cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Analisis Kualitas Air Limbah Tahu di Kecamatan Kuranji Kota Padang Ariyetti, Ariyetti; Anggia, Malse; Wijayanti, Ruri
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.1-6.2022

Abstract

The rapid development of the tofu industry will have the potential to increase environmental pollution. Before the waste is discharged into the environment, it is necessary to identify and measure the contamination in order to get the proper waste treatment. This study aims to identify and measure contamination from tofu industrial wastewater that has the potential to pollute the environment, especially in Kuranji District, Padang City. The samples were taken at three locations and two sampling points, near the wastewater discharge and near community settlements. The parameters were BOD, COD, pH, TSS, N-NH3, and N-Total. Values of BOD, COD, pH, TSS, N-NH3 and N-Total at the first location and the first point were 544 mg/L; 278 mg/L; 4.87; 324 mg/L; 10.2 mg/L and 12.5 mg/L repectively, while at the second point the value were 210 mg/L; 432 mg/L; 5.56; 124 mg/L; 3.12 mg/L and 5.16 mg/L. At the second location and the first point: 413 mg/L; 876 mg/L; 4.21; 165 mg/L; 3.45 mg/L and 5.24 mg/L, while at the second point: 155 mg/L; 289 mg/L; 5.43; 89 mg/L; 2.15 mg/L and 3.11 mg/L. Next, the third location and the first point: 325 mg/L; 610 mg/L; 4.63; 190 mg/L; 3.87 mg/L and 4.28 mg/L, while at the second point: 121 mg/L; 287 mg/L; 5.87; 134 mg/L; 2.07 mg/L and 2.89 mg/L. The results obtained indicate the pH of tofu wastewater at all locations and points were not within the effluent quality standard limits according to the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 and prove that indeed tofu wastewater in Kuranji District, Padang City has polluted the environment. Keywords: tofu wastewater, BOD, COD, TSS  ABSTRAK Perkembangan industri tahu yang semakin pesat akan berpotensi meningkatnya pencemaran lingkungan. Sebelum limbah dibuang ke lingkungan, maka perlu dilakukan identifikasi dan mengukur cemaran sehingga mendapatkan pengolahan limbah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur cemaran dari air limbah industri tahu yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Metoda penelitian yang dilakukan yaitu dengan mengambil sampel limbah cair industri tahu pada tiga lokasi dan dua titik pengambilan sampel untuk masing-masing lokasi, yaitu didekat tempat pembuangan air limbah dan didekat pemukiman masyarakat. Parameter pengujiannya meliputi : BOD, COD, pH, TSS, N-NH3, dan N-Total. Hasil pengujian pada lokasi pertama dan titik pertama, nilai parameter secara berurutan dari BOD, COD, pH, TSS, N-NH3 dan N-Total adalah 544 mg/L; 278 mg/L; 4,87; 324 mg/L; 10,2 mg/L dan 12,5 mg/L, sedangkan pada titik kedua nilainya 210 mg/L; 432 mg/L; 5,56; 124 mg/L; 3,12 mg/L dan 5,16 mg/L. Selanjutnya, lokasi kedua dan titik pertama : 413 mg/L; 876 mg/L; 4,21; 165 mg/L; 3,45 mg/L dan 5,24 mg/L, sedangkan pada titik kedua: 155 mg/L; 289 mg/L; 5,43; 89 mg/L; 2,15 mg/L dan 3,11 mg/L. Selanjutnya, lokasi ketiga dan titik pertama : 325 mg/L; 610 mg/L; 4,63; 190 mg/L; 3,87 mg/L dan 4,28 mg/L, sedangkan pada titik kedua:121 mg/L; 287 mg/L; 5,87; 134 mg/L; 2,07 mg/L dan 2,89 mg/L. Hasil yang didapatkan menunjukkan kondisi air limbah tahu dengan parameter pH pada semua lokasi dan titik melewati batas baku mutu yang diizinkan menurut Permen Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 dan membuktikan bahwa memang air limbah tahu di Kecamatan Kuranji Kota Padang telah mencemari lingkungan.   Kata kunci: air limbah tahu, BOD, COD, TSS         
Perencanaan Rainwater Harvesting System Dengan Metode Roof Catchment (Studi Kasus: Gedung 8, Institut Teknologi Nasional, Bandung) Rahmawaty, Annisa’; P, Aryl Tri; R, Ghifari Salman; S, Hisyam Azmi; P, Ilham Dwi; N, Salsabila Putri; F, Salsya Aliya
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.92-97.2022

