cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian KeIslaman adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Mataram, terbit setahun dua kali.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2016): (Januari)" : 7 Documents clear
KONSEPSI PSIKOLOGI TERHADAP LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM SYAIFI, SYAIFI
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsepsi psikologi terhadap lingkungan pendidikan Islam sejatinya banyakmembantu guru dalam menghadapi anak pada setiap periode tertentu dimana harusada penyesuaian dengan ciri-ciri sifat yang ada. Penelitian ini bertujuanmengedepankan pandangan agama Islam, bahwa manusia diciptakan dengan memiliki duaunsur pokok, yakni unsur jasmaniah dan unsur ruhaniyah (psikologis). Dengandimilikinya pengetahuan tentang jiwa maka dapat dihindarkan sebanyak mungkinkesalahan-kesalahan pendidikan sehingga dapat memberikan motivasi bagipertumbuhan anak menuju ke tingkat dewasa. Penelitian ini berbentuk studikasus (case study) yaitu berusaha mencari penjelasan tentang konsepsi psikologiterhadap lingkungan pendidikan Islam, mencakup dua unsur penting, yaitu mengetahuikondisi lingkungan dan memahami jiwa perkembangan anak didik. Sumber data utamanyaadalah kata-kata dan tindakan, oleh karena instrumen kualitatif yang digunakan, makadifokuskan pada wawancara mendalam (depth interview) yang dipaparkan secaradeskriptif dimana penemuan fakta-fakta seadanya (fact finding), penemuan gejala-gejalatidak sekedar menunjukkan ditribusinya, akan tetapi termasuk usaha mengemukakanhubungannya antara satu dengan yang lainnya, di dalam aspek-aspek yang diselidiki.Hasil penelitian ini bahwa di dalam lembaga pendidikan, khususnya pendidikanpersekolahan psikologi memiliki peranan penting terutama psikologi terapan yang eratkaitannya dengan proses belajar dan mengajar. Konsepsi psikologi terhadap lingkunganpendidikan Islam, mencakup dua unsur penting yaitu mengetahui kondisi lingkungan danmemahami jiwa perkembangan anak didik.Implikasi psikologi terhadap pendidikan yangmeliputi manajemen, metode yang di gunakan ketika mengajar, evaluasi dan penanganansiswa yang mengganggu proses belajar mengajar yang di sebabkan oleh dua hal yaitufaktor intern siswa dan faktor ekstern siswa.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 MATARAM Baharudin, Baharudin; Batnur, Farida
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proses internalisasi nilai-nilai moral dalam membentuk perilaku peserta didik dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler melalui proses belajar mengajar di dalam kelas bertujuan agar guru mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai moral, dan melalui kegiatan ekstrakurikuler kerohanian Islam, dengan beberapa tahapan, yaitu: a) tahap pemberian pengetahuan, b) tahap pemahaman, c) tahap pembiasaan, dan d) tahap transinternalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang pengkajiannya dilakukan secara komprehensif, salah satu pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan konstruktivis atau pandangan advokasi partisipatori atau keduanya. Dalam mengumpulkan data penelitian digunakan teknik-teknik observasi, wawancara atau interview, analisis isi untuk menyajikan respons-respons dan perilaku subyek, tidak hanya sebatas mendesikripsikan data tetapi memberikan penafsiran atau interpretasi dan pengkajian secara mendalam (verstehen) setiap kasus dan mengikuti perkembangan kasus tersebut. Hasil penelitian ini adalah bahwa dalam proses internalisasi nilai-nilai moral peserta didik, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram menggunakan beberapa pendekatan: Pertama, pendekatan vocation, pendekatan yang memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada peserta didik untuk secara bebas mengekspresikan respon efektipnya terhadap stimulus yang diterimanya. Kedua, pendekatan inculcation, suatu pendekatan yang memberikan penekanan pada penanaman niai-nilai sosial dalam diri peserta didik. Nilai-nilai sosial perlu ditanamkan kepada peserta didik, karena nilai-nilai sosial berfungsi sebagai acuan berperilaku dalam intraksi sosial dengan sesama sehingga keberadaannya dapat diterima di masyarakat. Ketiga pendekatan value awareness, pendekatan agar peserta didik menerima stimulus dan dibangkitkan kesadarannya akan nilai tertentu. Implikasi internalisasi nilai-nilai moral hadap pembentukan perilaku peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Mataram dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, kesadaran peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatkan kedisiplinan, membangun kerjasama, bertanggung jawab, berperilaku sopan, di kalangan peserta didik
KAJIAN KRITIS TERHADAP PERATURAN MENTERI AGAMA NO 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGAWAS MADRASAH DAN PENGAWAS PAI PADA SEKOLAH Pramitha, Devi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlangsungan pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan dasar dan menengah membutuhkan pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu peran penting dari personal tadi adalah pengawas pendidikan. Keberadaan pengawas dapat ditelusuri dari PP No. 74 tahun 2008 tentang Guru pasal 54 ayat 8 yang menyatakan pengawas terdiri dari pengawas satuan pendidikan, pengawas mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Peraturan tersebut sinergis dengan PMA No. 2 tahun 2012 menjelaskan bahwa dalam lingkungan Kemenag ada dua pengawas yaitu, pengawas madrasah dan pengawas PAI di sekolah. Inti dari PMA ini adalah adanya pemisahan antara pengawas madrasah yang berada di bawah direktorat madrasah dan pengawas pendidikan agama Islam pada sekolah umum di bawah pembinaan direktorat pendidikan agama Islam. Setelah satu tahun berjalan, PMA no. 2 tahun 2012 masih yang menimbulkan permasalahan. Sehingga diawal tahun 2013, PMA No. 2 tahun 2013 mengalami perubahan dengan diterbitkannya PMA no. 31 tahun 2013. Perubahan yang signifikan terdapat pada bab penilaian angka kredit. Pada pasal tentang jangka waktu pengumpulan angka kredit terjadi perubahan dari 3 tahun menjadi 5 tahun.
PENDIDIKAN AKHLAK PERSPEKTIF QURAISH SHIHAB (Telaah Surat Luqma>n Ayat 12-19 dalam Tafsir al-Misbah) Ma’mun, Ma’mun
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak perspektif Quraish Shihab bertujuan untuk memahami formulasi konsep pendidikan akhlak dalam penafsirannya terhadap surat Luqma>n ayat 12-19. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Data-data dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang ada dianalisis dengan pendekatan pendidikan dengan cara content analysis (analisis isi). Hasil penelitian yang terkandung pada ayat 12-19 Surat Luqma>n menurut Quraish Shihab: Pertama, terdapat sembilan kandungan penting tentang pendidikan akhlak, yaitu: a) pentingnya keimanan dan larangan mempersekutukan Allah swt, karena merupakan kezaliman yang sangat besar; b) penekanan terhadap pentingnya implementasi konsep hikmah, yaitu keselarasan dan kesesuaian antara ilmu dan amal; c) perintah untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama Ibu; d) penekanan terhadap perasaan selalu diawasi Allah dalam setiap tingkah laku, karena Allah Maha Melihat dan Mengetahui; e) perintah untuk selalu menjaga shalat fardu dan shalat sunnah, karena shalat merupakan tiang agama dan sarana komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya; f) penekanan terhadap perintah untuk selalu ber-Amar ma’ruf nahi munkar, karena merupakan bentuk kepedulian seseorang pada lingkungan sekitarnya; g) perintah untuk selalu bersabar dalam setiap kondisi, karena seseorang yang sabar akan memiliki jiwa yang kokoh serta dapat menahan gejolak nafsu dalam dirinya; h) larangan bersikap sombong, karena pada hakikatnya manusia diciptakan dari tanah; i) perintah untuk senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan, karena hakikat syukur mengakui terhadap kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya. Kedua, dari segi materi dalam surat Luqma>n ayat 12-19, akhlak religius terdiri dari: a) akhlak iman; b) akhlak birr al-wa>lidyn; c) mura>qabatillah; d) akhlak menjaga shalat; e) Amar ma’ruf nahi munkar; f) akhlak sabar; g) akhlak tawaddu’; h) akhlak syukur.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA ANAK BERBASIS KARAKTER ISLAMI DI MI AL-HIDAYAH TARIK SIDOARJO Nuzulia, Nuril
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter sendiri merupakan usaha untuk mendidik anak agar mereka dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Lemahnya karakter bangsa Indonesia dapat disaksikan di lingkungan sekitar. Budaya korupsi, nepotisme, kolusi, hilangnya rasa malu, maraknya ketidak jujuran, dan pelemahan potensi anak bangsa. Salah satu strategi pendidik dalam hal ini orang tua, guru, dan orang dewasa disekitar anak, untuk menanamkan nilai moral yang sesuai dengan nilai sosial yaitu dengan menggunakan cerita. Dalam pengembangan buku cerita ini, pengembang menggunakan model desain pengembangan Borg & Gall. Pengembangan ini menghasilkan buku cerita untuk siswa kelas 1 MI Al-Hidayah Sidoarjo. Produk pengembangan ini diujicobakan melalui beberapa tahap secara berurutan yakni (1) validasi ahli materi, (2) validasi ahli media, (3) validasi menurut guru, (4) uji coba lapangan. Tanggapan penilaian ahli materi terhadap buku cerita berbasis karakter islami adalah 82 % dengan kualifikasi baik. Tanggapan penilaian ahli media terhadap buku cerita berbasis karakter islami adalah 86 % dengan kualifikasi sangat baik. Tanggapan penilaian ahli pembelajaran terhadap buku cerita berbasis karakter islami adalah 98 % dengan kualifikasi sangat baik. Tanggapan penilaian uji coba lapangan terhadap buku cerita berbasis karakter islami adalah 88 % dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian, penggunaan buku cerita ini dapat membantu meningkatkan keefektifan dan kemenarikan pembelajaran dan membantu mempermudah siswa dalam membentuk karakter islami.
FENOMENA HAIR DYING DALAM KAJIAN HADIS Nursihah, Arif
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis-hadis yang menganjurkan untuk menyemir rambut yang beruban, jika ditelusuri sabab wurud-nya, berasal dari kasus Abu> Bakr al-S{iddi>q yang membawa ayahnya, Abu Quh}a>fah. Rambut dan jenggot Abu> Quh}a>fah telah memutih bak tumbuhan thaghamah yang buahnya putih menyerupai uban. Dari itu, Nabi SAW memerintahkan kepada isteri Abu> Quh}a>fah untuk mengubah warnanya, dengan tidak menggunakan warna hitam. Setelah peristiwa ini, Abu Quh}a>fah dijuluki Abu> Qata>dah sebagai orang muslim pertama yang mengecat rambutnya. Penelitian kajian teks ini bertujuan untuk memberikan garis yang jelas mengenai hukum menyemir rambut, baik yang menganjurkan menyemir uban dan yang melarang menyemir rambut dengan warna hitam hanyalah bersifat temporal dan lokalistik (tidak universal). Fenomena hair dying dikaji dengan cara mendialogkan antar pendapat atau fatwa para fuqoha dan ulama madzhab (rival explanation) sebagai corak yang ada dalam penelitian kepustakaan (library research). Data-data yang dikumpulkan diambil dari berbagai referensi; baik referensi primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara content analysis (analisis isi). Hasil penelitian ini bahwa tradisi mewarnai rambut dengan berbagai tujuannya, telah dilakukan ribuan tahun yang lalu semenjak peradaban Mesir Kuno sebelum Masehi. Adalah Abu> Quh}a>fah, ayah Khalifah pertama, yang melakukan praktek ini dari kalangan Muslim atas dasar perintah Nabi. Nabi dalam hadisnya banyak menyebut semir rambut, baik berupa anjuran, larangan bahkan ancaman. Hadis-hadis tersebut idealnya dibaca konteks keluarnya, untuk dipadankan dengan konteks kekinian. Pada akhirnya, ternyata hadis-hadis tersebut tepat bila tidak dipahami secara universal, melainkan temporal
PEMBARUAN PENDIDIKAN PESANTREN SALAF (Studi Kasus di Pesantren Salaf Abul Faidl Blitar) Fahriana, Ava Swastika
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 12, No 1 (2016): (Januari)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaruan pendidikan pesantren adalah sesuatu yang dilakukan secara efektif, efisien, dan produktif menuju kepada kemajuan pendidikan pesantren. Pesantren Salaf hanya memberikan materi agama kepada santrinya, tujuan pokok dari pesantren ini adalah untuk mencetak kader-kader dai yang akan menyebarkan Islam di tengah masyarakatnya, namun dengan adanya pembaruan, maka pesantren mampu merespon dinamika perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan, dengan berbagai cara dan pendekatan. bentuk respon pesantren terhadap perubahan diantaranya; pertama, merevisi kurikulum dengan semakin banyak memasukkan mata pelajaran atau keterampilan yang dibutuhkan masyarakat; kedua, membuka kelembagaan dan fasilitas-fasilitas pendidikannya bagi kepentingan pendidikan umum. Begitu juga dengan pesantren Abul Faidl pesantren ini masih kental dengan mempertahankan salafnya, namun pesantren ini juga melakukan pembaruan modern yang dianggap baik, dengan adanya pembaruan pendidikan pesantren salaf, tidak berarti merubah semua, akan tetapi mempertahankan yang lama yang masih dianggap baik dan mengambil hal-hal yang baru yang dianggap baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7