cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO Veronica, Yessi; Astuti, Astuti; Alfitri Usna, Sri Rahayu
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.29-36.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi sifat optik pada nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO. Sampel yang digunakan adalah Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3). Metode yang digunakan untuk sintesis nanokomposit adalah metode presipitasi. Nanokomposit dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infra (FTIR), UV-Vis Spectrometry, dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil karakterisasi XRD pada sampel dengan variasi Fe3O4, Fe3O4@ZnO 1:1, Fe3O4@ZnO 1:2, dan Fe3O4@PEG:ZnO 1:3 menunjukkan struktur besi oksida berturut-turut adalah cubic, monoclinic, rhombohedral, dan cubic. Sedangkan struktur ZnO untuk sampel dengan variasi Fe3O4@ZnO 1:1, Fe3O4@ZnO 1:2, dan Fe3O4@PEG:ZnO 1:3  adalah hexagonal.  Ukuran kristal yang diperoleh pada Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3)  berturut-turut sebesar 14,54 nm; 14,59 nm; 2,91 nm; dan 2,91 nm. Hasil karakterisasi sifat optik menunjukkan bahwa energi gap Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3)  berturut-turut sebesar 2,06 eV; 2,56 eV; 3,17 eV; dan 2,25 eV. Pada pengujian FTIR terdapat ikatan O-H yang menunjukkan adanya serapan molekul air pada permukaan Fe3O4, ikatan C-O dan C-C menunjukkan terbentuknya PEG, dan ikatan Zn-O menunjukkan terbentuknya ZnO. Distribusi ukuran partikel Fe3O4@PEG:ZnO (1:2) yaitu pada rentang 0,246 μm (246 nm) hingga 0,030 μm (30 nm), dengan distribusi ukuran partikel terbanyak 0,030 μm (30 nm).
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Mengidentifikasi Lapisan Akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kabupaten Kubu Raya Faisal, Faisal; Putra, Yoga Satria; Muhardi, Muhardi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.22-28.2022

Abstract

Lapisan akuifer di Komplek Alam Mulia Serdam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah diidentifikasi menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pengambilan data dilakukan menggunakan perangkat alat geolistrik Automatic Resistivity System (ARES) 12 V. Pengukuran di lapangan mengaplikasikan konfigurasi dipol-dipol dengan panjang lintasan 195 m dan jarak antar elektroda 5 m. Sebaran nilai resistivitas yang diperoleh akan dijadikan acuan untuk melakukan interpretasi lapisan bawah permukaan di lokasi penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan sebaran resistivitas bawah permukaan hingga kedalaman 40,9 m, dengan nilai 5 Ωm - 908 Ωm. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan yang mempunyai nilai resistivitas sebesar 5 Ωm – 10,5 Ωm merupakan lapisan akuifer dengan litologi berupa pasir. Lapisan ini diduga sebagai akuifer dangkal (akuifer bebas), karena berada pada kedalaman ± 6 m – 31,2 m.
Uji Kesesuaian Kinerja Generator dan Tabung Pesawat Sinar-X Merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Tohiri, Novelia; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.37-43.2022

Abstract

Penelitian mengenai uji kesesuaian pesawat sinar-X telah dilakukan untuk mengukur dan menganalisis parameter uji kesesuaian kinerja generator dan tabung pesawat sinar-X merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas menggunakan alat ukur RaySafe X2 R/F Sensor dan RaySafe X2 Survey Sensor yang dilengkapi dengan RaySafe X2 Base Unit mAs sebagai penampil nilai besaran terukur. Pengukuran dilakukan dengan meletakkan detektor pada jarak 100 cm dari tabung sinar-X. Hasil yang didapatkan yaitu persentase error maksimal untuk uji akurasi tegangan  sebesar 0,67%, uji akurasi waktu penyinaran sebesar 1,4%, uji linearitas keluaran radiasi dengan nilai CL sebesar 22% untuk fokus besar dan 23,1% untuk fokus kecil, uji reproduksibilitas dengan nilai CV maksimal sebesar 0,000641, uji kualitas berkas sinar-X untuk tegangan 50 kV, 60 kV, 70 kV, 80 kV, dan 90 kV dengan nilai HVL untuk masing-masing tegangan sebesar 1,93 mmAl, 2,36 mmAl, 2,74 mmAl, 3,16 mmAl, 3,54 mmAl, dan uji kebocoran tabung maksimal sebesar 0,069 mGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan secara umum pesawat sinar-X merek Siemens memenuhi standar yang telah ditetapkan mengacu kepada Perka BAPETEN No 2 Tahun 2018 dan dinyatakan dalam kondisi andal dengan perbaikan karena salah satu parameter uji yaitu linearitas keluaran radiasi tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. 