Abstract

The Rainwater Harvesting System Development Planning which will be built using the Roof Catchment method in Building 8 Campus of the National Institute of Technology is an effort to implement policies for soil conservation, collecting rainwater so that it can be reused and participating in environmental protection and planning. The data needed in planning the Rainwater Harvesting System is data on water needs, rainfall, active student data and the existing condition of the building which will later be planned for the Rainwater Harvesting System. After doing the calculations, it was found that the water needs of students in building 8 is 1,168.8 m3/month, the tank volume is 11,159.39 m3 with a depth of 2 m and a tank width of 2.4 m, rainwater discharge is 134,564 m3/s, and dimensions gutter signs of 9 m with a length of 22 m as many as 4 (four) gutters. The construction of the Rainwater Harvesting System is expected to be an alternative in minimizing the use of uncontrolled groundwater and utilizing rainwater as a substitute when the dry season comes. Planning for the Rainwater Harvesting System in Building 8 of the National Institute of Technology requires a cost of Rp. 63,522,000.00 Keywords: Rainwater Harvesting System, Roof Catchment, GutterA B S T R A K Perencanaan Pembangunan Rainwater Harvesting System yang akan dibangun dengan metode Roof Catchment di Gedung 8 Kampus Institut Teknologi Nasional merupakan upaya dalam pelaksanaan kebijakan untuk konservasi tanah, menampung air hujan agar dapat digunakan kembali serta peran serta dalam perlindungan dan perencanaan lingkungan hidup. Data yang dibutuhkan dalam perencanaan Rainwater Harvesting System adalah data kebutuhan air, curah hujan, data mahasiswa aktif serta kondisi eksisting bangunan yang nantinya akan direncanakan Rainwater Harvesting System-nya. Setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan bahwa kebutuhan air mahasiswa di gedung 8 sebesar 1.168,8 m3/bulan, volume tangki sebesar 11.159,39 m3 dengan kedalam 2 m dan lebar tangki 2,4 m, debit air hujan sebesar 134,564 m3/det, dan dimensi talang rambu sebesar 9 m dengan panjang 22 m sebanyak 4 (empat) talang. Pembangunan Rainwater Harvesting System diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam meminimalisir penggunaan air tanah yang tidak terkontrol dan memanfaatkan air hujan sebagai pengganti disaat musim kemarau datang. Perencanaan Rainwater Harvesting System di Gedung 8 Institut Teknologi Nasional memerlukan biaya sebesar Rp. 63.522.000,00 Kata Kunci: Rainwater Harvesting System, Roof Catchment, Talang
Kombinasi Filtrasi dan Fitoremediasi untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Batik Kencana, Eka Mayluna; Radityaningrum, Arlini Dyah
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.56-65.2022

