cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2022)" : 40 Documents clear
Pengaruh Komposisi Serat Sabut Kelapa dan Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan dengan Fly Ash sebagai Filler Fajar Anugrah; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.002 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.8-14.2022

Abstract

Telah dilakukan dilakukan penelitian mengenai pengaruh komposisi serat sabut kelapa dan pinang terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan dengan fly ash sebagai filler. Serat diberikan sebanyak 2% dari volume cetakan dengan variasi serat kelapa 0,2%; 0,7%; 1,2%; 1,7% dan serat pinang 1,8%; 1,3%; 0,8%; 0,3%.  Sifat fisik dan mekanik yang diujikan meliputi densitas, daya serap air, porositas, kuat tekan dan kuat lentur. Penambahan serat sabut kelapa dan serat pinang dapat membuat sampel papan beton lebih ringan dibandingkan dengan GRC yang ada di pasaran. Dari hasil pengujian didapatkan  densitas terendah pada sampel PBR S1 (1,7% serat sabut kelapa + 0,3% serat pinang) sebesar 1,50 g/cm3. Namun, PBR S1 (1,7% serat sabut kelapa + 0,3% serat pinang) memiliki porositas tertinggi yaitu sebesar 30,64%. Fly ash dengan serat kelapa dan pinang mampu menambah kuat tekan serta kuat lentur dari sampel papan beton ringan. Kuat tekan lebih baik bila salah satu serat jauh lebih dominan seperti pada sampel PBR S1 yang dominan serat sabut kelapa dengan nilai kuat tekan 79,3 kg/cm2.  Sementara itu, untuk kuat lentur nilai  optimum didapatkan pada PBR S2 (1,2% serat sabut kelapa + 0,8% serat pinang) yaitu 60 kg/cm2. Densitas dari sampel papan beton ringan sudah memenuhi SNI 03-2105-2006 sedangkan porositas sampel belum memenuhi standar tersebut. Kuat tekan yang didapatkan  dari pengujian sampel memenuhi standar SNI 03-3449-2002 namun untuk kuat lentur masih belum memenuhi nilai kuat lentur dari SNI.
Karakteristik Quasi-Linear Convective System Menggunakan Radar Cuaca di Pontianak Tahun 2019 Aditya Mulya; Rezky Fajar Maulana
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.419 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.104-112.2022

Abstract

Quasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan salah satu sistem konvektif bertipe linear yang dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik QLCS di wilayah Pontianak. Penelitian ini mengambil kasus QLCS yang terjadi selama tahun 2019 di Pontianak dengan memanfaatkan pengamatan berbasis radar cuaca C-Band dalam radius 150 km untuk menganalisis karakteristik QLCS. Karakteristik QLCS yang dianalisis berupa sebaran temporal dan spasial, tipe pembentukan, profil propagasi sistem, serta vertical wind shear lapisan bawah dengan menggunakan produk CMAX, CTR, dan VSHEAR. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kejadian sebanyak 16 kasus QLCS yang terjadi di wilayah cakupan radar cuaca Pontianak selama tahun 2019. Dari fase inisiasi, matang, hingga disipasi, sebagian besar QLCS mampu bertahan hingga 30–60 menit dan 60–90 menit dan lebih banyak terjadi pada siang hari di wilayah coastal plain dikarenakan sifat daratan yang lebih cepat menyerap panas dibandingkan lautan. Pada fase inisiasi, proses pembentukan QLCS lebih sering terjadi dengan tipe broken line dan broken areal. Arah propagasi QLCS cenderung ke arah barat dengan kecepatan yang dominan pada kategori fast moving (> 7 m/s) serta nilai vertical wind shear pada lapisan bawah lebih dari 5 m/s/km (strong) dari fase inisiasi, matang, hingga disipasi karena pengaruh angin darat dan angin laut serta pemanasan matahari yang kuat di wilayah ekuator.
Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Raspberry Pi 3 dengan Memanfaatkan Thingspeak dan Interface Android Sebagai Kendali Annisa Zikri; Elvan Yuniarti; Dewi Lestari
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.154 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.44-49.2022

