cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Perancangan Sistem Kontrol Pada Prototip Pengering Kerupuk Berbasis IC Digital Menggunakan Software Proteus 7.0 Syifaul Fuada
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.292 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.531

Abstract

Simulasi umumnya dipergunakan sebagai pendekatan awal sebelum mengimplementasikan suatu sistem, baik yang sederhana maupun kompleks. Dalam rangkaian elektronika, simulasi dapat dilakukan untuk mengetahui cara kerja rangkaian tersebut. Tujuan penulisan makalah ini adalah merancang rangkaian kendali pada prototip pengering kerupuk otomatis berbasis IC digital. Perangkat lunak simulator menggunakan PROTEUS 7.0 student version. PROTEUS® terdiri atas dua perangkat lunak yang masing-masing memiliki tujuan tersendiri, yakni: ISIS® yang didalamnya memuat SPICE® sehingga dapat mensimulasikan rangkaian elektronika secara interaktif dan ARES® untuk layout PCB. Kelebihan PROTEUS® antara lain: mudah dioperasikan; interaktifitas kepada user yang baik; memuat banyak pilihan komponen aktif (seperti transistor BJT, transistor MOSFET, Integrated Circuit, IGBT, diode, dsb.), komponen pasif seperti resistor, kapasitor dan induktor, komponen input dan output, serta perangkat sensor dari berbagai vendor. Rangkaian kendali yang dirancang terdiri atas empat bagian utama yang mana akan dirinci satu persatu, yakni: i) rangkaian counter sebagai pewaktu (timer) yang dalam hal ini diwakili dua digit yang merepresentasikan variabel waktu yakni 12 sampai 00; ii) Rangkaian kendali motor DC dari pewaktu; iii) Rangkaian sensor hujan; dan iv) Rangkaian sensor cahaya yang dalam hal ini digunakan Light Dependent Resistor (LDR). Makalah ini berfokus pada rangkaian kendali.
Otomasi pada Simulator Green House dengan SCADA Berbasis Web Erwani Merry Sartika; T. Rudi Sarjono; Nicolaus Cornellius
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.824 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2578

Abstract

Green house merupakan bangunan yang dapat memodifikasi iklim sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Sistem green house dapat bekerja dengan baik jika dilengkapi dengan sistem otomasi yang beroperasi tanpa memerlukan bantuan manusia. Sistem ini terdiri dari sensor cahaya, sensor kelembaban tanah, sensor kelembaban udara, dan sensor temperatur. Sensor kelembaban tanah, sensor kelembaban udara, dan sensor temperatur memiliki nilai batas minimum dan nilai batas maksimum. Pada penelitian ini, dirancang aplikasi SCADA berbasis web pada simulator greenhouse. PLC digunakan untuk memonitoring setiap kondisi sensor dan mengendalikan plant simulator green house agar tetap dalam kondisi yang diinginkan. PLC dihubungkan ke SCADA untuk memonitoring proses pengontrolannya dan dapat diakses melalui web browser dengan menggunakan smartphone. Dari hasil pengamatan data, hasil keluaran dan masukan di SCADA terjadi waktu delay kira – kira selama  3.195 detik  karena terjadi proses update time dari SCADA ke PLC. Selain itu juga,pada saat pertama kali  mengakses SCADA melalui web browser akan membutuhkan waktu selama 47.86 – 52.7 detik karena ada proses upload gambar SCADA ke cache folder untuk ditampilkan di web browser.   
Rancang Bangun Alat Prediksi Kondisi Tubuh Ideal Menggunakan Metode Fuzzy Logic Sugeno Muhammad Azizul Fikri; Danang Erwanto; Dian Efytra Yuliana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.88 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3409

Abstract

Parameter yang digunakan untuk menentukan kondisi tubuh sesorang adalah berat badan serta tinggi badan. Secara manual untuk menentukan Indeks Massa tubuh (IMT) membutuhkan dua langkah, yaitu mengukur berat badan serta tinggi badan kemudian dihitung IMT-nya, sehingga kurang efektif. Dengan Menggunakan metode logika fuzzy sugeno, dapat dirancang alat untuk memprediksi kondisi tubuh manusia berdasarkan Indeks Massa Tubuh dengan cara mengukur berat badan serta tinggi badan hanya dengan satu langkah memggunakan alat tersebut. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, load cell mampu mengukur berat dengan baik, dengan error rata-rata sebesar 3,95 %, dan untuk sensor ultrasonik mampu mendeteksi jarak dengan sangat baik, dengan error rata-rata sebesar 1,5%. Sedangkan untuk pengujian alat secara keseluruhan terdapat error rata-rata hasil IMT sebesar 4,61%. Akan tetapi meskipun terdapat perbedaan hasil IMT dari pengukuran dengan alat manual dan pengukuran dengan alat digital, hasil keduanya masih dalam kategori kondisi tubuh yang sama.
Rancang Bangun Modul Pengendali Berbasis Direct Mode XBee pada Wireless Sensor Network Wagyana, Agus
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.57 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2310

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu modul pengendali nirkabel untuk mempelajari implementasi board XBee pada aplikasi Wireless Sensor Network (WSN). Modul terdiri atas dua unit node sensor (sebagai Router) untuk mengumpulkan data sensor analog dan digital dari dua lokasi berbeda, dan satu unit base station WSN sebagai pusat pengendalinya (Coordinator). Semua node berbasis chip XBee dengan mode direct yaitu tidak menggunakan mikrokontroler untuk mengontrol pengambilan data sensor analog dan digital. Proses polling data sensor dilakukan sendiri oleh chip XBee dan langsung dikirimkan secara nirkabel ke base station. Sensor analog di setiap node diwakili oleh potensiometer sedangkan sensor digital diwakili oleh push button switch. Base station terdiri atas chip XBee, board mikrokontroler Arduino Uno, dan sejumlah komponen indikator LED. Selain memantau data sensor setiap node, base station juga bertugas untuk mengendalikan atau mengaktuasi komponen output di node jika data sensor analog melebihi suatu batas nilai. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa modul sudah berhasil melakukan pemantauan dan pengendalian otomatis jarak jauh secara nirkabel seperti yang diharapkan. Dua paket atau frame XBee yang paling penting untuk digunakan di sini adalah frame Remote AT Command Request (0x17) dan frame ZigBee IO Data Sample Rx Indicator (0x92). Kelebihan utama penggunaan mode Direct Xbee pada modul ini adalah efisiensi penggunaan hardware di sisi node (tanpa mikrokontroler) yang berimplikasi pada penghematan konsumsi daya baterai dan umur pakai sistem.
Implementasi Pengaturan Kelembaban Tanah Pembumian Berbasis Mikrokontroler Arduino Hikmatul Amri; Jefri Lianda
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.573 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3361

Abstract

In the measurement of the grounding resistance in an installation is strongly influenced by the type of soil in which the grounding electrode is planted, soil layer, soil moisture and temperature. In the measurement of the grounding resistance the condition of an electrical installation shall have an grounding resistance less than or equal to 5Ω. To obtain accurate grounding resistivity measurement results, the application of digital system is required. In this research is the implementation of the reading system, monitoring the grounding resistance and maintaining the soil moisture level on the electrode rod so that the maximum 5Ω grounding resistance threshold can be maintained. The purpose of this system is to monitor the value of grounding resistance in the building area and to maintain soil moisture level for the grounding resistance under ideal conditions. The system can read the grounding resistance by obtaining information from the voltage and current sensors, displaying data on the LCD and maintaining the soil moisture by controlling the selenoid valve water that regulates the flow of water from the tank to the ground implanted rod electrode. From the research that has been done, the result of the error of reading of grounding resistance is 2,40% when compared to meeger measuring instrument, and controller response in regulating selenoid valve water if grounding resistance rises above 5Ω because dry soil has 100% success.
Eliminasi Arus Inrush Transformator Pada Beban Motor Induksi 3 Fasa Menggunakan Metode Pre–Insertion Resistor Wahyuni Martiningsih; Herudin Herudin; Ponco Windianto
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.538 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3481

Abstract

Transformer is the most widely used electromagnetic induction equipment in the electrical system. When the transformer is connected to a voltage source it will happen an undesirable phenomenon that is inrush current. The incidence of inrush current in the transformer can reduce the life of the transformer because large currents will enhance the performance of the transformer. One method to reduce inrush current is to use pre-insertion resistor method. This research uses pre-insertion resistor method which is a method with insert resistor on the primary side of transformer with time 0.18 second. The resistor used in the pre-insertion resistor method serves as a current buffer when the process of energizing the transformer. This research uses Matlab Rb2014a software to know the inrush current of transformer. The result of the transformer simulation test using pre-insertion resistor method, the inrush current is reduced by 29% for the 710 kW motor load capacity, with the motor load capacity of 1420 kW reduced inrush current of 30%. Furthermore, with a load capacity of 2130 kW motor, the inrush current is reduced by 28% and for the motor load capacity 3550 kW reduces the current by 27%.
Minimum System Berbasis Mikrokontroler ATmega32 untuk Pemantauan dan Tampilan Kondisi Instalasi Kelistrikan Otobis Arief Goeritno; Irvan Mustofa
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.243 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.1721

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan pengukuran kinerja terhadap minimum system berbasis mikrokontroler Atmega32 untuk pemantauan dan tampilan kondisi instalasi kelistrikan otobis, melalui (a) pengintegrasian semua subsistem untuk perolehan struktur minimum system berbasis mikrokontroler ATmega 32 dan (b) pengukuran kinerja  terhadap minimum system melalui pemberian kondisi buatan.  Struktur minimum system berbasis mikrokontroler ATmega32, yaitu penentuan sistem sensor-transduser dan catu daya, pembuatan board dan pengawatan untuk sistem mikrokontroler ATmega32, dan pengintegrasian sensor-transduser, modul mikrokontroler ATmega32, dan Liquid Crystal Display (LCD). Pemberian kondisi buatan terhadap minimum system berupa perolehan tampilan kondisi tidak terjadi gangguan hubung singkat (sistem aman) dan kondisi terjadi gangguan hubung singkat dan perlu tindakan perbaikan. Tampilan pada LCD saat terjadi gangguan hubung singkat, berupa perintah pemeriksaan terhadap sekring dengan jalur yang terindikasi untuk perbaikan pada boks sekring melalui penekanan pertama pada push bottom.  Untuk kondisi dimana diperlukan langkah lanjutan, maka penekanan kedua pada push button berakibat tertampilkan tindakan yang harus dilakukan, yaitu pemeriksaan berdasarkan warna kabel sebagai tindakan perbaikan yang harus dilakukan pengguna.
Rancang Bangun Antena Helix 8 Lilitan untuk Sistem Autotracking sebagai Penjejak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Yenniwarti Rafsyam; Jonifan Jonifan; Panji Ibrahim N Ibrahim N
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.207 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2771

Abstract

Technological developments have already penetrated low current at the time of flight of unmanned or commonly called the Unmanned Aerial Vehicle (UAV), which humans no longer need to make direct contact with the spacecraft flight to fly missions such as air monitoring in the form of realtime video. In doing missions flown required good communication and stable in order to avoid loss of signal during the communication process takes place. So we need a reliable telecommunications equipment to meet these needs, one of which is the antenna. In this final project designed three pieces of helix antenna coil 8 which works at a frequency of 5.8 GHz for applications based Autotracking antenna signal level. Systematics design includes mechanisms of designing antenna design simulation results using CST Microwave Studio Software, fabrication, measurement parameters such as return loss, VSWR, gain, Bandwitdh and Radiation Pattern, peformansi Testing and application of antenna. 1 helix antenna measurement results obtained value -17.84 dB Return Loss, VSWR 1.294, 14.53 dB Gain, Bandwitdh 300 MHz. 2 helix antenna obtained value -17.31 dB Return Loss, VSWR 1.315, 15.49 dB Gain, Bandwitdh 300 MHz, Helix Antenna 3 obtained value -18.88 dB return loss, VSWR 1.256, 15.97 dB Gain, Bandwitdh 240 MHz and shaped radiation pattern unidirectional. The test results Autotracking Antenna system based signal levels have a pretty good angle accuracy with a percentage error of the corner angle toward the target of 0.83%.
Antena Cerdas untuk Mitigasi Interferensi dengan Algoritma Least Mean Square Rahmad Hidayat
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.841 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.1439

Abstract

Antena cerdas pada dasarnya merupakan susunan antena dengan kemampuan pemrosesan sinyal untuk mengirim/menerima informasi secara adaptif. Kemampuan ini harus terus didalami untuk dicarikan algoritma adaptif terbaik bagi kemampuan beamforming yang diinginkan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kajian dan analisis pengaruh algoritma Least Mean Square (LMS) pada pengaturan nulling beam pola radiasi susunan antena cerdas dalam perannya terhadap mitigasi interferensi. Simulasi kinerja beamformer untuk sebanyak 250 iterasi dilakukan dengan tool Matlab pada kanal AWGN (Additional White Noise Gaussian) dan parameter simulasi diubah untuk membandingkan dua buah harga step size m pada algoritma LMS untuk beberapa jumlah elemen antena. Pengaruh nilai step size m, terlihat pada jumlah iterasi yang dilangsungkan sebelum error noise minimum diperoleh, dimana dengan naiknya nilai step size ini maka semakin mengurangi jumlah iterasi, rata-rata menjadi 60. Dari pola respon amplitudo setelah proses beamforming , posisi sinyal utama (0 dB) tepat di sudut 30° dan dihasilkan 15 posisi nulling untuk 16 elemen antena. Sumber interferensi dihilangkan / ditutup dengan menempatkan ’nulls’ dalam arah sumber interferensi tersebut di posisi 60° dan -40° dengan masing-masing level diperoleh berkisar sebesar -115 dB
Perancangan Antena Mikrostrip Patch Circular (2,45 GHz) Array dengan Teknik Pencatu Proximity Sebagai Penguat Sinyal Wi-Fi Arfan Akbar; Syah Alam; Indra Surjati
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.26 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2599

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena mikrostrip dengan bentuk patch circular menggunakan substrat jenis FR-4 Epoxy dengan nilai ɛr=4,3 h=1,6mm dan loss tangen = 0,0265. Untuk meningkatkan nilai gain, maka dilakukan optimasi dengan menggunakan metode array 2x1. Selanjutnya, untuk memperlebar Bandwidth, digunakan pencatu dengan teknik proximity. Tujuan dari penggunaan metode array dan proximity ini untuk meningkatkan nilai Gain dan Bandwidth. Dari hasil simulasi diperoleh nilai Return Loss -19,85 dB, VSWR 1,227 dan Gain 7,091 dB pada frekuensi 2450 MHz. Dengan data tersebut, maka metode array dapat meningkatkan Gain sebesar 38% dan dengan penggunaan metode Proximity dapat meningkatkan Bandwidth sebesar 162%.

Page 11 of 30 | Total Record : 294