cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Pengaruh Temperatur Sintering Terhadap Struktur dan Sifat Magnetik Fe3O4-TiO2 Sebagai Penyerap Gelombang Mikro Novia, Bunga; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.368-372.2019

Abstract

Telah dilakukan sintesis nanopartikel Fe3O4-TiO2 dengan bahan baku batu besi dan TiO2. Pembuatan nanopartikel Fe3O4 disintesismenggunakan metode kopresipitasi dan pembuatan komposit Fe3O4-TiO2 disintesis menggunakanmetode solid state reaction. Material komposit Fe3O4-TiO2 dengan variasi sintering 400oC, 500oC, 600oC dan 700oC untuk melihat pengaruh temperatur sintering terhadap struktur dan sifat magnetiknya. Sampel dianalisis ukuran partikel, ukuran kristal, suseptibilitas magnet dan konduktivitas listrik. Sampel yang telah berbentuk pellet dikarakterisasi dengan alat X-Ray Difraction (XRD) dan LCR meter. Sampel yang masih berbentuk serbuk dikarakterisasi menggunakan alat Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Bartington Magnetic Susceptibility. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Fe3O4-TiO2 yang disintering pada temperatur 700oC didapatkan partikel terkecil yaitu berkisar antara 3 nm - 75 nm dan ukuran kristal terkecil 66,63 nm. Nilai suseptibilitas paling tinggi didapatkan 4,2 x 10-8 m3/kg dan nilai konduktivitas listrik adalah 9,44 x 10-7 S/cm.    Kata kunci :  daya serap gelombang mikro, kopresipitasi, nanopartikel Fe3O4, sintering, solid  state  reaction, titanium dioksida (TiO2).
Estimasi Periode Ulang Gempa Pulau Mentawai Menggunakan Distribusi Weibull dan Gumbel Andini, Mayang Putri; Pujiastuti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.373-379.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai periode ulang gempa Pulau Mentawai menggunakan distribusi Weibull dan Gumbel. Dalam penelitian ini akan ditentukan distribusi yang paling cocok untuk menghitung periode ulang gempa di Pulau Mentawai, yang dinilai berdasarkan persentase nilai standar errornya. Periode ulang dihitung untuk gempa dengan episenter Segmen Sipora-Pagai dan Segmen Siberut. Data gempa yang digunakan adalah data gempa sejak bulan Januari 1920- Juli 2019, dengan magnitudo ≥ 5 Mw dan kedalaman ≤ 100 km. Data gempa kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelas berdasarkan magnitudonya yaitu (5,0-5,4) Mw, (5,5-5,9)Mw, serta (6,0-6,8) Mw, dan diolah menggunakan software Mathematica versi 11. Periode ulang gempa Segmen Sipora Pagai menggunakan distribusi Weibull berkisar dari 1,2 tahun-7,3 tahun, dan menggunakan distribusi Gumbel 2,8 tahun-6 tahun untuk gempa 5,0 Mw-6,8 Mw. Periode ulang gempa Segmen Siberut untuk rentang magnitudo yang sama dengan Segmen Sipora-Pagai berkisar 1,1 tahun-3,8 tahun dengan menggunakan distribusi Weibull, dan 1,6 tahun -3,2 tahun menggunakan distribusi Gumbel. Distribusi yang paling cocok digunakan untuk periode ulang Pulau Mentawai adalah distribusi Weibull karena memiliki nilai standar error yang lebih kecil, dengan persentase untuk Segmen Sipora-Pagai sebesar 46% dan Segmen Siberut sebesar 31%.Kata kunci:  periode ulang, Weibull, Gumbel, standar error, Gempa, Mentawai
Pengaruh Presentase Massa Partikel Kayu dan Serat Lidah Mertua pada Core terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Yetti, Febri Erni; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.380-386.2019

Abstract

Penelitian tentang pengaruh variasi massa partikel kayu dan serat lidah mertua pada core (inti) terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel perekat resin epoksi telah dilakukan.  Sifat fisis yang diuji meliputi kerapatan, kadar air, dan daya serap air sedangkan pengujian sifat mekanis meliputi kuat lentur, kuat tekan dan kuat tekan sejajar.  Papan partikel ini dibuat dengan memvariasikan komposisi partikel serbuk kayu dan lidah mertua yang lolos ayakan 50 mesh sebagai filler pada core dengan tiga variasi komposisi yaitu 0%:30%, 15%:15% dan 30%:0% sedangkan kadar resin epoksi 10%.  Bagian lapis muka papan dibuat dengan komposisi partikel serbuk kayu yang lolos ayakan 100 mesh sebesar 20% dan kadar resin epoksi 10%.  Hasil uji sifat fisis menunjukan bahwa papan partikel komposit memenuhi ketentuan SNI 03-2105-2006 berdasarkan kadar air dan daya serap air, namun memiliki kerapatan yang melewati batas standar SNI 03-2105-2006.  Selain itu, uji sifat mekanis yaitu kuat tekan sejajar memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan pada kuat lentur (MOE) dan kuat tekan (MOR) tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Variasi massa yang terbaik dalam pembuatan papan partikel yaitu dengan menggunakan variasi massa core antara serbuk kayu (30%) dan serat lidah mertua (0%).Kata kunci: papan partikel, resin epoksi, serat lidah mertua, dan serbuk kayu.
Analisis Radionuklida pada Fly Ash dan Bottom Ash PLTU Teluk Sirih Menggunakan Spektrometer Gamma Putri, Rahmi Dwi; Taufiq, Imam; Nurokhim, Nurokhim
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.387-393.2019

Abstract

Analisis radionuklida pada fly ash dan bottom ash dari PLTU Teluk Sirih telah dilakukan menggunakan spektrometer gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui radionuklida yang terdapat pada fly ash dan bottom ash PLTU Teluk Sirih, kemudian membandingkan konsentrasi aktivitas radionuklida yang didapatkan dengan PP RI no.101/2014 mengenai pengelolaan limbah B3. Sampel fly ash dan bottom ash dari PLTU Teluk Sirih dipreparasi sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan oleh BATAN, lalu dicacah menggunakan spektrometer gamma yang dilengkapi detektor HPGe selama 17 jam. Radionuklida yang didapatkan dari hasil pencacahan adalah 210Pb, 230Th, 234Th, 226Ra, 232Th, 228 Th, 238U, 40K. Konsentrasi aktivitas radionuklida pada sampel fly ash berkisar antara 21,20±5,378 Bq/kg sampai dengan 320,40±31,279 Bq/kg, sedangkan konsentrasi aktivitas radionuklida pada sampel bottom ash berkisar antara ≤ 2,529 Bq/kg sampai dengan 163,728±15,88 Bq/kg. Berdasarkan PP RI No.101/2014 pemanfaatan fly ash dan bottom ash dari PLTU Teluk Sirih masih diperbolehkan karena konsentrasi aktivitas pada fly ash dan bottom ash PLTU Teluk Sirih berada dibawah ambang batas yaitu untuk deret uranium dan thorium adalah 1000 Bq/kg dan untuk kalium sebesar 10.000 Bq/kg.Kata kunci : aktivitas, bottom ash, fly ash, limbah B3, radionuklida, spektrometer gamma
Klasifikasi Mata Air Panas Berdasarkan Diagram Segitiga Fluida di Batu Balang dan Muaro Paiti, Kabupaten 50 Kota Almuhsinin, Almuhsinin; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.394-400.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fluida mata air panas berupa penentuan tipe fluida, kesetimbangan, asal usul sumber fluida dan pengenceran fluida di Nagari Batu Balang dan Nagari Muaro Paiti Kabupaten 50 Kota. Sampel penelitian diambil dari empat sumber mata air panas sebanyak 500 ml. Hasil pengukuran di dua lokasi didapatkan nilai pH 7,21 – 7,44, dan nilai temperatur permukaan mata air panas 41,36°C – 60,86°C. Konsentrasi Na, K, Mg, K, B dan Li didapatkan dari Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES), konsentrasi Cl didapatkan dari pengolahan persamaan konduktivitas yang didapatkan dari conductivity meter, konsentrasi SO4 dengan metode visible spectroscopy dan hasil konsentrasi HCO3 diukur dengan titrasi asam basa. Segitiga Cl-HCO3-SO4 menunjukkan fluida bertipe bikarbonat. Segitiga Na-K-Mg menunjukkan kandungan dominan pada fluida adalah Mg yang mengindikasikan banyak pencampuran dengan air tanah. Segitiga Cl-Li-B menunjakkan asal sumber fluida berada pada reservoir yang memiliki struktur batuan yang sama dan berasal dari sistem hidrotermal lama. Dari hasil analisis karakteristik fluida yang telah diperkirakan terdapat  potensi panas bumi di daerah tersebut.Kata kunci: Batu Balang, diagram segitiga fluida, mata air panas, Muaro Paiti, tipe fluida.
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kelebihan Beban Kendaraan Menggunakan Sensor Serat Optik dan Transceiver nRF24L01+ Kampai, Genta; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.1-8.2020

