cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Analisa SWOT Sebagai Acuan Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus : Khazanah Plaza Batam) Luthfini Lubis, Arina
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.123 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1499

Abstract

Khazanah Plaza berdiri sejak tahun 2015 dengan mengusung tema bisnis yang kuat yaitu pusat perbelanjaan pertama yang berkonsep halal dan dikelola dengan prinsip syariah. Konsep halal yang  diusung Khazanah Plaza menjadikannya lebih teristimewa lagi karena menyediakan 3 jenis layanan utama yaitu pasar swalayan, busana muslim dan food court halal.Dengan berbagai keunikan yang ditawarkan oleh Khazanah Plaza tentu akan menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen terutama untuk mereka yang ingin melakukan transaksi jual beli secara halal dan nyaman. Namun sayangnya, setelah memasuki tahun pertama tingkat kedatangan pelanggan di Khazanah Plaza mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini tentu juga sangat mempengaruhi tingkat pendapatan penjualan bagi para penyewa toko yang ada didalam Khazanah Plaza.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa strategi pemasaran yang dilakukan oleh Khazanah Plaza dalam meningkatkan volume penjualan, dan untuk mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan dari strategi tersebut dengan menggunakan analisa SWOT. Dengan analisa ini diharapkan bisa menjelaskan secara detail apa saja yang menjadi sumber kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan yang dialami oleh Khazanah Plaza.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi yang dilaksanakan Khazanah Plaza saat ini belum optimal dalam menarik lebih banyak konsumen sehingga hanya konsumen tertentu yang merasa puas dan lebih memilih berbelanja di Khazanah Plaza dibandingkan tempat lainnya. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan antara lain dengan memperbaiki sistem promosi yang lebih luas dan frekuensinya diperbanyak dengan memperluas target pasar, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dan tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan oara penyewa tempat di Khazanah Plaza.
SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) MODEL DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK MENDUKUNG GREEN PROCUREMENT PADA INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT Arditya Nur Waaly; Ari Yanuar Ridwan; Mohammad Deni Akbar
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.37 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4081

Abstract

Pada saat ini kesadaran manusia akan kondisi lingkungan semakin meningkat, selain meningkatnya kesadaran akan lingkungan terdapat perundang-undangan yang mengatur yaitu UU No.3 Tahun 2014 pasal 30. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kondisi lingkugan maka akan berdampak pada produk yang dipasarkan oleh perusahaan, hal ini mengharuskan perusahaan untuk menerapkan konsep lingkungan padaSupply Chain perusahaan. Green Supply Chain Management adalah menggabungkan faktor lingkungan dengan rantai pasok mulai dari design produk, raw material, proses produk, proses pembuatan, pengiriman kepada costumer, dan end of life produk. Salah satu proses tercapainya green supply chain adalah proses Procurement atau Supplier, agar terlaksananya green supply chain adalah dibuatnya Key Performance Index (KPI) berbasisgreen dengan memperhatikan green objective yang ditentukan. KPI bertujuan untuk menerapkan target kinerja dan penilaian kinerja yang dimana informasi dapat digunakan sebagai bahan pengontrolan kinerja. Penelitian ini menggunakan model SCOR (Supply Chain Operation Reference) untuk mencari KPI terpilih, diperlukan pemetaan proses bisnis pada perusahaan yaitu bagian pengadaan dengan menggunakan metode SCOR. Metode SCOR mengharuskan mengidentifikasi level 1 perusahaan yaitu tujuan perushaan yang dimana pada penelitian ini yaitu capaian aspek lingkungan pada supply chain dan proses utama terdapat 5 proses utama yaiut plan, source, make, deliver, dan return. Level 2 yaitu identifikasi proses aktivitas pada bagian procurement, dan level 3 yaitu mengidentifikasi atribut tiap proses pada level 2 dan KPI berbasis Green dari tiap attribut. Setelah didapatkannya Atribut dan KPI dilakukan pembobotan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk mencari atribut dan KPI dengan bobot Green tertinggi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat 18 KPI yang dapat digunakan dalam pengukuran kinerja Procurement berbasis Green. Dengan adana KPI membantu perusahaan dalam menerapkan dan menilai kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan Green.
Strategi Menurunkan Hand Over Pada Proses Setting di PT. Induro Menggunakan Pendekatan Value Stream Mapping Ossa Sutaarga
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.205 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1543

