cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 Juli 2013" : 15 Documents clear
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus Apriyani Apriyani; Shanti Kirana Anggraeni; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.254 KB)

Abstract

PT. XX merupakan salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dibidang jasa pengiriman. Salah satunya Pos Kilat Khusus yaitu jasa pengiriman baik berupa paket maupun surat dalam negeri (domestik) yang mengandalkan kecepatan kiriman dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Bagi perusahaan jasa seperti PT. XX keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan merupakan salah satu kunci sukses. Perusahaan harus memberikan pelayanan sesuai harapan pelanggan agar puas dan mengakibatkan pelanggan mempunyai loyalitas terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengukur kualitas pelayanan di PT. XX dan menguji pengaruh langsung dari variabel Tangible (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance (X4), Emphaty (X5) terhadap loyalitas, serta mengetahui variabel mana yang paling dominan berpengaruh. Metode yang digunakan adalah metode análisis regresi linear berganda. Dari pengolahan data diperoleh bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh PT. XX adalah baik, artinya pelanggan merasa puas atas kualitas pelayanan yang diberikan PT. XX. Variabel independen yang dianalisis berpengaruh positif terhadap nilai loyalitas. Dari kelima variabel independen yang memberikan pengaruh paling dominan adalah variabel Responsiveness dengan koefisien regresinya sebesar 0,350.
Usulan Pemilihan Supplier Bahan Baku Tetap Menggunakan Vendor Performance Indicator dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Deny Andika; Shanti Kirana Anggraeni; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.052 KB)

Abstract

 Dalam aplikasi Supply Chain Management modern, melibatkan semua pihak yang merupakan kunci dalam salah suatu proses produksi termasuk supplier. Konsep perancangan perbaikan perusahaan guna meningkatkan produktivitas perusahaan tidak lagi hanya diupayakan di plant tetapi juga di supplier. PT. XYZ merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang industri manufaktur yaitu produksi drum. Bahan baku drum tersebut salah satunya berupa plate Zincalium dengan ketebalan 0.2 - 1 mm baik berupa lembaran ataupun koil yang dipasok dari empat perusahaan. Untuk memperoleh bahan baku yang berkualitas maka perusahaan harus dapat selektif. Oleh karena itu pemilihan supplier menjadi salah satu faktor penting dalam rantai pasok (supply chain). Vendor Performance Indicator (VPI) merupakan suatu sistem manajemen pengukuran kinerja supplier yang dilakukan secara komphrensif dan sesuai dengan reqruitment perusahaan. Permasalahan di PT.XYZ adalah terdapat bahan baku yang dapat dikategorikan reject atau dibawah standar kualitas yang ditentukan perusahaan, terlebih lagi masalah yang muncul dari supplier seperti misalnya ketepatan pengiriman (delivery), fleksibilitas supplier dalam memenuhi permintaan terhadap perubahan jumlah dan waktu (mendadak) serta responsif dalam mengatasi masalah. Seleksi supplier ini menggunakan lima kriteria yaitu, Quality, Cost, Delivery, Flexibility, Responsiveness (QCDFR). Tiap VPI dan SPI dibobotkan dengan menggunakan metode AHP secara manual dan melalui software Expert Choice Versi 11.1.3238. dimana quality mendapat bobot prioritas sebesar 0,346, cost 0,139, delivery 0,329, fleksibility 0,085, dan responsiveness 0,100. Selanjutnya performansi supplier  direpresentasikan dengan Scoring System menggunakan Metode Grafik berdasarkan pendekatan Higher is Better, Smaller is Better dan Zero-One. Dari hasil Scoring System dihasilkan skor Vendor performance Indikator PT.A sebesar 79,6%, PT. B sebesar 92,3%, PT.C sebesar 80%, PT.D 74,9%. Sehingga usulan sebagai supplier bahan baku plate yang layak dipertahankan sebagai partner kerja sama di PT. XYZ adalah perusahaan PT. B.
Pemilihan Pemasok Bahan Baku Produksi Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis Harry Darmawan; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.006 KB)