Pemetaan Struktur Bawah Permukaan di sekitar Manifestasi Panas Bumi Desa Sungai Tutung Kerinci Menggunakan Metode Geomagnetik Suci, Ratika Tri; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.540-547.2021

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan di Desa Sungai Tutung menggunakan metode geomagnetik. Data diukur menggunakan magnetometer dalam area berdimensi 1100 m × 1100 m pada 115 titik ukur dengan panjang dan lebar antar titik adalah 100 m. Data dikoreksi dengan koreksi harian, IGRF, dan topografi. Selanjutnya, dilakukan reduksi ke kutub dan filter kontinuasi ke atas. Hasil penelitian didapatkan nilai anomali magnetik sekitar -2554 nT hingga 3578 nT yang didominasi oleh nilai negatif diduga karena adanya demagnetisasi batuan di bawah permukaan. Pemodelan 2D dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnetik hasil filter kontinuasi ke atas pada ketinggian 100 m. Berdasarkan pemodelan 2D, didapatkan tiga struktur utama sistem panas bumi. Struktur pertama didominasi oleh batuan sedimen yang diindikasikan sebagai lapisan caprock dengan kedalaman 500 m hingga 850 m. Struktur kedua didominasi oleh batupasir, alterasi lempung, dan intrusi lava dasitik yang diindikasikan sebagai reservoir dengan kedalaman ±850 m hingga 1160 m. Struktur ketiga didominasi batuan beku dan magma basaltik yang diduga merupakan kemenerusan dari Gunung Api Lumut dan diindikasikan sebagai hot rock yang berada di kedalaman di bawah ±1160 m.
Kajian Suseptibilitas Magnetik Tanah Sebagai Indikator Longsor di Gunung Nago, Padang Felita, Gina; Afdal, Afdal; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.75-81.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis nilai suseptibilitas magnetik tanah daerah potensi longsor di kawasan Gunung Nago. Sampel tanah diambil pada empat lintasan yaitu lintasan A, B, C dan D dengan jarak antar lintasan 5 m yang terdiri dari 10 titik sampel, sehingga membentuk grid yang terdiri dari 40 titik sampel untuk tiap kedalaman. Sampel diambil dengan variasi kedalaman 25, 50 dan 100 cm sehingga dihasilkan 120 sampel tanah. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan MS2B Bartington Susceptibility Meter dengan dua frekuensi, yaitu frekuensi rendah (0,47 kHz) dan frekuensi tinggi (4,7 kHz). Hasil pengukuran χFD (%) menunjukkan nilai berkisar antara 0,72% hingga 10,26%. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik bergantung frekuensi χFD (%) lokasi penelitian memiliki kandungan bulir superparamagnetik yang rendah (kurang dari 10%) sehingga tanah daerah penelitian tersebut lebih kesulitan untuk menyerap air dan menjadikan area ini sulit terjadi longsor. Area kedalaman 25 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) sebesar 1,87% - 4,5% dan diperkirakan area kedalaman 25 cm memiliki kecenderungan rendah mengalami longsor. Sementara, area kedalaman 50 cm memiliki nilai rata-rata χFD (%) lebih rendah sebesar 1,64% - 5,19% dan diperkirakan kedalaman ini memiliki kecenderungan lebih rendah untuk terjadinya longsor.
