cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
PEMETAAN PERSENTASE KANDUNGAN DAN NILAI SUSEPTIBILITAS MINERAL MAGNETIK PASIR BESI PANTAI SUNUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT Palkrisman -; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 4: Oktober 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.587 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.4.242-248.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pemetaan persentase kandungan dan nilai suseptibilitas mineral magnetik pasir besi Pantai Sunur Kabupaten Padang  Pariaman menggunakan metode Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS). Hasil perhitungan persentase kandungan mineral magnetik dari 55 sampel menunjukkan rentang nilai 6,5% hingga 61,3%. Hasil perhitungan suseptibilitas mineral magnetik dari 55 sampel menunjukkan rentang nilai 333,65 × 10-8 m3/kg hingga 2883,67 × 10-8 m3/kg, berdasarkan nilai ini dapat diperkirakan bahwa mineral utama penyusun pasir besi Pantai Sunur adalah hematit dan ilmenit. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan software surfer 9.0 pada 5 lintasan yang sejajar garis pantai. Lintasan pertama berada di tepi laut, dan lintasan berikutnya  menjauhi laut dengan jarak antar lintasan 25 m. Hasil pemetaan persentase kandungan mineral magnetik menunjukkan bahwa Lintasan 3 (tengah lintasan) yang berjarak 50 meter dari lintasan pertama (tepi laut) mempunyai nilai kandungan persentase mineral magnetik terbesar. Hasil pemetaan nilai suseptibilitas mineral magnetik menunjukkan bahwa Lintasan 5 yang berjarak 100 meter dari lintasan pertama mempunyai nilai suseptibilitas terbesar.Kata Kunci : pasir besi, anisotropi, magnetik, dan suseptibilitas.AbstractThe mapping of content percentage and magnetic susceptibility of iron sand from Sunur beach, Padang Pariaman, using Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS) methods has been conducted. Based on the calculation, the content percentage of the magnetic mineral of iron sand of 55 samples are from 6.5% to 61.3%. The value of magnetic susceptibility of 55 samples are from  333.65 × 10-8 m3/kg to 2883.67 × 10-8 m3/kg. From the value, it can be estimated that the main magnetic minerals of iron sand Sunur beach  are hematite and ilmenite. The mapping is done by using Surfer 9.0 software at 5 tracks parallel to the shoreline. The first track is near the sea, and the next track is 25 m away from the first track to the land side. It shows that track 3 (middle path) within 50 meters from the first track (waterfront) has the largest percentage of magnetic mineral. The magnetic susceptibility mapping shows that track 5 within 100 meters from the first track has the greatest value of susceptibility.Keywords : iron sand, anisotropy, magnetic, and susceptibility.
KARAKTERISASI DOSIMETRI SUMBER BRAKITERAPI IR-192 MENGGUNAKAN METODE ABSOLUT Mahmudi Rio Putra; Dian Milvita; Heru Prasetio
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.057 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang karakterisasi dosimetri sumber brakiterapi Ir-192 menggunakan metode absolut. Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini meliputi laju kerma dan kuat kerma dari sumber brakiterapi Ir-192 buatan BATAN. Pengukuran dilakukan menggunakan detector extrapolation chamber pada jarak 10 cm dan  divariasikan pada jarak 20 cm, 30 cm, 40 cm, dan 50 cm sebagai validasi jarak. Sebagai validasi alat ukur dilakukan  pengukuran menggunakan detektor farmer yang telah terkalibrasi dengan Ir-192. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara pengukuran pancaran radiasi Ir-192 selama satu menit dan dikonversikan menjadi laju kerma dan kuat kerma. Berdasarkan  penelitian  ini diperoleh hubungan  laju kerma berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara detektor dengan sumber radiasi, kuat kerma yang di pancarkan sumber Ir-192 buatan BATAN bernilai 7,64 x 10-8 Gy s-1 m2.AbstractIt had been done a research to determine the characterization of dosimetry on Ir-192 brachytherapy source by using absolute method. The characterization which was done in this research involved kerma speed  and kerma work on Ir-192 brachytherapy source made by BATAN. The measurement was done by using detector extrapolation chamber against 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm, and 50 cm as distance validity and the measurement used farmer detector as tool measurement validity which had been calibrated with Ir-192. The technigue of data collection was done by measuring radiation of Ir-192 for one minute and converting it to be kerma speed and kerma work. The result of this research is that kerma speed is inversely with distance guadrate between detector and radiation source, the kerma work which is amitted by Ir-192 source made by BATAN is 7,64 x 10-8 Gy s-1 m2.