Abstract

Telah dirancang alat pendeteksi kelebihan beban kendaraan menggunakan sensor serat optik dengan metode intrinsik. Rancang bangun alat pendeteksi kelebihan beban kendaraan ini terdiri dari sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10, fotodetektor OPT 101, mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengelolah data, buzzer, dan LCD sebagai penampil hasil pengukuran. Sensor serat optik digunakan untuk mengukur beban pada kendaraan dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran dari OPT101 dan di transmisikan menggunakan Transceiver nRF24L01+. Karakterisasi sensor serat optik dilakukan dengan memvariasikan bending dalam bentuk banyaknya jumlah gerigi terhadap besarnya tegangan keluaran pada sensor serat optik. Hasil yang optimum diperoleh pada jumlah 5 gerigi dengan tegangan keluran sebesar 1,121 V. Kelebihan beban kendaraan maksimum yang dideteksi oleh sensor sebesar 6400 kg dengan tegangan keluaran sebesar 0,215 V.  Jarak maksimum pengiriman data oleh Transceiver nRF24L01+ adalah 450 m tanpa penghalang dan 230 m dengan penghalang. Hasil pengukuran kelebihan beban kendaraan yang diperoleh dengan alat yang dirancang dibandingkan dengan jembatan timbang diperoleh kesalahan rata-rata sebesar 9,2 %. It has been designed an overloaded vehicle detection tool using optical fibre sensor with intrinsic method. The design of the vehicle's overload detection tool consists of laser diode as a light source, an optical fiber FD-620-10, a photodetector OPT 101, an Arduino Uno microcontroller as a data processor, a buzzer, and an LCD as a measuring result viewer. The fiber optic sensor is used to measure the load on the vehicle by utilizing the output voltage changes from OPT101 and cast using the Transceiver nRF24L01. The characterization of the fibre optic sensor is performed by varying bending in the form of a large amount of cleats to the magnitude of the output voltage in the fibre optic sensor. Optimum results are obtained at the number of 5 wells with a tension voltage is 1.121 V. The overload of maximum vehicle detected by the sensor is amounted to 6400 kg and a sensor output voltage is 0.215 V.  The maximum distance from the data transmission Transceiver nRF24L01 + is 450 m without barrier and 230 m with barrier. The result of overload vehicle measurements obtained with designed tool is compared detection to weighbridge were obtained an average fault of 9.2%.
Pengaruh Frekuensi Vibrasi Terhadap Kualitas Lapisan Tipis Opal yang Disintesis dengan Metode Deposisi Horizontal Putri, Yulia Eka; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.9-16.2020

