cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Secara Oral pada Mencit BALB/C Terhadap Pencegahan Penurunan Jumlah Sel yang Terekspresi IFN-ɤ dan Peningkatan Jumlah Sel yang Terekspresi CD 14 Angeline Novia Toemon
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.508 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i3.2015.172-185

Abstract

ABSTRAKEkstrak Etanol Bawang Dayak mengandung senyawa-senyawa turunan Naphtoquinones dan turunannya, Naphtoquinones tersebut merupakan senyawa antimikroba, antifungal, antiviral, antiparasitik, memiliki bioaktivitas anti kanker dan anti oksidan. Kandungan fitokimia pada bawang dayak diyakini sebagai metabolik sekunder. Unsur Fitokimia pada bawang dayak yaitu Tanin sebagai antioksidan, Alkaloid sifat basanya memepermudah dekomposisi sinar UV, Glikosida ,Steroid, Flavonoid berkaitan dengan inakativasi karsinogen, anti proliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis,differensiasi,inhibisi,angiogenesis serta mencegah resistensi multi therapi.Imunotherapi Supresi suatu metode terapi yang berfungsi menekan sistem imun. Contoh bahan obat yang berkaitan dalam metode tersebut adalah golongan Glukokortikoid. Kortikosteroid merupakan obat yang mudah ditemukan serta luas penggunaanya di klinik. Begitu luasnya penggunaan kortikosteroid ini bahkan banyak yang digunakan tidak sesuai dengan indikasi maupun dosis dan lama pemberian dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Prednisolon mempunyai efek glukokortikoid yang dominan dan merupakan kortikosteroid oral yang paling sering digunakan dalam terapi supresi penyakit jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut perlu dipikirkan obat dari bahan alam yang mencegah penurunan imun sistem akibat pemberian kortikosteroid. Pada pemakaian kortikosteroid jangka panjang, jika imun sistem tidak dipertahankan dan  penurunan imun sistem akan terjadi infeksi dan kematian.   Aktivasi makrofag dapat dilakukan oleh mediator yang dilepaskan oleh limfosit yang dirangsang antigen pada permukaannya. Aktivasi makrofag dapat pula oleh induksi komponen komplemen,interferon (IFN) atau endotoksin (LPS) produk bakteri. Aktivasi makrofag memerlukan rangsangan non spesifik. Makrofag sebagai fagosit profesional menghancurkan patogen melalui beberapa reseptor merangsang produksi substansi mikrobial melalui CD14.Tujuan penelitian ini ingin membuktikan efek pemeberian ekstrak EEUBD terhadap pencegahan penurunan jumlah sel yang terekspresi IFN-ɤ  dan peningkatan jumlah sel yang terekspresi CD 14.Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan strain BALB/C umur 12 minggu,BB 25-30 gram. Dilakukan random alokasi 30 ekor mencit, yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok 1 sampai kelompok 5 masing–masing sebanyak 6 ekor mencit. Mencit pada kelompok 1 atau kontrol tidak diberikan Metilprednisolon dan EEUBD. Mencit kelompok 2 diberikan Metilprednisolon.  Mencit pada kelompok 3-5 diberikan Prednisolon dan EEUBD dengan konsentrasi 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB.Mencit pada kelompok 1 diberi sonde larutan CMC Na+ 0,5 % sebanyak 0,1ml/10gBB1x/hari (volume lambung mencit sekitar 0,5 - 1 cc) setiap hari selama 14 hari (waktu yang diperlukan untuk terbentuknya respon imun ialah 10 hari, maka peneliti menetapkan 14 hari untuk mengurangi risiko kegagalan). Mencit pada kelompok 2 diberi sonde larutan metilprednisolon oral 0,08 mg/30 grBB mencit/hari. Mencit pada kelompok 3 diberikan sonde larutan metilprednisolon dan ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 50 mg/kgBB setiap hari selama 14 hari. Mencit pada kelompok 4 diberikan sonde larutan metilprednisolon dan ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 100 mg/kgBB setiap hari selama 14 hari. Mencit pada kelompok 5 diberikan sonde larutan metilprednisolon dan ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 200 mg/kgBB setiap hari selama 14 hari.Hasil yang didapat  adalah Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian  ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (mill.) urb.) secara oral pada mencit BALB/C  terhadap pencegahan penurunan jumlah sel yang terekspresi IFN-ɤ secara bermakna dan peningkatan jumlah sel yang terekspresi CD 14 yang kurang bermakna.Jumlah sel  pengekspresi CD 14 pada kelompok pemeberian dosis 200 mg/kgBB EEUBD dan Metil Prednisolon ( P3) lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok tanpa pemberian ekstrak EEUBD (K) dan kelompok model (Metil prednisolon), dimana nilai rerata dan simpangan baku untuk kelompok P3 (4,9000  ± 1,54406). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian EEUBD  pada mencit BALB/C terhadap peningkatan jumlah sel pengekspresi CD 14 secara bermakna.Analisis hubungan antara jumlah sel penghasil IFN-ɤ dengan jumlah sel pengekspresi CD 14, hasil statistika uji korelasi antara jumlah sel penghasil IFN-ɤ dengan jumlah sel pengekspresi CD14 menunjukkan hubungan ditemukan hasil yang bermakna (signifikan) adalah 0,005 (CD14) dan kurang signifikan pada nilai  0,054 (IFN-ɤ).Pada Uji Komparasi  Ganda dengan Post Hoc Tests Games-Howell dari jumlah  sel pengekspresi CD14 tabel 5.4 di atas, menunjukkan hasil yang bermakna /signifikan pada p<0,05 pada kelompok perlakuan bila pemberian EBD 200 mg/KgBB terhadap pemberian obat Metil Prednisolon. Serta pada jumlah sel Interferon Gamma, menunjukkan hasil yang bermakna / signifikan (p<0,05) pada kelompok perlakuan pemberian EBD 200 mg/KgBB  terhadap pemberian obat Metil Prednisolon.Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan Aktivasi Makrofag yang dilihat dari peningkatan jumlah sel yang terekspresi CD 14 diikuti dengan peningkatan aktivitas atau jumlah sel IFN - ɤ. Peningkatan yang kurang bermakna dari IFN-ɤ dari penelitian ini kemungkinan dalam peran  sel T CD 8+ yang berperan dalam mengsekresikan IFN-ɤ   kurang teregulasi secara optimal serta bisa saja sel yang mengekspresikan IFN gamma terikat sebagian dalam pengecatan Imunohistokimia dengan metode pewarnaan Double Stain.Penelitian ini menyimpulkan Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (EEUBD) dosis 200 mg/kg BB mempengaruhi peningkatan jumlah sel yang mengekspresikan CD 14 pada mencit BALB/C . Peningkatan jumlah sel yang mengekspresikan CD 14 ini menunjukkan  peningkatan aktivasi makrofag.Peningkatan ekspresi IFN gamma pada dosis 200 mg/kgBB pada perlakuan mencit BALB/C kontrol dengan CMC Na menunjukkan bahwa EEUBD kurang bermakna dalam penelitian ini karena dengan pengecatan Double Stain yang tidak tercat atau terikat baik seperti yang diharapkan sehingga bisa saja sel yang mengekspresikan IFN gamma terikat sebagian dalam pengecatan.Peningkatan jumlah sel yang mengekspresikan CD 14 dimana meningkatkan makrofag yang aktif ini menunjukkan bahwa peran EEUBD ini dalam respon imun  , berperan dalammengeluarkan substansi penting termasuk enzim,lisozim  dimana akan memusnahkan bakteri atau benda asing.  Kata Kunci : ekstrak umbi bawang dayak , imunosupresi , aktivasi makrofag,sitokin IFN-ɤ , respon imun.
Pengaruh Lama Paparan Suhu Kamar Terhadap Kualitas DNA pada Pemeriksaan SWAB Earphone dalam Penentuan Jenis Kelamin Aris Saputro Ahmad Yudianto Toetik Koesbardiati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.4 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i1.2015.33-45

