cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 199 Documents
Evaluasi Pemberian Crude Protein Zoothamnium penaei Terhadap Laju Pertumbuhan, Respon Imun dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Ricat Pahlefi Hidayat
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.217 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i2.2017.111-126

Abstract

AbstrakKendala  utama dalam budidaya udang vaname adalah munculnya serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian hingga 100% setelah 2 sampai 3 hari setelah infeksi.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisi respon imun,  laju pertumbuhan spesifik dan kelulushidupan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode penelitian adalah eksperimental untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan dan ditambahkan crude protein Zoothamnium penaei pada udang vaname. Sampel yang digunakan adalah udang vaname sebanyak 10.000 ekor stadia juvenil. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial yang ditambahkan crude protein Zoothamnium penaei dengan dosis 150 µl/ekor, yang diberikan sebanyak 7 kali berselang tiap 7 hari sejak umur 1 hari sampai udang umur 56 hari budidaya.Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan respons imun (peningkatan THC dan DHC) akibat pemberian pakan yang ditambahkan crude protein Zoothamnium penaei. Total Haemosit (THC) tertinggi terjadi pada udang yang diberi pakan dan ditambahkan crude protein yaitu  56,58 x 106  sel/ml, dan terendah pada udang yang tidak diberi crude protein   yaitu 23,57 x 106  sel/ml. Differential Haemocyte Count (DHC) tertinggi juga terjadi pada udang yang diberi pakan dan ditambahkan crude protein, yaitu 26,57% umur 60 hari dan terendah 14,99% pada udang tidak diberi crude protein umur 90 hari. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi juga terjadi pada udang dengan pakan dan ditambahkan crude protein Zoothamnium penaei tertinggi yaitu 53,46% dan terendah 16,15% pada udang umur 90 hari. Kelulushidupan udang tertinggi terjadi pada udang dengan pakan dan ditambahkan crude protein  Zoothamnium penaei umur 90 hari dengan kecenderungan lebih tinggi dari pada yang tidak diberi crude protein yaitu 72% dan 21%.Penambahan crude protein Zoothamnium penaei pada pakan komersial sebagai bahan  imunostimulan dapat meningkatkan respon imun, pertumbuhan spesifik dan kelulushidupan udang vaname umur 30, 60 dan 90 hari di tambak, sehingga dapat dikembangkan sebagai bahan imunostimulan.Kata kunci: Zoothamnium penaei, crude protein, udang vaname
Curcumin Sebagai Photosensitizers Terapi Cahaya LED Biru untuk Penyembuhan Luka Infeksi Secara In Vivo Juandri S. Tusi
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.481 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v17i3.2015.115-123

Abstract

AbstrakSalah satu penyebab infeksi luka adalah bakteri Staphylococcus Aureus. Penelitian ini bertujuan untuk efektifitas fotoinaktivasi LED biru dengan curcumin untuk penyembuhan luka infeksi secara in vivo. Sampel terdiri dari (a) kontrol negatif, (b) curcumin, (c) LED biru, dan (d) tritmen LED biru dengan curcumin menggunakan dosis energi 10, 20, 30, dan 40 menit untuk melihat parameter yang diamati dengan uji Anova. Hasil penelitian pada mencit menunjukan bahwa presentase kolagen dan fibroblas dari setiap kelompok kontrol adalah kontrol negatif (1) kolagen sebesar 11.84% dan fibroblas 9,35%, LED (2) kolagen sebesar 16.94% dan fibroblas 25,29%, Curcumin (3) kolagen sebesar 13.07% dan fibroblas 24,49%, LED dengan Curcumin 10 menit (4) kolagen sebesar 21.98% dan fibroblas 23,23%, LED dengan Curcumin 20 menit (5) kolagen sebesar 36.72% dan fibroblas 24,17%, LED dengan Curcumin 30 menit (6) kolagen sebesar 45.31% dan fibroblas 26,13%, LED dengan Curcumin 40 menit (7) kolagen sebesar 55.17% dan fibroblas 26,85%. Kesimpulan dari hasil uji Histopatologi dengan control perlakuan curcumin dengan  LED biru 40 menit menghasilkan jumlah kolagen sebanyak 55,17% dan fibroblas 26,85%, sedangkan analisis dengan pengujian secara makroskopik diketahui luka telah sembuh pada hari keenam pada kelompok kontrol tersebut.Kata kunci : luka infeksi, curcumin, LED biru.
Kasus Scabies (Sarcoptes Scabiei) Pada Kucing Di Klinik Intimedipet Surabaya Heri Susanto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.092 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v22i1.2020.37-45

