cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Pengendalian Laju Korosi pada Baja API 5L Grade B N Menggunakan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Eri Aidio Murti; Sri Handani; Yuli Yetri
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.278 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.172-178.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengendalian laju korosi pada baja API 5L Grade B N menggunakan ekstrak daun gambir dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0%. Medium korosif yang digunakan adalah NaCl dan H2SO4 1 M. Empat sampel direndam dalam medium korosif tanpa inhibitor, 4 sampel direndam pada medium korosif dengan penambahan inhibitor dan 4 sampel direndam dalam larutan inhibitor selama 24 jam, kemudian direndam di dalam medium korosif. Lama perendaman bervariasi yaitu 1, 5, 10 dan 15 hari Metode yang digunakan adalah metode kehilangan berat untuk menentukan laju korosi dan nilai efisiensi. Laju korosi berkurang dengan kenaikan konsentrasi inhibitor. Nilai efisiensi tertinggi mencapai 94,65% pada medium korosif NaCl 1 M dan 89,79% pada medium korosif H2SO4 1 M dengan kenaikan konsentrasi inhibitor 2%. Hasil foto SEM permukaan baja memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun gambir mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci: baja API 5L Grade B N, efisiensi inhibisi, ekstrak daun gambir, inhibitor, laju korosi
Efek Doping Senyawa Alkali Terhadap Celah Pita Energi Nanopartikel ZnO Ira Olimpiani; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.097 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.115-121.2016

Abstract

Penelitian tentang efek doping senyawa alkali terhadap celah pita energi nanopartikel ZnO telah dilakukan. Sintesis nanopartikel ZnO dilakukan dengan metode sol-gel dengan doping senyawa alkali yaitu Li2CO3, Na2CO3 dan K2CO3. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan X-Ray Diffraction untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, UV-Vis Spectrometry untuk menentukan celah pita energi dan Scanning Electron Microscope untuk mengetahui morfologi. Struktur kristal yang terbentuk dari ZnO yang di-doping adalah hexagonal zincite. Ukuran kristal yang didapatkan dari ZnO tanpa doping adalah 84,31 dan ZnO yang di-doping senyawa alkali yaitu 37,76 nm; 26,57 nm dan 52,78 nm. ZnO yang didoping senyawa alkali memiliki nilai celah pita energi dengan nilai yang lebih kecil yaitu 3,46 eV; 3,54 eV; dan 3,46 eV. ZnO tanpa doping terlihat memiliki jumlah butiran partikel yang sedikit dan menggumpal, sedangkan ZnO yang di-doping dengan logam alkali memperlihatkan ukuran partikel yang tidak seragam dan bentuk partikel yang menggumpal.Kata kunci: celah pita energi, doping, senyawa alkali, ZnO
Rancang Bangun Sistem Identifikasi Data Pasien pada Rekam Medis Elektronik Menggunakan Teknologi RFID Alkhairunas Riyuska; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.552 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.1.59-64.2016

