cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2020)" : 16 Documents clear
DEVELOPMENT OF GEOGRAPHIC LITERACY BASED MODEL OF SOCIAL STUDIES LEARNING IN BUILDING STUDENTS’ ECO-FRIENDLY CHARACTER Jakiatin Nisa; Enok Maryani; Epon Ningrum
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.9

Abstract

This study is derived from the fact that the eco-friendly character has still not been widely performed and the students’ geoliteracy has not been highly developed in social studies learning (IPS) in junior high schools in Bandung. This study is aimed at producing a social studies learning model which is expected to be an effort to build eco-friendly character, namely the Geographic Literacy Based Model in Building Eco-Friendly Character (BLG-KPL Model). The method used in this study is Research & Development (R&D). The study consists of preliminary session including the identification of needs (needs assessment), model development that includes some expert judgment, limited and extensive trials, and effectiveness test on the influence and the effect size. This research article will only describe the stage of developing the model with the assumption that the preliminary session has passed through extensive testing. The subjects of the study are teachers and the students in several junior high schools in Bandung. The data analysis of the model development consists of the feasibility test from the expert by conducting several revisions of the limited and extensive trials process. The results of the research in the model development stage produced 5 syntaxes with 4 revised changes based on limited and extensive trials. The first revision experienced a significant change from 6 syntaxes to 5 syntaxes. In the second and third revision, the main content was improved in reference to the limited trials results because it was not still significant to building eco-friendly character and the fourth revision was a recommendation from an extensive trial which shows that it had already been significant in building the character, with some technical revisions in the operational stage of applying the model. Penelitian ini berangkat dari rendahnya karakter peduli lingkungan dan kurang dikembangkannya literasi geografi peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk melahirkan model pembelajaran IPS yang diharapkan bisa menjadi upaya dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan, yaitu Model Berbasis Literasi Geografi - Karakter Peduli Lingkungan yang kemudian disingkat Model BLG-KPL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research & Developmnet (R&D). Tahapan penelitian terdiri dari tahap pendahuluan, meliputi identifikasi kebutuhan (needs assessment), tahap pengembangan model, meliputi telaah ahli (expert), uji terbatas dan uji luas dan tahap pengujian efektivitas pengaruh dan besaran efek model. Pada artikel penelitian ini hanya akan memaparkan tahap pengembangan modelnya saja dengan asumsi sudah dilalui tahap pendahuluan sampai pengujian luas. Subjek penelitian adalah guru dan peserta didik di beberapa SMPN Kota Bandung. Analisis data tahap pengembangan model terdiri dari uji kelayakan dari ahli (expert) dengan dilakukan beberapa kali revisi dari proses pengujian terbatas dan luas. Hasil penelitian tahap pengembangan model menghasilkan 5 sintaks dengan perubahan revisi sebanyak 4 kali berdasar uji lapangan terbatas dan luas. Pada revisi pertama mengalami perubahan signifikan dari 6 sintaks menjadi 5 sintaks. Pada revisi kedua mengalami perbaikan substansi berdasar hasil uji terbatas karena masih belum menujukkan signifikan menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan revisi keempat merupakan rekomendasi dari uji luas yang sudah menunjukkan signifikan menumbuhkan karakter peduli lingkungan dengan revisi teknis dalam tahap operasional penerapan model.
PEMANFAATAN FACE RECOGNITION SYSTEM DALAM MENDUKUNG UPAYA PENGAMANAN DI WILAYAH BATAS NEGARA Chairil Nur Siregar; Epin Saepudin
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.8

Abstract

Minimnya personil yang bertugas melakukan pengamanan di wilayah batas negara memerlukan sejumlah langkah strategis agar stabilitas wilayah tetap terjaga ditengah keterbatasan yang ada. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung upaya pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan, terutama di wilayah perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan face recognition system dapat dimanfaatkan dan mendukung upaya pengamanan di wilayah batas negara, terutama dalam mengawasi pergerakan manusia, pergerakan barang, dan pergerakan hewan yang terjadi di sepanjang wilayah perbatasan negara. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat menekan potensi ancaman yang muncul sehingga kondusivitas wilayah tetap terjaga
KOMPETENSI PEDAGOGIK DOSEN DALAM MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTEGRATIF AGAMA DAN SAINS PADA PENGAJARAN AGAMA DAN ETIKA ISLAM UNTUK MENCAPAI ABET LEARNING OUTCOMES DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (2019-2020) Elsa Silvia Nur Aulia
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.10

