cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
Urgensi Bimbingan dan Konseling Islam dalam Pembelajaran Zulkarnain, Zulkarnain
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana konsep bimbingan konseling dalamIslam, tujuan bimbingan konseling dalam Islam, dan bagaimana urgensi untuk pembelajaran. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif bagi para pembaca khususnya setidaknya sebagai pengantar dalam mengenal bimbingan dan konseling Islam.
PEMBENTUKAN KOMPETENSI PRIBADI-SOSIAL MENURUT ALFRED ADLER DAN RELEVANSINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI-SOSIAL Mufrihah, Arina
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One area of guidance and counseling services are personal-social counseling. Forms of personal-social services in schools in general have a lot we find in some references. Therefore in this article suggests a form other than the personal social services in general, specifically the authors also propose forms of personal-social counseling services from the perspective of Alfred Adler, because the theory of individual psychology Adler in a great deal about personal and social competence, where a kegiataan humanity each individual views of the development of social concerns. Here the authors see that in giving personal-social counseling services, an alternative that can be used is the Adler thinking about a personal relationship with a healthy sense of social sensitivity owned, that social care is a benchmark in assessing the whole person. Departing from the concept, the authors look at how the formation of personal and social competence according to Adler, Adler thought relevance with personal-social counseling, and an implementation of Adlerian-School Counseling in schools that tend to drive the adaptive behavior of students in order to meet their needsand help students develop skills socializing in the school environment.
PSIKOLOGI: KEMAMPUAN KOGNITIF DAN SOSIAL-EMOSIONAL PADA ANAK USIA REMAJA AKHIR Khaldun, Rendra
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discussion about psychology is very interest because psychology talked about mental and adolescence habit. Besides that, adolescence psychologies were beginner of intelligence, creativity, logic, and smart. The aims of this study were: 1.) to know what cognitive ability had by adolescence. 2.) To know what social emotional that had by adolescence. The method that used in this study was quantitative method. Techniques of collecting data in this study were questionnaire, interview, and documentation. The data analysis based on criterion of data. After the data collecting based on group, the data directlyanalysis based on groups.The results of this study were: 1.) Adolescence ability to thinks was beggin developed and adolescence realize their ability to look at the problems and to looking for solution. 2.) Adolescence beggin given score in look at the problems that related their society such as politic, humanity, and social problems. 3.) adolescence beggin thinks creatively and be able to analysis problems and to looking for the solution.
MENAKLUKKAN TANPA MERESAHKAN Kearifan Nilai-Nilai Pesantren dalam Pengubahan Tingkah Laku Hasan, Syamsul Arifin
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanksi di pondok pesantren dikenal dengan istilah ta’zir. Ta’zir adalahupaya mendidik (ta’dib) lantaran dosa yang tidak disanksi dengan had ataukaffarat atau terhadap perbuatan bukan ma’shiyat yang mengacu terhadapterwujudnya kemashlahatan bersama. Umpamanya, orang yang melanggaraturan bersama (nizham).Ta’zir termasuk salah satu teknik pengubahan tingkah laku gayapesantren. Konseling yang digali dari nilai-nilai pesantren perlu kita galiuntuk membuat model konseling yang berbasis budaya Indonesia. Penelitianini amat penting—terutama bagi para konselor di lembaga pendidikan yangberbasis pesantren—agar mereka mengetahui tradisi pesantren yangberkaitan dengan bimbingan konseling. Dengan mengetahui tradisipesantren, para konselor akan memahami konseli sehingga memudahkandalam proses konseling.Penelitian ini difokuskan kepada nilai-nilai pesantren yang dapat diserapdalam bimbingan dan konseling, yaitu teknik dalam mengubah tingkah lakukonseli. Kerangka teori pada penelitian ini menggunakan perspektif teoriKonseling Indigenous. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif tipeetnografi deskriptif dan dianalisis dengan hermeneutika ganda (doublehermeneutic).Hasil dari penelitian ini, ta’zir yang diperlakukan di pesantrentujuannya untuk mengubah perilaku santri menjadi baik. Prinsip-prinsip ta’zirdi pesantren antara lain bersifat mendidik (ta’dib), memperhatikan situasisosial dan kondisi pelaku (i’tibar ahwal an-nas), serta dilakukan secarabertahap (at-tadrij). Ketiga karakteristik ta’zir itu secara tersirat,menunjukkan bahwa ta’zir yang dilakukan tanpa menggunakan kekerasan.Apalagi, beberapa tradisi pesantren yang berkaitan dengan pengubahantingkah laku juga tanpa kekerasan: pepatah “megek klemar ainga se tak lekko(menangkap ikan wader, airnya jangan sampai keruh)”, memberi tantangansantri nakal, mempermudah tidak mempersulit, Gerbat (Riyadhah‘ubudiyah),bertahap dan istiqamah. Ta’zir yang demikian, mirip dengan konseppunishment (dalam konseling behavioral)Pengubahan tingkah laku yang dilaksanakan kaum pesantren dapatdisimpulkan bahwa mereka menyelaraskan antara aspek lahiriyah danbathiniyah. Misalnya, dalam menerapkan Gerbat (riyadhah ‘ubudiyah),kalangan pesantren menyeimbangkan dimensi format lahir (shurah zhahirah)dan hakikat terdalam (haqiqah bathinah). Pengubahan tingkah laku yangmenyeimbangkan kedua aspek tersebut, tujuannya agar orang yang diubahtersebut menjadi baik budi bekertinya (akhlaq al-karimah).
KONTROVERSI NURTURE DAN NATURE DALAM PSIKOLINGUISTIK Sarwadi, Sarwadi
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were: 1.) To know what is differences of Nurture and Nature in psycholinguistic Context, 2.) To Know the weakness both of theory based on the child Indonesian context. 3.) To know what. The method that used in this study was qualitative-descriptive that focus on literature studies. The Procedure of collecting data in this research was documentation. The researcher grouping the theory that was stated by expert, after that the researcher analysis the data and the last concluding the view of expert. The results of this study were: 1.) Nurture, children acquire language based on their environment, family, and their parent 2.) Nature, when children, they directly bring their ability used language.

Page 1 of 1 | Total Record : 5