cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agroland : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 0854641X     EISSN : 24077607     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agroland : jurnal Ilmu-ilmu pertanian diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas pertanian Universitas Tadulako dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas Dosen diLingkup Fakultas Pertanian dalam Bidang Penelitian dan sebagai penunjang dalam Tri Dharma Perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 3 (2019)" : 10 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI NILAM DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA Habibi Habibi; Saiful Darman; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.73 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usahatani nilam di Kecamatan Batudaka. Tempat penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Batudaka merupakan salah satu kecamatan di kepulauan yang mengembangkan nilam di Kabupaten Tojo Una-una. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (simple randon sampling methode) masing-masing 15% dari populasi petani nilam di tiga desa. Jumlah sampel sebanyak 28 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil Analisis SWOT menunjukkan bahwa usahatani nilam berada pada posisi kuadran I (mendukung strategi Agresif) dengan strategi SO (Strenghts-Opportunities). Program atau aktivitas yang diusulkan untuk dilaksanakan, meliputi: (1). Mengoptimalkan sumber daya lahan dalam upaya peningkatan produksi, (2). Memanfaatkan peran Kelompok Tani dalam upaya pengembangan strategi pemasaran, (3). Menggerakkan petani untuk berfikir dan bertindak dalam melaksanakan sesuatu yang lebih baik dan menguntungkan dalam upaya peningkatan produktifitas Usahatani Nilam  dalam menjamin kontinuitas produksi, (4). Mengembangkan bibit Lokal yang unggul Melalui dukungan Pemerintah Kata Kunci : Nilam, Pengembangan Strategi, dan SWOT.
PERANAN MANAJEMEN USAHA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI CENGKEH DI KECAMATAN BAOLAN KABUPATEN TOLITOLI PROPINSI SULAWESI TENGAH Nur Hikmah; Salawati Salawati
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.574 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara agraris, negara yang wilayahnya memiliki potensi besar pada sektor pertanian. Akan tetapi tidak dipungkiri bahwa sektor pertanian dengan potensi yang sangat besar seringkali termarjinalkan dan dipandang “sebelah mata”.  Memahami dengan kondisi tersebut, maka yang dapat dilakukan adalah dengan pengelolaan usahatani yang baik menggunakan prinsip-prinsip manajemen usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Manajemen Usaha yang terdiri dari 5 fungsi yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh dan apakah analisis Manajemen Usaha secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan Usahatani Cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) terhadap Peningkatan Pendapatan (Adjusted R Square) sebesar 39,5% dan sisanya sebesar 60,5%  dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Untuk pengujian secara simultan variabel Manajemen Usaha (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan dan Evaluasi) berpengaruh secara signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Cengkeh di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000>0,05.Untuk pengujian regresi berganda secara parsial masing-masing variabel independen yaitu variabel Perencanaan dengan nilai sig. sebesar 0,002<0,05 berpengaruh signifikan,variabel Pengorganisasian dengan nilai sig. sebesar 0,143>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pelaksanaan dengan nilai sig. sebesar 0,171>0,05 tidak berpengaruh signifikan, variabel Pengawasan dengan nilai sig. sebesar 0,012<0,05 berpengaruh signifikan dan variabel Evaluasi dengan nilai sig. sebesar 0,007<0,05 berpengaruh signifikan. Kata kunci:  Manajemen Usaha, Pendapatan, dan Regresi Berganda.
ANALISIS PENERIMAAN KONSUMEN MORINGA BISCUIT (BISKUIT KELOR) DIPERKAYA TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Yuanita Indriasari; Fitriani Basrin; Miming Berlian Hi. B. Salam
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.882 KB)

Abstract

Daun kelor banyak dimanfaatkan menjadi pengkaya nutrisi pada berbagai produk pangan, akan tetapi penggunaannya masih belum optimal karena rasa pahit dan aroma langu daun kelor. Hal ini disebabkan tingginya kadar saponin pada daun kelor. Untuk itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan menurunkan kadar saponin sehingga diperoleh tepung daun kelor dengan kadar saponin sebesar 0,79%; protein 28,705%; vitamin C 90,77 mg/100 g dan vitamin A 3590 μg/100 g. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruhnya pada produk pangan maka tepung daun kelor hasil penelitian ini (sampel T1W1P1) difortifikasi ke produk biskuit untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap tepung ini. Analisis daya terima produk biskuit ini dilakukan dengan cara 3 metode yaitu metode uji tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut (uji nilai importance to customer ), metode uji pembedaan (triangle test) untuk seleksi panelis dan uji deskriptif (uji scoring) untuk pengujian pengaruh penambahan tepung ekstrak daun kelor terhadap organoleptik biskuit. Penilaian dilakukan terhadap empat parameter yaitu warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel biskuit BK5 (tepung terigu 95%, tepung daun kelor 5%) dengan nilai masing-masing atribut yaitu Rasa = 4,20 (enak), warna = 3,84 (sesuai kontrol), aroma = 3,84 (tidak langu) dan tekstur = 4,16 (renyah). Hal ini berarti kadar saponin pada tepung daun kelor yang dapat diterima panelis sebesar 3,95 gr. Kata Kunci: Analisis Organoleptik, Biskuit, dan Daun Kelor,
ANALISIS PERSEPSI STAKEHOLDER DISTRIBUSI SARANA PRODUKSI PERTANIAN (SAPROTAN) PUPUK DI KABUPATEN PAMEKASAN Campina Illa Prihantini; Lutfiyanto Lutfiyanto
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.99 KB)

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam masyarakat perdesaan.Terlebih di Indonesia, mata pencaharian sebagai petani adalah mata pencaharian utama bagi negara agraris. Kegiatan produksi pertanian tentu sangat membutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana produksi. Ketersediaan ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang dalam keberlanjutan kegiatan pertanian di Indonesia. Tak pelak, banyak sekali kegiatan impor komuditas pertanian dari negaranegara agraris, termasuk Indonesia. Salah satu penyebab utamanya adalah masalah ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian. Tanaman pangan dan holtikultura merupakan salah satu komuditas pertanian yang amat penting dan diyakini akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Salah satu upaya untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menjaga ketersediaan sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, bahan-bahan pestisida, dan pupuk. Melakukan kegiatan pencacahan kios merupakan salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan sarana roduksi pertanian. Sehingga stakeholder pengambil kebijakan dapat menentukan langkah strategis apa yang dapat diambil dalam menjaga ketersediaan saprotan. Penelitian ini menggunakan purposive dan snowballing sampling method yang mana terdapat sekitar 100 kios penjual, pengecer yang diwawancarai. Pemilihan kios sebagai responden didasarkan pada ada tidaknya kegiatan atau transaksi aktif dalam satu tahun terakhir. Kios yang dipilih adalah kios penjual atau pengecer baik resmi atau tidak resmi yang menjual atau mengecer sarana produksi pertanian, seperti bibit dan benih, pestisida dan obat-obatan hama, serta pupuk baik bersubsidi maupun tidak bersubsidi.. Kata kunci: Analisis Persepsi, Distribusi, Kios Saprotan, dan Sarana Produksi Pertanian.
PENGARUH PEMBERIAN PASTA KAYU MANIS-MADU TERHADAP PEMBENTUKAN AKAR PADA CANGKOK KALAMANSI (Citrus microcarpa) Fiktor Imanuel Boleu; Radios Simanjuntak; Andronitus Keno; Maichel Brian Beslar; Vanhalen Djole; July Randales Manik
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.946 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pasta kayu manis-madu terhadap pembentukan akar pada cangkok kalamansi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Dari masing-masing ulangan dipilih 4 pohon sebagaitanaman induk. Perlakuan konsentrasi ZPT yang digunakan yaitu kontrol (tanpa ZPT), Rootone F (P1) sebanyak 146,67 g Rootone F per 100 ml air dan pasta kayu manis-madu (P2) dengan komposisi 36,67 g bubuk kayu manis per 100 ml madu. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pasta kayu manis-madu memiliki pengaruh yang sama efektifnya dengan ZPT sintetis Rootone F dan keduanya memberikan hasil yang lebih baik dari kontrol terkait variabel jumlah dan panjang akar pada cangkok kalamansi. Pasta kayu manis-madu berperan sebagai fitohormon alternatif karena mengandung enzim dan senyawa monosakarida (glukosa dan fruktosa) yang dapat menstimulasi perakaran pada cangkok kalamansi. Selain itu, kandungan antibakteri dan antijamur pada pasta kayu manis-madu dapat mendukung kondisi perakaran cangkok yang lebih baik. Kata Kunci: Cangkok, Fitohormon Alternatif, Kalamansi, dan Pasta Kayu Manis- Madu.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI DI DESA TOMBIANO KECAMATAN TOJO BARAT KABUPATEN TOJO UNA UNA Ambar Subekti; Rustam Abd. Rauf; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.008 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan), faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan mengetahui formulasi strategi dalam pengembangan usahatani kopi. Penentuan daerah penelitian  dilakukan secara sengaja (purposive) menggunakan metode slovin dengan jumlah sampel 28 orang. Data dianalisis menggunakan metode  deskriptif dan formulasi strategi dengan menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitian dari data analisis Internal Strategic Faktor Analysis Summary (IFAS) faktor kekuatan (strengths) mempunyai nilai sebesar 2,08 dan kelemahan (weaknesses) mempunyai nilai sebesar 1,24.  Nilai ini dapat diartikan bahwa usaha pengembangan usahatani kopi di lokasi penelitian memiliki kekuatan yang lebih besar, yaitu sekitar 62,73%  dibandingkan dengan kelemahannya sebesar 37,27%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis Eksternal Strategic Faktor Analysis Summary (EFAS), bahwa faktor peluang (opportunities) mempunyai nilai sebesar 1,63 dan ancaman (threats) mempunyai nilai sebesar 0,88. Nilai ini dapat diartikan bahwa peluang yang dimiliki masih lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang ada, yaitu 64,81% peluang dibandingkan dengan 35,19% ancaman. Sehingga formulasi strategi inti (Core Strategy) yang dijadikan strategi pengembangan usahatani kopi yang terdiri dari 3 program yaitu :1)    Mengoptimalkan lahan usahatani melalui bibit berkualitas untuk mengimbangi permintaan kopi yang tinggi;2)    Penyediaan suplai produksi kopi mengembangkan sumberdaya lokal, yang dilakukan melalui pengembangan lahan usaha tani akibat tingginya harga kopi;3)    Meningkatkan produksi kopi melalui perkembangan teknologi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Kata kunci : Usahatani Kopi, Analisis SWOT, Strategi Pengembangan.
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN DAN RISIKO PENDAPATAN PETANI BABY BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) PADA PETANI MITRA DAN NON MITRA DI KABUPATEN SEMARANG D.A. Puspitaningrum; T. Ekowati; W. Roessali
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.065 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kinerja usahatani, menganalisis perbedaan biaya produksi, jumlah produksi,  penerimaan, dan pendapatan serta menganalisis risiko pendapatan usaha tani baby buncis petani mitra dan non mitra di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan pada Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Metode penentuan jumlah responden pada petani mitra yaitu metode sensus dan metode penentuan jumlah responden petani non mitra yaitu kuota dengan jumlah masing-masing 35 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif, uji beda Independent Sample t-Test, dan koefisien variasi. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan secara nyata pada produksi dan pendapatan di petani mitra dan non mitra, serta tidak adanya berbedaan secara nyata pada penerimaan dan biaya usahatani di petani mitra dan non mitra. Koefisien variasi produksi dan pendapatan lebih besar di petani mitra daripada di petani non mitra. Koefisien variasi harga kecil di petani mitra daripada di non mitra.Kata kunci: Buncis Baby, Kemitraan, Pendapatan, dan Resiko Pendapatan. 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PELATIHAN GUNA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN DI PT. TUNAS AGRO PERSADA, DEMAK Agus Subhan Prasetyo
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.239 KB)

Abstract

Salah satu cara meningkatkan kinerja karyawan dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan karyawan. Pelatihan yang dimaksud bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan karyawan agar mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Tujuan penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen pelatihan dalam meningkatkan kinerja karyawan di PT. Tunas Agro Persada, Demak. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja atau purposive. Responden pada penelitian ini yaitu karyawan PT. Tunas Agro Persada berjumlah 30. Penentuan responden menggunakan probabilty dengan teknik simple random sampling. Teknik analsis data dalam penelitian ini deskriptif kualitatif guna mendiskripsikan manajemen pelatihan karyawan yang diterapkan oleh PT. Tunas Agro Persada. Hasil yang diperoleh dari penelitian PT. Tunas Agro Persada dalam melaksanakan pelatihan karyawan dilakukan dengan manajemen fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating,Controlling). Planning yang meliputi penilaian kebutuhan, pengajuan usulan, penciptaan sasaran dan merancang pelatihan. Organizing berupa rapat bersama dan koordinasi pihak terkait. Actuating adalah pelaksanaan pelatihan. Controlling di dalamnya memuat evaluasi. Kata Kunci: Kinerja, Karyawan, Manajemen, Pelatihan, POAC.
ANALISIS PERANAN SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN KABUPATEN DELI SERDANG Fransisca Wenny AWS; Rita Herawaty Bangun
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.85 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi setiap subsector pertanian, kehutanan, dan perikanan dan menganalisis pergeseran pertumbuhan sektor pertanian, serta menganalisis subsektor yang menjadi unggulan dalams ektorpertanian, kehutanan dan perikanan, pada struktur perekonomian di Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) analisis yaitu: typology klassen (TK), loqation question (LQ) dan shift share (SS). Analisis TK menunjukkan bahwa kabupaten Deli Serdang termasuk daerah yang mempunyai potensi untuk berkembang dan tumbuh secara ekonomi dalam sector pertanian di Sumatera Utara. Analisis LQ menunjukkan bahwa pada subsector tanaman pangan, perkebunan semusim, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, peternakan, jasa pertanian dan perburuan, serta perikanan merupakan subsector unggulan di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan analisis SS menunjukkan bahwa pada subsector tanaman hortikultura semusim dan subsector kehutanan dan penebangan kayu mempunyai daya saing yang tinggi dan berpotensi untuk maju dan tumbuh yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang. Kata kunci:   Sektor Pertanian, Potensi Ekonomi, Typology Klassen, Loqation Question, dan Shift Share.
PENGARUH INTENSIFIKASI USAHATANI TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA TOLAI BARAT KECAMATAN TORUE KABUPATEN PARIGI MOUTONG Mohammad Fikri; Max Nur Alam; Lien Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.523 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensifikasi usahatani terhadap produksi usahatani padi sawah di Desa Tolai Barat Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Variabel yang terdapat dalam model Produksi usahatani padi sawah ialah luas lahan (X1), benih (X2), tenaga kerja (X3), pupuk urea (X4), dan pupuk NPK (X5).Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian iniialah analisis fungsi produksi Cobb Douglas guna mengetahui pengaruh Produksi usahatani padi sawah. Hasil Analisis fungsi produksi Cobb Douglas menujukkan bahwa variabel luas lahan (X1), benih (X2), tenaga kerja (X3), dan pupuk NPK (X5).secara simultan berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah.sedangkan, variabel pupuk urea (X4) tidak mempengaruhi Produksi usahatani padi sawah.Nilai R2 = 0.997, artinya Variabel yang ada dalam model mempengaruhi produksi sebesar 99,7% sedangkan,0.30% dipengaruhi faktor lain di luar model. Kata Kunci : Intensifikasi, Analisis Produksi, Cobb-Douglas, dan Padi Sawah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10