cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Sintesis Dan Karakterisasi Pigmen Hematit (α-Fe2O3) Dari Bijih Besi Di Jorong Kepalo Bukik Kabupaten Solok Selatan Menggunakan Metode Presipitasi Harmen Zanur; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.874 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.149-155.2017

Abstract

Penelitian ini berhasil mensintesis pigmen hematit (α-Fe2O3) dari bijih besi Jorong Kepalo Bukik, Kabupaten Solok Selatan. Uji kandungan material pada sampel dilakukan dengan metode XRF (X-Ray Fluorescence). Uji XRF  yang dilakukan pada sampel mentah, didapatkan  kandungan Fe 73,554 % dan  62,901 % Fe2O3. Sintesis menggunakan metode presipitasi dilakukan dengan 100 g bijih besi dicampur dengan 371 ml HCl dipanaskan pada temperatur 145 oC, kemudian direndam dengan NH4OH dan dibersihkan dengan aquades.  Campuran kemudian dikeringkan pada temperatur 150 oC dan dilakukan kalsinasi pada temperatur 500, 600, 700, dan 800 oC hingga membentuk serbuk hematit. Serbuk hematit dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffractometer) dan colorimeter. Berdasarkan hasil XRD, hematit (α-Fe2O3) yang diperoleh dengan temperatur kalsinasi 500 oC dan 800 oC  mempunyai struktur dan ukuran kristal yang sama yaitu rhombohedral dan 64,8 nm. Hasil uji warna menunjukkan  bahwa hematit dengan temperatur kalsinasi 500 oC mempunyai nilai  L*a*b adalah 24,87; 4,31; 3,39, temperatur kalsinasi 600 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,02; 4,24; 3,04, temperatur kalsinasi 700 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,17; 4,56; 3,02, temperatur kalsinasi 800 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,31; 3,4; 2,17.Kata kunci: bijih besi, pigmen, α-Fe2O3, presipitasi
Analisis Sisa Radiofarmaka NaI-131 pada Pasien Pasca Terapi Kanker Tiroid Menggunakan Teknik Whole Body Scan Suci Fauzana; Dian Milvita; Fadil Nasir
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.089 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.307-310.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis sisa radiofarmaka NaI-131 pada 15 orang pasien pasca terapi kanker  tiroid menggunakan teknik Whole Body Scan di Instalasi Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Terapi kanker tiroid dilakukan dengan cara pemberian radiofarmaka NaI-131 dengan dosis (85-150) mCi secara oral pada pasien, selanjutnya dilakukan scan seluruh tubuh pada pasien selama ± 30"  menit menggunakan instrumentasi kamera gamma dual head skylight ADAC merek Philips dan dicacah menggunakan teknik ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keseluruhan pasien pasca terapi kanker tiroid rerata sisa radiofarmaka pada tubuh yaitu 4,742 mCi atau setara dengan 175,454 MBq. Nilai sisa radiofarmaka di dalam tubuh masih berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh PERKA BAPETEN No 17 tahun 2012 yaitu 1100 MBq.Kata kunci: NaI-131, sisa radiofarmaka, Whole Body Scan.
Sintesis Nanokomposit Karbon-TiO2 Sebagai Anoda Baterai Lithium Aflahannisa Aflahannisa; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.062 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.357-363.2016