RANCANG BANGUN SISTEM ALARM GEMPA BUMI BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 16 MENGGUNAKAN SENSOR PIEZOELEKTRIK Muhammad Nurul Rahman; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.268 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dirancang sistem alarm gempa bumi berbasis mikrokontroler AVR Atmega 16 dengan menggunakan sensor piezoelektrik. Sistem terdiri dari otomatisasi yang berfungsi mengaktifkan Mp3 player untuk mengaktifkan alarm saat getaran terdeteksi. Alarm akan terus aktif selama getaran ada dan non aktif 5 menit setelah getaran tidak terdeteksi lagi. Pengujian alarm gempa dilakukan dengan menjatuhkan beban 100 g, 200 g dan 300 g.  Jarak jatuh ke sensor dan ketinggian jatuh beban adalah 10 cm, 20 cm dan 30 cm. Acuan yang digunakan untuk menandakan terjadinya getaran gempa bumi adalah 2 MMI (Modified Mercally Intensity). Hasil pengujian sistem menunjukkan alarm aktif jika tegangan keluaran sensor ≥ 1 volt dan sensor masih cukup peka dalam mendeteksi getaran sampai jarak 200 cm untuk ketinggian jatuh beban 30 cm. Nilai koefesien korelasi (R2) antara jarak dan tegangan keluran sensor dalam masing-masing percobaan  adalah ≥ 0,9. Alat ini mampu mendeteksi gempa dari 2 - 12MMI.Kata-kunci: sistem alarm gempa,  sensor piezoelektrik,  MMI,  mikrokontroler Atmega16 AbstractAn earthquake alarm system based on AVR Atmega 16 microcontroller using vibrating  piezoelectric  sensor has been designed.  This system consists of automatization to activate mp3 player and alarm when vibration is detected.  Alarm will continue to active as long vibration is detected and will turn off 5 minutes after vibration is no longer detected. Simulation of an earthquake is conducted by droping load of 100 g, 200 g, and 300 g. Distance of sensor position  to load falling and height were 10 cm, 20 cm, and 30 cm.  The reference that used to indicate that the vibration of earthquake happen is 2 MMI (Modified Mercally Intensity). The results show that alarm will be actived if output voltage ≥ 1 volt, and sensor is sensitive enough in detecting vibration until distance of 200 cm for load falling height of 30 cm. Value of colelation coefficient between distance and sensor output voltage for every test is higher than 0.9. This device can detect earthquake from 2 MMI to 12 MMI.Keyword: Earthquake alarm system, piezoelectric censor, MMI, microcontroller Atmega 16
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS RADIASI MATAHARI, TEMPERATUR, DAN KELEMBABAN UDARA, TERHADAP FLUKTUASI KONSENTRASI OZON PERMUKAAN Di Bukit Kototabang Tahun 2005-2010 Mairisdawenti -; Dwi Pujiastuti; Asep Firman Ilahi
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 3: Juli 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.713 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.3.177-183.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis pengaruh intensitas radiasi matahari, temperatur, dan kelembaban udara terhadap fluktuasi konsentrasi ozon permukaan di Bukit Kototabang tahun 2005-2010 dengan metode regresi linier.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi konsentrasi ozon rata-rata harian mengikuti pola rata-rata harian intensitas radiasi matahari, dan berbanding terbalik dengan kelembaban udara. Faktor meteorologi yang paling besar hubungannya dengan konsentrasi ozon berdasarkan analisis nilai regresi yaitu temperatur permukaan, dengan nilai koefisien determinasi R2=26,0 pada tahun 2010.Kata kunci : ozon permukaan, regresi linier, faktor meteorologiAbstractAnalysis effect of the intensity of solar radiation, temperature, and air humidity, tofluctuations in surface ozone concentrations in Bukit Kototabang with linear regression method from 2005 to 2010 has been conducted. The results showed that the fluctuations in ozone concentration daily average follows the pattern of average daily solar radiation intensity, and inversely proportional to the air humidity. The meteorological factors which have greatest correlation with the ozone concentration values based on regression analysis is surface temperature, with a coefficient of determination R2 = 26.0 in 2010. Keywords : surface ozone, linear regression , meteorological factors
DISTRIBUSI LOGAM BERAT Hg DAN Pb PADA SUNGAI BATANGHARI ALIRAN BATU BAKAUIK DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT Runi Sahara; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.807 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian kandungan logam berat hydrogyrum (Hg) dan plumbum (Pb)  telah dilakukan di sungai Batanghari aliran Batu Bakauik Dharmasraya, Sumatera barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Hg dan Pb yang terkandung pada sungai tersebut sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan informasi kepada masyarakat sekitar tentang kelayakan untuk kebutuhan sehari-hari. Parameter lainnya yang diuji adalah pengukuran pH, total disolved solid  (TDS) dan konduktivitas listrik. Metode yang digunakan untuk pengujian TDS adalah metode gravimetri dan untuk mengetahui kadar  kandungan logam berat Hg dan Pb digunakan Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH berkisar antara 7,04-7,84. Pengujian TDS menghasilkan nilai tertinggi sebesar 3090 mg/L dan nilai konduktivitas tertinggi 96,5 µS. Dari pengujian AAS diperoleh nilai kandungan logam berat Pb maksimum 1,259 mg/L, dan nilai logam berat Hg maksimum 5,198 mg/L. Nilai logam berat Hg dan Pb melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 82 tahun 2001 dimana kandungan logam berat Hg yang diperbolehkan yaitu 0,001 mg/L dan logam berat Pb 0,03 mg/L.Kata kunci: pH, total disolved solid, konduktivitas listrik, Hg, Pb. Dengan demikian air Sungai Batanghari aliran Batu Bakauik ini tidak layak untuk dikonsumsi.ABSTRACTResearch of hydrogyrum ( Hg ) and plumbum ( Pb ) content has been carried out in the Batanghari river flow at Batu Bakauik Dharmasraya, Western Sumatra. This study aims determine the heavy metal content of Hg and Pb contained in the river about feasibility use for the daily needs provide information to the public. The other parameters tested were the measurement of pH, total disolved solids (TDS) and electrical conductivity. The TDS is using the gravimetric method and to  determine   of  Hg and Pb  content are measurement  Atomic Absorption  Spectrometry ( AAS ). The results showed that the value of pH in the  ranged of 7.04 to 7.84 . The TDS examination result is the highest value of 3090 mg/L and the highest electric conductivity value of 96.5 μS. The AAS measurement is obtained the maximum value  of heavy metals Pb is 1.259 mg/L and  Hg is 5.198 mg/L. This results exceeded the threshold quality standards the Minister of Environment Regulation No. 82 of 2001 whereby heavy metals Hg exposure is 0.001 mg/L and the heavy metals Pb 0.03 mg/L.The other word, water in the Batanghari riveris not recommended to use in the daily needs.Keywords : pH , total disolved solid , electrical conductivity , Hg , Pb .
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DISTRIBUSI UKURAN BUTIRAN HUJAN DI PADANG DAN DI KOTOTABANG Rio Chandra; Marzuki -; Hiroyuki Hashiguchi
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3569.084 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKDistribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (RDSD) di Padangdan di Kototabang, Sumatera Barat,  telah dibandingkan.  Perbandingan dilakukan melalui pengamatan particle size velocity (Parsivel) selama Maret 2014 – Mei 2015 untuk Padang dan Januari 2014 – Januari 2015 untuk Kototabang.  RDSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen.  Terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak di Padang daripada di Kototabang.  Selain itu, butiran hujan yang berukuran besar di Padang lebih banyak daripada di Kototabang.  Banyaknya butiran hujan yang berukuran besar ini berdampak pada nilai radar reflectivity (Z) di Padang yang sedikit lebih besar dari Kototabang untuk intensitas curah hujan yang sama.  Karena itu nilai koefisien A yang ada dalam persamaan Z-R di Padang juga sedikit lebih besar dari Kototabang.  Sedikitnya perbedaan karakteristik RDSD antara Padang dan Kototabang, disebabkan oleh hujan yang terjadi  di Padang dan di Kototabang kemungkinan berasal dari awan konvektif yang sama, yaitu awan dari Samudra Hindia.  Awan tersebut mengalami proses yang berbeda di Kototabangdisebabkan oleh adanya pegunungan di sekitar daerah ini sehingga menimbulkan hujan dengan RDSD yang agak berbeda dengan di Padang. Kata kunci: raindrop size distribution, metode momen, Parsivel, Padang, KototabangAbstractCharacteristics of raindrop size distribution (RDSD) in Padang and Kototabang have been compared through particle size distribution (Parsivel) observation during March 2014 – May 2015 for Padang and January 2014 – January 2015 for Kototabang.  