cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Identifikasi Pencemaran Air Sungai Batanghari Di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Berdasarkan Tinjauan Fisik dan Kimia Dwi Rani; Afdal Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.396 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.510-516.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran air sungai Batanghari di Sitiung Dharmasraya berdasarkan derajat keasaman (pH) temperatur, konduktivitas listrik, total padatan terlarut (TDS), dan kandungan logam berat Hg (Merkuri) dan Pb (Timbal). Pengambilan sampel dilakukan  sebanyak enam titik di sepanjang aliran sungai segmen Sitiung. Semua parameter diukur langsung di lapangan, kecuali kandungan logam berat. Pengukuran kandungan logam berat Hg dan Pb dilakukan menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy. Analisis tingkat pencemaran menggunakan metode Indeks Pencemaran air (IP). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pH total air sungai segmen Sitiung adalah 8,73 dan telah melebihi ambang batas baku mutu. Secara keseluruhan temperatur air di sungai Batanghari pada segmen ini tidak melebihi ambang batas baku mutu. Nilai konduktivitas listrik sampel air berkisar antara 34,3 dan 62,7 μS/cm dengan rata-rata total yaitu 56,63 μS/cm. Nilai TDS rata-rata adalah 29,7 ppm yang termasuk ke golongan fresh water. Nilai tertinggi kandungan Pb dalam sampel adalah 0,0034 mg/l dan Hg sebesar 0,0024 mg/l yang telah berada di atas nilai ambang batas baku mutu sebesar 0,001 mg/l. Berdasarkan nilai Indeks Pencemaran air (IP), DAS Batanghari di Sitiung dikategorikan tercemar ringan dengan nilai IP rata-rata sebesar 1,193. This study aims to determine the level of water pollution in the Batanghari Sitiung Dharmasraya river based on the degree of acidity (pH), temperature, electrical conductivity, total dissolved solids (TDS), and the content of heavy metals Hg (Mercury) and Pb (Lead). Sampling was carried out at six points along the Sitiung segment river flow. All parameters are measured directly in the field, except for heavy metal content. Measurement of heavy metal content Hg and Pb was done using Atomic Absorbtion Spectroscopy. Pollution level analysis uses the Water Pollution Index (IP) method. The results showed that the average pH value is 8.73 and exceed the quality standard threshold. Overall water temperature does not exceed the quality standard threshold. Electrical conductivity values of water samples ranged from 34.3 and 62.7 μS/cm with average of 56.63 μS/cm. The average TDS value is 29.7 ppm which belongs to the fresh water group. The highest value of Pb content in the sample is 0.0034 mg/l and Hg is 0.0024 mg/l which is above the quality standard threshold value of 0.001 mg/l. Based on the value of water pollution index (IP), the Batanghari river in Sitiung is categorized as mildly polluted with an average IP value of 1.193.
Optimasi Filter Gelombang Mikro Berbasis Metamaterial Split Ring Resonators Disti Nabila Suci; Mulda Muldarisnur
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.219 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.163-169.2021

