Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peluang Penerapan Produksi Bersih pada Industri Tepung Sagu Maulidia, Vera; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna; Bhaskara, Renaldi Surya; Firmansyah, Muhammad
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.691 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i3.263-271

Abstract

Increased demand for processed sago has an impact on increasing sago starch production. The opportunity to produce sago flour is then used by some entrepreneurs to produce on a factory scale. Increasing competitiveness among entrepreneurs causes many aspects to be needed to improve marketing quality, including efforts to reduce waste generated from each production process. This study aims to identify the production process of sago starch and provide recommendations for waste minimization and clean technology in the sago flour industry. Interview methods and field observations were carried out in this study. The volume of waste generated in the production process of sago flour includes 10 kg of used sacks, 10 kg of spilled lamantak, 100 kg of sago dregs, 60 kg of spilled sago flour, 20 kg of burning ash and 50 kg of coarse sago flour. Liquid waste in the form of used water is 36,042 liters. Clean production methods that can be done are reducing the use of washing water, reselling used sacks into handicrafts, returning spilled flour and coarse sago flour to the demolition and dispensing basins, selling burning ashes, selling sago dregs for duck livestock feed and processing production liquid waste. using IPAL with a minimum capacity of 5,000 liters. The method offered can reduce the use of clean water by 2,358 liters of the total water requirement of 38,400 liters once produced
Potensi Bakteri Indigenous Pada Air Limbah Pencucian Bijih Bauksit Untuk Meremediasi Air Tercemar Logam Besi (Fe) Maulidyana, Frischa; Apriani, Isna; Jumiati, Jumiati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.76775

Abstract

Kegiatan pertambangan bauksit di Kalimantan Barat yaitu PT. ANTAM menghasilkan bijih bauksit. Senyawa pengotor pada bauksit dipisahkan dengan pencucian. Proses pencucian menghasilkan limbah cair dan padatan yang dialirkan ke kolam pengendapan. Kolam pengendapan rentan terjadi kebocoran dan penambahan volume kolam saat hujan. Kapasitas kolam dijaga dengan mengalirkan air ke lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran, mengganggu ekosistem akuatik dan menjadi racun bagi organisme karena mengandung logam Fe yang melebihi baku mutu. Maka, perlu dipulihkan dengan bioremediasi bantuan bakteri indigenous. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis isolat bakteri indigenous pada air limbah pencucian bijih bauksit dan air rawa PT. ANTAM yang berpotensi meremediasi air limbah yang tercemar logam besi (Fe) dan untuk mengetahui pengaruh bakteri indigenous dalam meremediasi air limbah yang mengandung logam besi (Fe) dengan berbagai variasi konsentrasi air limbah. Hasil didapat jenis isolat bakteri indigenous yang berpotensi meremediasi air limbah yang tercemar logam besi yaitu Bacillus sp.  dan Pseudomonas sp. Konsentrasi Fe setelah bioremediasi menunjukkan penurunan pada perlakuan reaktor limbah 25%, 75% dan 100%. Aktivitas bakteri Bacillus sp. dan Pseudomonas sp. berpotensi menurunkan konsentrasi Fe pada berbagai konsentrasi limbah serta Bacillus sp. memiliki potensi menurunkan Fe lebih baik karena lebih resisten terhadap lingkungan cemaran yang tinggi.  
Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Menggunakan Metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Dan Metode Filtrasi Harrisa, Harummitha; Wandasundari, Margareta; Maulana, Muhammad Ilham; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.74299

Abstract

Industri tempe berskala kecil terdapat di Kota Pontianak salah satunya yaitu Pabrik Tempe Baril. Industri tempe mengandung bahan pencemar diantaranya TSS, pH dan BOD, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.5 Tahun 2014 pada Lampiran XVIII. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efesiensi penyisihan kadar BOD, TSS dan pH dalam limbah cair tempe yang diolah menggunakan kombinasi metode MBBR dan metode filtrasi, mengetahui kadar TSS, pH dan BOD limbah cair tempe setelah diolah dan mengetahui apakah hasil pengolahan sudah memenuhi baku mutu. Penelitian menggunakan metode MBBR dan metode filtrasi. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu efisiensi pengolahan parameter TSS dan BOD pada limbah cair tempe dengan metode MBBR dan metode filtrasi berturut-turut adalah 89.6% dan 88%, dan hasil pengujian TSS, pH dan BOD setelah proses pengolahan menggunakan metode MBBR dan filtrasi berturut adalah 20.8 mg.L-1, 7.09 , 16.2 mg.L-1, dan telah sesuai baku mutu berdasarkan PerMenLH No 5 Tahun 2014.
Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Media Lekat Sarang Tawon Cahyani, Nanda Dwi; Situmorang, Mairo; Azhura, Tiara; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.72279

Abstract

The high amount of tofu production every day is directly proportional to the waste produced every day and this is one of the environmental problems, considering the large number of tofu industries in Pontianak City, in line with this. Plastic botoh waste is found in every corner of the city, so this is minimized by making wasp nest sticky media for the tofu liquid waste treatment process. Anaerobic-aerobic biofilter using plastic bottles as the attachment media and filters for activated carbon, zeolite, gravel, palm fiber and aquarium foam. This reactor has dimensions of 70 x 20 x 30 cm and consists of 3 parts, namely an anaerobic tank, an aerobic tank and a filter tank. Before processing, plastic bottles are seeded for 7 days by adding EM4 and brown sugar as nutrients so that microorganisms can grow and form biofilms on the plastic bottles. Then acclimatization was carried out for 3 days with a concentration of tofu liquid waste of 50%, 75% and 100% so that microorganisms could adapt to tofu liquid waste. The results of this study indicate that the efficiency of decreasing BOD and COD content is 75.6% and 72.6%, respectively, and there is an increase in the pH value, where before processing the initial pH is 3.71 and after processing it becomes 7.25.Keywords: Anaerobic-aerobic biofilter, tofu liquid waste, BOD, COD, pH and plastic bottles
Produksi Bersih Industri Mikro Keripik Singkong Nurjanah, Novia; Partika, Shalsyabilla Putri; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.72353

Abstract

Keripik adalah makanan yang digoreng dari suatu bahan pangan tertentu yang diiris tipis, Keberadaan industri ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, juga menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan agar tercipta pengelolaan lingkungan yang baik yaitu dengan penerapan produksi bersih. Sistem produksi diterapkan dengan menjalankan pengurangan bahan baku, air dan energi yang digunakan, terdapat penanganan limbah industri serta minimum jumlah limbah padat dan limbah cair. Penelitian dalam penerapan produksi bersih di industri rumahan di Industri Keripik Singkong Aisyah. Penelitian dilakukan menggunakan field research (penelitian lapangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidan menentukan alternatif terbaik peluang produksi bersih di industri keripik singkong. Proses produksi di Industri Keripik Singkong Aisyah melalui tahapan pemilihan bahan baku, pengupasan, pencucian, pemotongan singkong, perendaman, penggorengan, pengeringan, penambahan rasa, dan pengemasan. Rekomendasi penerapan produksi bersih pada Industri Keripik Singkong Aisyah yaitu pemilihan bahan baku, pemasangan KWh meter di tempat produksi dan penggunaan DME sebagai ganti gas LPG. Rekomendasi teknologi minimasi limbah pada Industri Keripik Singkong Aisyah yaitu pembuatan alternatif kertas limbah kulit singkong, pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah, pembuatan tas anyaman plastik dan pengolahan limbah cair singkong dengan kombinasi filtrasi dan fitoremediasi.    
Pemetaan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dasar Pada Sekolah Dasar Di Kelurahan Sungai Jawi Luar Kota Pontianak Anpetri, Hilaria Meliana; Apriani, Isna; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i2.66332

Abstract

Informasi tentang kondisi dan penyakit sanitasi dasar di Sekolah Dasar sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lingkungan di sekolah aman dan sehat bagi siswa dan staf. Informasi ini membantu dalam memantau kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah dan memperbaiki masalah sanitasi yang ada jika ditemukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memetakan kondisi baik atau kurang baiknya kondisi sanitasi lingkungan dasar menurut Kemendikbud tentang Pedoman Pengembangan Sanitasi Sekolah Dasar pada SD di Kelurahan Sungai Jawi Luar Kota Pontianak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis spasial menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS). Data akan disajikan dalam bentuk peta tematik. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pemetaan ini merincikan beberapa informasi mengenai kriteria komponen sanitasi dasar, yang meliputi air bersih, jamban, CTPS, limbah cair, dan sampah. Informasi kondisi sanitasi ditandai dengan simbol warna, di mana hijau menunjukkan kondisi sangat baik, kuning menunjukkan kondisi baik, dan jingga (oranye) menunjukkan kondisi cukup. Kondisi sanitasi dasar di 6 (enam) SD Kelurahan Sungai Jawi luar dalam lima komponen sanitasi dasar secara rata-rata tergolong "Sangat Baik" untuk air bersih, "Sangat Baik" untuk jamban sekolah, "Sangat Baik" untuk CTPS, "Baik" untuk limbah cair, dan "Baik" untuk sampah.
Kinetika Adsorpsi Logam Timbal (Pb) Menggunakan Ampas Tebu dan Gambas Kering pada Air Sumur Gali Sekitar TPA Batu Layang Agustin, Dela Tri; Apriani, Isna; Winardi, Winardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.76581