Abstract

AbstrakSarcoptes  scabiei  merupakan salah satu ektoparasit yang biasa menyerang kucing. Tungau ini hidup pada kulit dengan membuat terowongan pada stratum corneum dan melangsungkan hidupnya pada tempat tersebut (Henggae et al, 2006). Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan lain yang terkena skabies atau dengan adanya sumber tungau skabies di wilayah tempat tinggal kucing (Wardhana et al, 2006). Hewan terserang mengalami penurunan kondisi tubuh, menimbulkan dampak negatif bagi pemelihara dan lingkungan.Studi kasus ini dilakukan dengan cara mengambil data pasien kucing melalui pengamatan langsung dengan melakukan pemeriksaan fisik hewan, dilanjutkan diagnosa oleh Dokter Hewan di Klinik Intimedipet, kemudian dilakukan pengobatan skabies. Parameter yang diamati dalam kegiatan ini berupa kondisi menyeluruh kucing yang diperiksa dan penanganan yang diberikan untuk kasus yang menderita skabies.Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 1 umur kucing yang terkena skabies di Klinik Intimedipet rata-rata berumur kurang dari satu tahun, kemungkinan tertular dari induk yang sudah terinfeksi scabies sebelumnya. Sedangkan dari jenisnya 80% menyerang anak2 kucing Persian yang berbulu panjang. Saran yang perlu disampaikan  bahwa penyakit skabies merupakan penyakit zoonosis, sehingga apabila hewan peliharaan yang terserang penyakit skabies sebaiknya segera dilakukan pengobatan secara intensif.  Kata kunci—Scabies, kucing, klinik Intimedipet
Identifikasi KHV dengan Uji Immunofluorescence dan Immunocytochemistry Berdasarkan Uji Polymerase Chain Reaction Positif KHV pada Ikan Koi (Cyprinus carpio) Oktarina Surfianti
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.318 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.267-282

Abstract

AbstrakKoi Herpesvirus (KHV) menyebabkan penyakit parah dan kematian di segala usia ikan mas dan ikan koi (Cyprinus carpio) dan menyebar dengan cepat di seluruh dunia sebagai penyebab mortalitas yang sangat tinggi dengan perkiraan (80-95%) untuk ikan koi dan ikan mas. Identifikasi KHV ini sudah dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Tetapi, metode tersebut tidak cocok untuk pekerjaan lapangan karena belum efisien dalam hal waktu dan peralatan.  Perlu ada pemeriksaan berbasis imunologis sebagai identifikasi awal (pemeriksaan dini) yang  belum banyak dilakukan dan perlu dikembangkan terutama untuk pemeriksaan KHV yaitu metode Immunofluorescence sebagai pemeriksaan imunologis untuk identifikasi adanya antigen atau dengan menggunakan pewarnaan fluorescent dan immunocytochemistry menggunakan metode imuno histo (sito) kimia ensim yang bersifat spesifik dengan pewarnaan oleh zat chromogen guna mengidentifikasi antigen dalam suspensi organ insang dan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mampu mengidentifikasi  KHV (Koi Herpes Virus) yang menginfeksi ikan koi (Cyprinus carpio L) menggunakan metode aplikasi Immunofluorescence serta Immunocytochemistry berdasarkan pemeriksaan menggunakan uji PCR dengan hasil positif KHV.Hasil dari kedua metode diperoleh positif untuk beberapa sampel berdasarkan positif PCR, ditandai dengan adanya pendaran oleh zat fluorescein berwarna hijau pada antigen KHV dengan pemeriksaan metode Imunofluorescence dan adanya ekspresi zat chromogen pada antigen berwarna coklat kemerahan pada antigen KHV dengan pemeriksaan Imunocytochemistry. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua metode tersebut mampu mengidentifikasi KHV dan dapat digunakan sebagai uji pemeriksaan dini KHV berbasis imunologis.  Kata kunci: Koi Herpesvirus, Ikan koi (Cyprinus carpio), Imunofluorescence, Immunocytochemistry
Optimalization Image Of Turbo Spin Echo (TSE) With Pre Saturation And Gradient Moment Nulling (GMN) To Reduce Flow Artifact On MRI Cervical Kiki Rohmatul Ula
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.462 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v21i2.2019.57-70

