungan dan Kutai. Dalam penggunaan material dari daerah Bulungan, Kutai, dan Banjar, dengan nilai kadar aspal optimum masing-masing 7,155%, 6,789%, dan 6,315%, berpengaruh terhadap nilai-nilai pembebanan statis dan dinamis,.
Pengaruh Pemasangan Bangunan Peninggi Muka Air (Subweir) Terhadap Gerusan yang Terjadi di Hilir Bendung Pudyono, Pudyono
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.92 KB)

Abstract

This research used the dam model from the prototype of the Bakalan Dam in the Kecamatan WagirKabupaten Malang with the 1 : 30 scale as the case of the study. In this model research, in the damdownstream was formed as the moveable bed with the mixing of sand (50%) and the gravel (50% sieve 10mm), with the three discharge variation Q = 6 liter/sec, 9 liter/sec and 12 liter/sec.The aim of this research is finding out the minimum scouring depth occurrence in the downstreamof the dam with the subweir installment. The height variation of the sub weir was Zo = 0; Z1 = 1,66cm; Z2 = 3,33 cm; and Z3 = 5 cm, and the variation of length sub weir installment range in the downstreamof the dam was L1 = 60 cm; L2 = 75 cm; L3 = 90 cm.The result of this research was shown that the minimum downstream dam scouring was occurredfor discharge variation range Q1 = 6 litter/sec until Q2 = 9 litter/sec with the variation of the length subweir installment was 60 cm until 75 cm from the toe of the dam that used the 5 cm of the sub weir height.While for the discharge in the range of Q2 = 9 litter/sec to Q3 = 12 litter/sec with the all of the length ofinstallment and the height of sub weir variation have not gave the significance influence for the depth ofscouring. Its shown that that trend of the scouring depth was followed the trend of the discharge without thesub weir installment (Zo). It is mean hat for the high discharge, installation of the sub weir was having notinfluence to decrease the scouring depth of the downstream dam. 

Page 6 of 54 | Total Record : 536


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue