cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Seleksi 21 Galur Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Berdasarkan Karakter Kualitas Polong yang diinginkan Konsumen Bramastyo, Doni; Saptadi, Darmawan; Yulianah, Izmi
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.6

Abstract

Winged bean (Psophocarpus tertragonolobus L.) belongs to the Fabaceae family with many benefits (multifunctional). Winged bean pods have a lot of nutrients that are good enough for the body. The utilization of fresh winged bean pods is still very low by the community. This can be caused by several factors, one of which is the quality attributes and economic value possessed by winged bean commodities which are still relatively low when compared to other vegetables. In the agricultural industry, improving quality is very necessary because it will affect consumer decisions in choosing and buying. This study aims to determine the characteristics of the pods favored by consumers so that potential lines can be developed based on consumer preferences. The study was conducted in November 2017 to September 2018 with two methods, namely a field trial conducted in Dadaprejo Village, Junrejo District, Batu City, Malang, East Java and a market survey conducted in Malang City. Field experiments were carried out using a Randomized Block Design (RBD). Observation variables were divided into two, namely quantitative variables consisting of pod length and increased pod hardness, and qualitative variables consisting of pod shape, color, taste, and hardness. The results showed that there were lines that had the potential to be developed based on the preferences of consumers, these lines were PTL 2.1. Other lines of these lines, other lines that are close to similar potential are lines of UB 1.1, DJB 2, DJB 1, NSM 2.1 and MDM 1.2.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Gioniva Afandiyah; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.2

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
Pengaruh Suhu dan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kabupaten Malang Ninuk Herlina; Nur Azizah; Elfandi Putra Pradiga
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.7

Abstract

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang penting di Indonesia. Tembakau termasuk tanaman yang sensitif terhadap pengaruh faktor lingkungan diantaranya faktor iklim yang meliputi suhu dan curah hujan. Produksi tembakau  di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan tembakau dalam negeri. Kebutuhan tembakau dalam negeri mencapai 340.000 t tahun-1 sedangkan pada tahun 2017 produksi tembakau  sekitar 198.296 t tahun-1 (Dinas Perkebunan, 2012). Salah satu daerah penghasil tembakau adalah kabupaten Malang. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan curah hujan terhadap produktivitas tembakau di kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2018 di kecamatan Donomulyo, Poncokusumo, Sumberpucung, Tajinan dan Tumpang kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan data primer dan sekunder. Data primer berupa data hasil wawancara dengan  petani tembakau dan data sekunder berupa data suhu, curah hujan, hari hujan tahun 2004-2017 dan data produksi tembakau tahun 2004-2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan suhu mempunyai korelasi yang sangat rendah dengan produktivitas tembakau (r= 0,180) sedangkan curah hujan dan hari hujan mempunyai korelasi yang erat dengan produktivitas tembakau (r curah hujan = 0,603 dan r hari hujan = 0,635 ). Pengaruh curah hujan dan hari hujan terhadap produktivitas tembakau sebesar 47,2% dengan model pendugaan produktivitas tembakau (Y) = -19,560 + 0,005 X1 (curah hujan) + 1,077 X2 (hari hujan). Hari hujan memiliki pengaruh lebih besar terhadap produktivitas tembakau dibanding curah hujan. 
Pengaruh Waktu Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Dosis Pupuk Anorganik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krisan Potong (Chrysanthemum morifolium) Varietas Fiji Putih Nila Anjarwati; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.3

Abstract

 Peningkatan hasil tanaman krisan potong umumnya dilakukan dengan pengaplikasian pupuk anorganik. Aplikasi pupuk anorganik secara terus menerus dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tanah dan disisi lain dapat menambah biaya produksi. Adanya dampak yang ditimbulkan oleh aplikasi pupuk anorganik dalam jangka panjang maka  dapat dilakukan dengan aplikasi PGPR dan mengurangi dosis pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari waktu aplikasi PGPR dan dosis pupuk anorganik untuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman krisan potong. Penelitian dilaksanakan di PT. Condido Agro yang berlokasi di Dusun Cangkruk, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu waktu aplikasi PGPR (W) dengan 4 taraf yaitu saat pembibitan (W0), saat transplanting (W1), saat 14 hst (W2) dan saat 28 hst (W3). Faktor kedua yaitu dosis pupuk anorganik (D) dengan 3 taraf yaitu 50% (D1), 37,5% (D2) dan 25% (D3). Pengurangan dosis pupuk anorganik berdasarkan dosis rekomendasi PT. Condido Agro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi PGPR mempengaruhi dosis pupuk anorganik pada luas daun. Sedangkan parameter yang lain menunjukkan bahwa waktu aplikasi PGPR tidak mempengaruhi dosis pupuk anorganik. Aplikasi PGPR saat transplanting memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering tanaman, panjang tangkai dan diameter bunga. Dosis pupuk anorganik 37,5% merupakan dosis terbaik yang mampu meningkatkan jumlah daun, bobot kering tanaman, panjang tangkai dan diameter bunga.
Studi Pertumbuhan dan Aktivitas Enzim Antioksidan pada Kultur In Vitro Tomat Akibat Cekaman Salinitas Deffi Armita; Nur Alfiyana Wardhani Alawiyatun
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.8

Abstract

Tanaman yang tumbuh pada lingkungan yang tidak sesuai akan memberikan respon berupa perubahan proses metabolisme yang bervariasi diantara spesies dan varietas. Tanaman tomat tahan salinitas merupakan langkah alternative untuk pemanfaatan tanah salin pada beberapa area di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi varietas tomat tahan salinitas yang banyak dibudidayakan secara komersial. Empat varietas tomat (Servo, Warani, Karina, Optima) ditumbuhkan dengan metode kultur jaringan pada media MS yang disuplai dengan 0, 20, 40, 60 dan 80 mM NaCl. Hasil menunjukkan bahwa varietas Servo yang paling toleran terhadap salinitas, dengan persentase perkecambahan yang paling tinggi hingga 20 hari setelah tanam. Varietas Servo kemudian ditumbuhkan lagi pada media yang sama selama 21 hari. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa pertumbuhan bibit tomat varietas Servo dipengaruhi oleh cekaman salinitas pada level 40 dan 80 mM dengan indikator penurunan panjang tunas dan panjang akar serta bobot total disertai dengan kenaikan aktifitas enzim catalase sebagai enzim antioksidan.
Uji Pertumbuhan dan Daya Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Tipe Iceberg pada Dataran Tinggi Meilani Afsari; Sumeru Ashari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.4

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan. Namun dalam pemenuhan kebutuhannya masih dilakukan melalui impor, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi salah satunya melalui penggunaan varietas unggul. Sebagai upaya menciptakan varietas unggul baru perlu dilakukan uji daya hasil, meliputi uji daya hasil pendahuluan, lanjutan, dan uji multilokasi dengan menanam calon varietas uji yang dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2019 di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada ketinggian 1.080 m dpl dengan suhu rata-rata harian 20-25°C. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan calon varietas uji berupa genotipe LT18001 dan LT18002 yang dibandingkan dengan 3 varietas pembanding meliputi varietas Brando, General, dan Georgia. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi karakter kuantitatif komponen pertumbuhan yaitu panjang tanaman, lebar tajuk, panjang daun, jumlah daun, komponen hasil berupa umur panen, rata-rata berat segar tanaman, rata-rata berat krop, berat krop per plot, panjang krop, lebar krop, dan produktivitas, serta karakter kualitatif meliputi pengamatan sebelum semai yaitu warna benih, dan pengamatan saat panen yaitu bentuk krop, bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, dan kerapatan krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas uji LT18001 dan LT18002 menunjukkan daya hasil tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Oleh karena itu, varietas uji LT18001 dan LT18002 dapat diusulkan sebagai varietas unggul baru.
Keragaman dan Korelasi Karakteristik Fisik Biji dengan Perkecambahan dan Karakter Hasil pada Kacang Ercis (Pisum sativum L.) Hera Livia Damara; Intan Widia Santika; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.9

Abstract

Kacang ercis (kacang polong) merupakan tanaman penghasil polong yang dikonsumsi sebagai sayur. Di Indonesia tanaman kacang ercis telah lama dikenal, khususnya di pulau Jawa. Mulai tahun 2008, Indonesia mengalami penurunan jumlah ekspor kacang ercis karena penurunan pasokan dan kontinuitas. Peningkatan hasil tanaman kacang ercis dapat diupayakan melalui pemuliaan tanaman yang berkelanjutan. Kegiatan pemuliaan tanaman yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan identifikasi keragaman morfologi. Untuk mengetahui adanya hubungan antara karakteristik fisik biji dengan perkecambahan dan karakteristik fisik biji dengan karakter hasil kacang ercis perlu dilakukan analisis korelasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2018, di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bahan yang digunakan yaitu 37 genotipe kacang ercis yang berasal dari seleksi galur lokal dan introduksi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan sebanyak 37 genotipe, dan 3 ulangan. Masing-masing genotipe terdiri dari 10 tanaman. Dari hasil penelitian diketahui karakter kuantitatif fisik biji dari 37 genotipe ercis yang memiliki nilai keragaman luas adalah karakter volume biji dan luas permukaan biji. Dari 37 genotipe yang ada, karakter kualitatif fisik biji yang mendominasi adalah karakter tekstur biji keriput, warna biji cokelat kehijauan, dan bentuk biji genjang. Karakter perkecambahan yang memiliki korelasi genetik dan fenotipe dengan nilai positif dengan karakter hasil adalah laju perkecambahan dan nilai perkecambahan. Karakter hasil yang berkorelasi positif dengan karakter fisik biji adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, berat biji per polong, jumlah biji per polong, dan berat 100 biji.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) pada Berbagai Jenis dan Komposisi Media Tanam Substrat Nur Hasanah Anwar; Nur Azizah
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.5