Abstract

ABSTRACTThe  research  of  Optimization  Image  of  Turbo  Spin  Echo  (TSE)  with  Pre saturation and Gradient Moment Nulling (GMN) to reduce flow artifact on MRI Cervical has been done. The purpose of this research is to know the effect of pre saturation and gradient moment nulling (GMN) on cervical MRI and determine optimal image to reduce flow artifact. This research used four treatment variations that were without pre saturation and without flow compensation (GMN), with pre saturation, with flow compensation (GMN), and with both pre saturation and flow compensation (GMN) on sequence T2-weighting TSE sagital on cervical MRI. The quantitative analysis done by using Region of Interest (ROI) on MRI image then analyzed signal to Noise Ratio (SNR) and Contrast to Noise Ratio (CNR). The best effect and image quality obtained by pre saturation and flow compensation (GMN) treatment with SNR value on tissue was 328,7 at vertebra cervical, 278,6 at spinal cord, 366,6 at discus, 596,3 at CSF. While CNR tissue value was 78,6 at vertebra cervical, 257,6 at spinal cord, 274,8 at discus, and336,3 at CSF followed by the decrease of flow artifact in the amount of 160,4. Conclusion shows that the image with both pre saturation and flow compensation (GMN) treatment on T2 TSE sagital can reduce flow artifact signal on the spinal cord tissue. Keywords : Pre saturation, flow compensation, gradient moment nulling (GMN), MRI Cervical.
Multi Ultrasonic Electronic Travel Aids (MU-ETA) Sebagai Alat Bantu Penunjuk Jalan Bagi Tuna Netra Mujtahid Aktanto
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.624 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i2.2016.150-161

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mendesain sebuah instrument berupa Electronic Travel Aids (ETA) yang dapat mendeteksi halangan pada 3 bagian tubuh sekaligus yaitu bagian kepala, dada dan kaki. ETA ini berbasis Mikrokontroler ATMEGA32 dan menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04. Multi Ultrasonik Electronic Tavel Aids ini digunakan sebagai alat pemandu bagi penderita tuna netra. Dalam mengukur ketepatan jarak baca terhadap halangan, kalibrasi dari sensor ultrasonik HC-SR04 sangat diperlukan. Data yang telah di uji dari masing-masing sensor dihitung untuk mendapat hasil error rate dan standart deviasi. Dan terakhir, data-data tersebut diolah pada stastistik dan dihitung dengan kalkulasi menggunakan metode uji T-Test berpasangan agar mendapatkan hasil sesuai dengan jarak yang ada.Sesuai dengan hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sensor HC-SR04 dapat diteima sebagai pengganti alat pengukuran jarak dikarenakan hasil pembacaan Error Rate dan standart deviasi.pada alat. Setelah sensor ultrasonic dapat diterima sebagai alat untuk mengukur jarak, baru dibuat logika output berdasarkan sensor yang ada agar dapat mengenali benda yang ada di depan.Kata kunci—3-5 mikrokontroler, ATMEGA32, Ultrasonik  Sensor, Tuna Netra, Visually Impaired, Electronic Tavel Aids(ETA) Halangan/Obstacle
Pengaruh Meniran Dosis Bertingkat Terhadap Ekspresi IGF-1 Dan Ketebalan Endometrium Pada Mencit Betina Model Endometriosis Eka Deviany Widyawaty
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.239 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i1.2018.9-21

Abstract

Abstrak Endometriosis menyebabkan 10-15% dari nyeri panggul dan infertilitas pada wanita usia reproduksi. Walaupun endometriosis dapat mempengaruhi infertilitas, tetapi mekanisme dari hal tersebut sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometrium pada mencit (Mus musculus) betina model endometriosis. Sampel penelitian ini adalah mencit (Mus Musculus) betina model endometriosis. Pada hari ke-15, Kelompok Kontrol (K1) diberi Na CMC 0,5 % dan Kelompok perlakuan (K2), (K3), (K4) diberi ekstrak herba etanol herba meniran dosis 14 mg/20 gBB, 28 mg/20gBB, dan 56 mg/20gBB. Pada hari ke-29 dilakukan pembedahan dan pengambilan sampel endometrium dengan pemeriksaan imunohistokia pada ekspresi IGF-1 dan pewarnaan Hematoxylin-eosin pada ketebalan endometrium. Uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ekspresi IGF-1 dengan nilai p = 0,041 < 0,05 dan ada pengaruh pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllantinus niruri L.) dosis bertingkat terhadap ketebalan endometrium dengan nilai p = 0,021 < 0,05. Pemberian ekstrak etanol herba meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat pada mencit (Mus musculus) betina  model endometriosis dapat meningkatkan ekspresi Igf-1 dan ketebalan endometriosis.  Kata Kunci        :    Ekstrak etanol herba meniran, ekspresi IGF-1, ketebalan endometrium
Spot Urine for Sex Determination Forensic Identifications with Amelogenin Locus and Y chromosomes (DYS 19). Bercak Urin untuk Identifikasi Forensik Jenis Kelamin dengan Lokus Amelogenin dan Y Kromosom (DYS19) Yeti Eka Sispita Sari
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.809 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v20i3.2018.180-193