Abstract

Padatnya aktivitas diluar rumah membuat sebagian orang lupa untuk menyiram tanaman sehingga saat kembali ke rumah didapati tanaman telah mati kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penyiraman tanaman otomatis yang dapat dikontrol dari jarak jauh melalui Smartphone Android. Sensor YL-69 digunakan untuk mendeteksi kondisi kelembaban tanah. Apabila kelembaban tanah dibawah batas minimal maka pada tampilan aplikasi Android akan muncul pemberitahuan. Proses penyiraman akan aktif jika Raspberry Pi 3 menerima perintah dari pengguna melalui Smartphone Android. Proses pengiriman serta pembacaan data pada sistem ini diperantarai oleh ThingSpeak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengujian dilakukan dengan membandingkan keakuratan sensor yang digunakan dengan alat yang sudah beredar dipasaran. Penelitian ini menghasilkan karateristik yang menunjukkan DHT22 memiliki ketelitian sebesar 98.65% dan standar deviasi ±0.14 pada pengukuran temperatur udara. Ketelitian sebesar 98.72% dan standar deviasi ±0.38 untuk pembacaan kelembaban udara. YL-69 memiliki ketelitian rata-rata sebesar 95.22% dan standar deviasi sebesar ±5.4. Terdapat selisih waktu sebesar 1.2 detik pada waktu pengiriman data oleh Raspberry Pi 3 dan waktu penerimaan data oleh ThingSpeak. Sistem ini memiliki kecepatan respon sebesar 2 detik.
Kajian Suseptibilitas Magnetik Tanah Sebagai Indikator Longsor di Gunung Nago, Padang Gina Felita; Afdal Afdal; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2226.061 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.75-81.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis nilai suseptibilitas magnetik tanah daerah potensi longsor di kawasan Gunung Nago. Sampel tanah diambil pada empat lintasan yaitu lintasan A, B, C dan D dengan jarak antar lintasan 5 m yang terdiri dari 10 titik sampel, sehingga membentuk grid yang terdiri dari 40 titik sampel untuk tiap kedalaman. Sampel diambil dengan variasi kedalaman 25, 50 dan 100 cm sehingga dihasilkan 120 sampel tanah. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter dengan dua frekuensi, yaitu frekuensi rendah (0,47 kHz) dan frekuensi tinggi (4,7 kHz). Hasil pengukuran χFD (%) menunjukkan nilai berkisar antara 0,72% hingga 10,26%. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi χFD (%) lokasi penelitian memiliki kandungan bulir superparamagnetik yang rendah (kurang dari 10%) sehingga tanah daerah penelitian tersebut lebih kesulitan untuk menyerap air dan menjadikan area ini sulit terjadi longsor. Area kedalaman 25 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) sebesar 1,87% - 4,5% dan diperkirakan area kedalaman 25 cm memiliki kecenderungan rendah mengalami longsor. Sementara, area kedalaman 50 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) lebih rendah sebesar 1,64% - 5,19% dan diperkirakan kedalaman ini memiliki kecenderungan lebih rendah untuk terjadinya longsor.
Solusi Numerik Hamburan Gelombang Mikro TMz oleh Silinder Dielektrik dengan Method of Moment serta Volume EFIE dan Pulses Basis Function Helmi Fauziah; Agung Tjahjo Nugroho; Bowo Eko Cahyono
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.013 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.15-21.2022

Abstract

Solusi numerik hamburan gelombang mikro TMz oleh silinder dielektrik dapat dicari dengan menggunakan metode MoM (Method of Moment), dimana silinder akan dibagi menjadi beberapa sel. Persamaan medan datang dapat dicari dengan Volume EFIE dan rapat arus permukaan dapat dicari dengan pulses basis function. Sehingga akan mendapatkan magnitude medan total, fase dan error relatifnya. Hasil dari solusi numerik adalah solusi numerik akurat apabila jumlah sel yang digunakan semakin banyak. Pengaruh frekuensi dan jari – jari silinder terhadap magnitude adalah membuat grafik magnitude memiliki banyak bukit, serta pengaruh frekuensi dan jari – jari silinder terhadap fase adalah membuat grafik fase semakin merapat.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) dan Gas Thoron (Rn-220) Menggunakan Detektor CR-39 pada Ruangan Kelas di Kota Lubuk Basung Morry Wulandarisman; Dian Milvita; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.22 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.113-118.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 pada ruangan kelas di Kota Lubuk Basung.  Penelitian bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) dalam ruangan, kemudian ditinjau berdasarkan ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014.  Pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 sebanyak 50 buah yang dipasang selama 3 bulan pada 9 lokasi sekolah.  Detektor CR-39 selanjutnya dietsa menggunakan larutan NaOH 6,25N selama 7 jam pada suhu 70oC untuk memperjelas jejak partikel alfa dari detektor.  Jejak yang terdapat pada CR-39 dibaca menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400 kali.  Hasil pengukuran konsentrasi gas radon tertinggi yaitu 135±9,55 Bq/m3 dan terendah yaitu 38±2,65 Bq/m3 dengan rerata pada ruangan kelas yaitu 84,06±5,89 Bq/m3.  Konsentrasi gas thoron (Rn-220) tertinggi yaitu 109±7,71 Bq/m3dan terendah yaitu 8±0,57 Bq/m3 dengan rata-rata 61,62±4,38 Bq/m3.  Konsentrasi yang didapatkan tidak melebihi rekomendasi ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014 sebesar 300 Bq/m3 untuk gas radon dan thoron.  
Karakterisasi nRF24L01+ dengan Kondisi Line of Sight dan Non-Line of Sight untuk Sistem Monitoring Bencana Banjir Muhamad Iqbal; Aldo Novaznursyah Costrada; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.137 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.50-56.2022

Abstract

Penelitian tentang karakteriasasi nRF2L01+ dengan kondisi line of sight dan non-line of sight untuk sistem monitoring bencana banjir. Penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan transceiver nRF24L01+ dalam menstranmisikan data untuk sistem monitoring bencana banjir. Karakterisasi nRF24L01+ dilakukan di Pantai Air Manis, Jalan Bypass untuk kondisi line of sight, Jalan di Universitas Andalas, Perlintasan kereta api Alai Padang untuk kondisi non-line of sight. Hasil karakterisasi transceiver nRF24L01+ kondisi line of sight di Pantai Air manis sejauh 789,6 m dan 0,09 μtesla, di Jalan Bypass 268 m dan 1,74 μtesla. Kondisi non-line of sight di jalan di Universitas Andalas 318, 7 m dan 0,03 μtesla.Perlintasan kereta api Alai 127,94 dan 6,47 μtesla. Kondisi line of sight, non-line of sight dan noise medan elektromagnetik sangat mempengaruhi jarak transmisi data. Sistem transmisi menggunakan transceiver nRF24L01+ dapat digunakan pada sistem monitoring bencana banjir berdasarkan kekeruhan air sungai.
Distribusi Dosis Radiasi Foton Berdasarkan Variasi Kedalaman dan Luas Lapangan Penyinaran Pada Fantom Menggunakan Peawat Linac Tipe Clinac Cx Indria Wulandari; Mohammad Ali Shafii; Rico Adrial; Fiqi Diyona
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2301.553 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.89-96.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis distribusi dosis radiasi foton berdasarkan variasi kedalaman dan luas lapangan penyinaran pada fantom menggunakan pesawat Linac tipe Clinac CX. Pengukuran distribusi dosis radiasi dilakukan untuk menganalisis distribusi dosis radiasi foton pada tiap kedalaman dan luas lapangan penyinaran agar dosis pada target dan organ kritis dapat dilihat dan mendapatkan dosis yang optimal berdasarkan  kurva isodosis. Kurva isodosis dibuat menggunakan data Percentage Depth Dose (PDD) dan profile dose (PD) pada berkas foton 6 MV dan 10 MV pada  kedalaman 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan luas lapangan penyinaran 10x10 cm2, 15x15 cm2, 20x20 cm2, 25x25 cm2, 30x30 cm2, 35x35 cm2, 40x40 cm2. Metode yang digunakan dalam pengolahan data PDD dan PD menggunakan teknik interpolasi linear supaya memiliki interval yang sama yaitu 0,25, kemudian menggunakan teknik pembobotan untuk menghitung dosis radiasi di tiap titik menggunakan Matlab. Kurva PDD menunjukkan bahwa persentase dosis radiasi dipengaruhi oleh kedalaman dan  tidak dipengaruhi oleh luas lapangan penyinaran terhadap  nilai  dosis radiasi. Kurva isodosis yang terbentuk dipengaruhi oleh kedalaman, luas lapangan penyinaran dan energi radiasi. Semakin bertambah kedalaman, semakin menurun persentase dosis radiasi dan semakin datar kurva yang dihasilkan. Dosis radiasi meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran luas lapangan penyinaran
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Mengidentifikasi Lapisan Akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kabupaten Kubu Raya Faisal Faisal; Yoga Satria Putra; Muhardi Muhardi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.712 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.22-28.2022