Distribusi Dosis Radiasi Foton Berdasarkan Variasi Kedalaman dan Luas Lapangan Penyinaran Pada Fantom Menggunakan Peawat Linac Tipe Clinac Cx Wulandari, Indria; Shafii, Mohammad Ali; Adrial, Rico; Diyona, Fiqi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.89-96.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis distribusi dosis radiasi foton berdasarkan variasi kedalaman dan luas lapangan penyinaran pada fantom menggunakan pesawat Linac tipe Clinac CX. Pengukuran distribusi dosis radiasi dilakukan untuk menganalisis distribusi dosis radiasi foton pada tiap kedalaman dan luas lapangan penyinaran agar dosis pada target dan organ kritis dapat dilihat dan mendapatkan dosis yang optimal berdasarkan  kurva isodosis. Kurva isodosis dibuat menggunakan data Percentage Depth Dose (PDD) dan profile dose (PD) pada berkas foton 6 MV dan 10 MV pada  kedalaman 5 cm, 10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm, 30 cm dan luas lapangan penyinaran 10x10 cm2, 15x15 cm2, 20x20 cm2, 25x25 cm2, 30x30 cm2, 35x35 cm2, 40x40 cm2. Metode yang digunakan dalam pengolahan data PDD dan PD menggunakan teknik interpolasi linear supaya memiliki interval yang sama yaitu 0,25, kemudian menggunakan teknik pembobotan untuk menghitung dosis radiasi di tiap titik menggunakan Matlab. Kurva PDD menunjukkan bahwa persentase dosis radiasi dipengaruhi oleh kedalaman dan  tidak dipengaruhi oleh luas lapangan penyinaran terhadap  nilai  dosis radiasi. Kurva isodosis yang terbentuk dipengaruhi oleh kedalaman, luas lapangan penyinaran dan energi radiasi. Semakin bertambah kedalaman, semakin menurun persentase dosis radiasi dan semakin datar kurva yang dihasilkan. Dosis radiasi meningkat seiring dengan meningkatnya ukuran luas lapangan penyinaran
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Magnet Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO Khaira, Ihda; astuti, Astuti; Usna, Sri Rahayu Alfitri
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.57-61.2022

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO yang bertujuan untuk mengetahui sifat magnetik dan struktur core-shell dari sampel. Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO disintesis menggunakan metode presipitasi dengan variasi sampel Fe3O4 dan ZnO yang digunakan yaitu Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3). Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Transmission Electron Microscope (TEM), Fourier Transform Infra Red (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA), dan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel tersusun dari fasa Fe3O4 dan fasa ZnO dan ukuran kristal beturut-turut yaitu  17,495 nm; 16,271 nm; 25,449 nm; dan 24,443 nm. Hasil TEM menunjukkan terbentuknya struktur core-shell dimana PEG:ZnO sebagai shell dan Fe3O4 sebagai core. Dari hasil FTIR terdapat ikatan C-O dan C-C yang menunjukkan terbentuknya PEG, ikatan Fe-O menunjukkan terbentuknya Fe3O4,dan ikatan Zn-O menunjukkan terbentuknya ZnO. Pengujian dengan PSA didapatkan ukuran partikel sebesar 33 nm, 23 nm, dan 16 nm dengan distribusi ukuran partikel yaitu 25%, 50%, dan 75%. Pengujian menggunakan Bartington MS2 didapatkan nilai suseptibilitas magnet berturut-turut yaitu (12,34; 11,36; 11; 10,99) x 10-6m3kg-1 dan persentase bulir superparamagnetik berkisar antara 10% sampai 75%. 