Abstract

AbstrakMetode identifikasi meliputi sidik jari, property, medis, gigi,dan analisis DNA. Spesimen yang banyak dipakai dalam pemeriksaan DNA dalam mengidentifikasi adalah spesimen yang terdapat bercak darah, bercak semen,  vaginal swab, buccal swab dan tulang. Selain spesimen tersebut terdapat pula benda yang sering digunakan pelaku/korban terakhir kalinya. Misalnya  alat Bantu dengar handphone (headset/earphone). Dalam penggunaannya earphone menempel pada kulit telinga bagian luar sehingga diduga adanya serumen yang menempel pada alat tersebut. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas DNA misal lama paparan. Sampai saat ini di Indonesia  efek lama paparan suhu kamar terhadap kualitas DNA pada bahan DNA swab earphone melalui analisis DNA  belum banyak diketahui. Jenis penelitian ini adalah observasional laboratoris. earphone yang telah digunakan sebelumnya kemudian terpapar suhu kamar  dalam  waktu 1, 7, 14 dan 20 hari. Dari hasil penelitian ini efek lingkungan yakni lama paparan dengan adanya penurunan kadar DNA, menunjukkan penurunan kadar cukup signifikan dari hari ke 1 sampai ke 20. Hanya pada sampel hari ke 1 yang masih menunjukkan terdeteksi pada lokus amelogenin (X :106bp &   Y : 112bp) serta hari ke 7 hanya 1 buah sampel yang masih dapat terdeteksi.   Dari hasil analisis dalam  penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: terdapat pengaruh lama waktu paparan suhu kamar terhadap kualitas DNA dari bahan swab earphone. Penurunan kadar DNA swab earphone menunjukkan nilai signifikansi (p<0.005) terhadap pengaruh lama waktu paparan suhu kamar..Kata kunci : swab earphone, Kualitas DNA, Amelogenin
Waktu Penutupan Epifisis Tulang Radius dan Ulna Bagian Distal Tiara Mayang Pratiwi Lio; Toetik Koesbardiati; Ahmad Yudianto; Rosy Setiawati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.302 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i1.2017.55-67

Abstract

AbstrakIdentifikasi usia forensik bertujuan untuk menentukan dengan cara yang paling akurat usia kronologis seseorang yang tidak diketahui atau diragukan keasliannya terlibat dalam proses hokum. Salah satu metode yang digunakan adalah untuk menilai penutupan epifisis pada tulang melalui pemeriksaan radiologi. Masalah utama penggunaan metode ini berhubungan dengan relevansi dan representatif populasi referensi yang tersedia karna dipengaruhi oleh genetik dan gizi maka di perlukan data yang dapat mewakili setiap populasi. Pemeriksaan radiologi tulang pergelangan tangan dari 68 pasien laki-laki usia 11-30 tahun dan 22 pasien perempuan usia 13-28 tahun di RSUD.Dr.Soetomo, Surabaya selama periode januari-april 2016 , dilakukan untuk menentukan waktu penutupan epifisis dari tulang radius dan ulna bagian distal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif cross-sectional. Kesimpulan dari penelitian ini pada laki-laki pada usia ≥17 sebagian besar tulang radius dan ulna bagian distal mengalami penutupan epifisis yang telah lengkap dan pada perempuan usia ≥16 sebagian besar tulang radius dan ulna bagian distal mengalami penutupan epifisis yang telah lengkap.Kata kunci—Usia ; Penutupan epifisis ; Radius dan Ulna distal ; Laki-laki ; Perempuan
Efek Fotodinamik Laser Dioda Merah Dengan Eksogen Metilen Biru Pada Biofilm Staphylococcus aureus Suryani Dyah Astuti
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.407 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v22i1.2020.1-10