Abstract

AbstractBackground:  Amelogenin gene was a single copy gene located in an X chromosome and a Y chromosome. The location of amelogenin gene for identification of sex chromosome has good variability between the form and the shape of the X chromosome and the Y chromosome and between Amelogenin alleles among different populations. Purpose: To prove urine spot examination on the results of the sex determination through Deoxyribo Nucleid Acid (DNA) isolation using amelogenin and Y chromosome loci (DYS19). Methods: Spotting the microscopic examination of urine samples to determine the presence or absence of urethral epithelial cells, followed by isolation Deoxyribo nucleid Acid (DNA) in order to determine the extent and purity of DNA amplification. Then performed Polymerase Chain Reaction (PCR) amelogenin locus at 106bp - 112bp and Y chromosomes (DYS19) at 232 -268 bp. Results: in 9 samples of men from 3 families with 3 kinship of different regions shows the results of different tests, because Amel Y variation between individual and populations method of determining the sex of 100% was inaccurate. In some men Amel Y can be removed entirely. This research should be visualized one band on the Y chromosome (DYS19) and the Amelogenin two bands during electrophoresis occurs misidentification of the sample as a woman. Conclusions: Identification of sex using Amelogenin locus and Y chromosomes (DYS19) has six identical and ambiguous results because the two samples shown as the sign of men but visualized as women, another sample was not visualized because of the thick level and concentration of Deoxyribo nucleid Acid (DNA).Keywords: Urine Spot, Sex Determination, Amelogenin, Y chromosome (DYS19).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleuthrine Palmifolia (L.) Merr) Secara Oral pada Mencit BALB/c Terhadap Pencegahan Penurunan Jumlah NK Sel dan CD 8+ Nelly Meiliana
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.905 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i1.2016.13-23

Abstract

ABSTRAK Penentuan kemampuan ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) sebagai imunoprotektor dan imunomodulator terhadap mencit BALB/c melalui pengamatan jumlah sel pengekspresi CD 56+ dan CD 8+ dengan menggunakan metode Imunohistokimia. Analisis statistik dengan Anova satu arah dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi Bawang Dayak menunjukkan hasil beda bermakna (signifikan) pada sel pengekspresi CD 8+ sedangkan sel pengekspresi CD 56+ menunjukkan hasil tidak berbeda (nonsignifikan). Hal ini berarti ekstrak etanol umbi Bawang Dayak berpotensi sebagai imunomodulator dan imunoprotektor pada sel sitotoksik (CD 8+) untuk imunitas seluler. Ekstrak etanol umbi Bawang Dayak  berdasarkan jumlah rerata meningkat pada sel pengekspresi CD 56+, namun masih sangat rendah sehingga hasil uji tidak signifikan. Kata kunci : imunomodulator, imunoprotektor, bawang dayak, ekstrak etanol
Potensi Ekstrak Etanol Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) sebagai Protektor Diameter Tubulus Seminiferus Mencit (Mus musculus) Balb/C yang di Induksi Timbal Asetat Paramita Ratna Gayatri
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.033 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v19i2.2017.189-196

Abstract

 Abstrak  Timbal merupakan salah satu bahan pencemar udara  yang berpengaruh pada kesehatan organ reproduksi pria. Polusi udara oleh logam berat ini menyebabkan terbentuknya Reactive Oxygen Species dan penurunan simpanan antioksidan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak etanol bawang dayak untuk mempertahankan diameter tubulus seminiferus pada mencit yang diinduksi timbal asetat. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni laboratorik (true experimental) dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Subyek penelitian adalah 30 mencit (Mus musculus) jantan strain Balb/C yang diinduksi timbal asetat 0,75mg/KgBB/hari dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif (K0), kelompok kontrol positif (K1), dan kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak bawang 30mg/KgBB/hari (K2), 60mg/KgBB/hari (K3), 120mg/KgBB/hari (K4). Pada hari ke 39, hewan coba dikorbankan untuk diukur diameter tubulus seminiferusnya. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna diameter tubulus seminiferus kelompok kontrol dan perlakuan. Kesimpulan penelitian ini ekstrak etanol bawang dayak tidak mempengaruhi diameter tubulus seminiferus mencit yang di induksi timbal asetat Kata kunci : ekstrak etanol bawang dayak, diameter tubulus seminiferus , timbal asetat

Page 9 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue