cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
Variasi Profil Protein Daging Sapi yang Dibungkus Daun Pepaya dengan Elektrophoresis SDS-Page Tri Ade Saputro
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v22i2.2020.46-49

Abstract

Abstrak Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi.Protein pada daging lebih mudah dicerna dibanding protein yang berasal dari tumbuhan (nabati). Daun pepaya merupakan tanaman obat-obatan karena mengandung senyawa alkaloida dan enzim proteolitik, papain, khimopapain, dan lisosom,  yang  berguna pada proses pencernaan dan  mempermudah kerja usus Dalam pepaya terkandung enzim-enzim protease (pengurai protein) yaitu papain dan kimopapain. Kedua enzim ini mempunyai kemampuan menguraikan ikatan- ikatan dalam melekul protein sehingga protein terurai menjadi polipeptida dan dipeptide.Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dapatkan hasil sebagai berikut pada tiap  sampelnya  sampel dengan rendaman  daun papaya selama 10  menit memiliki 11 pita protein, sampel rendaman daun papaya selama 20 menit memiliki 16 pita protein dan sampel rendaman daun papaya selama 30 menit memiliki 15 pita protein. Keywords: prifil protein, daging sapi, SDS page, elektroforesis AbstractBeef is an important food ingredient in meeting nutritional needs. Protein in beef is  easier  to  digest  than  protein  from  plants  (vegetables).  Papaya  leaf    is  a medicinal plant because it contains alkaloids and proteolytic enzymes, papain, khimopapain,  and  lyosomes,  which  are  useful  in  the  digestive  process  and facilitate the work of the intestines. Papaya contains protease enzymes (protein decomposers), papain and khimopapain. Both of these enzymes have the ability to decompose the bonds in the protein molecule so that the protein breaks down into polypeptides and dipeptides. Based on the research done in getting the following results in each sample, samples marinated with papaya leaf for 10 minutes have 11 protein bands, samples marinated during 20 minutes have 16 protein bands and samples marinated for 30 minutes have 15 protein bands. Kata Kunci: prifil protein, beef, SDS page, elektroforesis
Hubungan Kadar Gula Darah Puasa dan Profil Lipid Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Iskemik di RSUD R.A Basoeni Mojokerto Putri Nur Rahayu
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v22i2.2020.50-62

Abstract

ABSTRACT            Diabetes Mellitus is one of the most popular degenerative disease in the medical worlds. Every years, the incidence rate of  this disease always shows an increase. In 2010 reported that 1,9  million of 35 years old or more diabetics also suffering the stroke complications. In addition there is an increase of 1.2% every month in people with diabetes mellitus with the incidence of ischemic stroke, so there is a need for preventive action by recognizing risk factors that can be changed. The purpose of this research is to determine the relations between fasting blood sugar levels and lipid profiles in patients with type 2 diabetes mellitus and ischemic stroke in RSUD R.A Basoeni Mojokerto from January to March 2020. This research using observational method. Research involving 34 sample of 40 years old and above patients with type 2 diabetes mellitus and ischemic stroke. Thereseach of the relations between fasting blood sugar levels and lipid profiles from the total respondents (34 patients) shows as follows, The average of the cholesterol total level is 189 mg/dl, and 35% from them (12 respondents) have >200 mg/dl of the cholesterol total level. The average of the cholesterol HDL level is 36 mg/dl, and 65% from them (22 respondents) have <40 mg/dl of the HDL cholesterol level. The average of the LDL cholesterol level is 112 mg/dl, and 24% from them (8 respondents) have >150 mg/dl of the LDL cholesterol level. The average of the triglyceride level is 211 mg/dl, and 47% from them (16 respondents) have >200 mg/dl of the triglyceride level. This shows that there is no correlation between fasting blood sugar level with the cholesterol total level, the cholesterol HDL level, and cholesterol LDL level. However, there is a correlation between fasting blood sugar level and triglyceride level. Keyword : Type 2 Diabetes Mellitus, Ischemic Stroke (CVA Infark), Fasting Blood Sugar, Lipid Profile ABSTRAKDiabetes melitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling popular dalam dunia kedokteran. Tingkat insidensi dari tahun ketahun menunjukan peningkatan. Pada tahun 2010 jumlah penderita diabetes melitus yang berusia 35 tahun atau lebih dilaporkan 1,9 juta mengalami komplikasi stroke Selain itu terdapat kenaikan 1,2% setiap bulannya pada penderita diabetes melitus dengan kejadian stroke iskemik sehingga perlu adanya tindakan preventif dengan mengenal faktor-faktor risiko yang dapat diubah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa dan profil lipid pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian stroke iskemik di RSUD R.A Basoeni Mojokerto pada bulan Januari sampai Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode observasional. Pada penelitian ini diperoleh 34 sampel penderita diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian stroke iskemik yang merupakan pasien awal dengan kriteria usia diatas 40 tahun dan penderita stroke iskemik yang telah dinyatakan positif stroke.Hasil pemeriksaan terhadap hubungan kadar gula darah puasa dengan profil lipid menunjukan rerata kadar total kolesterol sebesar 189 mg/dl dengan kadar kolesterol >200 mg/dl sebanyak 12 responden (35%). Rerata kadar HDL kolesterol sebesar 36 mg/dl, dengan kadar kolesterol HDL <40 mg/dl sebanyak 22 responden (65%). Rerata kadar LDL kolesterol sebesar 112 mg/dl dengan kadar kolesterol LDL >150 mg/dl sebanyak 8 responden (24%). Rerata kadar trigliserida sebesar 211 mg/dl dengan kadar trigliserida >200 mg/dl sebanyak 16 responden (47%). Hal ini menunjukan bahwa tidak ada korelasi antara kadar gula darah puasa dengan kadar total kolesterol, HDL kolesterol, LDL kolesterol dan ada korelasi atau hubungan antara kadar gula darah puasa dengan kadar trigliserida. Kata kunci : Diabetes Melitus tipe 2, Stroke Iskemik (CVA Infark), Gula Darah Puasa, Profil Lipid
Efek Protektif Zink Terhadap Stres Oksidatif Testis dan Kualitas Sperma Pada Mencit Jantan (Mus Musculus) Setelah Diinduksi Cyclophosphamide Retno Yulianti
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v22i2.2020.63-72

Abstract

AbstractCyclophosphamide is a class of alkylating agents used for cancer treatment. The side effect of CP is through the depletion mechanism of the GSH cellular pathway which generates free radicals by activation by copper/iron in the body to damage the spermatogenesis process. Zinc has antioxidant enzymes and can bind metallothionein to protect the body from the effects of anti-cancer drugs. The purpose of this study was to determine the protective effect of Zn against testicular oxidative stress and sperm quality in male mice (Mus musculus) after cyclophosphamide induction. This study used 30 male mice divided into six groups, namely negative controls that were not given CP and Zn (K1), positive controls that were given only Zn (K2) and only CP (K3) and groups that were given CP injections (200 mg / Kg) with 3 doses of Zn, namely 25 mg (K4), 50 mg (K5) and 100 mg (K6). The analysis showed that the mean sperm quality in all groups was significantly different (p=0.011). The mean levels of MDA testis in all groups did not differ significantly. There was no relationship between testicular MDA levels with  sperms quality (p=0.800) and the  degree of correlation in a negative direction (R= -0.048). This study concluded that testicular MDA levels are not associated with sperms quality, especially the number of sperms cells. Keywords : cyclophosphamide, malondialdehid, sperms, zinc AbstrakCyclophosphamide  (CP) merupakan  golongan  alkylating  agent  yang  digunakan  untuk pengobatan kanker. Efek samping CP melalui mekanisme deplesi jalur seluler GSH yang menghasilkan radikal bebas dengan aktivasi oleh tembaga atau besi dalam tubuh sehingga merusak proses spermatogenesis. Zink (Zn) memiliki enzim–enzim antioksidan dan mampu mengikat metallothionein untuk melindungi tubuh dari efek obat anti kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek proteksi zink terhadap stress oksidatif testis dan kualitas sperma pada mencit jantan (Mus musculus) setelah diinduksi cyclophospamid . Penelitian ini menggunakan 30 mencit jantan yang dibagi enam kelompok yaitu kontrol negatif yang tidak diberi CP dan Zn (K1), kontrol positif yang hanya diberi Zn (K2) dan hanya CP (K3) serta kelompok yang diberikan penyuntikan CP (200 mg/Kg) dengan 3 dosis Zn yaitu 25 mg (K4), 50 mg (K5) dan 100 mg (K6). Hasil analisis menunjukkan rerata kualitas sperma (jumlah sel sperma) pada semua kelompok berbeda siginifikan (p=0.011). Rerata kadar MDA testis pada semua kelompok tidak berbeda signifikan. Tidak terdapat hubungan antara kadar MDA testis dengan kualitas sperma (jumlah sel sperma) (p =0.800, p>0.05) dan derajat korelasi ke arah negatif (nilai R= -0.048) Kesimpulan penelitian ini bahwa kadar MDA testis tidak berhubungan dengan kualitas sperma terutama jumlah sel sperma. Kata Kunci: cyclophosphamide, malondialdehid, sperma, zink 
Quality Assurance (QA) Dan Quality Control (QC) Pada Instrumen Radioterapi Pesawat LINAC Bambang Haris Suharmono; Ika Yuni Anggraini; Hilmaniyya Hilmaniyya; Suryani Dyah Astuti
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v22i2.2020.73-80