Abstract

The colouring activity of batik industry in Kampung Batik Jetis, Sidoarjo Regency produced wastewater which was discharged directly into the water bodies. The wastewater had the high concentration of COD, BOD, Pb, and colour, with the values of 8366 mg/L, 2150 mg/L, 0,214 mg/L, and 2502 Pt-Co. The hybrid treatment of filtration and phytoremediation was a potential treatment of the wastewater from the textile industry. The research aimed to investigate the performance of the hybrid treatment of filtration and fitoremediation in removing the COD, BOD, Pb, and colour in the wastewater of the batik industry. The filtration media were silica sand, activated carbon, coconut husk, sand, and gravel. The plants in the phytremediation were water bamboo (Equisetum hyemale) and water jasmine (Echinodorus palaefolius). The results showed that the highest performance was achieved by the hybrid treatment of filtration and phytoremediation using jasmine water plant. The removal efficiencies of COD, BOD, Pb, and colour were 91%, 90%, 98%, and 91%, respectively. Based on the Kruskal Wallis statistical test, the variable of plant type and detention time had no significant influence to the removal efficiencies of COD, BOD, Pb, and colour, as indicated by a p-value> 0.05. Keywords: batik wastewater, filtration-phytoremediation, hybrid treatment, water bamboo (Equisetum hyemale), water jasmine (Echinodorus palaefolius) A B S T R A KKegiatan pewarnaan industri batik di Kampung Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo menghasilkan air limbah yang langsung dibuang ke badan air. Air limbah memiliki konsentrasi COD, BOD, Pb, dan warna yang tinggi, dengan nilai 8366 mg/L, 2150 mg/L, 0,214 mg/L, dan 2502 Pt-Co. Perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi merupakan pengolahan potensial air limbah dari industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi dalam menyisihkan COD, BOD, Pb, dan warna pada air limbah industri batik. Media filtrasi yang digunakan adalah pasir silika, karbon aktif, sabut kelapa, pasir, dan kerikil. Tumbuhan yang digunakan dalam fitremediasi adalah bambu air (Equisetum hyemale) dan melati air (Echinodorus palaefolius). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tertinggi dicapai oleh perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi menggunakan tanaman air melati. Efisiensi penyisihan COD, BOD, Pb, dan warna berturut-turut adalah 91%, 90%, 98%, dan 91%. Berdasarkan uji statistik Kruskal Wallis, variabel jenis tanaman dan waktu detensi tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi penyisihan COD, BOD, Pb, dan warna yang ditunjukkan dengan nilai p > 0,05. Kata Kunci: air limbah batik, filtrasi-fitoremediasi, perlakuan hibrida, bambu air (Equisetum hyemale), melati air (Echinodorus palaefolius)
Perencanaan Sistem Pengangkutan Sampah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dengan Mengintegrasikan Analisis GIS dan Lalu Lintas Arumdani, Indah Sekar; Sumiyati, Sri; Samadikun, Budi Prasetyo
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.66-72.2022