Abstract

Lapisan akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah diidentifikasi menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pengambilan data dilakukan menggunakan perangkat alat geolistrik Automatic Resistivity System (ARES) 12 V. Pengukuran di lapangan mengaplikasikan konfigurasi dipol-dipol dengan panjang lintasan 195 m dan jarak antar elektroda 5 m. Sebaran nilai resistivitas yang diperoleh akan dijadikan acuan untuk melakukan interpretasi lapisan bawah permukaan di lokasi penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan sebaran resistivitas bawah permukaan hingga kedalaman 40,9 m, dengan nilai 5 Ωm - 908 Ωm. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan yang mempunyai nilai resistivitas sebesar 5 Ωm – 10,5 Ωm merupakan lapisan akuifer dengan litologi berupa pasir. Lapisan ini diduga sebagai akuifer dangkal (akuifer bebas), karena berada pada kedalaman ± 6 m – 31,2 m.
Analisis Kecepatan Gelombang Primer dan Sekunder Pada Batuan Gunung Api di Sekitar Daerah Kabupaten Solok Selatan Nofriza Hastuti; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.728 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.119-125.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder pada sampel batuan gunung api di sekitar daerah Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecepatan gelombang primer dan sekunder dari sampel batuan. Sampel batuan diambil pada 12 titik daerah di Kabupaten Solok Selatan dengan masing-masing titik diambil sebanyak 3 buah sampel batuan. Sebelum dilakukan pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder, batuan diprepasi terlebih dahulu dengan memotong batuan menggunakan alat gerinda batu. Pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder dilakukan dengan menggunakan alat sonic wave analyzer (SOWAN). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa batuan yang diambil di daerah Kabupaten solok selatan merupakan  batuan beku andesit dan basalt. Daerah penelitian dibagi menjadi dua zona yakni daerah yang dekat dengan manifestasi panas bumi dan daerah yang cukup jauh dari manifestasi panas bumi. Pada penelitian perbedaan karakteristik batuan pada dua zona daerah ini terdapat pada nilai kecepatan gelombang primer dan sekunder yang merambat pada batuan. Batuan yang memiliki kecepatan gelombang primer dan sekunder yang paling besar merupakan batuan yang berada cukup jauh dari daerah manifestasi panas bumi sementara itu batuan di daerah yang dekat manifestasi panas bumi memiliki kecepatan gelombang primer dan sekunder yang lebih kecil.

Page 1 of 4 | Total Record : 40