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem identifikasi data pasien pada rekam medis elektronik menggunakan teknologi RFID. Sistem terdiri dari perangkat keras berupa rangkaian  sensor RFID yang dikendalikan menggunakan ATmega8535 dan perangkat lunak berupa software aplikasi Delphi7. RFID tag pasif  digunakan sebagai kartu identitas pasien. Sistem bekerja saat kartu pasien terdeteksi dan software aplikasi menampilkan data riwayat pasien. Jarak terjauh kartu pasien yang dapat dideteksi adalah 7 cm dengan frekuensi terendah 0,2 Hz. Data pasien yang tersimpan dalam database diproses menggunakan software aplikasi. ID number RFID tag pasif dibaca oleh personal computer menggunakan komunikasi serial dengan sistem transmisi asinkron yang digunakan sebagai kode pendaftaran identitas pasien.kata kunci: rekam medis, RFID, mikrokontroler, database, Delphi7.
Verifikasi Dosis Radiasi Kanker Menggunakan TLD-100 pada Pasien Kanker Payudara dengan Penyinaran Open System Merli Azizah; Dian Milvita; Sri Herlinda; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.295 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.147-152.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang verifikasi dosis radiasi kanker menggunakan Thermoluminesence Dosimeter-100 (TLD-100) pada pasien kanker payudara. Tujuan dilakukannya verifikasi adalah untuk mengetahui kesesuaian antara dosis radiasi yang diterima pasien dengan dosis radiasi yang direncanakan, sehingga tidak mengalami kekurangan atau kelebihan dosis radiasi. Verifikasi dilakukan pada lima orang pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi dengan penyinaran open system. Pengukuran dosis radiasi menggunakan teknik Source to Surface Distance (SSD). Verifikasi diperoleh dengan menghitung deviasi ketepatan perhitungan dan pengukuran dosis radiasi. Langkah-langkah sebelum melakukan verifikasi dosis radiasi adalah mengkalibrasi TLD-100, mengukur dosis radiasi permukaan menggunakan TLD-100 dan melakukan verifikasi dosis radiasi. Hasil penelitian menunjukkan deviasi ketepatan dosis radiasi berkisar dari -0,12 sampai 13,17 %. Dengan demikian, dosis radiasi yang diterima oleh lima orang pasien kanker payudara sudah tepat karena masih berada dalam rentang ketidakpastian alat ukur.Kata kunci: dosis radiasi, open system, radioterapi, TLD-100, verifikasi
Rancang Bangun Alat Ukur dan Indikator Kadar Air Gabah Siap Giling Berbasis Mikrokontroler dengan Sensor Fotodioda Novia Ulfa Oktavianty; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.082 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.1.94-100.2016

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun alat ukur dan indikator kadar air gabah siap giling berbasis mikrokontroler dengan sensor fotodioda.  Alat ini menggunakan sensor fotodioda dan LED yang dipasangkan pada timbangan yang memiliki pegas. Perubahan nilai tegangan keluaran akibat perubahan berat dikuatkan dengan penguat non-inverting dan dirubah menjadi nilai kadar air padi dan ditampilkan pada layar LCD. Kadar air acuan gabah siap giling adalah 14%. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa alat yang dibuat dapat mengukur kadar air gabah siap giling untuk dua sampel pada proses penjemuran dari keadaaan basah 19,56% dan 21,7% sampai 14% dengan rata-rata kesalahan sebesar 3,04%  dan 4,35% . Alat yang dibuat merupakan acuan untuk semua gabah yang dijemur langsung di bawah sinar matahari dan dilengkapi dengan alarm sebagai indikator ketika kadar air gabah bernilai 14%.Kata kunci: kadar air, mikrokontroler, sensor fotodioda.
Perancangan Sistem Pendingin Air Menggunakan Elemen Peltier Berbasis Mikrokontroler ATmega8535 Frima Gandi; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.896 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.1.35-41.2016

Abstract

Perancangan sistem pendingin air menggunakan elemen Peltier berbasis mikrokontroler ATmega8535 telah dilakukan. Sisi dingin elemen Peltier dimanfaatkan sebagai pendingin air. Kemampuan elemen Peltier untuk memompa panas dari sistem ke lingkungan diuji dengan menvariasikan massa air yaitu 50 g, 100 g, 150 g, 300 g dan 500 g. Panas dari sistem diserap melalui heatsink bagian bawah kemudian panas dilepaskan ke lingkungan pada heatsink bagian atas. Fan AC digunakan untuk mempercepat pelepasan panas dari heatsink ke udara sehingga pemindahan panas dari sistem ke lingkungan berjalan lebih cepat. Sensor LM35 digunakan sebagai pendeteksi perubahan temperatur. Mikrokontroler ATmega8535 memproses keluaran sensor LM35 dan menampilkannya di LCD. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan elemen Peltier menurun seiring bertambahnya massa air dan meningkat dengan bertambahnya tegangan dan arus. Pada tegangan 12 V/3 A, elemen Peltier mampu menurunkan temperatur air bermassa 50 g hingga 5,7 °C, sedangkan untuk  air bermassa 500 g elemen Peltier hanya mampu menurunkan temperatur air hingga 14,2 °C.Kata kunci : elemen Peltier, LM35
Pemetaan Magnitude of Completeness (Mc) untuk Gempa Sumatera Jenny Teresia Simamora; Elistia Liza Namigo
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.567 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.179-186.2016