Abstract

Ngaliyan District, which is located in Semarang City, had a population of 162.622 in 2020, and its citizens multiply these couple of years. This rapid increase in population complies with waste production. However, the total amount of waste in 10 garbage dumps that go to the waste landfills is only 103,6 m3/day from the total amount of 270,98 m3/day. As a result, the percentage of waste transportation services in Ngaliyan District is only 32,8%. This phenomenon can occur because some garbage dumps have excessive generations. This study aims to plan an optimal waste transportation system so that costs incurred are more efficient. The condition of the road, traffic, and vehicle's speed of the waste transportation routes can influence the waste transportation time. Optimization method were using traffic counting and Network Analyst in GIS application. The lowest degree of road’s saturation at 05.00 - 12.00, which was the optimal transportation time. The optimal vehicle speed was gained from the degree of saturation, which was 49.8 km/hour, so the number of trips increases to 22 rits/day, with 18 containers and an average remaining working time of 2.11 hours. The percentage of the services increased to 62%, and the waste that went to the waste landfills become 168 m3. Vehicle operating costs that were calculated using the PIC method increased to IDR 1,870,555,843.46/ year. However, there was a decrease in the retribution cost to IDR 18,794/ family/ month because of the growth in the number of people served. Keywords: Optimization, waste transportation, GIS, traffic, vehicle operational costA B S T R A KKecamatan Ngaliyan yang terletak di Kota Semarang berpenduduk 162.622 jiwa pada tahun 2020, dan penduduknya berlipat ganda beberapa tahun ini. Pertambahan penduduk yang pesat ini sejalan dengan produksi sampah. Namun, total sampah di 10 TPA yang masuk ke TPA sampah hanya 103,6 m3 /hari dari total 270,98 m3 /hari. Akibatnya, persentase pelayanan pengangkutan sampah di Kecamatan Ngaliyan hanya 32,8%. Fenomena ini dapat terjadi karena beberapa tempat pembuangan sampah memiliki generasi yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengangkutan sampah yang optimal agar biaya yang dikeluarkan lebih efisien. Kondisi jalan, lalu lintas, dan kecepatan kendaraan pada jalur pengangkutan sampah dapat mempengaruhi waktu pengangkutan sampah. Metode optimasi menggunakan penghitungan trafik dan Network Analyst pada aplikasi GIS. Derajat kejenuhan jalan terendah pada pukul 05.00 - 12.00 merupakan waktu transportasi yang optimal. Kecepatan kendaraan optimal diperoleh dari derajat kejenuhan yaitu 49,8 km/jam, sehingga jumlah trip meningkat menjadi 22 rit/hari, dengan 18 peti kemas dan rata-rata sisa waktu kerja 2,11 jam. Persentase pelayanan meningkat menjadi 62%, dan sampah yang masuk ke TPA menjadi 168 m3 . Biaya operasional kendaraan yang dihitung dengan metode PIC meningkat menjadi Rp 1.870.555.843,46/tahun. Namun terjadi penurunan biaya retribusi menjadi Rp 18.794/KK/bulan karena pertumbuhan jumlah masyarakat yang dilayani. Kata Kunci: Optimalisasi, pengangkutan sampah, GIS, lalu lintas, biaya operasional kendaraan
Efektivitas Aktivator Mikroorganisme Lokal Limbah Sayur, EM4, dan Kotoran Sapi pada Pembuatan Kompos dari Limbah Sayur di Pasar Flamboyan Dewantari, Ukhfiya; Arifin, Arifin; Sulastri, Aini; Apriani, Isna; Sutrisno, Hendri
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.73-82.2022

Abstract

Flamboyan is a market located in Pontianak City which produces organic waste with a percentage of 89.57%. The high level of organic waste produced at the Flamboyan Market can cause organic waste to decompose and cause unpleasant odors and become a vector of disease so that sanitation and environmental aesthetics decline. Therefore, it is necessary to handle the waste by composting. The purpose of this study was to determine the physical quality and chemical quality of compost based on color, odor, texture, temperature, pH, humidity, C/N ratio, nitrogen content (N), phosphorus content (P), and potassium content (K) against PERMENTAN No. 70 of 2011 and identified the effect of local microorganism activator of vegetable waste, EM4 and cow dung on the quality of compost maturity. This research method is aerobic composting with vegetable waste as the basic ingredients and the addition of local microorganism activator of vegetable waste, EM4 activator and cow dung activator with composting time of 35 days and using the same number of microorganisms, which is 7,850,000 cells. The results obtained, composting using the same number of microorganisms as many as 7,850,000 cells gave the best compost results in cow dung activator which is an effective activator in making compost in this study with parameters that have met quality standards consisting of a temperature of 31oC, pH of 5.8, blackish brown color, smell like soil, fine texture, potassium (K) content of 4.4%, C-Organic content of 32.9% and compost C/N ratio of 23.54 and MOL activator, EM4 and cow dung did not have a different effect on compost maturity. Keywords: Activator, Compost, EM4, Cow Dung, Local Microorganisms, Vegetable WasteA B S T R A K Flamboyan merupakan pasar yang terletak di Kota Pontianak yang menghasilkan sampah organik dengan persentase 89,57%. Tingginya kadar sampah organik yang dihasilkan di Pasar Flamboyan dapat menyebabkan sampah organik terurai dan menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi vektor penyakit sehingga sanitasi dan estetika lingkungan menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan sampah dengan cara pengomposan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik dan mutu kimia kompos berdasarkan warna, bau, tekstur, suhu, pH, kelembaban, rasio C/N, kandungan nitrogen (N), kandungan fosfor (P), dan kandungan kalium. (K) terhadap PERMENTAN No. 70 Tahun 2011 dan mengidentifikasi pengaruh aktivator mikroorganisme lokal limbah sayuran, EM4 dan kotoran sapi terhadap kualitas kematangan kompos. Metode penelitian ini adalah pengomposan aerobik dengan bahan dasar limbah sayuran dan penambahan aktivator mikroorganisme lokal limbah sayuran, aktivator EM4 dan aktivator kotoran sapi dengan waktu pengomposan 35 hari dan menggunakan jumlah mikroorganisme yang sama yaitu 7.850.000 sel. Hasil yang didapatkan, pengomposan dengan menggunakan jumlah mikroorganisme yang sama sebanyak 7.850.000 sel memberikan hasil kompos terbaik pada aktivator kotoran sapi yang merupakan aktivator yang efektif dalam pembuatan kompos pada penelitian ini dengan parameter yang telah memenuhi baku mutu yang terdiri dari suhu 31oC, pH 5,8, warna coklat kehitaman, berbau seperti tanah, tekstur halus, kandungan Kalium (K) 4,4%, kandungan C-Organik 32,9% dan rasio C/N kompos 23,54 dan aktivator MOL, EM4 dan kotoran sapi tidak memiliki efek yang berbeda pada kematangan kompos. Kata Kunci: Aktivator, Kompos, EM4, Kotoran Sapi, Mikroorganisme Lokal, Limbah Sayur
Evaluasi dan Optimalisasi Kinerja IPA VI Selat Panjang Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak Hariyulia, Gita Fadani; Purnaini, Rizki; Kadaria, Ulli
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.83-91.2022