Pengaruh Penggunaan Serat Plastik Sebagai Pengganti Serat Kaca pada Papan Beton Ringan Ridho, Rasyid; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.97-103.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan persentase serat plastik terhadap papan beton ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dari serat plastik terhadap sifat fisis dan mekanik papan beton ringan. Persentase serat plastik yang diigunakan adalah 0%, 2%, 3%, 4%, 5% dan 6%. Pengujian yang dilakukan berupa densitas, daya serap air, kuat tekan dan kuat lentur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan nilai densitas  dan daya serap terendah didapatkan pada sampel  dengan variasi serat plastik 6% yaitu sebesar 1,58 g/cm3 dan 11,40%. Kuat tekan dan kuat lentur mengalami peningkatan seiring meningkatnya persentase penambahan serat plastik hingga  didapatkan kuat tekan maksimum pada penggunaan 4% serat plastik yaitu sebesar 59,20 kg/cm2, sedangkan nilai kuat lentur maksimum yaitu 49,50 kg/cm2 pada penggunaan persentase serat plastik 4%. Kuat tekan dan kuat lentur kemudian mengalami penurunan pada penggunaan serat sebesar 5% dan 6%,  hal ini disebabkan karena ikatan antar beton berkurang akibat terlalu banyak penggunaan  persentase plastik dan persentase mortar yang dikurangi.  Persentase terbaik didapatkan pada penggunaan serat plastik sebesar 4%, karena pada penggunaan serat plastik sebesar 4% didapatkan kuat tekan dan kuat lentur maksimum selain itu densitas dan daya serap air sudah memenuhi standar SNI maupun GRC.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) dan Gas Thoron (Rn-220) Menggunakan Detektor CR-39 pada Ruangan Kelas di Kota Lubuk Basung Wulandarisman, Morry; Milvita, Dian; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.113-118.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 pada ruangan kelas di Kota Lubuk Basung.  Penelitian bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) dalam ruangan, kemudian ditinjau berdasarkan ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014.  Pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 sebanyak 50 buah yang dipasang selama 3 bulan pada 9 lokasi sekolah.  Detektor CR-39 selanjutnya dietsa menggunakan larutan NaOH 6,25N selama 7 jam pada suhu 70oC untuk memperjelas jejak partikel alfa dari detektor.  Jejak yang terdapat pada CR-39 dibaca menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400 kali.  Hasil pengukuran konsentrasi gas radon tertinggi yaitu 135±9,55 Bq/m3 dan terendah yaitu 38±2,65 Bq/m3 dengan rerata pada ruangan kelas yaitu 84,06±5,89 Bq/m3.  Konsentrasi gas thoron (Rn-220) tertinggi yaitu 109±7,71 Bq/m3dan terendah yaitu 8±0,57 Bq/m3 dengan rata-rata 61,62±4,38 Bq/m3.  Konsentrasi yang didapatkan tidak melebihi rekomendasi ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014 sebesar 300 Bq/m3 untuk gas radon dan thoron.  
Distribusi Dosis Radiasi Foton pada Treatment Planning System Menggunakan Teknik 3DCRTdan IMRT untuk Terapi Kanker Serviks Effina, Anggi; milvita, dian; ilyas, muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.126-130.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai distribusi dosis radiasi foton pada Treatment Planning System  (TPS) menggunakan teknik Three Dimension Conformal Radiotherapy (3DCRT) dan Intensity Modulation Radiotherapy  (IMRT) untuk terapi kanker serviks, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dosis yang mencangkup Planning Target Volume  (PTV) ) Cakupan  melalui Conformity Index  (CI) dan Homogeneity Index  (HI) serta Normal Tissue to Integral Dose  (NTID) jaringan di luar target kanker berdasarkan grafik Dose Volume Histogram  (DVH) yang tidak melebihi batas Organ at Risk (DAYUNG). Analisis data dilakukan pada hasil grafik DVH yang didapatkan dari TPS. Distribusi dosis didapatkan berupa nilai CI dan HI yang tidak melebihi 1, kemudian pada Jaringan normal di luar didapatkan nilai NTID melingkupi nilai PTV, Rectum ,  Bledder , Bowel , Femoral Head , hasil yang diperoleh tidak melebihi standar yang ditetapkan oleh ICRU Report 62 dan Laporan ICRU 83.