Abstract

Sintesis material anoda baterai lithium telah dilakukan dengan bahan baku dari karbon aktif dan titanium dioksida (TiO2). Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan mengaktivasi tempurung kemiri menggunakan larutan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan temperatur aktivasi 700 oC. Selanjutnya dibuat material anoda dengan menggunakan metode solid state reaction dengan variasi massa karbon aktif-TiO2 yaitu 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85% dan 20% : 80%. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR Meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan bahwa material anoda yang terbuat dari karbon aktif dan TiO2 tercampur hampir merata. Hasil XRD menunjukkan bahwa titanium dikosida (TiO2) memiliki struktur kristal yang sama yaitu Tetragonal dan karbon pada variasi massa karbon-TiO2 (20% : 80% dan 15% : 85%) memiliki struktur kristal Hexagonal sedangkan variasi massa karbon-TiO2 (10% : 90% dan 5% : 95%) memiliki struktur kristal Rhombohedral. Konduktivitas listrik tertinggi didapatkan pada variasi massa karbon-TiO2 (10%:90%) yaitu 1,11x10-7 S/cm dan kapasitansi tertinggi didapatkan variasi massa karbon-TiO2 (20%:80%).Kata kunci: baterai lithium, karbon aktif, TiO2, konduktivitas, kapasitansi
Analisis Pengaruh Temperatur Pemanasan Terhadap Sifat Fisis Sinter Silika dan Tipe Fluida (Air) pada Mata Air Panas Sapan Maluluang, Kecamatan Alam Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan Tania Dian Putri; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.611 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.1-8.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis sifat fisis sinter silika dan tipe fluida pada mata air panas Sapan Maluluang Kecamatan Alam Pauh Duo, Solok Selatan. Sifat fisis yang diteliti dalam penelitian ini yaitu densitas dengan menggunakan hukum Archimedes, porositas dengan menggunakan standar ASTM D7263-09 (Standard Test Methods for Laboratory Determination of Density of Soil Specimens), dan resistivitas dengan metode Probe Dua Elektroda. Nilai densitas, porositas dan resistivitas sinter silika pada temperatur 31oC dalam pengukuran ini adalah 1,206 g/cm3, 15,8 %, dan 7,195 Ωm. Pengaruh temperatur terhadap sifat fisis sinter silika juga dianalisis dalam penelitian ini. Berdasarkan pengukuran, peningkatan temperatur dari 175 oC hingga 300 oC mengakibatkan nilai densitas turun dari 1,112 g/cm3 menjadi 0,983 g/cm3, sedangkan nilai porositas sinter silika naik dari 33,3 % menjadi 53,3 %. Nilai resistivitas sinter silika juga mengalami peningkatan dari 23,035 Ωm menjadi 57,201 Ωm. Terdapat hubungan nilai faktor resistivitas dengan porositas yaitu bertambahnya pori-pori sinter silika mengakibatkan nilai faktor resistivitas mengecil. Hubungan nilai faktor resistivitas dan porositas sinter silika menghasilkan nilai sementasi dan tortuositas sinter silika. Meningkatnya temperatur sinter silika dari 175 oC hingga 300 oC menyebabkan nilai tortuositas meningkat dari 6,92 menjadi 48,89 dan sementasi mengecil dari 1,67 menjadi 1,08. Penentuan tipe fluida mata air panas, menggunakan kandungan sulfat, klorida dan bikarbonat yang terdapat pada air panas. Metode yang digunakan dalam pengujian kandungan sulfat yaitu Spektrofotometri, sedangkan kandungan klorida dan bikarbonat diuji dengan metode Argentometri cara Mohr dan metode titrasi asam basa. Berdasarkan pengolahan data menggunakan diagram trilinier, mata air panas Sapan Maluluang termasuk kedalam tipe air panas klorida karena kandungan klorida merupakan kandungan yang paling dominan yaitu mencapai 97,560 mg/L, sedangkan kandungan sulfat dan bikarbonat mencapai 21,333 mg/L dan 23,730 mg/L. Kata kunci : densitas, porositas, resistivitas, sinter silika, tipe air panas
Pengaruh Variasi Waktu Peleburan Terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit dari Abu Dasar Batubara yang Disintesis dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nurhabibah Nurhabibah; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.998 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.240-246.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan variasi waktu peleburan.Variasi waktu peleburan yang digunakan adalah 1 jam (Z1), 2 jam (Z2), 3 jam (Z2), dan 4 jam (Z4). Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2. Sampel yang telah dilebur, kemudiandipanaskanmelalui proses hidrotermal dengan medium kristalisasi NaAlO2. Sampel zeolit kemudian dinetralkan dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Sampel dikarakterisasi menggunakan XRD dengan software Match! 3. Konduktivitas listrik sampel diukur dengan LCR-meter. Hasil XRD menunjukkan bahwa sampel Z1 mengandung sodalit, lazurit, katoit, megakalsilit serta masih terdapat kuarsa dan kristobalit. Sampel Z2 mengandung sodalit, leusit dan kalsilit. Sampel Z3 mengandung sodalit dan bohmit, serta sampel Z4 mengandung sodalit, nosean dan katoit. Konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,8 × 10-6 – 2,4 × 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan waktu peleburan selama 2 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi yaitu 2,4 × 10-6 S/cm.Kata kunci: abudasar, hidrotermal, konduktivitas, nosean, sodalit, zeolit
Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Morfologi dan Jumlah Pori Karbon Aktif Tempurung Kemiri sebagai Elektroda Zudit Efendi; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.727 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.297-302.2016

Abstract

Telah dibuat elektroda dari karbon aktif tempurung kemiri (Aleurites molucanna) dengan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 600 oC, 700 oC, dan 800 oC. Jumlah mesopori karbon aktif yang dihasilkan berturut-turut adalah 208, 2381, dan 942 pori. Luas permukaan pori karbon aktif adalah 444426,57 , 12910253,53, dan 3466400,00 nm2. Nilai konduktivitas listrik elektroda yang diperoleh adalah 0,02, 0,03, dan 0,04 µS. Untuk nilai kapasitansi adalah 9,44, 15,13, dan 8,76µF. Sehingga elektroda terbaik dihasilkan pada suhu aktivasi 700 oC.Kata kunci:  Cappacitive deionization, elektroda, H3PO4, Karbon aktif, mesopori, tempurung kemiri
Pengaruh Lapisan Penyangga SnO2 dan ZnO Terhadap Sifat Optik Lapisan Tipis TiO2 Nora Zenestry Jaslia; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.405 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.33-38.2017

Abstract

Lapisan tipis TiO2, TiO2;ZnO, dan TiO2;SnO2 telah dideposisikan di atas kaca preparat dengan menggunakan metode spin coating. Serbuk SnO2 dibuat dengan melarutkan serbuk Sn dengan amonium hidroksida dan asam klorida. Larutan SnO2 dibuat dari serbuk SnO2 dengan mencampurkan larutan isopropanol dan etanol kemudian ditambahkan asam asetat. Larutan TiO2 dan ZnO dibuat dari serbuk TiO2 dan ZnO dengan mencampurkan monoethanolamine dan isopropanol. Larutan ZnO dan SnO2sebagai lapisan pertama dideposisikan terlebih dahulu diatas substrat kaca kemudian dilanjutkan larutan TiO2, dengan kecepatan yang sama yaitu 2500 rpm dan dikeringkan selama 30 menit pada temperatur 80 ˚C. Karakterisasi struktur kristal dan sifat optik (absorbsi dan energi gap) lapisan TiO2, TiO2;ZnO dan TiO2;SnO2 menggunakan XRD dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ukuran kristal dari ketiga sampel memilikiperbedaan yaitu TiO2 sebesar 63,64 nm, TiO2;ZnO sebesar 53,02 nm dan TiO2;SnO2 sebesar 79,08 yang dipengaruhi oleh pelarut. Penambahan lapisan penyangga menyebabkan energi gap mengalami penurunandimana sebelum penambahan lapisan penyangga energi gap TiO2 sebesar sebesar 3,2 eV, setelah penambahan lapisan penyangga energi gapmengalami penurunan yaitu 2,85 eV (TiO2;ZnO), dan (TiO2;SnO2) 3 eV. Kata kunci: energi gap, spin coating, TiO2, ZnO, SnO2, ukuran kristal,
Pengaruh Jenis Zeolit Terhadap Sensitivitas Sensor Non-Enzimatik untuk Mendeteksi Glukosa Febriati Nanda; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.562 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.394-399.2017

Abstract

Sensor gukosa non-enzimatik dengan modifikasi zeolit sintetis telah dibuat. Pada penelitian ini digunakan zeolit dengan kandungan Sodalit, Lezurit, Megakalsilit, dan Nosean yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 50 mg : 70 mg. Elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg : 30 mg : 20 mg. Kinerja elektroda (sensitivitas, linieritas dan tingkat reversibilitas elektroda) diuji menggunakan metode cyclic voltammetry (CV). Hasil pengujian diperoleh elektroda EPKZ2 dengan fraksi zeolit 100% menghasilkan nilai sensitivitas tertinggi sebesar 15,302 µAcm-2mM-1. Daerah optimum pendeteksian yang dicirikan dengan linieritas keluaran sensor berada pada rentang konsentrasi 50 mg/dl-300 mg/dl. Scan rate efektif dilakukan sebesar 100 mV/s dan nilai kesalahan puncak oksidasi elektroda sebesar 19,16% lebih kecil dari standar minimum sensor glukosa.Kata kunci: sensor non-enzimatik, zeolit sintetis, sensitivitas, linieritas, reversibilitas.
Distribusi Vertikal Karbon Monoksida di Sumatera Berdasarkan Pengamatan Measurement of Pollution in the Troposphere (MOPITT) Selama Kebakaran Hutan Tahun 2015 Ulfa Azmi; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.643 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.252-260.2016

Abstract

Distribusi vertikal karbon monoksida (CO) di Sumatera selama kebakaran hutan tahun 2015 telah diteliti menggunakan data satelit MOPITT (Measurements of Pollution in the Troposphere). Pengaruh proses konveksi terhadap pergerakan CO ke lapisan atmosfer diamati dengan data OLR (Outgoing Longwave Radiation) dan pergerakan udara dari data NCEP/NCAR (National Centers for Environmental Prediction/National Center for Atmospheric Research). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebakaran hutan tahun 2015 telah meningkatkan konsentrasi CO di Indonesia. Namun, jumlah gas CO yang terekam oleh MOPITT tidak terlalu tinggi (~40-120 ppbv). Hal ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi uap air di ekuator sehingga konsentrasi CO rendah dan waktu tinggal CO di atmosfer juga berkurang. Selain di permukaan, peningkatan konsentrasi CO juga teramati pada lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Namun, hubungan antara pergerakan CO ke lapisan atmosfer atas dengan aktivitas konveksi sulit untuk diamati dengan data satelit MOPITT. Perulangan waktu pengamatan MOPITT untuk titik pengamatan yang sama cukup lama yaitu 4 hari menjadi salah satu kendala. Walaupun demikian, dari tiga studi kasus yang diteliti, teramati pengaruh konveksi terhadap pergerakan CO ke atas pada dua kasus yaitu tanggal 11 dan 15 Oktober 2015. Pada 11 Oktober, jumlah CO bertambah dari 60 ppbv menuju 80-100 ppbv dan pada tanggal 15 Oktober, juga mengalami peningkatan dari 60 ppbv menjadi 80-90 ppbv pada 100 hPa.Kata kunci:CO, MOPITT, konveksi, Sumatera, kebakaran hutan 2015
Perhitungan Matriks Pij dan Distribusi Fluks Neutron pada Sel Bahan Bakar Nuklir U-235 dan U-238 Berbentuk Slab Menggunakan MOC Jakaria Usman; Shafii Ali Mohammad
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.622 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.74-80.2017

Abstract

Telah dilakukan perhitungan matriks Pij serta distribusi fluks neutron di dalam geometri slab pada sel bahan bakar nuklir U-235 dan U-238 dalam kondisi homogen dan tidak homogen. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai fluks skalar dan nilai Pij yang menggunakan Method of Characteristic (MOC). Besarnya fluks neutron dan nilai Pij bergantung pada penampang lintang bahan bakar nuklir, lebar region, jumlah region dan parameter input lainnya. Hasil penelitian ini secara umum telah sesuai dengan teori yaitu nilai Pij total pada beberapa region bernilai ≈ 1. Nilai Pij dan distribusi fluks neutron pada keadaan homogen lebih baik dan seragam dibandingkan pada keadaan tidak homogen, hal ini terlihat dari bentuk distribusi fluks pada slab sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Karriem (2012) Kata kunci: Matriks Pij, fluks neutron, Method of Characteristic(MOC), homogen, tidak homogen

Page 20 of 179 | Total Record : 1790