cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Prosiding Bidang Biologi" : 74 Documents clear
EFEK SAMPING PENGGUNAAN DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL SUKU LEMBAK PADA MENCIT (Mus musculus) Pratama, Ariefa Primair Yani, Ari Yoga
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.279 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui efek samping pemberian ekstrak daun P. canescens terhadap perkembangan morfologi fetus M. Musculus. Metode penelitian dengan melakukan uji teratogenitas ekstrak daun sungkai, dengan membagi 5 kelompok mencit dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. (P0) kontrol, dengan diberi aquades, (P1) dosis 0,1875 mg/gbb, (P2) dosis 0,375 mg/gbb, (P3) dosis 0,5625 mg/gbb, (P4) dosis (0,75 mg/gbb). Data dianalisa dengan anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun Sungkai (P.canescens) hingga 0,75 mg/gbb pada induk Musmusculus pada periode organogenesis tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksternal fetus Mus musculus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun sungkai hingga dosis 0,75 mg/gbb dinyatakan aman.Kata kunci : Sungkai, Mencit , Suku Lembak
PENGEMBANGAN MODUL METODE ILMIAH MODULE DEVELOPMENT OF SCIENTIFIC METHOD Yokhebed, Wulan Ikhtiarika, Ruqiah Ganda Putri Panjaitan,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.444 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul metode ilmiah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Pengembangan modul metode ilmiah dilakukan melalui tahap analisis potensi dan masalah, pengumpulan data, desain modul, validasi modul, dan revisi modul. Analisis validasi modul metode ilmiah dilakukan menggunakan metode deskriptif melalui angket.  Hasil validasi modul metode ilmiah diperoleh rata-rata nilai 3,40 dengan kategori valid. Dapat disimpulkan bahwa modul metode ilmiahlayak digunakan dalam proses pembelajaran pada submateri metode ilmiah. Kata kunci: modul, metode ilmiah, penelitian dan pengembangan
KETERAMPILAN CALON GURU BIOLOGI MERANCANG PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 ., Yokhebed .
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.637 KB)

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 yang baru diberlakukan memiliki konsekuensi  terhadap calon guru dalam merancang rencana pembelajaran. Informasi mengenai keterampilan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran ini penting diketahui untuk evaluasi dan menentukan tindak lanjut dalam mempersiapkan calon guru biologi melakukan praktek lapangan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui keterampilan calon guru biologi merancang pembelajaran kurikulum 2013 pada mata kuliah PPL I. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan melakukan analisis dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa reguler A Pendidikan Biologi Semester VI tahun 2013/2014 dengan jumlah mahasiswa 21 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa keterampilan dalam  menentukan identitas mata pelajaran,  merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan media pembelajaran, penyusunan skenario pembelajaran (kegiatan pendahuluan, inti dan penutup) berada pada kategori baik,  sedangkan keterampilan dalam menentukan model, pendekatan, dan penilaian sesuai dengan kurikulum 2013 berada pada kategori cukup.   Kata kunci: Keterampilan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Kurikulum 2013
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI INDIGENOUS TANAH DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS JAMBI Hesti Riany, Ummi Mardhiah Batubara, Ika Oksi Susilawati,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.051 KB)

Abstract

Bakteri indigenous tanah diisolasi dari beberapa tempat yang terdapat di kawasan Universitas Jambi. Sepuluh isolat terpilih selanjutnya dikarakterisasi yaitu isolat KHU03; KHU07; KHU08; KHU09; KHU11; KBU23; LTU31; DNU 41; DNU42 dan DNU44. Karakterisasi mikroba dilakukan dengan mengamati ciri morfologi dan fisiologi bakteri, uji keasaman, uji tekanan osmotik dan uji toleransi terhadap beberapa suhu. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa tujuh isolat tergolong bakteri gram positif dan tiga isolat gram negatif. Sebanyak tiga isolat tergolong bakteri asidofil, tiga isolat basidofil dan empat isolat neutrofil. Sebanyak dua isolat tergolong halofilik, empat isolat non-halofil dan empat isolat halotoleran. Sebanyak dua isolat tergolong psikofilik, delapan isolat mesofilik, dan tidak ada isolat yang termofilik. Kata kunci: isolasi, karakterisasi, bakteri indigenous tanah
PERUBAHAN TAMPILAN BUAH BERACUN MANGGA LAUT (Cerberra odollam) DAN KETERLIBATAN HYMENOPTERA DALAM PROSES DEKOMPOSISINYA Salni, Hanifa Marisa,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.604 KB)

Abstract

A preliminary survey had been done on the change of C odollam fruits colour and size followed by the involve of some insects in those decomposition process. Survey take place at Pagar Alam, South Sumatera . on the end of 2014. Ten centimeters length of fruit with green colour and black spots fall down to ground after mature phase. Two Hymenoptera's found on the fruits that could be little black ant and litlle ichneumonid or small wasp. The fruit size looks chage to be smaller and the colour change to be red. These colour tend to change to brown and the outer layer released then. Seed in brown husk exposed to ground. Poisonous fruit for human was no danger to microbial and hymenoptera decomposer. Keywords: Cerberra odollam, poisonous fruit, ichneumonid, hymenoptera
DISTRIBUSI VERTIKAL ANURA DI GUNUNG SEBLAT KABUPATEN LEBONG, BENGKULU David Gusman, Novia, Mantra Sanjaya,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.58 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi distribusi vertikal jenis-jenis katak di Gunung Seblat, Kabupaten Lebong, Bengkulu.  Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2014.  Penelitian dilakukan menggunakan metode VES (Visual Ecount Survey) pada tiga stasiun penelitian berdasarkan ketinggian. Pada Stasiun I ditemukan sebanyak 22 jenis, Stasiun II sebanyak 15 jenis dan Stasiun III sebanyak 7 jenis katak. Total berjumlah 33 jenis katak (Anura) yang berhasil ditemukan di Gunung Seblat yang tergolong ke dalam 6 Famili, yaitu famili Bufonidae (Leptophyrne borbonica, Pelophryne signata, Phrynoides juxtaspera), Dicroglossidae (Limnonectes blythii, Limnonectes kuhlii, Limnonectes laticefs, Limnonectes paramacrodon, dan Occidozyga sp.), Megophrydae (Leptobrachium hasseltii, Megophrys nasuta, Megophrys parallela), Microhylidae (Kalophrynus pleurostigma, Phrynella pulchra), Ranidae (Amolops crassiovis, Huia sp. Nov, Huia sumatrana, Hylarana chalconota, Hylarana erythraea, Hylarana nicobariensis, Hylarana parvaccola, Hylarana picturata, Hylarana rufipes, Odorana hosii), dan Rhacophoridae (Philautus sp.1, Philautus sp.2, Philautus sp.3, Philautus sp.4, Polypedates leocomystax, Polypedates macrotis, Rhacophorus catamitus, Rhacophorus cyanopunctatus, Rhacophorus sp.). Kata kunci : Anura, distribusi vertikal, VES, Gunung Seblat.
KERAGAMAN SERANGGA AKUATIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI DANAU LAUT TAWAR, TAKENGON ., Suwarno .
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.395 KB)

Abstract

Kualitas perairan dapat diperkirakan berdasarkan keberadaan jenis serangga akuatik yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung komposisi dan keanekaragaman serangga akuatik di Danau Laut Tawar, Takengon, Propinsi Aceh sebagai bioindikator kualitas perairan. Sampel serangga dikoleksi menggunakan jaring surber pada lima desa yang ambil secara acak di pinggiran Danau Laut Tawar. Komposisi serangga akuatik dihitung dalam persen dan keanekaragaman serangga dianalisis dengan rumus Shannon-Wiener. Analisis kualitas air  dilakukan dengan analisa Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga akuatik yang tertangkap di Danau Laut Tawar terdiri dari 22 genus, yang tergolong ke dalam 18 famili dan enam ordo. Komposisi pada setiap lokasi bervariasi tergantung pada kondisi habitat. Ordo Odonata mendominasi komposisi serangga yang didapatkan dengan delapan genus disusul oleh Coleoptera dan Trichoptera masing-masing empat genus. Jumlah individu dari genus Ischanura paling banyak didapatkan yaitu 21,74%, disusul oleh genus Aeshna (11,74%) dan Pantala (10,43%). Keragaman genus serangga akuatik di Danau Laut Tawar ini tergolong sedang dengan nilai indeks H’=2,68. Serangga-serangga dari ordo Ephemeroptera, Trichoptera dan Lepidoptera (Elophila) dapat dijadikan sebagai bioindikator air yang bersih. Kata kunci : serangga akuatik, keanekaragaman, bioindikator. Danau Laut Tawar
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN LULUSAN PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA PADA KONSEP/MATERI BIOLOGI ., Reni Marlina
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.351 KB)

Abstract

Salah satu kriteria keberhasilan pembelajaran adalah kualifikasi guru dengan latar belakang pendidikan yang sesuai. Latar belakang pendidikan yang sesuai akan meningkatkan kepercayaan diri seorang guru untuk mengajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan guru biologi dalam menguasai konsep/materi biologi khususnya alumni atau lulusan program studi pendidikan biologi FKIP Universitas Tanjungpura.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk perbaikan proses belajar mengajar di program studi. Berdasarkan data dari penelitian ini, maka dapat diketahui apa saja mata kuliah yang memerlukan penekanan dalam pengajarannya atau memerlukan pembelajaran yang lebih mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru yang telah mengajar di SMP negeri di kalimantan barat. Sampel dalam penelitian ini adalah 20% dari total SMP yang diperoleh secara acak. Data diperoleh menggunakan angket dengan 37 pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi biologi yang masuk dalam kategori tahu sebagian besar dengan persentase paling tinggi (83%) adalah  tingkat keanekaragaman gen, jenis dan ekosistem. Materi yang termasuk dalam kategori tahu sebagian kecil adalah fungsi enzim dalam proses metabolisme dengan rata-rata persentase hanya 17%. Kata kunci: tingkat pengetahuan guru, materi biologi.
FAKTOR GENETIK DAN GAYA HIDUP PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER ETNIS MINANGKABAU Melisa, Elsa Yuniarti, Yuni Ahda, Lili Sumarni,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.977 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh arteri koronaria sehingga distribusi darah dan oksigen ke otot jantung menjadi terhambat. PJK merupakan penyebab kematian nomor lima terbesar di Indonesia. Sumatera Barat merupakan provinsi dengan jumlah penderita PJK paling banyak di antara 34 provinsi lainnya. PJK disebabkan oleh faktor genetik berupa mutasi kromosom. Disamping itu faktor gaya hidup seperti jenis makanan, olah raga dan merokok juga menjadi pemicu kemunculan PJK pada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola pewarisan secara genetik, pola makan dan olah raga penderita PJK etnis Minangkabau. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Responden adalah seratus orang pasien rawat jalan dan rawat inap PJK di rumah sakit khusus jantung Sumatera Barat dan RSUP M Jamil Padang. Data diperoleh dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PJK diwariskan secara autosomal dominan. Penderita PJK laki-laki lebih banyak dari perempuan. Sembilan puluh sembilan persen responden memiliki pola makan rendah serat dan 56% responden memiliki pola makan tinggi energi. Lima puluh enam persen responden tidak melakukan aktivitas olah raga sebelum menderita PJK, dan 97% responden memiliki riwayat merokok. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kemunculan PJK pada pasien etnis Minangkabau disebabkan faktor genetis yang diwariskan secara dominan autosomal dan didukung oleh gaya hidup yang tidak baik. Kata kunci: penyakit jantung koroner, gaya hidup, dominan autosomal
STUDI EKOLOGI PADA HABITAT KANTONG SEMAR (Nepenthes reinwardtiana Miq.) ., Syamswisna .
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.887 KB)

Abstract

Menurut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah Nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, Nepenthes termasuk tumbuhan yang dilindungi. Habitat alami dari Nepenthes reinwardtiana Miq. Di Paninjauan Kabupaten Solok setiap tahunnya semakin terancam, baik oleh pembalakan liar, kebakaran hutan maupun konversi lahan hutan. Upaya penyelamatan dari ancaman kepunahan dapat dilakukan konservasi secara in-situ maupun ex-situ. Agar hal tersebut dapat terlaksana, terlebih dahulu perlu dilakukan studi ekologi pada habitat Nepenthes. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tumbuhan  yang ditemui di sekitar habitat N.reinwardtiana adalah terdiri dari 15 famili , 19 jenis dan 2921 individu. Komposisi tumbuhannya berupa paku-pakuan 46,66%; perdu 47,96%; teki  4,76%; dan anakan pohon 0,61%. Struktur tumbuhannya terdiri dari  Gleichenia linearis dengan Nilai Penting (NP) yang tertinggi (42,70%), diikuti oleh Lycopodium cernuum (NP = 24,33%); Ploiarium alternifolium (NP = 21,92%); Melastoma malabatricum (NP= 20,98%) dan Adinandra dumosa  (NP = 20,95%). Suhu udara maximum sebesar 31,0°C, kelembaban udara berkisar 58%-60%, pH tanah sebesar 5,1 yaitu bersifat asam dan kadar unsur Nitrogennya sebesar 0,098.  Pola Penyebaran N. reinwardtiana adalah menggelompok dengan Indeks Morista (Is) adalah 1,2.   Kata kunci : studi ekologi , habitat, Nepenthes