Abstract

AbstrakBiofilm adalah kumpulan mikroorganisme yang menempel pada suatu permukaan dengan membentuk matriks Extracellular Polymeric Substance (EPS) sehingga bakteri mampu bertahan dari ancaman fisis, kimiawi, atau biologis. Biofilm bekerja dengan menolak aktivitas sistem imun dan menciptakan resistensi terhadap antibiotik yang menyebabkan biofilm resistan terhadap agen antimikroba seperti antibiotik, desinfektan, dan germisida. Permasalahan resistansi akibat biofilm membutuhkan penanganan yang lebih tepat, salah satunya dengan metode fotodinamik inaktivasi. Fotodinamik inaktivasi adalah metode penghambatan aktivitas metabolisme sel yang memanfaatkan interaksi antara cahaya dengan molekul fotosensitiser sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. Metilen biru merupakan fotosensitiser eksogen yang dapat menghasilkan oksigen singlet apabila terkena oksigen dan cahaya menghasilkan ROS yang mereduksi biofilm.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis energi yang efektif untuk mereduksi biofilm Staphylococcus aureus dengan penambahan metilen biru sebagai fotosensitizer. Perlakuan dibagi menjadi 4 kelompok, kelompok kontrol tanpa ada perlakuan apapun, kelompok kontrol positif dengan penambahan fotosensitiser metilen biru, perlakuan laser, dan perlakuan laser dengan penambahan metilen biru. Perlakuan laser memiliki variasi pemaparan sebesar 60 detik (10,96 J / cm2), 120 detik (21,92 J / cm2), 180 detik (32,88 J / cm2), 240 detik (43,84 J / cm2), dan 300 detik ( 54,80 J / cm2). Reduksi biofilm diukur menggunakan ELISA reader dan dianalisis dengan uji ANOVA faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotoinaktivasi dengan metilen biru 5 μM selama 5 menit mampu mereduksi biofilm bakteri sebesar %. Treatmen dengan laser diode merah dengan rapat energi penyinaran 54,80 J/cm2 selama 5 menit menghasilkan reduksi biofilm sebesar 69,11%  dan 92,01% untuk perlakuan laser diode merah dengan penambahan fotosensitiser metilen biru 5 μM. Sehingga kombinasi laser dengan fotosensitiser metilen biru optimal untuk mereduksi biofilm Staphylococcus aureus.  Kata kunci—3-5 kata kunci, Algoritma A, algoritma B, kompleksitas
Pengaruh Tanah dan Air Laut Terhadap Kualitas DNA dari Otot PSOAS Jenazah Melalui Metode STR (Effect of Soil and Sea Water to Quality of PSOAS Muscle DNA Corpse with STR Method) Ni Putu Puniari Eka Putri
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.43 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.203-217

Abstract

AbstrakDNA merupakan materi genetik yang berfungsi untuk mengatur aktifitas biologis seluruh bentuk kehidupan. Jaringan otot psoas jenazah merupakan salah satu sumber DNA yang dapat digunakan sebagai barang bukti dalam bidang forensik. Jenazah bisa ditemukan diberbagai tempat seperti terkubur di dalam tanah dan tenggelam di dalam air. Hal ini disebabkan oleh pelaku tindak kriminal yang ingin menghilangkan jejak atau barang bukti dengan mengubur jenazah di dalam tanah maupun menenggelamkan jenazah di dalam air. Biasanya kondisi jaringan otot psoas jenazah sebagai barang bukti di TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan sudah terpapar oleh media tanah dan air dalam lama waktu tertentu, sehingga dapat mempengaruhi hasil ekstraksi dan analisis DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  media  tanah dan air laut  terhadap kualitas DNA dari jaringan otot psoas  jenazah dengan lama waktu paparan yaitu hari ke-1, 7, dan 20 hari terhadap lokus STR D13S317 dan D18S51. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas DNA dari jaringan otot psoas jenazah pada media tanah yang dikubur dan air laut yang ditenggelamkan dalam lama waktu paparan hari ke-1, hari ke-7, dan hari ke-20 masih dapat diekstraksi, namun terjadi penurunan kadar dan kemurnian DNA secara signifikan.  Kata kunci: air laut, kualitas DNA, STR, tanah.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Meniran Terhadap Ekspresi MMP 9 Dan Luas Lesi Endometriosis Pada Mencit Model Endometriosis Stefani Angel Kumalasari
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.361 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.56-65

