cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
PIONIR: Jurnal Pendidikan
ISSN : 23392495     EISSN : 25496611     DOI : -
Core Subject : Education,
PIONIR: Journal of Education is an open-access Education scientific journal managed by the Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Teaching Ar-Raniry State Islamic University (UIN) Banda Aceh. PIONIR: Educational Journal is a forum for researchers and educational staff to develop knowledge in the field of educational studies, in order to fulfill the Tri Dharma of Higher Education, especially in the field of Basic Education.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017)" : 12 Documents clear
PENGEMBANGAN TEMATIK INTEGRATIF BERBASIS QANUN ACEH PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MI SE-ACEH BESAR Wilda Ayu Niswati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3398

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan strategi pengembangan tematik yang ada pada kurikulum 2013 dengan azaz penyelenggaraan pendidikan yang terdapat pada qanun Aceh dan mengintegrasikannya kedalam jaringan tema, serta mendeskripsikan hasil validasi dari ahli materi, ahli qanun, dan guru pendidikan agama Islam yang ada di MI se-Aceh Besar terhadap pengembangan tematik integratif yang berbasis qanun Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development yang dikembangkan oleh Gall dan Borg. Penelitian ini menggunakan sepuluh langkah yaitu: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk, uji validitas, revisi uji validitas, uji pengguna terbatas, revisi uji pengguna terbatas, uji lapangan luas, revisi uji lapangan luas, dan produk akhir. Pengembangan tematik integratif ini di mulai dengan menetapkan mata pelajaran yang akan dipadu, mempelajari materi pokok dari setiap mata pelajaran yang sudah ditetapkan, menentukan tema dengan mengkolaborasikan antara tema kurikulum 2013 dengan nilai qanun Aceh, dan menarik jaringan tema. Menurut ahli qanun, ahli materi dan guru pendidikan agama Islam MI kelas IV yang menjadi validasi dalam penelitian ini, kedelapan tema yang dikembangkan valid dan layak digunakan tanpa revisi. Kedelapan tema tersebut, yaitu: Mesjid Tempat Ibadahku, Indahnya Kedamaian, Serakah Membawa Celaka/Petaka, Indahnya Persaudaraan, Bersatu dalam Perbedaan, Manusia Berhati Mulia, Budaya Kerja Keras, dan Ikhlas Membawa Berkah.
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN SOFT SKILL GURU PADA PEMBELAJARAN SAINS SD/MI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Daniah Daniah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3346

Abstract

Kondisi pembelajaran Sains sekarang masih belum mencapai yang diharapkan oleh tujuan Pendidikan Nasional. Sebagian besar guru hanya mengajarkan aspek hard skill saja sedangkan pada aspek soft skill (kemahiran insaniah) dalam pembelajaran guru belum banyak menyinggungnya bahkan terabaikan. Dalam pendekatan pembelajaran pun masih relatif kurang untuk mendorong tumbuhnya soft skill dalam pembelajaran. Padahal dengan soft skill guru dapat memberikan teladan dalam bersikap dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai, moralitas dan budaya bangsa Indonesia. Pembelajaran Sains juga menyumbangkan pendidikan karakter melalui pendidikan sikap ilmiah dan kerja ilmiah yang merupakan bagian dari metode ilmiah. Hanya saja guru harus pintar di dalam menggali nilai atau karakter dalam pembelajaran Sains. Sains tidak memiliki nilai kehidupan, tetapi dengan mempelajari Sains peserta didik dapat mengambil manfaatnya berupa nilai-nilai kehidupan.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH LANJUTAN MENENGAH ATAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBANGUNAN KARAKTER Darmiah Darmiah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3365

Abstract

Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini idealnya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri. Pendidikan Agama Islam adalah satu salah mata pelajaran wajib di sekolah lanjutan menengah atas. Tujuan utama mata pelajaran ini adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga anak didik memiliki karakter yang islami. Pendidikan agama memiliki strategi yang tersendiri disamping strategi-strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran lain. Disamping itu pelajaran agama Islam juga memiliki tujuan khusus dalam pembentukan sikap disamping mencerdaskan akal. Sedangkan dalam mengevaluasi keberhasilannya pembelajaran agama Islam juga tidak hanya menilai kemampuan kognitif dan psiokomor saja, tetapi penilaian sikap lebih dipentingkan. Hal dapat dilakukan melalui teknik non test.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EVALUASI KINERJA PARA PEGAWAI DI KANTOR PEMERINTAHAN Jafar Abdurrahman
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3366

Abstract

Kinerja dalam sebuah lembaga kantor pemerintahan membutuhkan pegawai-pegawai yang mampu mengelola segala bidang kinerja yang telah ditetapkan. Kinerja para pegawai-pegawai tersebut tidak lepas dari tanggung jawab pemimpin maupun atasan. Karena setiap yang dilakukan oleh pegawai-pegawai merupakan tanggung jawab pimpinan untuk mendorong dan memotivasi dalam mengatur kinerjanya. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui (1) Evaluasi kinerja para pegawai kantor pemerintahan selama ini terjadi, (2) Faktor yang mempengaruhi evaluasi kinerja para pegawai kantor pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan, (3) Mendorong para pegawai kantor pemerintahan untuk tetap menjalankan kinerjanya. Pengumpulan data-data dari analisis jurnal ini adalah dengan mengobservasi, mewawancarai beberapa staf pegawai yang ada di kantor pemerintahan dan dokumentasi dari berbagai surat-surat maupun berita-berita yang akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa evaluasi kinerja para pegawai dilihat dari dua bagian. Pertama dilihat dari kinerja dalam sebuah organisasi. Hal ini dilihat dari kemampuan pegawai dalam menangani segala pekerjaan yang telah dibebankan kepadanya. Kedua dilihat dari bagaimana seorang pegawai dapat menjalankan segala tujuan, visi dan misinya dalam kinerjanya. Jadi untuk mendorong kinerja para pegawai kantor pemerintahan untuk tetap menjalankan kinerjanya diperlukan sebuah dukungan dan motivasi khusus pada pegawai-pegawai tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai dapat dinyatakan pada dua fungsi yaitu tugasnya terhadap suatu lembaga seperti lembaga pemerintahan dan tugasnya sebagai individu yang mampu mewujudkan segala tujuan, visi dan misi kantor pemerintahan sesuai dengan aturan yang berlaku.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP IPA MAHASISWA PGMI DAN KESULITAN MEMPELAJARINYA Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3353

Abstract

Menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki guru. Prodi PGMI membekali kompetensi profesional para mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang keahlian agar mereka dapat menjadi guru kelas yang profesional antara lain: IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKN, dan IPS. Agar memiliki penguasaan konsep IPA dengan baik prodi menyiapkan beberapa matakuliah IPA antara lain IPA MI-I dan IPA MI-II, pembelajaran IPA MI. Dengan beberapa mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam melakukan proses pembelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan matematika dengan menguasai ketiga konsep IPA dengan luas dan mendalam. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh data bahwa penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI masih berada pada kategori rendah. Selain itu, merekan juga mengalami beberapa kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep tersebut. Berdasarkan Latar Belakang masalah tersebut maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan tingkat penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI dan Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi mahasiswa PGMI dalam menguasai konsep IPA. Meode yang dgunakan merupkakan metode deskriptif dengan instrumen tes untuk mengetahuai penguasaan konsep IPA dan wawancara untuk emnemukan kesulitan mahasiswa dalam mempelajarai materi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI masih sangat bervariasi. Akan tetapi hampir semua mahasiswa yang menjadi subyek penelitian memiliki kemampuan penguasaan konsep yang berada pada kategori baik dan cukup tidak ada satu mahasiswapun yang memiliki kemampuan penguasaan konsep yang berada pada kaegori sangat baik. Sedangkan kesulitan mahasiswa mempelajari IPA karena konsep IPA SD/MI sangat banyak dan tidak semua materi IPA SD/MI masuk dalam materi ajar perkuliahan IPA. Selain itu mahasiswa juga mengalami kesulitan mempelajari IPA karena ada sebagian materi iPA yang disajikan tidak diiringi dengan kegiatan praktek atau pengamatan langsung.
PERAN ORANG TUA DALAM MENYESUAIKAN SIARAN TELEVISI DENGAN KARAKTERISTIK ANAK USIA MADRASAH IBTIDAIYAH Suriana Suriana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3349