Abstract

Abstract LINAC is a radiotherapy instrument used to kill tumor and cancer cells in patients. To guarantee the quality of LINAC instruments, QA (Quality Assurance) is needed and to prove the quality assurance there is a need for QC (Quality Control). This is done also aims to examine and test data to determine standards and check the suitability of products to achieve maximum manufacturing operations or measures taken, namely to assess, maintain or improve the quality of treatment given. The role of medical physicists is very important because only medical physicists carry out the implementation of quality assurance of radiotherapy instruments. Keywords: Radiotherapy, Linear Accelerator, Quality Assurance, Quality Control AbstrakLINAC adalah instrumen radioterapi yang digunakan untuk mematikan sel tumor maupun kanker pada pasien. Untuk menjamin kualitas instrumen LINAC, maka diperlukan QA (Quality Assurance) dan untuk membuktikan adanya jaminan kualitas perlu QC (Quality Control). Hal ini dilakukan juga bertujuan untuk memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek kesesuaian produk mencapai operasi manufaktur yang maksimum atau ukuran yang diambil yaitu untuk menilai, merawat atau memperbaiki kualitas perlakuan yang diberikan. Peran fisikawan medis sangat penting karena hanya fisikawan medis yang menjalankan pelaksanaan jaminan kualitas instrumen radioterapi. Kata kunci: Radioterapi, Linear Accelerator, Quality Assurance, Quality Control
Efek Pemakaian Kontras Untuk Optimalisasi Citra Pada Pemeriksaan Diagnostik Magnetic Resonance Imaging (MRI) Agus Wahyu Jatmiko
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.28-39

Abstract

AbstrakMagnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh anda dengan menggunakan medan magnet yang besar dan gelombang frekuensi radio, tanpa menggunakan sinar X, ataupun bahan radioaktif sehingga MRI sangat aman. Pemberian Kontras dalam pemeriksaan MRI diperlukan untuk emmberikan gambaran hasil dari pemeriksaan yang lebih jelas, sehingga mempermudah dilakukannya diagnostic terhadap pasien. Kontras digunakan sebagai perbandingan antara T1 (anatomi) dan T2 (patologi) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai penentu apakah pasien tersebut memiliki kelainan (struktur abnormal). Kontras akan segera meningkat setelah di injeksi tergantung pada urutan pulsa dan protokol yang digunakan. Biasanya dapat di amati pada waktu maksimal 5 menit tergantung pada jenis lesi/jaringan.
Functional Electrical Stimulation dengan Pulsa Biphasic Untuk Membantu Fungsi Ekstremitas Atas Pasien Pasca Stroke Deny Arifianto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.40-48

Abstract

Abstract Stroke or nerve function disorders caused by disruption of blood flow to the brain that arises suddenly or quickly with symptoms or signs that correspond to the affected area. One of the post-stroke rehabilitation using electrical stimulation, also known as an electro stimulator. This study aims to design Functional electrical stimulation (FES), which aims to stimulate the peripheral nervous system with biphasic pulses. Stimulation for patients with MMT 1 was optimal at a frequency of 22-30 Hz. In post-stroke patients with MMT inclusion characteristics 0-3, a minimum voltage, frequency and pulse width value of 200 Vp, 22 Hz, and 20 s is required with a power of 0.00146 Watt. Studies have shown that this electro stimulator device had good accuracy and has high peak voltage values and low effective current. It can be considered because it provides comfort and safety for medical therapy equipment. 
Perubahan Kadar Nitrogen Total Pada Tanah Sebagai Alternatif Estimasi Post-Mortem Interval Durrotus Sunniyyah
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.1-5