Abstract

AbstrakPada endometriosis, ekspresi MMP 9 ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi.Sekresi  MMP  9  disebabkan  oleh  aktivasi  ROS  di  rongga  peritoneum dan  menyebabkan peningkatan stres oksidatif. Peningkatan aktivitas MMP 9 pada endometriosis dapat memfasilitasi invasi yang mengakibatkan pembentukan lesi endometriosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) pada dosis 14,28 dan 56 mg / 20 gBB terhadap ekspresi MMP 9 dan luas lesi endometriosis pada mencit model endometriosis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Dua puluh  empat  tikus  betina  digunakan  sebagai  sampel  dan  dibagi  menjadi  4  kelompok:  1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Keduanya, kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diinduksi dan dijadikan model endometriosis selama 14 hari. 14 hari berikutnya, Na-CMC 0,5% diberikan kepada kelompok kontrol, sedangkan ekstrak Phyllanthus niruri L. pada dosis 14, 28 dan 56 mg / 20 gBB diberikan kepada kelompok perlakuan secara oral. Luas lesi endometriosis pada rongga peritoneum diperiksa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada ekspresi MMP 9 dengan rata-rata (± SD) K1, K2, K3, K4 sebesar 2.19±1.77, 0.19±0.13, 0.14±0.13, 0.08±0.14 dan luas lesi endometriosis pada K1, K2, K3, K4 adalah 120.04±100.09, 73.86±36.72, 69.08±15.73, 25.53±3.51. Kesimpulannya, ekspresi MMP 9 dan lesi endometriosis secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang diobati dengan ekstrak Phyllanthus niruri L. herbal. Kata kunci : ekstrak meniran, endometriosis, ekspresi MMP 9, luas lesi endometriosis 
Improved Exposure To Blue Light For Bacterial Death Of Staph Endah Robbiyati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.446 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i1.2019.13-19

Abstract

ABSTRACTIn this study, bacteria Gram-positive Staphylococcus aureus is exposed to a blue LED light source (light-emitting diode) to determine the appropriate energy to kill the exposure-caused bacteria. The longest exposure times are 1200, 1800, 2400, 3000 seconds, and power 28.098, 56.561, 74.882, and 96.369 MW. The number of bacterial colonies incubated by TPC (total plate number) at 37 degrees 24-48 hours while the plant is alive. Determine the correct energy caused by exposure to the blue LED lamp, therefore, perform mold analysis, non-compliance, and quantitative energy analysis. These results show that the death of streptococcus skin is generally affected by high energy. From this study, we found that 74,882 MW of energy and 179,716.8 MJ of bacteria per 2,400 seconds were the best energy week.Keywords: Staphylococcus epidermidis, a blue LED, exposure time, the power of                   exposure, CFU
Isolasi dan Karakterisasi Kitosan dari Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Irza Dewi Sartika
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.859 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i2.2016.98-111

Abstract

AbstrakRajungan (Portunus pelagicus) merupakan spesies (Crustacean),cangkangnya tidak dimanfaatkan sehingga menimbulkan limbah yang dapat mencemari lingkungan untuk itu  perlu diolah menjadi bahan yang  bernilai ekonomi seperti kitosan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan melakukan karakterisasi kitin dan  kitosan dari cangkang Rajungan.Hasil penelitian menunjukkan rendemen kitin diperoleh 23,9873 ± 5,5573 % kitosan dari cangkang Rajungan diperoleh 13,2724 ±  1,9338 % dengan  derajat deasetilasi 70,73 ± 2,9143 %. Hasil penelitian ini menunjukkan kitosan dapat diisolasi dari cangkang rajungan . Kata kunci: Rajungan (Portunus pelagicus), Kitosan, Isolasi
Ekstrak Etanol Moringa Oleifera Lam Terhadap Folikulogenesis Pada Mencit Model Endometriosis Rila Rindi Antina
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.766 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i3.2017.246-259