Abstract

Optimasi geometri metamaterial Split Ring Resonators (SRR) dilakukan dengan menvariasikan ukuran geometrinya sehingga dapat bekerja pada rentang frekuensi gelombang mikro dan dapat diaplikasi sebagai filter gelombang mikro. Variasi dilakukan terhadap ukuran jari-jari SRR (r), lebar celah SRR (g), dan lebar cincin SRR (c). Optimasi bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi geometri metamaterial  SRR terhadap bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi dari filter yang dihasilkan. Perancangan geometri SRR dan variasi geometri dilakukan secara numerik menggunakan software Comsol Multiphysics. Data bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi yang didapatkan dari Comsol Multiphysics diolah menggunakan Matlab. Luaran yang didapatkan dari Matlab adalah grafik yang menyatakan pengaruh variasi geometri metamaterial SRR terhadap bandwidth frekuensi, insertion loss dan frekuensi resonansi filter yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan, semakin kecil lebar cincin maka semakin besar lebar bandwidth yang dihasilkan. Lebar celah cincin SRR tidak mempengaruhi bandwidth frekuensi. Semakin kecil jari-jari, lebar celah dan jarak pisah cincin luar dan cincin dalam maka insertion loss yang dihasilkan semakin kecil. Frekuensi resonansi yang didapatkan secara numerik lebih besar daripada frekuensi dengan perhitungan analitik. Perbedaan ini disebabkan karena posisi geometri SRR secara analitik berbeda dengan numerik.  Hasil optimal yang didapatkan dari optimasi ini adalah geometri dengan r = 6,5 mm, l = 0,75 mm, g = 2 mm yang memiliki bandwidth 690 MHz frekuensi dan insertion loss filter -4 dB.
Identifikasi Potensi Likuifaksi di Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman dengan Metode Geolistrik 2D Tahanan Jenis Fadilla Monica; Dwi Pujiastuti; Afdal Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.429 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.443-449.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi likuifaksi di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kota Padang pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis 2D konfigurasi Wenner. Pengambilan data dilakukan pada dua lintasan sejajar pantai (L1&L3) dan satu lintasan tegak lurus (L2) pantai dengan panjang lintasan masing-masing 540 m, jumlah titik sounding 54 dan jarak elektroda 10 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan software AGI EarthImager 2D. Hasil penelitian menunjukkan lapisan bawah permukaan terdiri dari endapan aluvial berupa pasir dan kerikil yang jenuh air, kedalaman muka air tanah cukup dangkal sekitar 1 – 18 m sehingga berpotensi terjadi likuifaksi. Daerah penelitian juga telah mengalami intrusi air laut sampai sejauh 350 m dari pantai. Intrusi air laut ini membuat sedimen penyusun wilayah semakin jenuh air sehingga potensi likuifaksi lebih tinggi. L1 (lebih dekat ke pantai) memiliki potensi likuifaksi yang relatif tinggi dibandingkan dengan L3 karena kedalaman muka air tanahnya lebih dangkal dan intrusi air laut lebih luas. Research to determine liquefaction potential in Sungai Limau Region, Padang Pariaman Regency, West Sumatra, had been conducted. The data used are resistivity data surveyed by the Research Institute for Coastal Resources and Vulnerability (RICRV) of Padang in 2019. This study applied the Wenner 2D configuration of the resistivity geoelectric method. Data collection was carried out on two main lines, parallel to the coastline (L1 & L3) and one perpendicular to the coastline (L2) with 540 m length, 54 sounding points, and 10 m electrode distance. Data processing was performed using AGI EarthImager 2D software. The results show that the subsurface layer consists of alluvial deposits in water-saturated sand and gravel. The groundwater level's depth is relatively shallow, around 1 - 18 m indicating a liquefaction potential. The study area also undergoes seawater intrusion up to 350 m from the coastline. Seawater intrusion triggers the existence of water-saturated sediment resulting in enhanced liquefaction potential. L1 (near the coast) showed a relatively higher liquefaction potential than line L3 because of its shallow groundwater-surface, triggering the more expansive seawater intrusion.
Rancang Bangun Alat Ukur Massa Jenis Zat Cair Otomatis Menggunakan Sensor Load Cell dan Sensor Ultrasonik Berbasis Arduino Uno Rabiatul adawiyah; Rahmat rasyid; harmadi harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.44 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.130-136.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah alat ukur massa jenis zat cair otomatis berbasis Arduino Uno dengan sensor load cell dan sensor ultrasonik. Sistem ini dirancang dengan menghubungkan sensor load cell dengan modul HX711 untuk mengubah perubahan dari resistansi ke dalam bentuk tegangan. Data yang telah diperoleh kemudian datang oleh mikrokontroller Arduino Uno dengan menggunakan bahasa pemprograman Arduino IDE. Hasil yang diperoleh berupa nilai massa jenis sampel zat cair dari massa dan volume zat cair dalam gelas ukur yang ditambahkan pada LCD. Ketika sampel zat cair telah mencapai 400 mL dari ukuran gelas ukur yang dialirkan melalui pompa mini, maka relay berhenti. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa sel beban sensor memiliki nilai sensitivitas sebesar 0,0004 V / g dan nilai offset sebesar 2.2742 V dengan koefisien sebesar R2꞊0.9855. Persentase perbandingan massa jenis air dengan jenis teori diperoleh nilai 3,8%. Nilai tersebut diperoleh dengan kondisi volume zat cair yang dioptimalkan volumenya 400 mL. An automatic liquid density measurement instrument based on Arduino Uno has been designed using a load cell sensor and an ultrasonic sensor. This system is designed by connecting the load cell sensor with the HX711 module to convert changes from resistance into voltage. He data that has been obtained is then processed by the Arduino Uno microcontroller using the programming language of Arduino IDE. The results obtained are the liquid samples density value from the liquids mass and volume measured by the measuring cup and displayed on the LCD. When the liquid sample exceeds 400 mL from the measuring cups size, which is flowed through the mini pump, the relay stops. The result of this research is that the load cell sensor has a sensitivity value of 0.0004 V/g and an offset value of 2.2742 V with an average coefficient of R2 ꞊ 0,9982. The percentage ratio of the density of the distilled water sample with the theoretical density obtained a value of 3.8%. The value is obtained with a liquid condition optimized for volume 400 mL with a constant temperature.
Analisis Distribusi Fluks Neutron pada Reaktor Berbentuk Slab Menggunakan Persamaan Difusi Multigrup Satu Dimensi dengan Metode Gauss-Seidel Imra Zakyia; Mohammad Ali Shafii
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.913 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.388-393.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai distribusi fluks neutron dalam persamaan difusi neutron multigrup satu dimensi.  Jenis reaktor yang digunakan adalah reaktor cepat dengan teras berbentuk slab dan bahan bakar yang digunakan yaitu U-PuN. Penelitian ini menggunakan penampang lintang makroskopik di level sel bahan bakar sebagai masukan awal untuk 70 grup energi.  Data library yang digunakan adalah JFS-3-J33 70 grup energi neutron yang merupakan data dari kode komputer SLAROM dari JAEA Jepang.  Rentang energi dibagi ke dalam tiga daerah grup energi yaitu grup energi cepat, grup energi menengah dan grup energi termal.  Metode iterasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode iterasi Gauss-Seidel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi fluks neutron pada grup energi cepat untuk bahan bakar U-235 dan Pu-239 berkisar antara 32,96 n/s cm2  sampai 121,95  n/s cm2, sedangkan pada grup energi menengah terjadi tumpang tindih antar grup energi dan pada grup energi termal distribusi fluks neutron untuk U-238 lebih rendah dibandingkan dengan U-235 dan Pu-239. Perbedaan nilai ini terjadi karena U-238 merupakan bahan fertil. Distribusi fluks neutron pada grup energi cepat memiliki nilai lebih akurat dibandingkan dengan grup energi menengah dan termalkarena penelitian ini didesain untuk reaktor cepat. Research on the distribution of the neutron flux in the one-dimensional multigroup neutron diffusion equation has been done. The type of reactor used is a fast reactor with a slab-shaped reactor core, and the fuel used is U-PuN. The study used macroscopic cross-sections at the fuel cell level as initial input for 70 neutron energy groups. The data library used is JFS-3-J33 70 energy groups, the library data of SLAROM computer codes from JAEA Japan. The energy range is divided into three regions of neutron energy groups, namely fast, medium, and thermal energy groups. The iteration method used in this study is the Gauss-Seidel iteration method. The results showed that the flux distribution in the fast energy group for U-235 and Pu-239 fuels ranged from 32.96 n/s cm2 to 121.95 n/s cm2, whereas in the intermediate neutron energy group overlaps each other and in the thermal energy group the U-238 neutron flux distribution is lower than U-235 and Pu-239. This difference in value occurs because U-238 is fertile material. The distribution of neutron flux in the fast energy group has a more accurate value compared to the medium and thermal energy groups because this study is designed for fast reactors.
Hubungan Flare X9.3 dengan Magnetosfer dan Ionosfer selama Siklus Matahari ke-24 pada Kejadian Coronal Mass Ejection (CME) 6 September 2017 Sucy Lestari Wirma; Marzuki Marzuki; Afrizal Afrizal
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.333 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.22-28.2021