Abstract

AbstractForensic taphonomy is a branch of forensic science which in its application uses processes related to the decomposition of corpses and uses soil evidence to estimate post-mortem interval (PMI) or post burial. Soil has evidential value because it contains minerals, plants and animal materials that are useful for characterization. This research was conducted by analyzing soil characteristics, namely soil pH and soil moisture and total nitrogen content in soil samples taken from under rabbit carcasses that were placed on the soil surface, buried 25 cm and 50 cm at each decomposition stage. The results obtained showed significant differences at each stage of decomposition and laying of the carcasses.
Manajemen Risiko Bencana Hidroklimatologi untuk Ketahanan Kota di Semarang Nina Awalia
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.6-15

Abstract

AbstrakKota menghadapi semakin banyak kesulitan dan tantangan global abad ke-21. Dari efek perubahan iklim, pertumbuhan populasi migran, infrastruktur yang tidak memadai, serangan dunia maya dan pandemic. Selain tekanan kronis dari masalah yang ada, ketika bencana terjadi, daerah perkotaan yang terletak dipesisir dan populasinya juga lebih rentan terhadap guncangan yang menyebabkan peningkatan kerentanan, ketidakpastian, dan dampak ganda risiko kota. Kekhawatiran kota Semarang yang paling mendesak adalah tentang air, dalam RTRW 2011-2031, Kota Semarang yang merupakan daerah rawan bencana seperti daerah rawan rob, banjir, longsor dan rentan terhadap gerakan tanah. Masalah sosial juga mulai meningkat di kota karena meningkatnya tekanan ekologis. Dalam beberapa tahun terakhir, dampak dari banjir berlipat ganda karena naiknya permukaan laut, erosi pantai, dan penurunan muka tanah. Transformasi fisik yang cepat menimbulkan banyak tantangan termasuk urbanisasi dan penyebaran yang cepat dan tekanan regional yang kompleks. Dengan Menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Kenyataan pahit diatas perlu adanya kajian manajemen risiko bencana untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini merupakan kumpulan strategi aksi kota mengelola risiko dari dampak perubahan iklim. penjabaran rencana aksi tersebut berkontribusi untuk meningkatkan ketahanan kota. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa manajemen risiko yang dilakukan Kota Semarang sudah mengarah pada mitigasi dan upaya mereduksi risiko bencana hidroklimatologi meskipun upaya-upaya lainya harus tetap dioptimalkan.
Efek Teknologi Lucutan Plasma Pada Organoleptik Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yunus Susilo
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i1.2021.16-27

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ozon dalam menghambat kerusakan pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pemaparan ozon pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan teknik pemaparan ozon melalui air dengan variasi waktu alir, yaitu 0 detik, 540 detik, 360 detik, dan 180 detik. Sampel ikan nila (Oreochromis niloticus) diperoleh dari tempat budidaya ikan nila di Tanggulangin, Kota Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan dengan teknik Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengamatan dilakukan setiap 12 jam sekali selama 48 jam atau 2 hari berupa pengujian organoleptik pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa teknik paparan ozon melalui air dengan waktu alir 3 menit dalam waktu penyimpanannya selama 12 jam dengan konsentrasi ozon 0,0203 mg/L memberikan hasil yang terbaik dalam menghambat kerusakan mutu kualitas ikan nila (Oreochromis niloticus) yang ditandai dengan perubahan pada mata, insang, lendir permukaan badan, daging, bau, dan tekstur ikan nila (Oreochromis niloticus) serta spesifikasi pada ikan yang paling efektif dalam menghambat kerusakan adalah pada penampakan lendir permukaan badan dan bau pada ikan nila (Oreochromis niloticus).
Radioterapi Kanker Cervix Dengan Linear Accelerator (LINAC) Winarno Winarno
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v23i2.2021.75-86

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker mematikan yang sering terjadi di Indonesia. Pada tahun 2019, Kementerian Kesehatan mencatat kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia. Upaya dalam menyembuhkannya melalui radioterapi dengan radiasi pengion yang untuk mematikan sel kanker. Sumber yang digunakan adalah sinar X atau foton. Salah satu jenis pesawat radioterapi eksternal adalah Akselerator Linear (Linac). Dalam melakukan kalibrasi alat – alat radioterapi khususnya LINAC dan dalam melakukan treatment planning system (TPS) pada kanker memerlukan seorang fisikawan medis. Observasi dilakukan dengan tahapan orientasi, observasi langsung, hingga konsultasi dan diskusi. Peran fisikawan medis meliputi perencanaan TPS, simulasi pada kanker pasien, pembuatan blok untuk melindungi organ sehat, perhitungan dosis serta melakukan penyinaran. Pentingnya peran seorang fisikawan medis dalam proses radioterapi untuk mengobati kanker serviks.

Page 11 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue