Articles
458 Documents
Pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek pembangunan transmisi pipa gas menggunakan metode CPM (Critical Path Method)
Nurul Ummi;
Tri Suci Febrianingsih;
Evi Febianti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.031 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6506
PT. ABC merupakan perusahaan di bidang proyek konstruksi perpipaan. PT. XYZ sebagai pikah ke - 3 yang mengerjakan salah satu proyek PT. ABC. Proyek yang dimaksud adalah pembangunan transmis i pipa gas 3,65 km di daerah Karawang P royek tersebut mengalami permasalahan yaitu ketidaktepatan waktu dalam pelaksanaan proyek yang melebihi rencan a yang seharusnya 172 hari menjadi 200 hari dengan masa peme liharaan 90 hari. Keterlambatan waktu dalam pengerjaan proyek mengakibatkan adanya penalty, maka dilakukan penegndalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek pembangunan transmisi pipa gas menggunakan CPM (Critical Path Method). Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan usulan alternatif pengendalian waktu dan biaya proyek yang lebih baik berdasarkan cr ash program yang dilakukan setelah mendapatkan hasil CPM. Hasil penelitian ini didapatkan pengendalian waktu dan biaya proyek dengan crash program kegiatan jalur kritis hasil perhitungan CPM yang menghasilkan delapan usulan alternatif pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek. Dari delapan usulan alterntif dapatkan hasil usulan alternatif yang lebih baik yaitu usulan alternatif dengan crashing kegiatan L, H, B, J, D, G, dan F dengan durasi 155 hari dan total biaya proyek Rp3.986.064.697,00, sert a keun tungan yang didapatkan Rp 1.013.935.303,00. H asil usulan penjadwalan yang lebih baik diharapkan kedepannya dapat menjadi usulan untuk proyek yang akan datang.
Optimasi On Time In Full Delivery Produk Dengan Metode Six Sigma di Perusahaan Adhesive
Hartono Hartono
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.909 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v1i1.300
Dalam beberapa bulan terakhir ini permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adhesive adalah masalah pengiriman barang ke pelanggan yang tidak sesuai dengan jumlah yang diorder. Bilamana permasalahan ini tidak segera ditangani bukan tidak mungkin pelanggan akan pindah ke pesaing lain. Untuk meningkatkan performa on time in full pengiriman barang jadi ke pelanggan melalui pendekatan six sigma dengan metode DMAIC yang bertujuan mendapatkan solusi terbaik untuk tujua ini. DMAIC merupkan suatu metode yang menggabungkan beberapa teori analisis dan statistik untuk pemecahan masalah yang sebenarnya (root cause). Tahapan yang dilakukan dalam metode ini adalah Define (definisi), Measure (Pengukuran), Analysis (analisa), Improve (perbaikan) dan Control (pengawasan). Tools yang dipakai dalam penelitian ini diantaranya adalah 5-why analysis. Dari penelitian yang dilakukan, maka faktor penyebab yang dapat mengakibatkan performa OTIF tidak sesuai target dapat diketahui. Begitu juga untuk tindakan perbaikan dan pengontrolan setelah perbaikan bisa diketahui dan dapat diimplementasikan.
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KONDISI KERJA DENGAN PENDEKATAN 8 ASPEK ERGONOMI (Studi Kasus di Industri manufaktur Logam)
Susihono, Wahyu;
Adiatmika, I Putu Gede;
Parwata, I Made Yoga;
Sudiarsa, I Wayan
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (20.123 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2130
Terdapat berbagai rancangan produk yang baru mempertimbangkan optimalisasi fungsinya, sehingga banyak mesin atau alat ketika dioperasikan justru memperburuk kondisi fisiologis pekerja, seperti adanya bising diatas ambang batas, saat pengoperasian alat menggunakan otot berlebih sehingga menjadikan beban tambahan pengguna, terjadi sikap paksa tubuh atau gerakan tidak alamiah saat pemindahan bahan dan alat, adanya alat baru yang tidak mempertimbangkan nilai budaya lokal sehingga setiap tidak ada pengawasan akan beralih pada pola kerja lama, kurangnya perhatian dalam interaksi manusia-mesin. Perlu adanya analisis menggunakan pertimbangan 8 aspek ergonomi sebelum melakukan perbaikan kerja, sehingga permasalahan dapat dilihat secara holistik. Manusia mempunyai kemampuan, kebolehan dan keterbatasan, sehingga kajian partisipatori menjadi sangat perlu untuk memperoleh berbagai keinginan pengguna. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif melalui partisipatori ergonomi dengan mengambil subjek penelitian pada 6 industri manufaktur logam. Kesimpulan pada penelitian ini adalah diperlukan asupan gizi atau nutrisi untuk memulihkan tenaga, diperlukannya desain fasilitas berupa alat bantu untuk mengurangi penggunaan otot berlebih, perlu memasukkan sistem nilai budaya dalam adopsi perancangan alat bantu kerJa. Perlu perbaikan pada tata letak fasilitas kerja agar lebih nyaman, seperti pengurangan intensitas cahaya agar tidak terlalu tinggi diterima oleh pekerja yang sedang beraktivitas, diperlukan mengatur suhu lingkungan agar dapat diterima oleh tubuh sesuai dengan kondisi fisiologis pekerja dan diperlukan rancangan jalur atau lalu lintas pekerja secara aman. Diperlukan alat atau mesin yang dapat difungsikan untuk mengurangi debu terhirup ole pekerja secara langsung dan terbang di udara secara bebas. Pendekatan deapan aspek ergonomi mampu mengidentifikasi permasalahan secara holistik sehingga dapat menemu kenali permasalahan secara sistematis untuk dicarikan solusinya mealui sumbang saran dari pekerja secara langsung.
PENGUKURAN TINGKAT EFEKTIVITAS VACUUM PAN DI PT. X
Kulsum, Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (20.123 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1509
In agro-industrial sector especially in sugar factory like PT. x improvement of manufacturing system is one of an improvement effort that intensively conducted so that later it could responds rapidly to market changes. The company always attempt to improve productivity, one of the way that has been done is implement preventive maintenance. But in fact, the outcome hasn’t reached the expectation yet. This research found that allocated time to do breakdown maintenance is the main problem, so that most of the corrective action focused in this problem. This research used OEE measurement, Six Big Losses calculation analysis, and also cause-effect diagram to look for existing problem and to give proposed improvement for the problem. As the result, the biggest factors affecting the low effectiveness of machine is equipment failure losses so that the proposed improvement action is implementing TPM.
PENENTUAN OPTIMASI SISTEM PERAWATAN PADA MESIN CASTING LINE 37 DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (LCC) DI PT XYZ
Putty Aisya;
Endang Budiasih;
Judy Alhilman
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.156 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4086
PT XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi battery kendaraan terbesar di Indonesia. PT.XYZ memiliki beberapa section produksi. Salah satunya section Casting yang memproduksi grid yang merupakan komponen utama battery. Section casting terdiri dari 52 line produksi dari line-line tersebut terpilih Mesin Casting line 37 yang memiliki total downtime tertinggi sebesar 501 jam dengan frekuensi 10 kali kerusakan pada tahun 2016-2017 dan yang menyebabkan terjadinya kegagalan perusahaan dalam mencapai planningproduksi. Untuk mengetahui penyebab dari downtime yang tinggi pada mesin casting line 37 dan kegagalan dalam mencapai target produksi perusahaan sangat perlu untuk mengetahui umur optimal dari suatu mesin agar tidak mengeluarkan biaya yang terlalu tinggi untuk melakukan perbaikan dengan menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Berdasarkan metode LCC, menghasilkan nilai LCC terendah yaitu sebesar Rp 443.844.114,43 dengan umur optimal mesin 7 tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak 1 orang dalam satu shift.
Perancangan dan Implementasi Produk Penjernih Air dengan Metode QFD (Quality Function Deployment) di Kecamatan Pancoran Mas Depok
Elitria Wiratmani;
Endang Suhendar;
Ririni Regiana Dwi Satya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.198 KB)
|
DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1548
Banyak warga yang mengeluhkan tentang air bersih yang mereka konsumsi setiap harinya. Kebanyakan dari warga harus membeli air mineral untuk keperluan minum dan memasak sedangkan untuk mencuci, seringkali air meninggalkan noda kekuningan di baju. Pelayanan air bersih di daerah Depok masih dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor dengan tingkat pelayanan sekitar 20 % dari total penduduk Kota Depok. Wilayah pelayanan masih terbatas di beberapa wilayah di kecamatan Beji, Sukmajaya, Pancoran Mas dan sedikit di Sawangan dan Cimanggis dengan jumlah pelanggan sebanyak 34.617 unit. Sebagian besar penduduk Depok memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih, dimana kuantitas air tanah relatif mencukupi kebutuhan sepanjang tanah sebagai air bersih, kualitas air tanah di daerah permukiman padat diperkirakan rawan pencemaran limbah domestik. Kondisi yang ada sekarang terdapat sekitar 131.804 jiwa dengan catatan masih terdapat 34,32 % penduduk yang belum terekam dari hasil sensus yang dilakukan Pemda Depok per tahun 2011 (Profil Kabupaten/Kota Depok, 2011). Sumber utama resapan air warga Pancoran Mas Depok adalah berasal dari Situ Rawa Besar yang terletak di timur kecamatan Pancoran Mas Depok. Krisis air bersih yang dibutuhkan untuk konsumsi warga setiap harinya karena Situ Rawa Besar sebagai sumber air telah terkontaminasi sehingga air tersebut tidak layak dikonsumsi. Sehingga warga membutuhkan produk penjernih air yang berspesifikasi teknis sesuai kebutuhan warga di Daerah dekat Situ Rawa Besar.
Coping stres petugas operator mesin pembangkit listrik tenaga uap dalam pencegahan terjadinya kecelakaan PT. Indonesia Power Unit Pembangkit Suralaya Banten
Hesti Puspita Sari;
I Nyoman Surna
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6493
Stres akibat kerja merupakan permasalahan dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Stres mempunyai dampak yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja yang berhubungan dengan pekerjaan serta kesehatan mental. Sumber stres kerja adalah stres pekerjaan (beban kerja), jam kerja, masalah peran, hubungan interpersonal. Begitupun yang berlaku di PT. Indonesia Power Pembangkit Surala ya khususnya karyawan bagian operator mesin pembangkit listrik tenaga uap yang berfungsi mengendalikan operasional mesin pembangkit tenaga listrik untuk menunjang kelancaran pasokan listrik di wilayah Jawa - Bali I (PJB - I). Merupakan jenis pekerjaan yang mempunyai tingkat resiko terjadinya stres dan kecelakaan kerja. Metode kualitatif dengan desain studi kasus didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahw a awal mula responden mendapat proses pembelajaran dan pengalaman sebagai dasar untuk bekerja dengan melibatkan peran orang lain yang ditempuh melalui proses belajar, bimbingan dan komunikasi untuk mencapai tujuan dalam bekerja. Responden mengemukakan kemampuannya dalam mengatasi masalah, bersosialisasi, menjaga kesehatan, menjaga komitmen saat bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan. Responden mengemukakan cara - cara yang dilakukan untuk menanggulangi, menerima, mentoleransi segala sesuatu yang berkaitan d engan emosi, perilaku, situasi atau kejadian dengan strategi coping untuk menyelesaikan permasalahan bekerja. Responden mengemukakan strategi yang dilakukan untuk menangani situasi yang ditentukan oleh orang lain meliputi keterampilan sosial, dukungan sosial.
USULAN PERANCANGAN LAYOUT PERKANTORAN MENGGUNAKAN METODE CRAFT DI PT. XYZ
Evi Febianti;
Bobby Kurniawan;
Bagya Alif
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2076
Perancangan tata letak fasilitas sangatlah penting untuk meningkatkan produktivitas. Pelayanan penerimaan barang tidak bisa terlepas dari jarak tempuh proses awal hingga akhir dari sistem produksi sebelum dilakukan pendistribusian kepada pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung jarak tata letak layout perkantoran gedung baru dan jarak tata letak layout usulan menggunakan algoritma CRAFT. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini terletak pada kondisi perkantoran gedung lama dari segi penempatan tata letak yang kurang efektif di dalam ruangan yang diletakkan secara berjauhan, hal ini mempengaruhi jarak aktivitas pelayanan terhadap konsumen responnya tidak cepat dengan standar pelayanan 5 menit sedangkan pelayanan yang dilakukan selama ± 10 menit sehingga kurang memuaskan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique). Analisis dilakukan dengan membandingkan jarak antara design layout baru dengan layout usulan. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa jarak tata letak design layout perkantoran gedung baru diperoleh sebesar 507,35 m2 dan untuk layout usulan dengan menggunakan algoritma CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique) jarak yang dihasilkan sebesar 402,75 m2sehingga pada rancangan perkantoran gedung baru di PT. XYZ dapat meminimasi jarak sebesar 104,60 m2 atau sebesar 20,60%.
Pengaruh Human Capital dalam Menjalankan Rencana Strategis Perusahaan
Santi Riana Dewi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/jiss.v1i1.289
In this era of global competition, companies need to have a specific competitive advantages over other companies. The ability of an intelligent human capital to able to carry out company’s strategic plan is essential. Corporate excellence can be established through various means such as creating a product with unique design, the use of modern technology, organizational design and the most important is effective human resources management. Products mentioned here are not only in the form of tangible goods and services but olso the intangible ones.
HUMAN RESOURCES SCORECARD PADA PT. ABC
Nuraida Wahyuni;
Chyntia Nurdia Wati
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2103
PT. ABC merupakan unit penunjang kegiatan operasional Perusahaan DEF (Persero) dalam bidang penyediaan air bersih. Sistem pengukuran kinerja yang dilakukan PT. ABC merupakan pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan Balanced Scorecard dari BUMN. Untuk meningkatkan kinerja perusahan pada penelitian ini akan mengembangkan pengukuran kinerja Balanced Scorecard yang berfokus kepada sumber daya manusia, yaitu merancang sistem pengukuran kinerja sumber daya manusia dengan pendekatan Human Resources Scorecard yang terdiri dari 4 perspektif, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan tumbuh. Dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP), dari empat perspektif dalam tersebut kemudian diurutkan untuk menentukan nilai bobot dan didapatkan peringkat prioritas perspektif berdasarkan bobot berturut-turut adalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan bobot 0,28, perspektif keuangan dengan bobot 0,258, perspektif karyawan dengan bobot 0,244 dan perspektif proses bisnis internal dengan bobot 0,218.