Abstract

PT. Induro adalah salah satu pabrik Fiberglass terbesar dari sekian banyak pesaing-pesaing yang ada. Permintaan yang setiap tahunnya meningkat mengharuskan PT. Induro meningkatkan produktivitasnya. Produktivitas dihitung dengan jumlah manpower bias menghasilkan berapa unit perhari. Data HO (Hand Over) untuk bagian cetak dalam 1 hari tipe SD-8 adalah 9 Man Hours/Unit, MSD-8 9 Man Hours/Unit, LD8-I 15.17 Man Hours/Unit. Lalu data HO (Hand Over) bagian Setting dalam 1 hari untuk tipe SD-8 adalah 13 Man Hours/Unit, MSD-8 13 Man Hours/Unit, LD8-I 33.6 Man Hours/Unit. Sedangkan untuk bagian Finishing data HO dalam 1 hari untuk tipe SD-8 9 Man Hours/Unit, MSD-8 9 Man Hours/Unit, dan LD8-I 12.6 Man Hours/Unit. Dari data HO tersebut maka akan dilakukan penelitian perbaikan proses produksi diarea setting dengan suatu metode lean yang berfokus pada identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah (non-value-adding activities) dalam desain produksi (untuk bidang manufaktur) atau operasi (untuk bidang jasa) yang berkaitan langsung dengan pelanggan (Jones and Womack, 2002). Akar penyebab dari permasalahan yang ada adalah non-value added activities yang terjadi pada proses setting adalah besarnya waktu siklus pada setiap proses. Setelah memilah-milah VA activities dan NVA activities maka NVA activities dapat dieliminasi, waktu siklus dapat berkurang dan produktivitas dapat meningkat.
ANALISIS HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI DIVISI TEKNIK PT. ASDP-MERAK Ani Umyati; Evi Febianti; Ana Kurniawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.157 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5159

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu perasaan yang bersifat subjektif yang menyebabkan turunnya kemampuan kerja pekerja. Kelelahan berdampak pada menurunnya kapsitas dan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kelelahan dengan produktivitas kerja di Divisi Teknik PT. ASDP-Merak. Penelitian ini dilakukan terhadap semua pekerja bagian Teknik Kapal yang berjumlah 9 orang pekerja. Variabel yang diteliti adalah lingkungan fisik, IMT, kelelahan dan produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan fisik yang tidak memenuhi NAB adalah pencahyaan dengan nilai 43,333 < 300 lux dan kesembilan pekerja memiliki status gizi yang normal. Pengukuran kelelahan mengunkan kuesioner IFRC dengan pengukuran dilakukan sebelum bekerja dan setelah bekerja, dengan nilai sebelum kerja adalah 59,779 ± 2,267 dengan kategori sedang dikarenakan adanya aktivitas sebelum bekerja seperti lembur kerja. Kelelahan setelah bekerja dengan nilai sebesar 87,037 ± 2,685 dengan kategori tinggi, hal tersebut menunjukan adanya kegitan atau pekerja yang menyeyabkan kelelahan. Pengukuran produktivitas dilakukan menggunakan work sampling dengan hasil rerata pekerja sebesar 77,54% ± 0,0176. Analisia hubungan kelelahan dan produktivitas mengunakna uji kolerasi dengan hasil -0.807 dan sig 0,011 hal tersebut menunjukan kelelahan yang semakin tinggi menyebabkan produktivitas kerja menurun. 
ANALISIS TINGKAT HALANGAN PRODUKTIVITAS TLS II DI PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK. Irnanda Pratiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.148 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2071

Abstract

PT. Bukit Asam (Persero), Tbk merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat TLS, saat ini perusahaan tersebut memiliki 3 unit alat TLS. Pada penelitian ini mengevaluasi faktor – faktor yang terkait dengan tingkat halangan yang terjadi di TLS II. Metode yang digunakan untuk menganalisa tingkat halangan(defect) di TLS II menggunakan Metode Six Sigma. Dari hasil analisa didapatkan data pengeluaran Batubara melalui TLS 2 pada Bulan Januari - September tahun 2016 diketahui jumlah rata-rata jam jalan tiap bulan sebesar 17.851 menitdan jumlah yang defect sebesar 2.795 menit. Mayoritas halangan disebabkan oleh Waktu Tunggu Material/ Stock Jauh atau Tipis 63,4 %, Tersumbat Material Besar di Feeder 25,4 % dan Dozer Tidak ada/ Kurang 7,4 %. Kesimpulannya, untuk mengurangi Halangan yang terjadi adalah faktor manusia(pekerja), maka dari itu pekerja dapat diberikan pelatihan untuk menunjang kinerja dalam mengoperasikan TLS 2. Kemudian dari faktor mesin terutama mesin Dozer, karena saat ini terjadi kekurangan Dozer di TLS 2 maka kedepannya dibutuhkan pengadaan Dozer di TLS 2 lalu dari faktor lingkungan perlu dilakukan perbaikan Pemilahan Batupack dari tambang saat proses loading dalam feeder. 
MODEL GRAVITY DAN ALGORITMA SAVINGS DALAM PENENTUAN LOKASI DAN JARINGAN DISTRIBUSI Adrian Firdaus; Hendy Suryana
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.226 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2094

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bagian terpenting dari sistem perekonomian di Indonesia, khususnya Melia Cakes merupakan UMKM yang bergerak di bidang kuliner, yaitu pembuatan macam-macam kue basah dan kering. Untuk memasarkan produknya, UMKM bekerja sama dengan para retailer dalam menjual dan memasarkan produknya. Supply Chain Management (SCM) merupakan suatu konsep pendekatan atau seni yang terintegrasi untuk meningkatkan produktivitas suatu sistem perusahaan yang berorientasi untuk memberikan kepastian tentang ketersediaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen dengan kualitas dan kuantitas yang tepat. Salah satu bagian penting dari SCM adalah lokasi pabrik yang optimal berdasarkan jarak, biaya dan faktor lainnya. Untuk mengetahui lokasi pabrik dan jaringan distribusi yang optimal diperlukan penelitian yang bertujuan mengurangi biaya transportasi. Salah satu model untuk menentukan lokasi adalah Model gravity, dimana factor- faktor diantaranya: biaya, jarak, dan beban yang diangkut berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan. Adapun Algoritma savings merupakan metode heuristik untuk memecahkan suatu model jaringan distribusi dengan mengurangi biaya dan jarak tempuh secara optimal. Pada penelitian ini menghasilkan lokasi yang baru pada titik koordinat -6.8893 garis lintang dan 107.1948 garis bujur serta penurunan biaya transportasi sebesar Rp. 264.716 dan biaya savings sebesar Rp. 26.215. 
Implementasi metode balanced scorecard untuk mengukur kinerja di perusahaan engineering (Study Case PT. MSE) Akhyar Zuniawan; Octoberry Julyanto; Yohanes Bangun Suryono; Zulfa Fitri Ikatrinasari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.441 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8008

Abstract

Lingkungan bisnis yang semakin komplek terutama di perusahaan yang bergerak di bidang engineering, memerlukan metode penilaian kinerja yang semakin akurat dan komprehensif. Penilaiaan kinerja yang baik sekarang ini adalah Balance Scorecard. Balance Scorecard yang mengkombinasikan penilaian keuangan dan non keuangan. Balance Scorecard mengkur empat perspektif yaitu inovasi pembelajaran, internal proses, kepuasan pelanggan dan keuangan. Penelitian ini mempergunakan data laporan keuangan tahun 2017-2018 di Perusahaan Engineering (PT MSE) serta dengan penyebaran kuisioner ke karyawan dan konsumen. Indikator penelitian meliputi EBITDA, OI, gross profit, net income, kepuasan pelanggan, inovasi dan kepuasan karyawan. Hasil dari penelitian ini diketahui kinerja di Perusahaan Engineering (PT. MSE) secara keseluruhan adalah cukup baik. Perspektif keuangan; EBITDA, OI, gross profit, dan net income menunjukan kinerja yang cukup baik. Perspektif pelanggan menunjukan kinerja yang cukup baik, dalam perspektif proses internal perusahaan siap melakukan inovasi yang cukup baik dan dalam perspektif inovasi dan pembelajaran karyawan perusahaan berada dalam kondisi cukup baik.
Peningkatan Kualitas Gula Rafinasi Dengan Konsep Lean Manufacturing di PT Duta Sugar International, Tbk Nurlaili Nilam Warda; Lely Herlina; Putro Ferro Ferdinant
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.709 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.318

Abstract

PT Duta Sugar International merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi gula rafinasi. Berdasarkan pengamatan pada bulan April hingga Mei 2014 perusahaan mampu menghasilkan produk mencapai 118 bags sampai 464 bags/hari dengan rata-rata jumlah produk nonconformities sebanyak 25% dari jumlah produksi. Salah satu data yang menjadi objek penelitian adalah data produksi gula kualitas R1 dan R2. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi variabilitas produk nonconformities yang terjadi pada proses produksi serta mengevaluasi total manufacturing lead time. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara konsep lean manufacturing dengan menggunakan Quality Filter Mapping (QFM) dan Statistical Process Control (SPC) yang merupakan salah satu elemen pendukung dalam konsep Lean Manufacturing untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada perusahaan dikarenakan banyaknya nonconformities (waste of defect) dengan menggunakan peta kendali u untuk memonitoring proses produksi serta peningkatan performansi pada kualitas. Hasil penelitian memperlihatkan dengan penerapan lean dapat menurunkan jumlah produk nonconformities sebanyak 11,63% yang berarti linear dengan peningkatan kualitas produk dengan peningkatan nilai process cycle efficiency menjadi 99,67%, sedangkan Total Manufacturing Lead time menurun dari 5308,08 menit menjadi 5292,83 menit dan nilai process lead time menurun dari 31 hari menjadi 30 hari. 
Rancang Bangun Digital Arsip Kepegawaian di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serang Mochamad Yusuf Romdoni; Eka Nur Kamil
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.699 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang sistem informasi digital arsip kepegawaian pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Serang yang akan dibangun untuk membantu proses pengolahan data kepegawaian yang terus bertambah dan semakin menumpuk dengan perubahan yang cukup siginifikan setiap tahunnya, pengembangan ini dirancang sebagai suatu solusi untuk membantu proses pengarsipan data kepegawaian yang selama ini diolah dalam bentuk hardcopy (kertas) yang harus menyediakan tempat dan juga biaya perawatan yang cukup besar, adapun manfaat utamanya adalah dapat menghemat tempat, kertas serta membantu proses pengindekan informasi yang terdapat pada setiap dokumen kepegawaian dan juga keamanan dokumen serta informasinya lebih terjamin. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan waterfall dan adapun teknik yang digunakan untuk menggambarkan sistemnya menggunakan flowchart program, dengan adanya Sistem Digital Arsip ini diharapkan dapat membantu proses adminstrasi kepegawaian didalam mengalah data kepegawaian menjadi lebih mudah, aman dan juga efektif serta efisien
Relayout Gudang Produk Polypropylene Dengan Metode Dedicated Storage Evi Febianti; M. Adha Ilhami; Gilang Ferdiansah
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.588 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1534

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia dengan salah satu produknya yaitu polypropylene atau yang lebih dikenal sebagai biji plastik. Produk-produk tersebut disimpan sementara dalam gudang polypropylene. Peningkatan produksi yang dilakukan perusahaan sejalan dengan kecepatan produksi secara terus menerus. Hal ini memaksa operator untuk mengimbangi kecepatan angkutannya agar tidak terjadi penumpukan produk. Seringkali terjadi ketidakteraturan peletakkan produk, karena peletakkan hanya didasarkan pada line yang kosong saja untuk menyiasati kecepatan material handling. Hal ini juga seringkali membuat operasi pemindahan dilakukan secara berulang, sehingga jarak tempuh dan biaya material handling menjadi besar. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan usulan perbaikan tata letak gudang dengan metode dedicated storage, mengetahui total jarak maupun biaya material handling sebelum dan sesudah perbaikan, dan mengetahui nilai efisiensi line sebelum maupun sesudah dilakukan. Metode dedicated storage merupakan metode untuk tata letak penempatan produk yang didasarkan pada besarnya aktivitas keluar masuk produk (throughput) dengan jarak terpendek line terhadap pintu keluar masuk. Sebelum perbaikan, didapatkan total jarak material handling sebesar 31237,051 m dan biaya material handling sebesar RP.482.310.000,00 dengan presentase efisiensi line sebesar 83,30%. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode dedicated storage didapatkan total jarak material handling sebesar 22462,663 m dan total biaya material handling sebesar Rp.346.830.659,78 dengan presentase efisiensi line sebesar 86,13%. Hasil ini mengalami penurunan jarak material handling sebesar 8774,388 m dan penurunan biaya sebesar Rp.135.479.340,22 atau setara dengan presentase penurunan sebesar 28.09%.

Page 5 of 46 | Total Record : 458