Abstract

Endometriosis didefinisikan sebagai adanya jaringan endometrium di luar rahim.Peningkatan konsentrasi sitokin inflamasi dan faktor pertumbuhan di dalam cairanperitonium berkontribusi pada pembentukan lesi peritonium. Faktor pertumbuhanberperan selama folliculogenesis. Moringa oleifera kaya akan flavonoid. Kuercetin dankaempferol adalah flavonoid, senyawa dengan gugus hidroksil fenolik dengan aksiantioksidan yang memiliki kegunaan potensial terapeutik. Penelitian ini untukmembuktikan adanya pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleiferaLam) terhadap folikulogenesis pada mencit (Mus musculus) model endometriosis.Metode penelitian menggunakan mencit (Mus musculus) 20-25g yang dibagi menjadi duakelompok, yaitu kelompok kontrol endometriosis dan kelompok perlakuan diberi ekstraketanol daun kelor 0,35 mg/gBB selama 14 hari. Jaringan ovarium dilakukan pemeriksaanhistopatologi dengan pengecatan hematoxylin-eosin. Hasil penelitian menunjukkanterdapat perbedaan yang signifikan (ρ<0,05) jumlah folikel primer, jumlah folikelsekunder, jumlah folikel tersier, jumlah folikel de graaf pada kelompok kontrol dankelompok perlakuan. Kesimpulan Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kelormeningkatkan folikulogenesis pada mencit model endometriosisKata kunci—Ekstrak etanol daun kelor, folikulogenesis, endometrosis 
Penerapan Latihan Keterampilan Sosial: Bermain Peran Pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Keperawatan Isolasi Sosial Di Ruang Puri Mitra RSJ Menur Surabaya Herdiana Putri Larasati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v22i2.2020.81-86

Abstract

ABSTRACTPatients  have  difficulty  in  spontaneously  relating  to  others  who  are manifested by isolating themselves, not being mindful and unable to share experiences.  If  social  isolation  patients  are  not  resolved  quickly,  they  can endanger the safety of themselves and others. The purpose of this research is to apply  social  skills  training  therapy:  role  play  with  social  isolation  nursing problem in Puri Mitra Meniran Mental Room of Menur Surabaya. The study design uses a case study, the subject of one patient's study with a catatonic  diagnosis  of  schizophrenia,  with  social  isolation  nursing  issues. Methods of collection by observation, interview, physical examination, and application of social skills training therapy: role play. Application of social skills training therapy: this role play is performed for approximately 60 minutes every day. The application is given in SP 1 step 6 on the 9th day indicating the patient is willing to communicate with others. Once this implementation is applied there is an increase in interacting with others. So the more often done for patients with social isolation then very helpful and facilitate the patient in interacting with others. Keywords: Social Isolation, Social Skills; Role Playing AbstrakPasien mengalami kesulitan dalam berhubungan secara spontan dengan orang lain yang dimanifestasikan dengan mengisolasi diri, tidak ada perhatian dan tidak sanggup berbagi pengalaman. Bila pasien isolasi sosial tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan terapi latihan keterampilan sosial: bermain peran dengan masalah keperawatan isolasi sosial di Ruang Puri Mitra Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Desain penelitian menggunakan studi kasus, subjek penelitian satu orang pasien dengan diagnosa medis skizofrenia katatonik, dengan masalah keperawatan isolasi sosial. Metode pengumpulan dengan cara observasi, wawancara, pemeriksaan  fisik,  dan  penerapan  terapi  latihan  keterampilan  sosial:  bermain peran. Penerapan terapi latihan keterampilan sosial: bermain  peran ini dilakukan selama kurang lebih 60 menit setiap hari. Penerapan tersebut diberikan dalam SP 1 langkah ke 6 di hari ke 9 menunjukkan pasien mau berkomunikasi dengan orang lain. Setelah diberikan penerapan ini terjadi peningkatan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga semakin sering dilakukan untuk pasien dengan isolasi sosial maka sangat  membantu  dan  mempermudah  pasien  dalam  berinteraksi  dengan  orang lain. Keywords: Isolasi Sosial, Keterampilan Sosial; Bermain Peran

Page 10 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue