cover
Contact Name
Budhi Santoso
Contact Email
kangbudhi_uin@radenfatah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tamaddun@radenfatah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
ISSN : 14129027     EISSN : 2622531X     DOI : -
Core Subject : Humanities,
The purpose of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of social humanities.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Transformasi Museum Ki Pahare : Peran Dalam Pelestarian Budaya Dan Pembelajaran Sejarah Di Sukabumi (2016 – 2024) Akmal Avisena, Muhammad
TAMADDUN Vol 24 No 2 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddun.v24i2.26492

Abstract

ABSTRACT Ki Pahare Museum Sukabumi, as a cultural institution that focuses on preserving local traditions and history education, has undergone significant transformation between 2016 and 2024. This study aims to examine the changes that have occurred at Ki Pahare Museum, from physical changes to managerial innovations, and their impact on cultural preservation and history learning in Sukabumi. The museum was born from the initiative of a local community with a strong dedication to the preservation of Sundanese history and culture, with a collection that includes historical artifacts, traditional tools, and colonial photo documentation. During its development, the museum faced challenges, including a change in location due to government policy, but managed to adapt and remain relevant amidst social and cultural changes. The results show that Ki Pahare Museum is not only a storage center for historical artifacts, but also a symbol of adaptive cultural preservation in the midst of modernization. The museum is committed to strengthening local identity, establishing partnerships with educational institutions, and continuing to develop as a relevant institution in cultural preservation and historical education  
Ancaman Kepunahan dan Strategi Mempertahankan Warisan Budaya Takbenda Selendang Mudawaroh di Kota Palembang Zidan, Zidan Gupara Ramdani; Ramdani, Zidan Gupara
TAMADDUN Vol 24 No 2 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddun.v24i2.27209

Abstract

Culture is an important aspect for national life. Culture is various types of components that include knowledge, beliefs,arts, morals, laws, customs, abilities and living habits obtained by humans as members of society. Then culture willbe very important and always be close to the community. However, the biggest challenge in culture in today's societyis the rapid growth of technology that pushes local cultures such as crafts, languages, customs and traditional arts toface the threat of extinction. This threat of extinction occurs in the craft of the mudawaroh shawl which is the culturalheritage of Palembang City.The purpose of this study is to get to know more about this mudawaroh shawl craft andfind out why this craft is endangered. In this study using qualitative research types and case study approaches,research located in South Sumatra using data collection techniques in the form of interviews, observations, anddocumentation. Data analysis techniques are used with steps, data reduction, data display and conclusions. Theresults obtained in this study found factors that resulted in this craft being threatened with extinction, such as the lackof interest by the people of Palembang and the younger generation, inadequate human resources and equipment thatwas difficult to obtain. This study uses a study of public policy analysis from William Dunn to see the efforts made bythe government in cultural preservation.
Jejak Islamisasi dan Akulturasi Budaya di Kesultanan Palembang Chairunnisa; Dzulkifli Hadi Imawan
TAMADDUN Vol 25 No 1 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i1.27110

Abstract

Peradaban era kesultanan Palembang memiliki proses perjalanan sejarah yang panjang. Mulai dari masa kejayaan Sriwijaya, runtuhnya Sriwijaya, masa perdagangan Palembang sebagai pusat, masa kesultananan Palembang hingga masuk pada kolonial Belanda. Islam masuk ke Palembang pada abad ke-16 dan berkembang pesat, mengubah tatanan sosial dan politik masyarakat setempat. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan prosedur dan teknik deskriptif, yang berfokus pada sumber data dari kepustakaan, terutama literatur yang relevan untuk objek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Transformasi pada era kesultanan Palembang ini mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang diwarnai oleh interaksi antara pengaruh global dan tradisi lokal, dan menjadikan Palembang sebagai salah satu pusat peradaban Islam yang penting di Indonesia.
Wisata Sejarah Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun Lebak-Banten Tausiyah, Dalilah; Wardah, Eva Syarifah
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v24i2.30511

Abstract

Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun dapat berpotensi sebagai wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Penelitian ini mengkaji tentang keberadaan Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang serta mengungkap memory dan cerita yang ada di masyarakat seputar kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan sumber berupa kisah atau cerita yang berkembang di masyarakat, memory kolektif, studi literatur, serta pengamatan potensi wisata di kawasan ini. Hasil penelitian ini diantaranya mendeskripsikan bahwa berdasarkan cerita rakyat yang beredar, kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang ke kawasan pesisir Muara Binuangeun merupakan titik awal masuknya Islam di daerah tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh adanya situs petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang merupakan hasil penelusuran para keturunannya yang berasal dari Cirebon. Penemuan situs di Kampung Kembang Ranjang (salah satu perkampungan di Muara Binuangeun) tersebut melibatkan 40 ulama Cirebon untuk mengungkap keterkaitan situs tersebut dengan Nyi Mas Ratu Subang Larang. Kini, situs tersebut ramai dikunjungi, dan beberapa pihak meyakini situs tersebut merupakan Makam sesungguhnya dari Nyi Mas Ratu Subang Larang. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada pembaca terkait wisata sejarah Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang terdapat di Muara Binuangeun, Lebak-Banten. 
Pesijuk sebagai Manifestasi Cahaya Ilahi: Analisis Filsafat Iluminasi Terhadap Tradisi Spiritualitas Masyarakat Gayo Dzaky, Dzaky
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i02.32292

Abstract

Penelitian ini menelaah tradisi Pesijuk dalam kehidupan masyarakat Gayo di dataran tinggi Aceh melalui pendekatan Filsafat Iluminasi yang digagas oleh Suhrawardi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengungkap dimensi metafisis dan spiritual yang terkandung dalam tradisi Pesijuk, yang selama ini cenderung dipahami secara sempit sebagai kegiatan seremonial budaya. Dengan menerapkan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis filosofis, penelitian ini menafsirkan makna simbol-simbol seperti beras, tepung tawar, dan air bunga dalam bingkai konsep hierarki cahaya (nur al-anwar) serta pengetahuan hadir (al-ilm al-hudhuri) menurut Suhrawardi. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Pesijuk tidak hanya berfungsi sebagai praktik sosial dan adat, tetapi juga mengandung nilai-nilai pencerahan batin dan penyucian spiritual yang menghubungkan manusia dengan realitas metafisik. Melalui simbolisme cahaya dan kesejukan batin, Pesijuk menjadi sarana reflektif bagi masyarakat Gayo dalam meraih keseimbangan antara dunia material dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Pesijuk merupakan bentuk ekspresi religio-kultural yang memadukan kearifan lokal Gayo dengan prinsip-prinsip iluminasi dalam filsafat Islam, sekaligus merepresentasikan model spiritualitas kontekstual yang tumbuh dan berakar dalam tradisi keislaman Nusantara.
JARINGAN ULAMA NUSANTARA DENGAN KAWASAN ISLAM INTERNASIONAL: PEMIKIRAN, KEILMUAN, SANAD, DAN KIPRAH BAGI ISLAM Ngaliman, Shandy Errlita; Nisa, Devie Khoirun; Ilham, Nur Afriliani; Bistara, Raha
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i02.32748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji corak pemikiran ulama Nusantara, garis sanad keilmuan, serta kiprah mereka di kancah internasional. Selain itu, penelitian ini juga berupaya memberikan gambaran mengenai perkembangan tradisi keilmuan Islam di Nusantara dan peran penting para ulama dalam membangun peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai teks dan manuskrip terkait sejarah perkembangan Islam dan tokoh-tokoh ulama Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran ulama Nusantara bersifat moderat (wasathiyah), toleran (tasamuh), dan terbuka terhadap budaya lokal, sehingga melahirkan konsep Islam Nusantara yang menonjolkan nilai-nilai harmoni sosial. Tradisi sanad keilmuan yang kuat dan terhubung hingga pusat-pusat ilmu Islam di Makkah dan Madinah menjadi landasan penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam serta membentuk karakter santri yang berwawasan luas. Selain itu, peran ulama Nusantara di tingkat internasional juga sangat berpengaruh, terlihat dari tokoh-tokoh seperti syekh Ahmad Khatib Al-Minagkabawi, Syekh Nawawi Al-Bantani, dan Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani yang dikenal sebagai ulama besar dan penulis karya rujukan di berbagai negara. Kontribusi global ini terbukti melalui karya seperti Sabilal Muhtadin (rujukan fikih asia Tenggara), Nuruzh Zhalam (teks akidah utama), dan Manhaj Dhawi al-Nazhar (dicetak ulang di Beirut dan dipelajari di dunia Arab). Dengan demikian ulama Nusantara memiliki peranan besar dalam membentuk wajah Islam yang damai di Indonesia sekaligus memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan peradaban Islam dunia.  
Kebijakan Presiden Prabowo Subianto Pada Bencana Ekologis Di Aceh, Sumatera Utara Dan Padang Dalam Perspektif Nilai-Nilai Politik Islam Kawwami, Afif Mustofa; Agustin, Juwita Sylvana
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i02.33278

Abstract

Artikel ini menganalisis proses pengambilan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi bencana ekologis banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang (Sumatera Barat) pada akhir 2025 dari perspektif nilai-nilai politik Islam. Dengan menggunakan kerangka Maqasid al-Shariah dan prinsip etika Islam seperti keadilan (adl), kepedulian sosial (maslahah), amanah (tanggung jawab moral), syura (konsultasi), serta perlindungan lingkungan (hifz al-bi’ah), artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai tersebut tampak dalam proses kebijakan publik yang diambil pemerintah Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan darurat mencerminkan beberapa nilai politik Islam secara implisit, seperti prioritas kesejahteraan masyarakat, tanggung jawab moral pemimpin, serta kesadaran ekologis terkait faktor penyebab bencana. Namun, terdapat juga tantangan dalam implementasinya, termasuk kritik publik mengenai sensitivitas sosial dan penetapan status bencana nasional. Artikel ini memberikan wawasan tentang hubungan antara nilai moral Islam dan praktik kebijakan negara dalam konteks krisis ekologis yang kompleks.
Representasi Trauma dan Makna Rumah dalam Film Rumah untuk Alie (2025): Analisis Semiotika Roland Barthes Saputra, Adi; Warmansyah, Imam; Munandar
TAMADDUN Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tamaddunuinradenfatah.v25i02.33456

Abstract

The film Rumah untuk Alie (2025) is an Indonesian family drama that highlights issues of domestic violence, bullying, and the psychological trauma experienced by a teenage girl who is blamed for her mother’s death. This study aims to analyze the representation of trauma and the meaning of “home” in the film through Roland Barthes’ semiotic framework, which consists of three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. The research method employs a qualitative-descriptive analysis with data collected from observations of the official trailer, published synopses, promotional materials, media, and media reviews. The findings show that the home functions not merely as a physical space but as a symbolic site of deep trauma for the character Alie. At the denotative level, the home appears as the primary setting for verbal and physical violence perpetrated by her father and brothers. At the connotative level, the home generates metaphorical meanings related to emotional wounds, gendered injustice, and psychological pressure within a patriarchal family structure. At the mythic level, the film deconstructs and critiques cultural assumptions about the home as the safest place and the idealization of the harmonious family. The study concludes that Rumah untuk Alie illustrates how domestic violence becomes embedded through everyday symbols and underscores the necessity of emotional support.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 02 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 25 No 1 (2025): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 24 No 2 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 24 No 1 (2024): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 23 No 2 (2023): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 23 No 1 (2023): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 22 No 2 (2022): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 22 No 1 (2022): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 21 No 2 (2021): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 21 No 1 (2021): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 20 No 2 (2020): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 20 No 1 (2020): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 19 No 2 (2019): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 19 No 1 (2019): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 18 No 2 (2018): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 18 No 1 (2018): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 17 No 2 (2017): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 17 No 1 (2017): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 2 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 16 No 1 (2016): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 2 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 15 No 1 (2015): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 14 No 2 (2014): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 14 No 1 (2014): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 13 No 2 (2013): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 13 No 1 (2013): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam More Issue