Abstract

The capacity of IPA VI Selat Panjang is 200 L/second but it does not run properly due to the influenfec of peat water. This study aims to determine the quality of raw and production water and the performance of each treatment unit as well as to evaluate and optimize the processing capacity of the IPA VI Selat Panjang. The data were collected in 2020. Here, raw water and production water quality were analysed to evaluate the performance of IPA. Results revealed that, the average of water quality for three days of analysing is out of the standard calss I based on PP No. 22 Tahun 2021 with the value of turbidity 57.32 NTU, pH 6.74, and color 552.4 Pt.Co. According to Permenkes 492 Tahun 2010, the quality of drinking water is below the standard, the color standard is 31.13 Pt.Co. The optimization process of IPA VI by recounting volumetric dose, rearranging the IIB compartment, adding a tube settler to the sedimentation tank, planning the depth of the filter and buffer media, adding 2 filtration tanks, determining the lime dose for the raw and production water. Keywords: IPA, Evaluationi, Optimization, Processing Capacity.A B S T R A KKapasitas dari IPA VI Selat Panjang adalah 200 L/detik tetapi IPA tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan pengaruh dari air gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air baku dan air produksi dan mengetahui kinerja masing-masing unit pengolahan, serta untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan kapasitas pengolahan IPA VI Selat Panjang. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata kualitas air baku untuk tiga hari penelitian tidak memenuhi baku mutu air kelas I berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 dengan nilai kekeruhan 57,32 NTU, pH 6,74, dan warna 552,4 Pt.Co. Menurut Permenkes 492 Tahun 2010, kualitas air minum berada di bawah baku mutu yaitu standar warna 31,13 Pt.Co. Proses optimasi IPA VI dengan menghitung kembali dosis volumetrik, menata kembali kompartemen IIB, menambah tabung pengendapan pada tangki sedimentasi, merencanakan kedalaman media filter dan buffer, menambah 2 tangki filtrasi, menentukan dosis kapur untuk air baku dan air produksi. Kata Kunci: IPA, Evaluasi, Optimasi, Kapasitas Pengolahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6