Abstract

Artikel ini bermaksud mengkaji peran orang tua untuk menyesuaikan siaran televisi dengan usia madrasah ibtidaiyah. Orang tua sebagai madrastul ula bagi anak dituntut untuk dapat menyesuaikan usia anak madrasah ibtidaiyah dalam menyaksikan televisi yang saat ini memuat tayangan tanpa pembatasan usia, tingkat pendidikan, status sosial, suku bangsa, dan agama. Orang tua harus dapat menjadikan media televisi sebagai media pendidikan, bukan sarana hiburan semata, karena dapat menyebabkan tidak terbendungnya beragam pengaruh negatif yang meresahkan dan dapat menghambat tumbuh kembang nilai-nilai agamanya. Adapun sumber-sumber yang menjadi rujukan adalah buku-buku terkait dengan data yang diperlukan. Orang tua dituntut untuk memiliki kesadaran dan pemahaman mengenai fungsi media televisi, sehingga adanya pemilihan dan pemilahan acara yang tepat untuk anak usia madrasah ibtidaiyah. Menonton televisi sebaiknya tidak dilakukan sebagai pengisi waktu luang anak, menjadi baby sitter anak. Serta tidak dijadwalkan sesuai dengan jam tayang acara-acara yang mengandung nilai-nilai pendidikan bagi anak. Sikap ini untuk membendung dampak negatif dari media televisi bagi anak-anak madrasah ibtidaiyah yang dapat melunturkan nilai-nilai agama pada anak, di samping menyita waktu mereka untuk bersosialisasi dengan teman sebaya dan melakukan kegiatan yang edukatif lainnya.
TAHAP PENGETAHUAN DAN PELAKSANAAN PAKEM GURU BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DI ACEH Salma Hayati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3364

Abstract

Studi ini menguji tingkat pengetahuan dan penerapan PAKEM di antara guru bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah di Provinsi Aceh. Studi ini menerapkan desain penelitian survei yang melibatkan 208 guru bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah dari tiga kota di Provinsi Aceh. Instrumen tes dan kuesioner diberikan kepada responden, dan statistik deskriptif dipekerjakan menganalisis data. Temuan menunjukkan bahwa guru bahasa Arab memiliki tingkat pengetahuan PAKEM yang baik dan tingkat implementasi PAKEM yang tinggi
INOVASI KURIKULUM DI DAYAH SALAFIYAH DI ACEH (STUDI KASUS DAYAH MUDI MESRA SAMALANGA BIREUEN) Azhar Azhar
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3345

Abstract

Daya pendorong proses belajar bahasa Inggris di asrama putra Dayah MUDI Mesra Samalanga ialah adanya sarana, prasarana, bi’ah lughowiyyah atau suasana akan cukup memadai untuk memajukan santri untuk mampu berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Sedangkan, faktor penghambat utama dalam proses belajar bahasa Inggris di asrama Putra Dayah MUDI Mesra Samalanga ialah sikap santri yang menganggap biasa hukumanhukuman yang diberikan. Ada kekhawatiran dari pihak pengasuh asrama dan pengajar jika hukuman itu bersifat hukuman fisik seperti dipukul akan menjadikan santri merasa dendam kepada pengajar atau senior yang memberi hukuman. Adanya hukuman untuk membentuk kedisiplinan seperti yang sekarang yang berjalan selama ini tidak memberikan efek jera kepada santri. Mereka menganggap biasa hukumanhukuman tersebut. Padahal dari pihak orangtua sudah menyerahkan kepada pengasuh dan pengajar untuk melatih dan mendidik santri terserah bagaimana cara pendidikannya.
MADRASAH DINIYAH DALAM KONTEKS GLOBALISASI ( PROBLEMATIKA DAN SOLUSINYA) Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3348