Abstract

 Pemilihan pemasok, yakni dengan cara mengukur performansi pemasok adalah hal yang dapat dilakukan perusahaan dalam mengevaluasi pemasok. Ketergantungan yang semakin kuat kepada pemasok meningkatkan keingan perusahaan untuk dapat mengelola pemasoknya secara efektif. Permasalahan yang dialami perusahaan dalam pengadaan bahan baku di PT XYZ yaitu keterlambatan dalam pengiriman bahan baku sehingga proses produksi dapat terhambat, selain itu mutu dari bahan bahan baku yang dikirimkan pemasok tidak sesuai dengan standar perusahaan dan kondisi bahan baku dalam proses transportasi dan jika didapati ada bahan baku yang cacat/reject tentu akan dilakukan evaluasi terhadap pemasok. Perhitungan performansi pemasok menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), mampu mengevaluasi tingkat efisiensi relatif sebuah Decision Making Unit (DMU), yang bersifat non-parametrik dan multifaktor baik output maupun input. Penelitian ini dilakukan pada PT XYZ yang dalam proses produksi menggunakan bahan baku berupa plate. Bahan baku plate dipasok menggunakan jasa 4 perusahaan pemasok Atribut performansi yang akan digunakan didapatkan dari kriteria-kriteria yang digunakan PT XYZ dalam melakukan pemilihan pemasok, yang disusun menjadi 5 atribut yaitu harga, kualitas, delivery performance, garansi dan order fullfilment. Nilai dari kriteria output didapatkan melalui pembobotan yang dihitung dengan menggunakan metode Analitic Hierarchy Process (AHP), dimana nilai bobot prioritas akan dikali dengan nilai kusioner performansi yang diadapatkan dari hasil kuisioner yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dalam pemilihan pemasok PT XYZ. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa pemasok di PT XYZ yang memiliki nilai efisiensi relatif 100% adalah pemasok A dan pemasok B, kedua supplier ini adalah supplier yang efisien. Berdasarkan  target perusahaan maka untuk mencapai target perusahaan maka pemasok A harus meningkatkan kualitas sebesar 7%, delivery performance sebesar 0,7% dan order fullfilment sebesar 1,5%.
Penjadwalan Pola Aliran Flow Shop 1-Stage dengan Sistem Lelang Untuk Meminimasi Weighted Tardiness dengan Mempertimbangkan Maintenance dan Waktu Set Up Irfan Muhammad; Muhammad Adha Ilhami; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.09 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal. Penelitian  dilatarbelakangi dari permasalahan penjadwalan yang masih konvensional di perusahaan  yang mana banyak job yang selesai tidak sesuai dengan due datenya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penjadwalan dengan menggunakan metode sistem lelang (auction based) untuk meminimasi weighted tardiness dan membandingkan jadwal produksi usulan dengan jadwal inisial di perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang mengadaopsi dari sistem lelang pada umumnya dimana mesin sebagai juru lelang, job sebagai peserta lelang dan slot waktu sebagai barang yang dilelang. Pada penelitian ini metode EDD digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang yang optimal dalam arti lebih minimasi dibanding dengan metode EDD dan kondisi existing dengan nilai weighted tardiness sebesar 39 , dibandingkan dengan  nilai weighted tardiness pada metode EDD dan kondisi existing sebesar 106 dan 45  Dengan demikian penjadwalan dengan metode lelang lebih optimal dibanding dengan metode EDD dan kondisi existing dengan urutan jadwal pada mesin ERW adalah Job 1-Job 2-Job 3-Job 5-Job 4-Job 6-Job 7-Job 8-Job 9.
Perancangan Ruang Menyusui yang Ergonomis dengan Metode Rasional Rohma Nurmala; Ja'far Salim; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.932 KB)

Abstract

Rumah sakit umum yang ada saat ini masih banyak yang belum menyediakan ruang khusus menyusui.  Dalam rangka mendukung pemberian Air Susu Ekslusif (ASI) setiap rumah sakit diwajibkan memiliki ruang dan fasilitas pendukung pemberian ASI. Salah satu fasilitas yang perlu ada dalam ruang menyusui yaitu  kursi. Kursi untuk menyusui yang ada saat ini belum menggunakan prinsip ergonomi dan anthropometri dalam perancangannya sehingga membuat ibu dan bayi merasa  kurang nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang kursi pada ruang menyusui agar memberikan rasa nyaman pada ibu dan bayi saat proses menyusui. Peneliti mencoba merancang kursi dengan menggunakan metode rasional. Metode rasional menitik beratkan sebuah perancangan terstruktur berdasarkan costumer need. Sehingga input, penggunaan dan hasil dari rancangan ini adalah berpusatkan kepada pengguna dengan kata lain perancangan ini berdasarkan human center design. Kuesioner disebarkan kepada 36 responden yang kemudian dilakukuan uji validitas dan reliabilitas.setelah dilakukan pengolahan data dengan metode rasional dari tahap awal hingga tahap akhir maka diperoleh tujuan utama yaitu merancang kursi yang dapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui, dengan alternatif terpilih yaitu desain kursi untuk perorangan, memiliki sandaran, bentuk sandaran lurus,memiliki penyangga tangan, dan bahan kursi dari kayu solid berlapis busa.

Page 2 of 2 | Total Record : 15