Abstract

Tanaman jahe (Zingiber officinale) ialah jenis tanaman rimpang yang banyak dibudidayakan hampir diseluruh kawasan Indonesia. Salah satu jenis jahe yang banyak dibutuhkan dan mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah jahe merah. Permasalahan tanaman jahe merah yaitu daya simpan rendah, rentan penyakit tular tanah, dan masa panen singkat. Permasalahan tersebut menyebabkan petani ragu untuk menanam tanaman jahe merah. Hanya 30% petani yang menanam tanaman jahe merah di Jawa Timur. Rendahnya daya simpan jahe merah menyebabkan ketersediaan jahe merah tidak lama. Salah satu upaya meningkatkan ketersediaan jahe merah ialah menerapkan sistem hidroponik substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan komposisi media substrat yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil jahe merah. Bahan yang digunakan yaitu rimpang tanaman jehe merah, arang sekam, cocopeat, kompos dan nutrisi AB mix. Dilaksanakan di Glass House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Januari sampai Juli 2019. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa komposisi dan jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah. Penggunaan media tanam cocopeat tunggal memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding dengan media tunggal arang sekam dan tunggal katel. Media tanam cocopeat dapat digunakan secara tunggal, sedangkan media arang sekam dan katel sebaiknya dikombinasikan dengan dengan media lainnya.
Karakter Fenotip Tanaman Jagung (Zea mays L.) Lokal Varietas Pulut Sulawesi di Daerah Istimewa Yogyakarta Genesiska, Genesiska; Susanto, Budi; Mulyono, Mulyono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.10

Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L.) varietas Pulut (waxy corn) merupakan salah satu jenis jagung lokal yang dikembangkan pada beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Rasa yang enak dan gurih disebabkan oleh gen resesif wx. Namun, tanaman jagung Pulut merupakan jagung lokal yang memiliki potensi hasil rendah, yaitu kurang dari 2 ton/ha, tongkol berukuran kecil dengan diameter 10-11 mm dan sangat peka penyakit bulai. Potensi pada tanaman jagung Pulut belum dimanfaatkan secara optimal. Informasi yang masih minim terkait jagung ini menyebabkan kesulitan dalam pengembangannya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian awal agar mendapat informasi yang spesifik mengenai varietas jagung tersebut. Untuk memperoleh data tersebut dibutuhkan penelitian tentang identifikasi karakter fenotipe tanaman jagung Pulut Sulawesi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil identifikasi memberikan informasi mengenai karakter organ vegetatif jagung Pulut meliputi habitus, batang dan daun, dan organ generatif meliputi bunga, dan biji yang bervariasi.
Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Novatriana, Christina; Hariyono, Didik
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.005.1.1

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia. Hasil produksi bawang merah tahun 2015 sebesar 1.229.184 ton dan meningkat menjadi 1.446.860 ton tahun 2016, akan tetapi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia lebih tinggi dibandingkan produksi bawang merah. Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Juni 2019 di Jalan Puncak Joyo Agung, Lowokwaru, Malang. Alat yang digunakan yaitu cangkul, pisau, timbangan analitik, jangka sorong, gelas ukur, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan yaitu benih bawang merah varietas Tajuk, PGPR, pupuk kompos, pupuk kandang ayam, pupuk NPK. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok sederhana dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali yaitu; P0: tanpa aplikasi PGPR; P1: perendaman 30 menit dengan dosis 0 ml; P2: perendaman 60 menit dengan dosis 0 ml; P3: perendaman 0 menit dengan dosis 20 ml; P4: perendaman 30 menit dengan dosis 20 ml; P5: perendaman 60 menit dengan dosis 20 ml; P6: perendaman 0 menit dengan dosis 30 ml; P7: perendaman 30 menit dengan dosis 30 ml; P8: perendaman 60 menit dengan dosis 30 ml. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F). Apabila terdapat pengaruh di antara perlakuan maka dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian perlakuan P7 mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang tertinggi dan mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar, bobot kering, jumlah umbi, dan diameter umbi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10