cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2011)" : 10 Documents clear
ASPEK FISIOLOGI RUMPUT GAJAH TERHADAP INTERVAL DAN TINGGI PEMANGKASAN SERTA PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA Adrianton, Adrianton
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.672 KB)

Abstract

The research was aimed at identifying  physiology aspects of elephant grass to the cutting interval and height and different water giving. The research was carried out at experimental garden BPTP Gowa, Pa Bentengan Village Bajeng Sub-district Gowa Regency, South Sulawesi Province, carried out from May until September 2007. The research method was arranged based on split-plot-design in group random design consisting of three repetitions. The treatment arrangement was as follow: main plot S was with and without watering. Sub-plot was the cutting height (T) consisting of three levels, I,e. 10 cm cutting height from the ground surface, 20 cm cutting height from the ground surface, and 30 cm cutting height from the ground surface. The sub plots were the cutting interval consisting of three levels, i.e a-4-week cutting interval, a-6-week cutting interval, and an-8-week cutting interval. The research result showed than an-8-week cutting interval and 20 cm cutting height gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2 level, number of saplings, wet and dry weight of plants and small stomata conduct. Water giving gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2, number  of saplings, wet and dry weight of plants, while without water giving gave the highest mean at stomata conduct and transpiration speed.
MENUJU KEBIJAKAN PENGELOLAAN TELUK PALU YANG HARMONIS Ansar, Ansar
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.006 KB)

Abstract

Tulisan ini mencoba menggagas kebijakan pengelolaan teluk palu yang harmonis, di tengah tingginya potensi sumber daya alam di teluk Palu tentu saja banyak pihak kepentingan yang akan mengambil keuntungan di dalamnya. Nelayan tradisional yang secara turun temurun mengadu dan menyandarkan kehidupannya di teluk Palu, pengusaha, dan pemerintah adalah tiga aktor penting dalam pemanfaatan dan pengelolaan teluk Palu. Namun pada kenyataannya terjadi GAB antara harapan dalam pengelolaan dan kenyataan sesungguhnya di teluk Palu. Kerusakan ekologi dan daya dukung teluk palu akibat eksploitasi yang berlebihan, sampah dan limbah yang tidak terkontrol, berbanding lurus dengan merosotnya daya dukung dan penghasilan nelayan tradisional teluk Palu. Dalam pembangunan yang harmonis tentunya tidaklah mempertentangkan 3 aktor utama dalam pemanfaatan teluk Palu, tetapi bagaimana mensinergikan ke tiga aktor tersebut kedalam kue pembangunan yang merata demi terwujutnya cita-cita pengelolaan teluk Palu yang harmonis.
STUDI KELAYAKAN KUALITAS BATAKO HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL DI KOTA PALU Mallisa, Harun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.484 KB)

Abstract

Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, salah satunya adalah pembuatan batako. Batako tersebut secara kasat mata menunjukkan kualitas yang cukup baik dengan permukaan yang mulus akan tetapi sebenarnya belum memenuhi standar batako yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan kualitas batako hasil produksi industri kecil di Kota Palu, untuk mengoptimalkan campuran batako dan untuk mengetahui nilai kuat tekan batako pada umur 28 hari. Dalam melaksanakan penelitian ini rancangan komposisi campuran batako dibuat berdasarkan campuran batako pada industri kecil di Kota Palu juga dengan metode mix design sebagai dasar untuk menentukan variasi campuran batako dengan cara coba – coba. Hasil Penelitian pada industri kecil diperoleh nilai kuat tekan terbesar yaitu pada komposisi campuran 1:16 sebesar 5,259 MPa dan menghasilkan 91 buah dibandingkan dengan hasil penelitian di laboratorium untuk campuran 1:16 dengan proporsi agregat kasar 40% dari keseluruhan agregat diperoleh nilai kuat tekan sebesar 7,778 MPa dan menghasilkan 91 buah. Dengan demikian bahwa disamping jumlah semen, banyaknya agregat kasar dalam campuran batako sangat mempengaruhi nilai kuat tekannya.  
KEBIJAKAN FISKAL MENURUT FUNGSI DI REGIONAL SULAWESI DAN NUSA TENGGARA TIMUR Mangun, Nudiatulhuda
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.762 KB)

Abstract

Studi kebijakan fiskal dilakukan pada 81 Kabupaten, 12 Kota dan 7 Provinsi yang ada di regional Provinsi Sulawesi serta Nusa Tenggara Timur. Belanja pegawai terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 27 persen dan tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Provinsi yang memperhatikan Alokasi pengeluaran untuk pembangunan ekonomi rangking pertama ditempati Provinsi Sulawesi Selatan dan yang terakhir adalah Provinsi Sulawesi Barat. Untuk alokasi parasarana Umum Sulawesi Selatan menempati rangking pertama dan yang terakhir adalah Provinsi Gorontalo. Pembangunan Perumahan dan Fasilitas Umum Provinsi Sulawesi Tenggara menempati urutan pertama dan terakhir Provinsi Gorontalo
PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Madinawati, Madinawati; Serdiati, Novalina; Yoel, Yoel
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.977 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama diberikan pakan yang berbeda berupa Tubifex, jentik nyamuk dan pellet butiran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yakni perlakuan pemberian Tubifex, perlakuan pemberian jentik nyamuk, perlakuan pemberian pellet butiran. Peubah yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada pemberian Tubifex (3,26 g), kemudian pada pemberian jentik nyamuk (0,79 g) dan terendah diperoleh pada pemberian pellet butiran (0.78 g). Kelangsungan  hidup benih ikan lele dumbo selama penelitian adalah 100% pada semua perlakuan.  Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang layak untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).
BEBERAPA PERUBAHAN SIFAT KIMIA ALOFAN DARI ANDISOL SETELAH MENJERAP ASAM HUMAT DAN ASAM SILIKAT Sukmawati, St.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.456 KB)

Abstract

Alofan merupakan bagian mineral amorf dari andisol yang memiliki sifat yang sangat reaktif.  Sifat-sifat ini dapat berubah apabila alofan direaksikan dengan asam-asam organik (humat) maupun asam silikat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan sifat kimia alofan setelah menjerap asam humat dan asam silikat.  Pemberian asam humat dan asam silikat masing-masing 100 mg.l-1 pada 0,6 gr.l-1 komponen mineral amorf (alofan) dari 8 tanah Andisol dalam percobaan ini menunjukkan bahwa asam humat-asam tersebut dapat meningkatkan pH, menurunkan KPK serta meningkatkan KPA alofan.
PANGAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN Jokolelono, Eko
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.932 KB)

Abstract

Ketersediaan pangan bersumber dari beras di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 222.073 ton, dan produksi tertinggi dihasilkan Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 79.659 ton. Ada 3 Kabupaten dan 1 Kota mengalami defisit ketersediaan beras, masing-masing Kabupaten Banggai Kepulauan, Buol, Tojo Una-una, dan Kota Palu, serta 7 daerah lainnya menjadi lumbung beras. Secara keseluruhan ketersediaan beras di Provinsi Sulawesi Tengah mampu memenuhi 65 persen kebutuhan konsumsi beras berikutnya.
TARGET PASAR DAN STRATEGI MEMPOSISIKAN PRODUK TEH DI PASAR GLOBAL Adam, Rosida P.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.221 KB)

Abstract

Kecenderungan konsumsi teh dunia  pada masa depan tergantung pada perkembangan ekonomi dunia yang akan mempengaruhi laju pertumbuhan pendapatan per kapita. Karena konsumsi teh lebih peka pada perubahan pendapatan di negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah dari pada negara-negara maju. Namun, ada harapan bahwa konsumsi juga dapat bertambah di negara-negara berkembang, asumsinya melihat  proyeksi populasi penduduk yang rata-rata akan mengalami kenaikan kurang lebih 50 % pada tahun 2025. Oleh karena itu  tantangan perusahaan agribisnis  ke depan adalah merumuskan pemasaran strategik dengan jalan melakukan resegmentasi pasar, dan memilih pasar  potensial  sehingga dapat menciptakan customer value  yang lebih tinggi dari kompetitor negara lain, sehingga  memiliki superior yang pada akhirnya menciptakan keunggulan bersaing dan keunggulan positioning.
KEBERHASILAN OKULASI VARIETAS JERUK MANIS PADA BERBAGAI PERBANDINGAN PUPUK KANDANG Yusran, Yusran; Noer, Abdul Hamid
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.662 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk  mengetahui pengaruh varietas dan takaran pupuk kandang terhadap keberhasilan okulasi pada tanaman jeruk telah dilaksanakan bulan Maret-Juli 2010. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah  varietas jeruk yang terdiri dari 2 macam yaitu varietas Keprok So E dan varietas Keprok Tejakula. Faktor kedua adalah perbandingan tanah dan pupuk kandang  yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk kandang, tanah + pupuk kadang (1 : 1), tanah + pupuk kadang (1 : 2), dan tanah + pupuk kadang (2 : 1), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali dan total percobaan adalah 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Keprok Tejakula menghasilkan  persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, dan jumlah daun pada tunas yang lebih baik. Perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1 memberikan waktu mencapai 50% tumbuh tunas, persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, jumlah daun pada tunas, dan diameter tunas okulasi  yang lebih baik dibanding dengan dosis lainnya.
PENGGUNAAN 2,4-D UNTUK INDUKSI KALUS KACANG TANAH Bustami, Mirni Ulfa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.589 KB)

Abstract

Induksi kalus merupakan salah satu metode kultur jaringan yang dilakukan dengan jalan memacu pembelahan sel secara terus menerus dari bagian tanaman tertentu seperti daun, akar, batang, dan sebagainya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh hingga terbentuk massa sel. Massa sel (kalus) tersebut selanjutnya akan beregenerasi melalui organogenesis ataupun embriogenesis hingga menjadi tanaman baru. Salah satu zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk induksi kalus adalah 2,4-D. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi 2,4-D yang paling efektif untuk menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah yang berasal dari kecambah steril.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Media dasar yang digunakan adalah media MS yang ditambahkan berbagai konsentrasi 2,4-D yaitu M1 = 1,0 mg/l, M2 = 1,5 mg/l, M3 = 2,0 mg/l, M4 = 2,5 mg/l, M5 = 3,0 mg/l, M6 = 3,5 mg/l.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 2,4-D pada konsentrasi 1,0 mg/l sampai 3,5 mg/l dapat menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah.  Semakin rendah konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin cepat, dan semakin tinggi konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin lambat.  Kalus yang terbentuk pada semua perlakuan memiliki tekstur yang sama (keras dan kompak) dengan warna putih kehijauan.  Konsentrasi 2,4-D yang efektif untuk induksi kalus dari daun kacang tanah adalah 1,5 mg/l dan 3,5 mg/l

Page 1 of 1 | Total Record : 10