Abstract

The dug well water around Batu Layang landfill contains heavy metals, namely lead (Pb) and iron (Fe). This study aims to determine the adsorption kinetics model of each activated carbon. Heavy metal sorption uses activated carbon made from bagasse (AT), dried gambas (GK), and a combination (ATGK). The research method used jar tests with mass variations of 1 g, 2 g, 3 g and contact times of 30 and 60 minutes. Activation of activated carbon using 0.5 M HCl solution for 24 hours. Kinetics analysis is based on first-order and second-order kinetics. Langmuir, Freundlich, and BET adsorption equations are used in the adsorption process. The results showed that the adsorption kinetics of Pb metal for AT and GK activated carbons followed the second order while ATGK followed the first order. The adsorption equation for Pb metal for AT and GK activated carbon follows the Freundlich isotherm and ATGK activated carbon follows the BET isotherm. This research is important to see the potential of activated carbon made from AT and GK to be effective in adsorbing heavy metals.  
Potensi Produksi Bersih Minimasi Limbah Industri Minyak Kelapa Murni (VCO) Menjadi Herbisida Ramah Lingkungan dan Tepung Ampas Kelapa Savika, Tanti; Anisa, Selvi; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i3.70141

Abstract

Minyak kelapa murni atau yang biasa dikenal dengan istilah Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk turunan hasil olahan kelapa yang memiliki nilai jual tinggi karena kaya akan manfaat, sehingga industri pengolah produk ini memiliki prospek yang bagus dimasa mendatang. Proses produksi minyak kelapa murni (VCO) ini meliputi pengupasan, pemecahan tempurung kelapa, pemarutan, pembuatan santan, fermentasi, sentrifugasi, penyaringan I, vaccum drying, dan penyaringan II. Pada tiap proses produksi VCO akan menghasilkan hasil sampingan berupa limbah (padat/cair) maupun produk setengah jadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi penerapan produksi bersih serta minimasi limbah yang dapat dilakukan pada industri tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka/literatur dengan cara mengumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan penelitian untuk menganalisis produksi bersih yang dapat dilakukan. Hasil dari penerapan produksi bersih dan minimasi limbah sebagai upaya pengurangan limbah yang dihasilkan pada industri VCO yang dapat ditawarkan pada penelitian ini adalah pemanfaatan limbah air kelapa menjadi bahan tambahan pembuatan herbisida dan pembuatan tepung kelapa dari ampas kelapa.
Pengolahan Limbah Cair Usaha Pencucian Mobil Menggunakan Metode Rapid Sand Filter (Saringan Pasir Cepat) Aliran Up-Flow dan Adsorpsi Al-Akbar, Muhammad Murbari; Wardhana, Ananta Wisnu; Aulia, Salsabila; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.74266

Abstract

Kegiatan usaha pencucian mobil belakangan ini semakin meluas di masyarakat. Usaha ini menghasilkan limbah yang berasal dari aktivitas pencucian mobil. Berdasarkan karakteristiknya, limbah pencucian mobil memiliki karakteristik khusus yaitu nilai COD dan Surfaktan yang tinggi. Jarangnya ditemukan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada usaha ini dapat membuat limbah cair hasil pencucian mobil berdampak negatif terhadap lingkungan apabila dibuang tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pengolahan air limbah pencucian mobil dengan menggunakan metode filtrasi-adsorpsi dengan aliran up-flow yang menggabungkan metode filtrasi dengan bantuan media filter pasir silika serta dan adsorpsi dengan adsorben pengikat berupa karbon aktif dan batu zeolite dan aliran up-flow. Hasil pengolahan menunjukkan efisiensi penurunan parameter TSS sebesar 84,1% dan COD sebesar 52,5% dan hasil akhir TSS sebesar 24,5 mg/L dari 132 mg/L dan COD sebesar 94 mg/L dari 198 mg/L. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pencucian mobil.
Kajian Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gaia Bumi Raya City Mall Widiya, Widiya; Winardi, Winardi; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.77280

Abstract

Gaia Bumi Raya City Mall merupakan mall yang ada di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Gaia Mall sudah memiliki IPAL. Permasalahan yang dihadapi yaitu kualitas air limbah yang telah diolah masih melebihi baku mutu. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi IPAL Gaia Mall sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan IPAL. Evaluasi kinerja melibatkan pengujian sampel, membandingkan IPAL eksisting dengan kriteria desain, dan perhitungan efisiensi penyisihan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat beberapa kriteria desain unit pengolahan seperti Hydraulic Retention Time (HRT), Overflow Rate (OFR) belum sesuai standar namun efisiensi removal parameter sudah baik. Adapun efisiensi removal parameter BOD, COD dan TSS masing-masing adalah 92,90%, 90,78% dan 99,68% dengan nilai inlet BOD, COD dan TSS masing-masing 503 mg/l, 1.081 mg/l dan 1.260 mg/l, dan nilai outlet parameter BOD, COD dan TSS masing-masing yaitu 35,7 mg/l, 99,6 mg/l dan 3,95 mg/l. HRT yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi penyisihan parameter pencemar. Nilai HRT dan OFR belum sesuai standar karena debit dan dimensi bak yang tidak memenuhi syarat. Pemeliharaan IPAL yang kurang juga menjadi penyebab rendahnya kinerja IPAL. Pemeliharaan IPAL secara rutin, melakukan pengurasan, dan penambahan debit akan meningkatkan kinerja IPAL.