Abstract

Pendidikan adalah suatu tuntutan yang harus dilakoni semua individu manusia, mulai dari ayunan samapai liang lahat. Dewasa ini selain pendidikan formal khusus bagi anak-anak telah diterapkan pendidikan berbasis keagamaan dalam bentuk sekolah yang diberi nama Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada siswa-siswa yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam di sekolahnya. Keberadaan Madrasah Diniyah ini sangat menjamur di masyarakat karena Madrasah Diniyah merupakan sebuah kebutuhan pendidikan yang mengkhuskan dibidang keagamaan. Penyelenggaraan Madrasah Diniyah mempunyai ciri berbeda dan beragam. Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor yang mempengaruhinya, misalnya; latar belakang yayasan atau pendiri Madrasah Diniyah, budaya masyarakat setempat, tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama dan kondisi ekonomi masyarakat dan lain sebagainya. Perkembangan Madrasah Diniyah telah mengalami kemajuan pesat. Akan tetapi, dalam perjalanannya Madrasah Diniyah masih mengalami berbagai kendala, baik dalam sistem kurikulum, metode, pengelolaan, pendanaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pembenahannya perlu dikaji secara mendalam seluruh faktor yang mempengaruhinya.
KURIKULUM SEKOLAH UNGGUL: SUATU EVALUASI IMPLEMENTATIF Fakhrul Rijal
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3347

Abstract

Kini peserta didik yang telah diajari oleh situasi lingkungan dan keluarga yang demikian hancur, harus berhadapan dengan peraturan sekolah. Tentu saja mendapat resistensi dari sebahagian mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung ditunjukkan dengan sikap melawan atau kebiasaan melanggar aturan. Sementara secara tidak langsung ditandai dengan penurunan minat dan prestasi belajar siswa. Keadaan yang demikian membuat lulusan tidak seperti yang diharapkan, juga tidak seperti harapan undang-undang dan tujuan pendidikan sebagaimana yang disebutkan tadi. Terminologi sekolah unggul yang dimaksud sesungguhnya adalah sekolah efektif. Sekolah unggul adalah terjemahan bebas dari sekolah efektif. Termonilogi unggul dalam makna mengungguli tidak tepat digunakan dalam konteks pendidikan. Sekolah efektif adalah sekolah yang bermutu, memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan. Sekolah unggul di Indonesia belum memenuhi kriteria dan masih di bawah standar, dibuktikan dengan hasil lulusan secara keseluruhan. Sampai saat ini belum ada kurikulum khusus untuk sekolah unggul, sebab dalam standar pendidikan kurikulum yang dipakai adalah kurikulum KTSP. Sesuai dengan prinsipnya, KTSP dapat dikembangkan (dan memang harus dikembangkan) oleh sekolah dengan berpedoman pada aturan yang berlaku. Kriteria sekolah unggul tidak ada ditetapkan secara khusus dalam Undang-undang SISDIKNAS, sebagaimana standar pendidikan ditetapkan disitu. Bahkan penjelasan khusus masalah ini yang merujuk pada PP No 19 tahun 2005 tidak terdapat dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional (sekarang Mendikbud). Kriteria dan penjelasan tentang sekolah unggul dan sekolah efektif di Indonesia sesungguhnya masih sebatas konsep, meskipun sudah ada beberapa pihak yang menerapkannya ketahap praktis. Konsep tersebut diduga dikembangkan oleh para akademisi, secara perlahan mulai diamini oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan zaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 12