cover
Contact Name
Budhi Santoso
Contact Email
kangbudhi_uin@radenfatah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tamaddun@radenfatah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
ISSN : 14129027     EISSN : 2622531X     DOI : -
Core Subject : Humanities,
The purpose of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of social humanities.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
KONFLIK ELIT POLITIK DI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM TAHUN 1803-1821 Ravico Ravico
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 2 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effected by the conflict which is very crucial in the Sultanate of Palembang Darussalam good political conflicts between the family of the sultan as well as fellow of the colonial never done since the year 1803 to Sultanate of Palembang Darussalam experienced the fall of the year 1821. In this research historical methods with its procedure used in. This study is a research library (library research) by using the methods of descriptive analysis. From the results of the analysis note that the political elite divided the ruling political elite and non-elite to rule. The ruling political elite was the sultan and the priyayi. They have a role regulating stability in society and create policies. While the non-ruling political elite is United Kingdom and Netherlands colonial. The colonial was originally cast as traders who try to monopolize trade and then intervened in the Affairs of Government. The next conflict interen between Sultan Mahmud Badaruddin II to Sultan Ahmad Najamuddin II was the Sultan Mahmud Badaruddin II disappointment with treason committed by his brother Sultan Ahmad Najamuddin II, the internal conflicts of colonial so stimulated by internal conflicts are increasingly complex. While the conflict with the Sultanate of Palembang Darussalam differences caused by the colonial interests. Sultanate of Palembang are trying to break away from colonial and gaining sovereignty.
PEMBANGUNAN KOTA PALEMBANG DENGAN KONSEP TATA RUANG KOTA HIJAU PADA MASA HINDIA-BELANDA Maryani Sujiyati; Nor Huda Ali
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 1 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang is one of the old city in Indonesia. Viewed from the side of the urban morphology of the city is constantly changing following the development policy carried out by the authorities. When the empire, the pattern of Palembang follow the pattern of the flow stream that is widely available in Palembang. However, these conditions expansion changed when the Dutch East Indies government control of the city and make Palembang as the capital of Palembang residency. At this time the colonial government began to organize and develop the city of Palembang in the spatial concept of green. This kind of historical study is expected to be a reference in building Palembang forward. Urban development should not be destructive to the existing city, but also need to consider the social and cultural sustainability. Eliminating the historical legacy of the past, it means eliminating the national identity. If this happens, it means that nation to extinction.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MAHASISWA PROGRAM DOKTORAL UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH DALAM PENYUSUNAN DISERTASI Herlina Herlina; Sri Suriana; Misroni Misroni
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 2 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan informasi karena didukung oleh perkembangan teknologi informasi, dan derasnya arus informasi tidak lain disebabkan makin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi itu sendiri. Hampir semua orang dengan berbagai profesi membutuhkan informasi termasuk diantaranya mahasiswa Program pascasarjana. Untuk memenuhi kebutuhan informasnya mahasiswa memiliki perilaku pencarian informasi yang cukup beragam. Penelitian ini dianalisis berdasarkan tahapan yang dilakukan Ellis dan berkolabolari dengan Wilson meliputi delapan tahapan pencarian informasi, seperti: starting, chaining, browsing, diferrentiating, monitoring, extrating, verifying, dan ending. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku pencarian informasi yang dilakukan oleh mahasiswa program pascarajana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dalam penyusunan disertasinya. Sumber data penelitian: data primer dan data sekunder. Penentuan Informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini berlangsung pada program doctoral Program Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan datanya : Observasi, wawancara mendalam, dan metode dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisa data Reduksi Data ( data reduction0, Penyajian data (data display), Verifikasi dan Penarikan Kesimpulan dan untuk keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa informan memiliki pola pencarian informasi yang hampir sama karena mereka sudah memiliki tingkat kebutuhan informasi yang cukup tinggi untuk penyelesaian penulisan disertasi mereka. Pola pencarian kesemua informan mengikuti tahapan starting, chaining, browsing, diferrentiating, monitoring, extrating, verifying, ending. Kendala yang ditemukan dalam pencarian informasi hanya terjadi ketika mahasiswa mengakses informasi jurnal terbaru seperti ejournal yang tidak ada di perpustakaan Program pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.
الأنشأ وكيف نعلمه طلابنا Abdul Azim Amin
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 1 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insya` merupakan bentuk seni mengekspresikan ide-ide seorang dengan bahasa tulisan yang mampu mengungkapkan kehidupan sosial seseorang dengan nayta, sehingga mampu pula menggugah pikiran dan perasaan para pembacanya. Urgensi insya` sebagai alat berkomunikasi antara cendikiawan Arab Muslim dan para ulama`. Hal ini terjadi, karena karya Insya` dapat dibaca sepanjang masa oleh satu generasi kepada generasi sesudahnya. Dalam artikel ini dipaparkan tentang pengetian insya’, tujuan mempelajari dan mengusai Insya`, serta materi yang perlu dijadikan objek Insya` di dunia Islam pada umunya, karena dapat menarik dan memperkaya khazanah intelektual Islam dari masa ke masa bagi mengembangkan seni tulis di dunia Islam.
KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM MEMUTUS PERSELISIHAN HASIL PEMILUKADA: Studi Kasus Pemilihan Walikota Palembang Tahun 2013 Yazwardi Yazwardi; Kiki Mikail
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 2 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewenangan dan prosedur yang dimiliki MK saat ini, MK mampu menyelesaikan sengketa hasil pemilukada, namun penyelesaian sengketa pemilukada tersebut berjalan tidak efektif baik dari sisi manajemen kelembagaan MK maupun dari sisi para pihak yang berperkara di MK. Tidak efektifnya penyelesaian sengketa hasil pemilukada oleh MK disebabkan oleh dua faktor utama yaitu pertama, aspek struktur kelembagaan MK yang sentralistik (di Jakarta), jumlah hakim yang terbatas ( hanya sembilan orang), waktu penyelesaian sengketa hasil pemilukada yang pendek (hanya 14 hari). Kedua, aspek jumlah perkara sengketa hasil pemilukada yang sangat banyak dan luasnya geografis wilayah Indonesia dengan karakteristik wilayah yang luas, memanjang dan berpulau-pulau.
PERUBAHAN STRUKTUR GERAKAN PERLAWANAN PETANI RENGAS Mohammad Syawaludin
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research study focuses on changes in the structure of the movement and its relation to the achievement of objectives of the struggle. Form of peasant movement Rengas  to structure the resistance movement and the movement to change the structure in accordance with the environmental conditions encountered resistance.  Through the analysis of periodic this research can parse the initial formation process of the development of the structure and expansion of the structure of the movement until the action changes the structure of the movement after he did a mass reklaiming. Methods of qualitative research approaches used for the case study approach, this type of approach was chosen because the more stressed the rationalism and the reality of the social, political, cultural. In addition the election method of the single case study is a research strategy that will help researchers investigate carefully a program, event, activity, process or a group of individuals. Cases where limited by time and the type of activities which the researchers were able to gather information in a complete and scalable.
PENGARUH PERSIA, TURKI, DAN BYZANTIUM DALAM PERADABAN BANI ABBASIYAH Muhammad Amin
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Golden Era of Islam was gained in Abbasid dynasty. In this Era, Muslims reached the highest glory and civilization, especially in education and infrastructure. However, the educational progress was not accompanied by stability of political and economical conditions. During the five centuries of Abbasid rule, the dynasty was only able to rule independently in the last periode but their power is concentrated in the city of Baghdad. Abbasid dynasty was ruled by the Persian and Turks, so there are a wide variety of civilization during the Abbasid period was affected by the Persian-Turkish culture. Bilateral relation between the Abbasids and Byzantine empire also influenced the development of Islamic civilization because the massive translation of Greek works were stored in a warehouse the Byzantine empire especially in al-Makmun era.
KAUSATIF DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS: SEBUAH TELAAH TIPOLOGIS Susi Herti Afriani
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is aimed at describing causative construction in Indonesian and English, by choosing the same verb, and followed by comparing them. Causative construction in Indonesian and English found in three level, they are: first, lexical causative construction, the Indonesian as well as English will create cause-effect construction, which is formed in a lexical unit (Y). The relation of formality is seen in semantic relation, for the reason, a form of lexical causative construction can be seen from the meaning and it’s single verb. Second, in the Indonesian morphology causative construction, “effect” typically is signed by a verb (Y), for instance, the word mati “dead” in mematikan “to cause a dead”, (causation). It is indicated by an affix (Z) in-’kan’. The formality separation is related to a raising of separation between cause-effect concept, while English has not put address on a construction of morphology causative. Third, in the construction of periphrastis causative construction (analytical) ‘cause’ and ‘effect’ is expressed by a separated verb, and also it has a large formality division, between ‘cause’ ‘sebab’ and ‘result’ ‘hasil’. Both of Indonesian and English have put address on this construction. In all three construction analysis above, it is clearly seen that there is a correlation between causative type and causation in the iconicity pyramid, which stated by Haiman.
"دراسة تقابلية بين اللغة العربية واللغة البالمبانجية" منندار بن سركين الماجستير Munandar Munandar
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembeda utama pada manusia dan hewan adalah kemampuan berbahasa pada diri manusia. Dengan kepandaian dan kemampuannya mengelolah bahasa untuk berkomunikasi dengan makhluk yang lainnya, maka mareka disebut hayawanun nathiq (“hewan yang berbicara”). Bahasa Arab merupakan bahasa yang dipakai dalam peribadatan umat muslim di dunia, karena Bahasa Arab dipilih oleh Allah SWT sebagai bahasa Kitab (Alqur’an) yang diturunkan kepada Nabi Ahir Zaman. Selain itu, Bahasa Arab banyak menyumbang kosakata kepada bahasa lain yang ada di dunia Islam, seperti di Sumatra Selatan. Misalnya, kata-kata: sholeh, topan, sifat, talak, sabun, tabiat, dan lain-lain. Melalui kajian kontrastif antara Bahasa Arab dan Bahasa Palembang, bisa dianalisa dari segi perbandingan yang  mempunyai kesamaan dan perbedaan dalam mengeluarkan suara bunyi, penyusunan kalimat, dan meletakan harakat sesuai dengan kaidah-kaidah Bahasa Arab yang baku. Dengan perbandingan seperti ini diharapkan agar masyarakat Palembang bisa belajar Bahasa Arab dengan mudah dan baik begitupun sebaliknya.
DINAMIKA IDENTITAS BUDAYA MELAYU DALAM TINJAUAN ARKEO-ANTROPOLOGIS Arditya Prayogi
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discourse on Malay is still evolving. Among the discourse is about the identity of the nation-state known as the Malay race. Various scientific approaches have been used in the search for common ground in this discourse, one of which is arkeo-anthropological approach. Arkeo-anthropological approach in view of the Malay cultural identity remains focused on human material Malays, particularly referring to the reality of the human origins of Malay as the owner of Malay culture. In this case then, arkeo-anthropological approach directs the discourse about Malay in search of human traces and remains of the ancient Malay culture. This paper uses arkeo-anthropological approach of looking at the human who the owner of the Malay culture.

Page 5 of 17 | Total Record : 162


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24 No 2 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 24 No 1 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 23 No 2 (2023): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 23 No 1 (2023): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 22 No 2 (2022): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 22 No 1 (2022): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 21 No 2 (2021): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 21 No 1 (2021): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 20 No 2 (2020): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 20 No 1 (2020): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 19 No 2 (2019): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 19 No 1 (2019): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 18 No 2 (2018): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 18 No 1 (2018): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 17 No 2 (2017): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 17 No 1 (2017): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 2 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 2 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 1 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 14 No 2 (2014): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 14 No 1 (2014): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 13 No 2 (2013): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 13 No 1 (2013): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam More Issue