Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan sistem informasi kependudukan Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Akbar Gunawan; Ani Umyati; Kulsum Kulsum; Ade Irman Mutakin
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12771

Abstract

Kantor Desa sukamaju merupakan desa yang berada di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Selama ini dikantor Desa Sukamju pencatatan data mobilitas penduduk masih dilakukan dengan cara manual dan banyaknya penumpukan berkas berkas data penduduk sehingga pada saat diminta laporan harian bulanan maupun tahunan menjadi terlambat. Maka dari itu penulis merancang sistem informasi management penduduk dikantor Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten untuk mengetahui primary key sebagai kode unik dan banyaknya DFD (Data Flow Diagram) dan mempermudah pembuatan laporan agar tidak terjadi keterlambatan pembuatan laporan penduduk yang diminta oleh oleh Kecamatan dan data yang dicari tidak menjadi sulit maka dari itu penulis membuat database mobilitas kependudukan dengan menggunakan Microsoft Access dan untuk pemecahan masalahnya sedangakan untuk mengetahui permasalahannya menggunakan sebuah metode tree diagram dan pengujian aspek funcionaliti dan usability untuk pengujian aplikasi berjalan dengan baik atau tidaknya dengan penyebaran kuesioner sebanyak 15 responden. Presentase kelayakan usability sebanyak 86,5%.
Pemodelan sistem dinamis dalam menentukan supplier menggunakan simulasi Powersim Dyah Lintang Trenggonowati; Imam Safi’i; Ani Umyati
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.859 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7994

Abstract

Cengkiwings merupakan industri di bidang makanan. Produk makanan yang diproduksi Cengkiwings adalah sayap ayam, dada ayam, paha ayam, dan daging ayam fillet yang digoreng menggunakan tepung. Semua bahan baku Cengkiwings merupakan suplai dari supplier langganan, seperti tepung, beras, saos, ayam, kentang dan gas. Hasil identifikasi didapatkan beberapa kendala yang ditemukan di outlet Cengkiwings, diantaranya adalah masalah terlambatnya pengiriman bahan baku ke outlet dan stock bahan baku oleh supplier langganan (supplier lama) yang sering tidak lengkap (teruatama bahan baku utama yaitu ayam). Kondisi ini ternyata sangat menghambat produksi sekaligus penjualan di outlet Cengkiwings. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti membuat tiga skenario solusi berdasar kualitas bahan baku, harga dan jarak lokasi supplier. Skenario pertama menggunakan supplier lama, skenario kedua menggunakan supplier lama dan supplier baru, dan skenario ketiga menggunakan supplier baru. Berdasarkan hasil dari olah data menggunakan Software Powersim, didapatkan keputusan menggunakan menggunakan supplier baru dan secara total mengganti semua bahan baku ke supplier lama. Kondisi ini membuat penjualan di outlet Cengkiwings menjadi lebih optimal. Pada solusi menggunakan supplier baru, rata-rata persentase tingkat penjualan hampir mendekati 100%, karena dengan mengganti supplier baru dapat memproduksi sesuai dengan permintaan yang ada. Pada kondisi ini juga tidak terdapat delay (keterlambatan) pengiriman bahan baku.
Peningkatan Produktivitas Perusahaan Melalui Identifikasi Waste Dan Efisiensi Waktu Produksi Pada Pengrajin Emping Evi Febianti; Ani Umyati; Nuraida Wahyuni; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62004

Abstract

Pemborosan (waste) yang terjadi pada lini produksi menyebabkan proses produksi berjalan tidak efisien dan menimbulkan kerugian. Berdasarkan hasil brainstorming dengan pemilik pengrajin emping, diketahui bahwa ada beberapa pemborosan disaat proses produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan menunjukkan beberapa pemborosan. Pemborosan yang terjadi akan diidentifikasi dan diminimalkan dengan menggunakan metode Waste Assessment Model (WAM) dan Process Cycle Efficiency (PCE) untuk perbaikan yang diusulkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waste yang dominan pada proses produksi emping, mengetahui nilai Process Cycle Efficiency (PCE), mengetahui waktu produksi setelah adanya perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste dominan adalah waste process sebesar 18,30%, nilai PCE yang dihasilkan setelah adanya perbaikan sebesar 86% atau naik 16,21%, serta waktu produksi yang dapat diminimalisasi dengan adanya perbaikan sebesar 4872,76 detik atau 16,88%.
PENGARUH PROGRAM BANK SAMPAH TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA NASABAH BANK SAMPAH MANDIRI DI KELURAHAN KEBONSARI Ani Umyati; Yanyan Dwiyanti; Tri Partuti
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.905 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4090

Abstract

This research is a qualitative and quantitative research that aims to find out and analyze the influence of waste bank program on the income of customers Mandiri Garbage Bank in Kebonsari Village, Citangkil District, Cilegon City. The population were 50 customers of Mandiri Garbage Bank, consisting of administrators (9 people), active members (15 people) and non-active members (26 people). Data collection methods used are questionnaires, observation, documentation and interviews. Data was analysed with linearregression formula. It’s obtained the value of the bank's waste program (X) in 1 unit, it will cause a decreasein the value of the customer's family income (Y) which is 0.287 per unit. Hypothesis approvened by using the t test, and the result is no influence of the waste bank program variables on the variable income level of the customer family of Mandiri Garbage Bank in Kebonsari Village, Citangkil District, Cilegon City. This is evident from the value of t count (-1,981) <t table (2,012).
IDENTIFIKASI LINGKUNGAN FISIK DAN PENILAIAN KELELAHAN PADA OPERATOR PULPIT VIII DAN IX DI PT KRAKATAU WAJATAMA Ani Umyati; Savira Aimee Andara
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.813 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2109

Abstract

Kenyamanan kerja karyawan merupakan salah satu faktor penunjang dalam proses pencapaian tujuan perusahaan. Kenyamanan seseorang akan sangat berkaitan dengan tingkat kelelahan yang dialami orang tersebut. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan karyawan dalam melakukan pekerjaannya adalah kondisi lingkungan fisik yang terdapat di lingkungan kerja tersebut. Penyediaan lingkungan kerja beserta fasilitas yang sesuai merupakan faktor utama dalam meminimalkan risiko yang berkaitan dengan kelelahan di sektor industri. Lingkungan kerja fisik seperti intensitas pencahayaan, kebisingan, vibrasi, ventilasi, tekanan udara, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan rambat udara, suhu, radiasi dan lain-lain juga mempengaruhi beban kerja yang dialami karyawan. Semakin besar beban kerja yang dialami oleh karyawan maka tingkat kelelahan akan semakin tinggi. Lingkungan fisik menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan seorang karyawan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan mengidentifikasi kondisi lingkungan fisik yang terdapat di lingkungan kerja pada Pulpit VIII dan IX bagian Finishing di PT. Krakatau Wajatama. Kondisi lingkungan fisik yang diidentifikasi terdiri dari pengukuran tingkat kebisingan, pencahayaan, temperatur serta kelembaban. Selain melakukan pengukuran terkait lingkungan fisik, pada penelitian ini dilakukan pengukuran tingkat kelelahan yang dialami oleh operator bagian Finishing. Metode pengukuran kelelahan yang digunakan adalah Subjective Self Rating Test, responden dalam pengisian kuesioner kelelahan tersebut adalah karyawan pulpit VIII dan IX grup A, B, C, dan D. Hasil pengukuran lingkungan fisik menunjukkan bahwa tingkat kebisingan, pencahayaan, temperatur, dan kelembaban di Pulpit VIII dan IX masih berada diatas nilai ambang batas yang ditentukan Pemerintah sehingga pekerja akan merasa kurang nyaman ketika berada di area tersebut. Sedangkan hasil pengisian kuesioner kelelahan menunjukkan bahwa operator dengan tingkat kelelahan paling tinggi adalah operator Pulpit IX. 
ANALISIS HUBUNGAN KELELAHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI DIVISI TEKNIK PT. ASDP-MERAK Ani Umyati; Evi Febianti; Ana Kurniawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.157 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5159

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu perasaan yang bersifat subjektif yang menyebabkan turunnya kemampuan kerja pekerja. Kelelahan berdampak pada menurunnya kapsitas dan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kelelahan dengan produktivitas kerja di Divisi Teknik PT. ASDP-Merak. Penelitian ini dilakukan terhadap semua pekerja bagian Teknik Kapal yang berjumlah 9 orang pekerja. Variabel yang diteliti adalah lingkungan fisik, IMT, kelelahan dan produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan fisik yang tidak memenuhi NAB adalah pencahyaan dengan nilai 43,333 < 300 lux dan kesembilan pekerja memiliki status gizi yang normal. Pengukuran kelelahan mengunkan kuesioner IFRC dengan pengukuran dilakukan sebelum bekerja dan setelah bekerja, dengan nilai sebelum kerja adalah 59,779 ± 2,267 dengan kategori sedang dikarenakan adanya aktivitas sebelum bekerja seperti lembur kerja. Kelelahan setelah bekerja dengan nilai sebesar 87,037 ± 2,685 dengan kategori tinggi, hal tersebut menunjukan adanya kegitan atau pekerja yang menyeyabkan kelelahan. Pengukuran produktivitas dilakukan menggunakan work sampling dengan hasil rerata pekerja sebesar 77,54% ± 0,0176. Analisia hubungan kelelahan dan produktivitas mengunakna uji kolerasi dengan hasil -0.807 dan sig 0,011 hal tersebut menunjukan kelelahan yang semakin tinggi menyebabkan produktivitas kerja menurun. 
Pengukuran tingkat kelelahan kerja teller bank menggunakan Bourdon Wiersma test Ade Sri Mariawati; Lely Herlina; Ayu Fitriyani; Ani Umyati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14432

Abstract

PT Bank X cabang Cilegon merupakan bank milik pemerintah daerah. Bagi perusahaan yang bergerak dibidang jasa, pelayanan merupakan hal yang penting, tak terkecuali bagi PT Bank X. Demi memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, para karyawan terutama teller memiliki tanggung jawab yang besar. Teller harus memiliki tingkat ketelitian dan kecepatan yang tinggi serta harus senantiasa bersikap ramah dalam melayani para nasabah. Namun saat melakukan pekerjaannya, teller dapat mengalami kesalahan sebagai akibat adanya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan yang dirasakan oleh teller bank dengan menggunakan metode Bourdan Wiersma. Bourdon Wiersma adalah metode pengukuran beban kerja secara objektif untuk mengetahui tingkat pembebanan secara mental pada pekerjaan yang memerlukan ketelitian, kecepatan dan konstansi yang tinggi maupun untuk pekerjaan yang bersifat monoton. Terdapat tiga aspek yang dihitung yaitu tingkat kecepatan, ketelitian dan konstansi. Interpretasi metode Bourdon Wiersma menggunakan nilai weighted score yang merupakan tabel norma standar pada Bourdan Wiersma test. Hasil perhitungan pada kelima teller bank menunjukkan bahwa teller yang memiliki kelelahan kerja pada tingkat kecepatan, ketelitian, dan konstansi dengan tingkat signifikansi kelelahan tertinggi adalah teller 4. Berdasarkan weighted score sebelum dan sesudah bekerja, interpretasi kelelahan kerja berada pada kategori tingkat kelelahan ringan hingga lelah berat dengan nilai weighted score nya adalah 9 sampai 11 untuk kategori kelelahan ringan dan 0 sampai 6 untuk kategori kelelahan berat.
Penentuan prosedur dan waktu baku untuk proses produksi guna standarisasi bagi IKM bahan pangan di Kabupaten Lebak (studi kasus : IKM roti) Ani Umyati; Andita Nurhikmawati; Ade Sri Mariawati
Journal Industrial Servicess Vol 7, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i1.12392

Abstract

IKM Jaya Roti merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam industri makanan yang berdiri pada tahun 2014, jenis roti yang diproduksi meliputi roti goreng rasa cokelat, roti dengan isian selai rasa stroberi, cokelat, kelapa, keju, moka dan martabak rasa stroberi, namun pada saat ini IKM Jaya Roti tidak memproduksi martabak. Dalam kondisi normal jumlah produksi Jaya Roti setiap harinya rata-rata mencapai 15.000 bungkus per hari, sedangkan untuk kondisi saat ini hanya memproduksi roti sebanyak 10.000 bungkus per hari hal ini disebabkan kurangnya permintaan dari pelanggan karena Jaya Roti biasa mendistribusikan produknya ke warung, agen, kantin sekolah.  Berdasarkan hasil wawancara, IKM Jaya Roti juga belum memiliki prosedur dan waktu standar untuk setiap proses pekerjaan sehingga belum adanya acuan waktu untuk pekerja, dengan tidak adanya waktu standar ini tidak dapat mengukur kemampuan maksimal pekerja pada saat melakukan tugasnya pada masing-masing stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses produksi roti di IKM ini terdiri dari 7 operasi, yaitu pengadonan (5 elemen aktivitas), pengembangan adonan, pencetakan (4 elemen aktivitas), pembuatan selai (5 elemen aktivitas), pemanggangan/penggorengan (4 elemen aktivitas), dan pengemasan (3 elemen aktivitas. Sedangkan waktu standar untuk proses produksi roti panggang adalah selama 272,85 menit.
Pengukuran Tingkat Kelelahan Kerja Karyawan pada Departemen Operation Director PT. XYZ Ani Umyati; Ekana Kusumaningrum; Wahyu Susihono; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9477

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh PT. XYZ memasok kebutuhan listrik di kawasan Industri yang berada di Kota Cilegon. Perusahaan tersebut memiliki tiga Departemen, yaitu Operation Director, Planning & Commerce Director, dan Finance & Adm Director. Sekitar 80% proses pembuatan energi listrik dilakukan oleh Departemen Operation Director. Besarnya peranan Departemen Operation Director mengakibatkan besar pula tanggung jawab dan peranan dari semua yang terlibat pada Departemen ini. Hal tersebut dapat meningkatkan potensi kelelahan yang dialami oleh para pekerja di Operation Director Departemen. Gejala kelelahan seperti mengantuk, haus, tidak fokus, pegal pada punggung, pusing, dan lelah pada mata sering kali dialami oleh para pekerja pada saat beraktivitas. Namun sampai saat ini belum ada pengukuran tingkat kelelahan para pekerja, sehingga belum ada ukuran yang terkuantifikasi terkait besaran tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survey menggunakan kuesioner Industrial Fatique Research Committe (IFRC) yang terdiri dari 30 pertanyaan yang dapat mengkuantifikasi tingkat kelelahan berdasarkan 4 (empat) aspek. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 54 orang responden memiliki rerata kelelahan kerja pada Divisi Logistic Manager sebesar 78 ± 5,00 dengan kategori tinggi, Divisi Operation Manager sebesar 68,85 ± 15,66 dengan kategori sedang, dan Divisi Maintenance Manager sebesar 64,20 ± 9,40 dengan kategori sedang. Dari data diatas terlihat bahwa bagian Divisi Logistic Manager mengalami tingkat kelelahan yang paling tinggi dibandingkan dengan bagian yang lain yang terdapat di Departemen Operation Manager.
Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Analisis Semi Kuantitatif AS/NZS 4360:1999 Dan PUSLITBANG Teknologi Mineral dan BatuBara Pada PT XYZ Nurul Ummi; Ani Umyati; Rika Rahmawati
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4083

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan air. Perusahaan ini telah menerapkan SMK3 namun pada saat pelaksanaan audit K3 diperoleh hasil bahwa PT XYZ perlu melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko yang berkiblat pada OHSAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko menggunakan JSA, mengetahui tingkat risiko, memilih metode diantara AS/NZS 4360:1999 dan PUSLITBANG TEKMIRA untuk memberikan usulan pengendalian risiko pada divisi operasi, dalam penelitian ini menggunakan metode analisis semi kuantitatif. Potensi bahaya yang ditemukan pada tiga dinas sebanyak 11 macam potensi bahaya. Metode analisis semi kuantitatif yang terpilih adalah metode AS/NZS 4360:1999. Aktifitas pekerjaan yang memiliki nilai Risiko > 70 di tiga dinas, diantaranya dinas air baku yaitu inspeksi jalur pipa, inspeksi rumah venting, inspeksi waduk, inspeksi bangunan pelimpah, inspeksi sempadan waduk, pemeliharaan rumah pompa, pengendalian air baku di control room, pada Dinas Pengolahan Air yaitu pengendalian pengolahan air di control room, Dinas Proses Labortaorium dan K3LH yaitu penggunaan perekasi pekat HCL, penggunaan Buffer PH 10, Pengukuran kebisingan. Usulan pengendalian risiko berdasarkan risiko tertinggi pada dinas air baku adalah menggunakan APD (gaiter), memasang safety sign, pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment, Dinas Pengolahan Air usulan yang diberikan adalah pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment, Dinas Proses Laboratorium dan K3LH usulan yang diberikan adalah memasang safety sign, memberikansilencer pada mesin pompa, menyediakan emergency shower, pemeriksaan APAR, memberikan reward dan punishment.