Abstract

Latar belakang pada penelitian ini adalah diawali dengan kebijakan dari Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Tinggi (Dikti) tentang mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di PTU diajarkan menggunakan pendekatan integratif yakni perpaduan agama dan sains sehingga mahasiswa tidak hanya menangkap ajaran agama Islam secara doctrinal-normatif-subjektif tetapi menangkap pula sisi rasional-objektif-ilmiahnya, hal ini pula yang dituntut oleh pihak PTU. Pada kenyataannya di lapangan, upaya integrasi ini belum terlaksana dengan baik, pendidikan agama Islam yang diberikan masih cenderung doktrinal, bahkan lebih mengarah kepada pengajaran fiqih atau jurisprudensi Islam. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi dosen Agama Islam di ITB dalam menggunakan pendekatan integratif guna mencapai ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) learning outcomes. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2019 "“ 2020, dosen agama Islam di ITB telah melakukan pendekatan integratif agama dan sains untuk mencapai ABET outcomes learning, namun hasilnya belum maksimal
TEKNOLOGI SPIRITUAL TERAPI PENYEMBUHAN KORBAN NARKOBA DAN PERAN PONDOK REMAJA INABAH (I) MALAYSIA DALAM PENGEMBANGAN TQN DI NEGERI MALAYSIA Cecep Alba; Qoriah A. Siregar; Ranti Rachmawanti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.2

Abstract

Pondok Remaja Inabah (1) Malaysia adalah sebuah institusi yang bergerak dalam bidang perawatan dan penyembuhan korban narkoba dan penyalah gunaan obat-obat terlarang lainnya dengan menggunakan pendekatan tasawuf yakni Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah. Metode dan teknologi spiritual terapi penyembuhan tersebut diciptakan oleh mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya yakni KH. A. Shohibul Wafa Tajul Arifin yang biasa dipanggil Abah Anom. Metode  dan teknologi terapi tersebut dibawa dan dikembangkan di Malaysia oleh Tuan Guru  Ustaz Zuki bin Syafi as-Syuja, murid  dan wakil talqin Abah Anom di Malaysia. Berdasarkan penelitian, teknologi spiritual terapi penyembuhan narkoba di Inabah Malaysia intinya adalah mengamalkan   mandi taubat, talkin, menjalankan salat baik yang wajib maupun yang sunat muakkad, an-nawafil dan zikrullah secara istiqomah. Tingkat kesembuhan korban narkoba yang dirawat di Inabah sangat tinggi yakni hampir seratus persen. Sedangkan lama terapi penyembuhan rata-rata 60 hari, tergantung pada kondisi keparahan anak bina itu sendiri. Jika sangat parah bisa diperpanjang hingga dua kali lipat, bahkan sampai satu tahun.  Inabah (1) Malaysia bukan hanya sebagai institusi penyembuhan dan perawatan korban narkoba tetapi juga sebagai pusat pengembangan TQN  di Malaysia. Melalui Pondok Remaja Inabah (1) yang berada di negeri bagian Kedah Darul Aman, TQN menyebar ke seluruh negeri bagian Malaysia.  Bermacam latar belakang masyarakat datang ke Pondok Inabah (1) Malaysia, tetapi pada ahirnya mereka belajar zikir yang merupakan  inti ajaran  TQN dan mengamalkannya di daerah maing-masing. 
PANCASILA DAN TASAWUF VIS-À-VIS KORUPSI: PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MELAWAN ‘MUSUH BERSAMA’ DI ERA 4.0 Yedi Purwanto; Epin Saepudin; Dicky Rezadi Munaf; Sansan Ziaul Haq
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.5

Abstract

Korupsi adalah musuh utama demokrasi yang dalam praktiknya banyak berjalin kelindan dengan proses demokratisasi itu sendiri. Dalam konteks Indonesia, berbagai upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan disatu sisi, namun dalam praktiknya korupsi seakan menjadi pandemi nasional yang tak ada habis-habisnya. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih merupakan ancaman terberat bagi upaya memajukan negara, karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar dan pada gilirannya dapat membawa krisis di berbagai aspek, baik moril maupun materil. Indonesia sebagai negara hukum sudah memiliki instrumen untuk pemberantasan korupsi, namun hingga saat ini belum dapat memberi efek jera bagi para koruptor. Islam sebagai agama mayoritas penduduk di Indonesia menempatkan nilai-nilai moral-spiritual sebagai basic value bagi kehidupan, termasuk dalam hal menanggulangi praktik-praktik korupsi. Tulisan ini mencoba mengajukan pendekatan character building berdasarkan nilai-nilai pancasila dan tasawuf sebagai solusi alternatif dalam upaya pembudayaan anti-korupsi di era 4.0. Internalisasi nilai-nilai karakter ini pada masyarakat luas diharapkan dapat mendampingi usaha pencegahan dan pemberantasan korupsi yang ditempuh melalui jalur hukum.
HUMAN/MACHINE: THE FUTURE OF OUR PARTNERSHIP WITH MACHINES Anuncius Gumawang Jati
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.1.16

Abstract

In the past ten years, the mainstream media suggests that we should worry that smart machines might steal away specific jobs. If the case is about millions of jobless due to smart machines which are capable of carrying out cheaper and more efficient tasks, this has increased the list of 21st century fears. It is worth remembering that the process itself goes back a long way. I feel a little 

Page 2 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2020 2020