cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Desain Cantilever Beam Piezoelectric Untuk Aplikasi Energi Harvesting Roer Pawinanto; Ahmad Shumarudin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 2 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.076 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i2.970

Abstract

Material piezoelektrik sudah mulai diaplkasikan dalam beberapa aplikasi seperti sebagai transduser untuk energi harvesting. Dalam studi ini kami menggunakan metode FEA untuk mengoptimasi beam piezoelektrik. Defleksi yang diperoleh pada studi ini yaitu sebesar 83 nm manakala frekuensi resonansi nya diperoleh di 13.4 Hz. Material piezoelektrik ini dapat menghasilkan defleksi yang besar ketika bergetar pada frekuensi resonansinya. Hasil optimisasi juga menunjukkan bahwa daya listrik yang dihasilkan mengindikasikan resistansi yang besar juga dan berkaitan dengan panjang material PZT serta dapat mempengaruhi defleksi dari cantilever beam.
Pengaruh Elevasi Terhadap Kadar Asam Oksalat Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch) Di Sekitar Kawasan Gunung Karang Provinsi Banten Ranthy Pancasasti
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.711 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i1.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam oksalat berdasarkan elevasi pada talas beneng (Xanthosoma undipes K.Koch), baik yang tumbuh secara liar maupun yang telah dibudidaya. Hal ini dilakukan dalam upaya memberikan perlakuan yang baik dan benar pada tempat atau media tumbuh untuk menurunkan kadar asam oksalat pada talas beneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:          (1) kadar asam oksalat talas beneng yang tumbuh secara liar sangat dipengaruhi elevasi, atau dengan kata lain elevasi berpengaruh signifikan terhadap kadar asam oksalat talas beneng yang tumbuh secara liar. Hal ini terlihat dari kadar asam oksalat talas beneng yang berasal dari Kelurahan Juhut (2 891.03 ppm) lebih rendah dibandingkan dengan Cilaja (6 224.09 ppm), dimana titik pengambilan sampel dari Kelurahan Juhut lebih tinggi dari Cilaja, yaitu terletak pada ketinggian 600 - 800 m dpl dibandingkan dengan 400 - 600 m dpl; (2) kadar asam oksalat talas beneng hasil budidaya tidak dipengaruhi elevasi, atau dengan kata lain elevasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar asam oksalat talas beneng hasil budidaya. Hal ini terlihat dari kadar asam oksalat talas beneng hasil budidaya yang berasal dari Kelurahan Juhut (1 903.72 ppm) lebih tinggi dibandingkan dengan Pandeglang (1 670.06 ppm). Hal ini diduga disebabkan oleh faktor cara budidaya (pengelolaan) talas beneng yang dilakukan. Berdasarkan survei lapangan diketahui bahwa:(a) pengelolaan pemupukan talas beneng di Kelurahan Pandeglang dilakukan menggunakan kotoran kambing sebagai aplikasi bahan organik, sedangkan di Kelurahan Juhut menggunakan serasah sebagai aplikasinya; (b) intensitas pemupukan talas beneng yang dilakukan di Kelurahan Pandeglang lebih intensif dibandingkan dengan Juhut; (c) umur panen berkaitan erat dengan kadar pati maksimum, yang juga menentukan tinggi rendanya kadar asam oksalat talas beneng. Semakin panjang umur panen, maka kadar oksalatnya semakin rendah, demikian pula sebaliknya.
Bubur Kertas Untuk Perekat Briket Serbuk Gergaji Sebagai Sumber Energi Alternatif Andi Ilyas
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 2 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.578 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i2.966

Abstract

Pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan dasar pembuatan briket dapat dijadikan sebagai solusi energi untuk rumah tangga. Dewasa ini di sebahagian daerah masih merupakan sampah atau limbah yang belum termanfaatkan. Dengan mengubah serbuk gergaji menjadi briket memudahkan masyarakat dalam penggunaannya.  Selain itu, kualitas panas yang dihasilkan dapat berupa nyala api, sedangkan jika dibakar dalam bentuk serbuk gergaji hanya berupa barah api saja. Kertas bekas dan kardus kemasan merupakan bahan yang mudah terbakar, hal ini dapat dijadikan sebagai indikator bahwa bahan tersebut memiliki energi. Kertas yang direndam dalam jangka waktu tertentu dapat menghasilkan bubur kertas yang dapat didaur ulang menjadi kertas, hal ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai bahan perekat dalam pembuatan briket serbuk gergaji. Penelitian dilakukan menggunakan metode experiment. Pengujian tingkat kepadatan briket yang paling tinggi didapatkan pada perbandingan 1:1 dengan tingkat kepadatan sebesar 1,63 Kg. Pengujian panas tertinggi pada perbandingan 2:1 dengan waktu untuk memanaskan air sebanyak tiga liter selama 21,67 menit, akan tetapi asap yang dihasilkan sangat banyak. Pengujian panas yang terbaik diperoleh pada perbandingan 4:1 dengan durasi waktu untuk memanaskan air sebanyak tiga liter selama 24,00 menit, nyala api yang dihasilkan tidak menimbulkan asap.
Rancang Bangun Generator Sinkron 1 Fasa Magnet Permanen Kecepatan Rendah 750 RPM Herudin Herudin; Wahyu Dwi Prasetyo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.066 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i1.886

Abstract

Energi listrik merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan energi listrik maka diperlukan juga pengembangan sistem pembangkit energi listrik alternatif yang dapat diperbaharui (renewable ). Salah satu komponen utama untuk menghasilkan energi listrik alternatif yaitu generator. Generator berfungsi sebagai perubah energy mekanik menjadi energy listrik. Berdasarkan kondisi tersebut maka pada penelitian ini akan dirancang dan dibuat sebuah generator sinkron magnet permanen 8 kutub, satu fasa dengan menggunakan magnet Neodynium Ferit Boron ( NdFeB ) tipe Neoflux-30 yang dioperasikan pada kecepatan 750 rpm. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada saat generator tidak dibebani menghasilkan tegangan sebesar 7,91 Volt dan pada saat berbeban, tegangan yang dihasilkan generator sebesar 6,11 Volt dengan efisiensi sebesar 32,84% .
Kendali Formasi Multi-UAV menggunakan Line of Sight (LOS) Guidance Law Dyah Anggun Sartika; Denny Hardiyanto
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.884 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.1750

Abstract

Ketika suatu UAV (pesawat tanpa awak) sudah mencapai batas kemampuannya, maka diperlukan multi-UAV untuk menggantikan tugas yang dibebankan kepada UAV. Selama ini multi-UAV lebih dipilih dalam menjalankan tugas yang besar sehingga didapatkan tingkat efektivitas yang lebih tinggi disertai kemampuan bertahannya yang lebih bagus dibandingkan milik UAV tunggal. Namun yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana antar UAV dapat saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Sehingga setiap UAV mampu terbang mengikuti formasi dan tetap pada lintasannya.Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu metode kendali formasi. Pada penelitian ini metode yang ditawarkan adalah menggunakan Line of Sight (LOS) Guidance Law. Metode ini diterapkan pada satu UAV yang dianggap sebagai kepala (leader) dan UAV lain yang dianggap sebagai pengikut (follower). Suatu algoritme dimasukkan ke dalam UAV follower sehingga UAV tersebut mampu mencari jalur milik UAV leader dan mengikutinya. Untuk lintasan diprogramkan pada UAV leader. Hasil yang didapat bahwa UAV follower dapat bergerak mengikuti UAV leader dengan jarak tertentu. Serta posisi tertentu dari UAV leadernya. Informasi yang dibutuhkan untuk melakukan pengejaran adalah informasi visual. yang berupa koordinat dari leader serta kecepatannya. Kendali dengan metode Line of Sight ini dapat diterapkan untuk lintasan apapun. baik yang bersifat sederhana seperti garis lurus maupun lintasan dengan banyak sudut seperti lintasan acak. tentu saja dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Pengendali Kecepatan Roda pada Mobile Robot dengan Variasi Nilai Set Point Ratna Aisuwarya; Raihan Annafi
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.843 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i2.2406

Abstract

Mobile robots are usually simulated in various path track, such as climbing, descending, or bumpy trajectories. Motor speed control is required to adjust the robot to follow the track. The aim of this research is to discuss how to control the speed of the motor in order to adjust the speed of the robot wheel in passing through different track hurdles. This research is done by designing fuzzy logic controller in mobile robot in order to control the speed of the robot wheel with some variation of set point value. Testing is performed on a flat and oblique path with a slope of incline and a derivative with a slope angle of -2 º to 2 º for flat category, slope of derivative with angle> 2 and slope of incline with angle <-2 º. The robot velocity control works by using MPU6050 which reads the value of the angle of conversion of accelerometer value with gyroscope on the x axis to the angle and IR sensor to read wheel speed (RPM), then controlled motor speed with fuzzy method whose output is PWM value based on condition slope. There are 3 conditions that are "horizontal", "climbing", and "downhill". The horizontal condition is at the angle> = -2 and <= 2, the descending condition is at an angle <-2 and the climbing conditions are at an angle of> 2. The result of the research test shows that the slope limit capable of executing the robot in order to reach the set point value at climbing condition is 15 ° and -15 ° in decreasing condition with the declared PWM range. The test results are also influenced by track conditions. The error value obtained is greater if the path track is not flat. 
Rancang Bangun Alat Pengukur Kadar Asam Askorbat pada Buah dengan Metode Titrasi Iodimetri Ayssa Nurmastika; Danang Erwanto; Aulia Dewi Rosanti; Farrady Alif Fiolana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.239 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3401

Abstract

Sumber pangan yang baik akan vitamin C adalah buah buahan dan sayuran yang berdaun hijau. sehingga penting untuk mengetahui kadar vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan. Pada penelitian ini alat pengukuran asam askorbat pada buah dirancang menggunakan metode titrasi iodimetri dengan sistem pengadukan antara titran dengan ekstrak buah secara otomatis, sensor warna TCS3200 digunakan untuk mendeteksi perubahan warna larutan yang di titrasi. Saat warna larutan yang dititrasi berubah menjadi biru, maka proses titrasi akan berhenti secara otomatis. Hasil yang diperoleh, sensor warna TCS3200 mampu mendeteksi perubahan warna biru pada proses titrasi. Nilai kesalahan rata rata pada sampel buah dengan berat 10 gram dan 30 gram adalah 0,056% dan 0,020%.
Desain Low Pass Filter Metode Stepped Impedance dengan Frekuensi Cutoff 2 GHz Alief Maulana; Hamdan Kelana Aziz
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.584 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.2261

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan pertumbuhan populasi manusia membuat kebutuhan akan pertukaran informasi baik berupa data, suara, maupun gambar semakin besar. Teknologi wireless telecommunication merupakan yang paling berkembang saat ini, didasarkan mobilitas manusia yang semakin tinggi sehingga dapat menyesuaikan dengan tingkat mobilitas manusia yang tinggi dan pembangunan jaringan yang lebih cepat dibandingkan teknologi komunikasi via kabel. Pada teknologi satelit broadcasting sangat tergantung pada band yang L-Band memiliki rentang frekuensi dengan peralatan satelit untuk mentransfer sinyal satelit dari LNB di dish ke receiver. Rentang frekuensi resmi untuk L-band adalah 1 sampai 2 GHz. Standar LNB satelit menggunakan 950-1450 MHz sebagai frekuensi yang intermiten. Dari hal tersebut muncul pemikiran penulis untuk mebuat suatu Design untuk Simulasi Lowpass yang mampu meloloskan yang masuk kedalam spektrum frekuensi L Band dengan cutoff pada Frekuensi 2Ghz.
Detektor Sensor Sht11 Sebagai Monitoring Suhu Dan Kelembaban Ruang Berbasis Mikrokontroler Atmega16a Di-Smart Avr System Agus Herawan; Ahmad Fauzi
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 7, No 1 (2018): Edisi Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.964 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v7i1.3295

Abstract

In a room, whether it is an open or closed room, there are various kinds of circumstances or conditions. The condition affects the value contained relativity weather environment around where we are. As well as the normal condition of the human body temperature that ranges between 36.5°C upto 37.5°C, so it should always be monitored and maintained the normal condition, if not then there is an undesirable state such as fever. Normal human body temperature conditions can be determined by using a measuring instrument such as a thermometer. In this paper designed a series of applications used to monitoring the amount of temperature and humidity of an opened and closed rooms. Results from research using SHT11 sensor shows the magnitude of temperature and humidity performed in close room for 12 hours with an average yield of ambient temperature and humidity chamber are -8.79°C and 84.1%.
Optimasi Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Menggunakan Homer Di Pulau Tunda Muhamad Otong; Alimuddin Alimuddin; Ibnu Mas’ud
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.043 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.1850

Abstract

Energi listrik di Pulau Tunda dari awal tahun 2016 disediakan oleh PLTD dan PLTS dengan waktu operasi 12 jam. Pulau ini memiliki rata-rata kecepatan angin diatas 6m/s sehingga berpotensi menggunakan PLTB untuk mencukupi kebutuhan beban listriknya. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang sistem PLTH menggunakan software HOMER, agar diperoleh sistem yang optimal antara konfigurasi PLTD, PLTS dan PLTB.Secara menyeluruh integrasi pada PLTH ini merupakan sistem multi variabel sehingga dibutuhkan bantuan atau metode menggunakan perangkat lunak, dalam hal ini HOMER versi 2.68, perangkat lunak ini mengoptimasi berdasarkan aspek biaya terkecil. Hasil penelitian menunjukan perancangan sistem PLTH yang optimal adalah skenario 3 dengan kapasitas pada masing-masing pembangkit adalah: 117kWp pada PLTS, 60kW pada PLTB dan 75kW pada PLTD. Kesimpulan yang diperoleh dari kontribusi PLTS-PLTB-PLTD sebesar 43%, 56% dan 1%. Optimasi pada skenario 3 ini memiliki aspek biaya yang paling kecil dengan nilai bersih sekarang (NPC) sebesar $544703, biaya energi listrik (COE) sebesar $0.349/kWh. Sistem ini dapat mengurangi emisi gas buang sebesar 4584kg/tahun jika dibayarkan untuk penalti emisi gas buang sekitar $1018/tahun.

Page 9 of 30 | Total Record : 294