Abstract

Telah dilakukan analisis hubungan flare X9.3 dengan magnetosfer dan ionosfer berdasarkan kejadian CME 6 September 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kategori badai geomagnet dan ionosfer sebagai akibat dari siklus matahari ke-24. Data penelitian yang digunakan berupa komponen H medan magnet bumi stasiun geomagnet Kototabang dan frekuensi kritis lapisan F2 (f0F2) stasiun CADI Sumedang. Badai geomagnet dan ionosfer pada penelitian ini mewakili gangguan di wilayah khatulistiwa. Penelitian ini menghasilkan indikasi gangguan magnetosfer pada 8 September 2017 yang ditunjukkan dengan penurunan intensitas komponen H medan magnet bumi sebesar -250 nT yang dikategorikan sebagai badai sangat kuat dengan skala G3, sementara terdapat penyimpangan f0F2 ionosfer di hari yang sama sebesar 4.33 MHz. Kriteria badai lemah terdapat pada bulan Januari, Februari dan Juni, kriteria badai sedang terdapat pada bulan April, Agustus dan Oktober, sedangkan kriteria badai kuat terdapat pada Maret, Mei dan Juli. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan geomagnet akibat CME 6 September 2017 lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. The analysis of the X9.3 flare relationship with the magnetosphere and ionosphere has been carried out based on the CME event of September 6, 2017. This study aims to determine the category of geomagnetic and ionospheric storms resulting from the 24th solar cycle.  The research data used is in the form of the H component of the Earth's magnetic field at the Kototabang geomagnetic station and the critical frequency of the F2 layer (f0F2) of the Sumedang CADI station. Geomagnetic and ionospheric storms in this study represent disturbances in the equatorial region.  This research produced the indication of magnetospheric disturbances on September 8, 2017; decreasing the H component intensity of Earth's magnetic field is -250 nT categorized as a powerful storm with G3 scale, while there is 4.33 MHz deviation of the ionosphere f0F2 in the same day.  The criteria for weak storms are in January, February, and June. The criteria for moderate storms are in April, August, and October, while intense storms are in March, May, and July.  Those show that the geomagnetic disturbances due to CME on September 6, 2017, were more significant than the other months.
Identifikasi Air Tanah di Daerah Pesisir Pantai Kolbano Yanti Boimau; Anastasia Kadek Dety Lestari
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.923 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.262-266.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi air tanah di wilayah pesisir Kolbano yang bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kedalaman air tanah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger. Data yang diperoleh di lokasi penelitian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas batuan di lapangan. Hasil inversi menunjukkan nilai resistivitas batuan terukur pada 3 lintasan yaitu 17,1-27,626 Ωm. Berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh, diasumsikan terdapat 3 jenis lapisan batuan di lapangan, yaitu lempung dengan resistivitas (10-100) Ωm dan aluvium dengan resistivitas (101–800 Ωm) dan batugamping (101–27.626 Ωm). Potensi batuan sebagai batuan akuifer adalah alluvium. Air tanah yang tersimpan di batuan aluvium terletak pada kedalaman (12-20 m). Research on groundwater identification in the coastal area of Kolbano has been carried out, which aims to determine and determine the depth of groundwater at the research location. The method used is the geoelectric method with a Schlumberger configuration. The data obtained at the research location were processed using res2dinv software to obtain the rock resistivity value in the field. The inversion results show the measured rock resistivity value on 3 measurement line, namely 17.1-27.626 Ωm Based on the resistivity value obtained, it is assumed that there are 3 types of rock layers in the field, consisting of clay with resistivity (10-100 Ωm) and alluvium with resistivity (101-800 Ωm) and limestone (101-27.626Ωm). Rocks Potential as aquifer rocks is alluvium. Groundwater stored in alluvium rocks lies at a depth (12-20 m).
Pengaruh Konsentrasi NH4OH terhadap Ukuran Nanopartikel Nikel Ferit (NiFe2O4) yang disintesis dengan Metode Kopresipitasi Tria Rizki Safitri; Dwi Puryanti
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.668 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.318-322.2020

Abstract

Sintesis nanopartikel NiFe2O4 berbahan dasar pasir besi telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Nagari Surian Kabupaten Solok. Pasir besi yang telah diekstrak dilarutkan dalam HCl. Larutan yang diperoleh dicampurkan dengan NiCl2 dan NH4OH sehingga menghasilkan endapan nikel ferit (NiFe2O4). Variasi konsentrasi NH4OH yang diberikan adalah 3 M, 5 M dan 10 M. Karakterisasi fasa dan ukuran kristal pasir besi dan NiFe2O4 dilakukan menggunakan XRD (X-Ray Diffractometer). Karakterisasi morfologi dan ukuran partikel NiFe2O4 dilakukan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), sedangkan suseptibilitas magnetiknya diukur menggunakan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Hasil analisis XRD menunjukkan pola difraksi pasir besi yang sesuai dengan pola difraksi Fe3O4 sebesar 82,55%. Ukuran kristal sampel NiFe2O4 dengan variasi konsentrasi NH4OH 3M, 5M dan 10M berturut – turut yaitu 27 nm; 27 nm; 20 nm. Hasil SEM menunjukkan diameter rata – rata ukuran partikel masing – masing sampel NiFe2O4 yaitu 60 nm; 41 nm; 35 nm. Suseptibilitas sampel NiFe2O4 dengan variasi konsentrasi NH4OH 3M, 5M dan 10M berturut – turut yaitu 444,8×10-8m3kg-1; 215,6× 10-8m3kg-1; 204,2×10-8m3kg-1. Variasi konsentrasi NH4OH memperkecil ukuran kristal serta partikel. Synthesis of NiFe2O4 nanoparticles from iron sand using coprecipitation method has been done. Iron sand was obtained  from Surian, Solok Regency. The extracted iron sand was dissolved in HCl. The acquired solution was mixed NiCl2 and NH4OH, to produce ferrite nickel deposits (NiFe2O4). The NH4OH concentration was varied 3 M, 5 M and 10 M. Characterization of phase and  size of the iron sand and NiFe2O4 particle  was performed using XRD (X-Ray Diffractometer). Morphology and particle size of NiFe2O4 were characteristic using SEM (scanning electron microscope). Magnetic susceptibility of NiFe2O4 was  measured using Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. XRD results indicate that the iron sand diffraction pattern corresponds to Fe3O4 diffraction pattern (82.55%). NiFe2O4 crystal size of  sample prepared using NH4OH 3M, 5M and 10M are respectively 27 nm; 27 nm; 20 nm. SEM results indicate that the average diameters of NiFe2O4 particle are 60 nm; 41 nm; 35 nm.  Susceptibility of NiFe2O4 samples for variation NH4OH 3M, 5M and 10M are 444.8×10-8m3kg-1; 215.6×10-8m3kg-1; 204.2×10-8m3kg-1, respectively. Concentration variations triggering the size of the crystal and particles.
Analisis Tc-99m Sestamibi Pada Perempuan Kanker Payudara Menggunakan Teknik Region of Interest (ROI) di Laboratorium In-vivo PTKMR-BATAN Ajirma Halimatussyakdiah; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.023 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.545-549.2020

Abstract

Telah dilakukan pengambilan data sekunder 15 orang volunteer perempuan kanker payudara untuk menganalisis radiofarmaka Tc-99m Sestamibi yang diinjeksikan ke dalam tubuh. Alat yang digunakan pada penelitian adalah kamera gamma. Hasil citra pasien diolah menggunakan teknik ROI. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa biodistribusi radiofarmaka Tc-99m Sestamibi pada tubuh bagian anterior dan posterior  menyebar di daerah bagian perut dengan rentang nilai 150663,496 – 238402,782 cacahan dan di daerah bagian kepala dengan rentang nilai 28331,023 - 42080,541 cacahan. Akumulasi radiofarmaka yang didapat menunjukkan bahwa pada bagian anterior nilainya lebih tinggi dibandingkan posterior. Hubungan yang terbentuk antara dosis injeksi dengan akumulasi radiofarmaka di dalam tubuh volunteer adalah rendah dan tidak signifikan. Secondary data were collected from 15 female breast cancer volunteers to analyze the radiopharmaceutical of Tc-99m Sestamibi was injected into the body. The instrument used in this research is a gamma camera. The result obtained show that radiopharmacy distribution of Tc-99m Sestamibi on the anterior and posterior body is spread in the abdominal area with a value range of 150663.496 – 238402.782 counts and   the area of the head with value range of 28331.023 – 42080.541 counts. The accumulation of radiopharmacy indicated that the anterior value was higher than the posterior. The relationship between injection dose and accumulation of radiopharmacy was low and insignificant.
Rancang Bangun Sistem Telemetri Pemantauan Temperatur Tubuh Pasien Menggunakan Sensor DS18B20 dan Tranceiver nRF24L01+ Supindo Arrafat; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.185 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.198-204.2021

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem telemetri pemantauan temperatur tubuh menggunakan sensor DS18B20 dan transceiver nRF24L01+. Sistem ini dirancang dari beberapa unit yaitu sensor DS18B20 sebagai pengukur temperatur pada tubuh seseorang dan data temperatur tubuh tersebut dikirimkan melalui transceiver nRF24L01+ sebagai alat transmisi data. Karakterisasi sensor DS18B20 dilakukan dengan membandingkan dengan termometer digital. Jarak maksimum pengiriman data oleh transceiver nRF24L01+ adalah 400 m tanpa penghalang, 45 m dengan penghalang (antar ruangan) dan 18 m dengan penghalang (antar lantai). Alat ini memberitahukan kondisi “Normal” pada saat temperatur tubuh 36,5°C-37,5°C  dan “Tidak Normal” saat temperatur di atas 37,5°C dan di bawah 36,5°C. Temperatur yang terukur pada alat memiliki kesalahan rata-rata sebesar 0,741%.The design of a telemetry system for patient temperature monitoring has been carried out using a sensor DS18B20 and a transceiver nRF24L01+. This system is designed from several units, namely the sensor DS18B20 as a temperature measurement for a person's body and the transceiver nRF24L01+ as a data transmission tool to send the body temperature data.. Characterization of sensor DS18B20 is done by comparing it with a digital thermometer. The maximum distance for data transmission by the transceiver nRF24L01+ is 400 m without obstructions, 45 m with barriers (between rooms) and 18 m with barriers (between floors). The system informs the condition "Normal" when the body temperature is 36.5°C-37.5°C and "Abnormal" when the temperature is more or less than that body temperature. The temperature measured on the tool has an average error of 0.741%.

Page 47 of 179 | Total Record : 1790