Abstract

Telah dilakukan estimasi nilai Mc, nilai-b dan nilai-a menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS (United States Geological Survey) dari Januari 1970 sampai Maret 2015 dengan batas 90°BB - 106°BB dan 6°LU - 6°LS dengan skala magnitudo Mw≥4 SR sampai 9 SR pada kedalaman maksimum 300 km yang meliputi wilayah Sumatera dan Samudera Hindia. Dalam penelitian ini digunakan Software ZMAP under MATLAB. Estimasi Mc dilakukan secara spasial dan temporal dengan menggunakan dua metoda yaitu metoda MAXC dan EMR. Variasi nilai Mc secara spasial kemudian dipetakan dengan bin size 250 secara spasial dan secara temporal persepuluh tahun untuk melihat evolusi nilai Mc selama empat dekade terakhir. Dari analisis diatas, diperoleh Mc sekitar 4,2 SR sampai 5,6 SR (nilai Mc rata-rata adalah 4,6 SR), Nilai-b berkisar 0,6 sampai 1,1 dan variasi nilai-a berkisar 5 sampai 7,5. Berdasarkan pemetaan nilai Mc, Sumatera bagian utara dan daerah lepas pantai barat Sumatera memiliki nilai Mc yang rendah yaitu (4.6-4,9) SR. Ini menandakan bahwa data gempa untuk daerah-daerah tersebut cukup lengkap di banding daerah lain. Berdasarkan pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa-gempa besar adalah wilayah Aceh, Simeulue, Nias, Mentawai dan sekitar Bengkulu. Variasi Mc secara temporal relatif menurun selama empat dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perekaman data gempa relatif baik.Kata Kunci: pemetaan Mc, nilai-b, nilai-a, MAXC, EMR.
Karakterisasi Sensor TiO2 Didoping ZnO untuk Mendeteksi Gas Oksigen Wahyuni Putri; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.213 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.122-130.2016

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas oksigen berupa pelet dengan bahan utama TiO2 didoping dengan ZnO. Pelet sensor gas oksigen dibuat dengan variasi doping ZnO (0% mol, 2% mol,4% mol, 6%mol, 8% mol, dan 10% mol) terhadap bahan utama TiO2. Proses pembuatan sensor gas oksigen diawali dengan pencampuran bahan TiO2 didoping ZnO, kalsinasi pada temperatur 800 ºC selama 4 jam, penggerusan, kompaksi, dan sintering pada temperatur 900 ºC selama 4 jam. Sensor gas oksigen diuji pada temperatur ruang (30 ºC) dengan melihat karakteristik I-V, nilai sensitivitas, nilai konduktivitas, waktu respon, dan karakterisasi XRD. Berdasarkan pengukuran krakteristik I-V bahwa sampel dengan penambahan bahan ZnO sebanyak 8% mol memiliki sensitivitas tertinggi dibanding sampel lainnya yaitu 2,46 pada tegangan 3 volt dan sampel yang memiliki konduktivitas tertinggi terdapat pada sampel dengan penambahan ZnO terbanyak yaitu 10% mol dengan nilai konduktivitas di lingkungan udara sebesar 7,33 x 10-3 Ω-1m-1 dan nilai konduktivitas di lingkungan oksigen sebesar 11,79 x 10-3 Ω-1m-1. Waktu respon sampel 92% mol TiO2 + 8% ZnO pada tegangan 3 volt adalah 55 s. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal 92% mol TiO2 + 8% mol ZnO lebih besar dibandingkan dengan bahan TiO2 murni. Pada doping TiO2 + 8% ZnO telah terbentuk senyawa baru berupa Zn2TiO4.Kata kunci : karakterisasi I-V, konduktivitas, sensor gas oksigen,sensitivitas, TiO2(ZnO),waktu respon.
Analisis Konduktivitas Termal dan Porositas Sinter Silika Sumber Mata Air Panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Ridhovi Endovani; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.635 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.1.65-72.2016