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi lapisan tipis opal menggunakan metode deposisi horizontal dengan penambahan frekuensi vibrasi. Sintesis dilakukan pada suhu ruang dengan variasi frekuensi vibrasi 75 Hz, 200 Hz, 300 Hz, dan 400 Hz menggunakan speaker dalam keadaan volume tetap. Karakterisasi dilakukan menggunakan Mikroskop Optik, SEM (Scanning Electron Microscopy) dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil mikroskop optik menunjukkan permukaan sampel dengan frekuensi vibrasi rendah lebih homogen dan tebal dibandingkan frekuensi vibrasi tinggi. Hasil SEM menunjukkan lapisan multilayer terbentuk pada semua sampel. Spektrum absobsi spektrofotometer UV-Vis menunjukkan nilai absorbansi maksimum tertinggi pada panjang gelombang 588 nm dengan nilai absorbansi 0,2. Semakin tinggi frekuensi vibrasi yang digunakan, semakin kecil nilai absorbansi dan nilai FWHM. Thin opal films have been synthesized using horizontal deposition method modified applying the addition at frequency vibration. Synthesizing was carried out with at room temperature with frequency vibration of 75, 200, 300, and 400 Hz. Characterization was carried of using optical microscope, SEM (Scanning Electron Microscopy) and UV-Vis Spectrophotometer. Characterization with optical microscope shows that small frequency vibration thickner homogenity of opal sample. SEM show that multilayer layer is all sample deposition with frequency vibration 75 Hz, 200 Hz, 300 Hz and 400 Hz. The UV-Vis spectra show that the highest maximum absorbance of 0,2 at wavelength of 588 nm for frequency vibration of 75 Hz. The higher the vibration speed used, the smaller the maximum absorbance value and the smaller the FWHM value.
Rancang Bangun Alat Ukur Konsentrasi Logam Berat Timbal Berbasis Sensor Serat Optik Evanescent dengan Cladding Kitosan Rahayu, Aida; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.17-23.2020

Abstract

Telah dirancang alat ukur konsentrasi ion logam berat timbal berbasis sensor serat optik evanescent. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan kitosan. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Sistem sensor terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik, fotodioda sebagai detektor cahaya, mikrokontroler sebagai pengolah sinyal dan LCD sebagai penampil hasil pengukuran. Konsentrasi diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi serat optik menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm, dan jari-jari bending 3,5 cm adalah yang paling optimal untuk pengukuran konsentrasi ion logam berat timbal dengan koefisien korelasi 0,9906. Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 43,334%. It has been designed for optical fiber sensor-based lead ion heavy metal measuring devices. Optical fiber cladding is peeled and replaced with chitosan. Variations in stripping length of optical fiber cladding are 1 cm, 2 cm, and 3 cm. The sensor system consists of a laser diode as a light source, fiber optic, photodiode as a light detector, a microcontroller as a signal processor and an LCD as a measurement result viewer. The concentration released is based on the photodiode output voltage. The higher the concentration, the higher the photodiode output voltage. The result of optical fiber characterization that shows optical fibers with stripping length of 1 cm and bending radius of 3.5 cm are the most optimal for measuring the concentration of lead heavy metals with a coefficient of 0.9906. The average percentage of errors of the measuring instruments designed is 43.334%.
Analisis Pengaruh Komposisi Serat Pinang dan Serat Eceng Gondok terhadap Sifat Mekanik Komposit Hibrid Polipropilena dengan Pati Talas Yoniza, Yuliana; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.24-30.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh komposisi serat pinang dan eceng gondok terhadap sifat mekanik komposit hibrid polipropilena dengan pati talas. Komposisi serat pinang dan eceng gondok divariasikan dengan perbandingan persen volume yaitu 1,25%: 3,75%, 2,5%: 2,5%, 3,75%: 1,25% dengan panjang serat 3 mm. Sifat mekanik yang diujikan meliputi kuat tarik, regangan, modulus elastisitas, kuat impak dan uji biodegradabel. Sifat fisika yang diuji yaitu morfologi permukaan dengan menggunakan SEM. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai kuat tarik tertinggipada perbandingan 1,25%: 3,75% yaitu 14,33 MPa. Nilai kuat impak tertinggi ditemukan pada sampel dengan perbandingan 2,5%: 2,5% yaitu 0,041 J/mm2. Nilai regangan tertinggi didapatkan pada perbandingan 3,75%: 1,25% sebesar 1,27%. Pada uji biodegradabel didapatkan hasil sebesar 0,021%/hari. Pada penelitian ini masih terdapat rongga dan juga pati talas dan polipropilenanya tidak tercampur sempurna karena masih ditemukan gumpalan-gumpalan pati talas. Hal ini didapatkan dari hasil analisis morfologi struktur patahan uji tarik menggunakan SEM. A Research on the effect of areca nut and water hyacinth composition on the mechanical properties of polypropylene hybrid composites with taro starch has been conducted. The composition of areca nut and water hyacinth fiber is varied with a volume percent ratio of 1.25%: 3.75%, 2.5%: 2.5%, 3.75%: 1.25% with a fiber length of 3 mm. Mechanical properties tested include tensile strength, stretch, modulus of elasticity, impact strength and biodegradable test. Physical properties tested were surface morphology using SEM. Based on the test results obtained the highest value of tensile strength at a ratio of 1.25%: 3.75% ie 14.33 MPa. The highest impact strength value was found in samples with a ratio of 2.5%: 2.5% ie 0.041 J/mm2.  The highest strain value obtained at a ratio of 3.75%: 1.25% of 1.27%. In the biodegradable test results obtained by 0.021%/days. In this researchthere were still voids, taro starch and polypropylene in the samples was not completely mixed because there were still lumps of taro starch. This was obtained from the morphological analysis of the tensile test fault structure using SEM. The impact strength value of this research meets the car dashboard standards.
Pengaruh Penambahan Serat Daun Nanas terhadap Sifat Fisis dan Mekanik Papan Semen Gipsum Oktaviani, Siska; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.31-37.2020