The RDSD was parameterized by the modified gamma distribution and its parameter was calculated by the moment method.  It was found that the occurrence frequency of heavy rain in Padang is higher than Kototabang.  Moreover, rains in Padang have more large-sized drop than Kototabang.  As consequence, the radar reflectivity factor (Z) in Padang was slightly larger than Kotabang for the same rainfall rate.  A small difference in the RDSD between Padang and Kototabang may indicate that the precipitating cloud of the two regions is the same, i.e., same origin (Indian Ocean).  However, the cloud will undergo different process when it reaches Sumatera.  At Kototabang, it will be influenced by the mountain around this region which can cause orographic precipitation.  The orographic precipitation is characterized by the large concentration of small size drops as found at Kototabang in this study.Keywords: raindrop size distribution, moment method, Parsivel, Padang, Kototabang
PENGARUH WAKTU AKTIVASI MENGGUNAKAN H3PO4 TERHADAP STRUKTUR DAN UKURAN PORI KARBON BERBASIS ARANG TEMPURUNG KEMIRI (Aleurites moluccana) Anggun Pradilla Sandi; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2737.914 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.2.115-120.2014

Abstract

ABSTRAKTelah disintesis karbon aktif berbasis tempurung kemiri menggunakan aktivator H3PO4 2,5% pada suhu 400 oC selama 30 menit.  Waktu  aktivasi divariasikan yaitu : 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam, dan 24 jam.  Pengaruh waktu aktivasi dianalisis dengan karakterisasi SEM dan XRD. Waktu aktivasi memberikan pengaruh terhadap struktur dan ukuran pori karbon. Secara umum, hasil XRD menunjukkan struktur atom karbon berbentuk struktur amorf.  Pori karbon aktif terkecil diperoleh pada waktu aktivasi 20 jam yaitu sebesar 0,57 µm dan menghasilkan jumlah pori yang paling banyak.Kata kunci: karbon aktif, waktu aktivasi dan pori karbon.ABSTRACTSynthesized of the activated carbon based of the charcoal hazelnut by using the activator of H3PO4 2,5% at temperature of 400 0C for 30 minutes has been done. Activation times were varied as 5 hours, 10 hours, 15 hours, 20 hours, and 24 hours. The effects of the activation time were characterized by using SEM and XRD.  Activation times give effect on the structure and pore size of the carbon.  Generally, XRD patterns show amorphous carbon atomic structure.  The smallest pore of activated carbon is found at 20 hours of activation time is about 0.57 µm and this sample produce hight quantities of pore.Keywords: activated carbon, activation time and carbon pore.
ANALISIS PRE STACK TIME MIGRATION (PSTM) DAN PRE STACK DEPTH MIGRATION (PSDM) METODE KIRCHHOFF DATA SEISMIK 2D LAPANGAN ‘Y’ CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Yenni Fitri; Afdal Afdal; Daz Edwiza; Mualimin -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.845 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ye_nhi@ymail.comABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan migrasi sebelum stack metode Kirchhoff dengan domain waktu dan kedalaman. Pre stack time migration (PSTM) dan pre stack depth migration (PSDM) menghasilkan penampang seimik dengan keunggulan dan kekurangan masing-masing. PSTM menghasilkan penampang seismik dengan reflektor yang lebih fokus tetapi kemenerusan kurang kontinyu. PSDM menghasilkan penampang seismik dengan kemenerusan reflektor yang baik tetapi kurang fokus. Dari segi kemenerusan reflektor, PSDM lebih cocok diaplikasikan pada data seismik 2D lapangan ‘Y’ Cekungan Jawa Barat Utara. Hal ini karena daerah penelitian ini memiliki struktur geologi dan statigrafi yang kompleks.Kata kunci : stacking, migrasi, PSTM dan PSDMAbstractPre stack migration using the Kirchhoff method in time and depth domains has been conducted. The seismic cross-section produced by the pre stack time migration (PSTM) and pre stack depth migration (PSDM) has certain advantages and disadvantages. The reflector of the cross-section from the PSTM more focuses but less continuity. On the other hand, the PSDM yields the cross-section with better reflector continuity but less focus. Thus, in terms of reflector continuity, the PSDM is more proper used in 2D seismic data of 'Y' field, North West Java Basin. This is due to the basin having complex geologic structure and stratigraphy.Keywords : stacking, migration, PSTM and PSDM