Abstract

Telah dilakukan pengujian terhadap sinter silika yang berasal dari daerah sumber mata air panas di Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi reservoir panas bumi yang akan dimanfaatkan sebagai energi geotermal. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kandungan, uji konduktivitas termal dan uji porositas pada 6 sampel sinter silika di sekitar sumber mata air panas. Pengujian kandungan pada dua sampel di titik 2 dan titik 4 yang dilakukan dengan meggunakan X-Ray Fluoresence (XRF) dengan hasil kandungan SiO2 sebesar 87,42% dan 89,33 %. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah sumber mata air panas Sapan Maluluang didominasi oleh silika dan memiliki suhu reservoir panas bumi sekitar 175ºC. Konduktivitas termal sinter silika diuji dengan mengalirkan panas pada sinter silika yang diapit oleh dua plat besi, kemudian dicatat perubahan suhunya tiap menit selama 30 menit. Hasil pengujian menunjukkan nilai sinter silika yang tinggi dengan rata-rata konduktivitas termalnya 1170,37 W/mºC. Berdasarkan uji porositas dihasilkan bahwa sinter silika memiliki porositas rata-rata 11,68 %. Berdasarkan Badan Standarisasi Nasional kondisi ini memenuhi syarat porositas batuan reservoir yang dapat digunakan sebagai sumber energi geotermal.Kata kunci: sinter silika, energi geotermal, konduktivitas termal, porositas
Analisis Densitas Nuklida Lead-Bismuth Cooled Fast Reactor (LFR) Bedasarkan Variasi Daya Keluaran Cici Rahmadya Guskha; Mohammad Ali Shafii; Feriska Handayani Irka; Zaki Su’ud
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.602 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.1.7-13.2016

Abstract

Analisis densitas nuklida Lead-bismuth Cooled Fast Reactor (LFR) berdasarkan variasi daya keluaran telah dilakukan. Reaktor ini menggunakan UN-PuN sebagai bahan bakar dan timbal-bismuth sebagai pendingin. Parameter yang diamati adalah Inte.C.R (Integral Convertion Ratio) dan densitas nuklida (235U, 238U, 239Pu).  Penelitian ini dilakukan secara simulasi komputasi menggunakan kode SRAC dengan JENDL-32 sebagai library. Model teras adalah cylinder dua dimensi R-Z dengan lima variasi daya keluaran yaitu 300, 350, 400, 450, dan 500 MWTh. Teras reaktor dibagi menjadi 11 region radial dan 2 region axial. Sepuluh region pertama merupakan region untuk menempatkan bahan bakar sedangkan region ke sebelas adalah reflektor. Pada awal operasi reaktor, masing-masing region diisi dengan bahan bakar uranium alam. Setelah 10 tahun pembakaran, hasil burn up pada region 1 di shuffling ke region 2, hasil burn up region 2 di shuffling ke region 3, dan seterusnya sampai hasil burn up region 9 di shuffling ke region 10 dan hasil burn up region 10 dikeluarkan dari teras reaktor sehingga region 1 dapat diisi dengan bahan bakar baru (fresh fuel). Proses ini dilakukan sampai 100 tahun operasi reaktor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa daya 300 MWTh mempunyai nilai Inte.C.R dan densitas nuklida yang paling optimal (memiliki nilai yang paling besar dibandingkan dengan daya keluaran yang lain sehingga bisa digunakan dalam pengoperasian reaktor dalam jangka panjang).Kata kunci: burn up, densitas nuklida, LFR, shuffling, UN-PuN.

Page 16 of 179 | Total Record : 1790