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap sifat fisis dan mekanik papan semen gipsum telah dilakukan dalam bentuk komposit laminat. Persentase serat daun nanas yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%. Sifat fisis yang diuji meliputi densitas dan daya serap air. Nilai densitas terendah diperoleh pada persentase serat daun nanas 8% yaitu 1,41 kg/cm3. Nilai densitas berbanding terbalik dengan nilai daya serap air. Persentase serat daun nanas 8% memiliki nilai densitas terkecil tetapi daya serap air yang besar. Nilai daya serap air pada persentase serat daun nanas 8% yaitu 39,17%. Pengujian mekanik yang diuji meliputi kuat tekan dan kuat lentur. Alat uji yang digunakan untuk kuat tekan dan kuat lentur adalah Universal Testing Machine (UTM). Nilai kuat tekan 5 kg/cm2 hingga 11,67 kg/cm2 telah memenuhi SNI 03-3449-2002. Nilai kuat lentur tertinggi pada persentase serat 2% dan 6% yaitu 21 kg/cm2 telah memenuhi SNI 01-4449-2006. The research on the effect of pineapple leaf fiber addition to the physical and mechanical properties of gypsum cement board has been carried out in the form of laminate composites. The percentage of pineapple leaf fiber used is 0%, 2%, 4%, 6%, 8%. Physical properties that were tested including density and water absorption. The lowest density value obtained at pineapple leaf fiber percentage of 8% that is 1.41 kg / cm3. The value of density inversely proportional to the value of water absorption. Percentage of 8% pineapple leaf fiber has the smallest density value but large water absorption. The value of water absorption at pineapple leaf fiber percentage 8%, that is 39.17%. Mechanical properties that were tested including compressive strength and flexural strength. The compressive strength and flexural strength were measured using Universal Testing Machine (UTM). The value of compressive strength that is           5 kg/cm2 to 11.67 kg/cm2 meets SNI 03-3449-2002. Highest flexural strength at fiber percentage 2% and 6%, that is 21 kg / cm2 meat SNI 01-4449-2006.Â