KARAKTERISASI SENSOR GAS LPG (LIQUEFIED PETROLEUM GAS) DARI BAHAN KOMPOSIT SEMIKONDUKTOR TiO2(CuO) Ratna Sari Dewi; Elvaswer -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.537 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan sintesis dan karakterisasi pelet untuk sensor LPG (Liquefied Petroleum Gas) dari bahan komposit semikonduktor TiO2(CuO) dengan metode reaksi kimia padatan (solid state reaction). Proses pembuatan pelet terdiri atas proses pencampuran bahan, kalsinasi pada temperatur 500ºC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi dan sintering pada 700ºC selama 4 jam. Sensor LPG diuji pada temperatur ruang (270C) dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, dan nilai konduktivitas. Berdasarkan pengukuran karakteristik I-V diketahui bahwa sampel dengan penambahan bahan CuO sebanyak 10% mol memiliki nilai sensitivitas 10 pada tegangan 10 volt.Kata kunci :  Komposit, sensor LPG, reaksi kimia padatan, karakterisasi I-V, sensitivitas.AbstractThe Liquefied Petroleum Gas (LPG’s) sensor in the form of composite has been characterized. The steps of manufacturing processes are the mixing of materials, calcinations at 500ºC for 4 hours, blended, compacted and sintered at 700ºC for 4 hours.  The sensor was tested at room temperature through current (I)-voltage (V) characteristics, sensitivity, and conductivity.  Based on measurement I-V characteristic it’s known that sample with 10% addition of CuO have  sensitivity of 10 at 10 volt voltage.Keyword : Composite, LPG sensor, solid state reaction, charachterization of I-V, sensitivity.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MAGNESIUM OKSIDA (MgO) DENGAN VARIASI MASSA PEG-6000 Peni Alpionita; Astuti -
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.793 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi magnesium oksida (MgO) menggunakan metode presipitasi. Nanopartikel MgO disintesis dengan memvariasikan massa     PEG-6000 yaitu 0,5 g, 1 g dan 1,5 g pada suhu sintering 350 ºC. Sintesis nanopartikel MgO dengan penambahan PEG-6000 2 g dilakukan pada suhu sintering 350 ºC dan 500 ºC. Struktur kristal, ukuran kristal, morfologi permukaan dan distribusi diameter partikel dari nanopartikel ini dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Dari hasil analisis pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa struktur kristal MgO berbentuk kubik dan morfologi permukaan MgO berbentuk bulat (spherical). Ukuran kristal semua sampel berkisar antara 51,01 nm – 72,27 nm dan ukuran partikel semua sampel berkisar antara 15 nm – 65,42 nm. Morfologi permukaan partikel dengan penambahan massa PEG-6000 2 g terlihat adanya        rongga-rongga antara partikel sehingga dapat mengurangi penggumpalan (aglomerasi) partikel apabila dibandingkan dengan penambahan massa PEG-6000 yang lebih sedikit yaitu 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g. Morfologi permukaan nanopartikel MgO yang disintering pada suhu yang lebih tinggi terlihat semakin homogen dan terdapat sedikit penggumpalan (aglomerasi) dibandingkan dengan sampel yang disintering pada suhu rendah. Kata kunci : MgO, presipitasi, PEG-6000, XRD, SEMAbstractThe synthesis and characterization of magnesium oxide (MgO) by precipitation method has been conducted. MgO nanoparticles was synthesized with mass variations of PEG-6000 0.5 g, 1.0 g and   1.5 g at sintering temperature of 350 ºC. Synthesis of MgO nanoparticles with PEG-6000 2 g was done at sintering temperature of 350 ºC and 500 ºC. Crystal structure, crystallite size, surface morphology and particle diameter distribution of these nanoparticles were characterized by X-Ray       Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscope (SEM). X-ray patterns analysis, show that crystal structure of MgO are cubic shape and surface morphologi of MgO is spherical shape. The crystallite size of all samples are approximately from 51.01 nm – 72.27 nm. The particles size of all samples are approximately from 15 nm – 65.42 nm. Surface morphology of particles with mass addition of PEG-6000 2 g show the cavities between the particles so as to reduce agglomeration particles when compared with addition of PEG-6000 are less that 0.5 g, 1.0 g and 1.5 g. Surface morphology of MgO nanoparticles  were sintering at high temperature show more homogeneous and there is a little agglomeration compared with sampleswere sintering at low temperatures.Keywords : MgO, precipitation, PEG-6000, XRD, SEM

Page 14 of 179 | Total Record : 1790