cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Search results for , issue "Prosiding Bidang Kimia" : 89 Documents clear
PENGGUNAAN PARAMETER GEOKIMIA UNTUK MENENTUKAN KEMATANGAN MINYAK BUMI DARI SUMUR PRODUKSI LIRIK, RIAU Tamboesai, Emrizal Mahidin
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.783 KB)

Abstract

Penentuan tingkat kematangan minyak bumi bertujuan untuk menentukan kualitas dan kelayakan suatu sumur minyak bumi untuk di eksploitasi. Pada penelitian penentuan kematangan ini dilakukan dengan mengambil sampel yang berbeda dari ladang minyak Lirik, Riau. Sampel minyak bumi tersebut di karakterisasi dengan menggunakan kromatografi gas (GC-FID) pada fraksi saturat dan gas spektroskopi massa (GC-MS) pada fraksi aromat. Untuk menentukan kematangan minyak bumi tersebut dilakukan dengan menggunakan parameter geokimia isoprenoid dan n-alkana untuk fraksi saturat, parameter ini merupakan parameter awal  dalam penentuan kematangan minyak bumi dan diperkuat dengan parameter yang lebih sensitif yaitu indeks metilphenantren pada fraksi aromatnya. Hasil penentuan kematangan minyak bumi pada fraksi saturat ditunjukkan oleh rasio isoprenoid dan n-alkana bahwa sampel minyak bumi Lirik, Riau sudah matang (mature). Hal ini diperkuat oleh parameter indeks metilphenantren yang memiliki nilai MPI-3 berkisar 0,709 ; 0,755 dan MPR berkisar 0,699 ; 0,756. Nilai-nilai dari parameter indeks metilphenantren tersebut menunujukkan bahwa minyak bumi dari kedua sumur Lirik, Riau memiliki tingkat kematangan yang rendah. Kata kunci :  Kematangan minyak bumi, GC-MS, Indeks Metilphenantren.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN KOLESOM (Talinum triangulare ( Jacq). W) Bustanul Arifin, Ferdian Nada Putra, Hasnirwan,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.021 KB)

Abstract

Senyawa flavonoid yang terdapat pada daun kolesom (Talinum triangulare ( Jacq). W) telah diisolasi dengan menggunakan pelarut  methanol , dan kemudian difraksinasi dengan pelarut etilasetat, dan n-heksana. Pemisahan dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi kolom dengan silica gel sebagai fasa diam. Selanjutnya dikarakterisasi dengan kromatografi kertas dua arah menggunakan eluen butanol : asam asetat : air ( 4:1:5). Hasil isolasi yang didapat berupa kristal berwarna putih dengan titik leleh : 288-290oC dan memberikan noda tunggal pada plat KLT dengan berbagai eluen. Karekterisasi dengan spektrofotometer UV memberikan serapan pada λmaks 251 dan 300 nm, sedangkan dengan dengan spektrofotometer IR menunjukkan pita serapan pada bilangan gelombang : 3433, 2925, 1629, 1524, 1467, 1289, 1148, dan 1031 cm-1. Selanjutnya ditentukan posisi gugus OH pada cincin aromatis senyawa hasil isolasi dengan pereaksi geser. Hasil senyawa isolasi yang didapat dari data tersebut diperkirakan senyawa flavonoidnya adalah senyawa flavon yang memiliki gugus o-di- OH yang tersubstitusi pada atom  C6 dan C7 atau C7 dan C8. Kata kunci : Talinum triangulare ( Jacq). W, spektrofotometer UV dan IR, senyawa Flavonoid
ANALISIS PERSEPSI, PENGETAHUAN GURU KIMIA DAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI MUARA BUNGO JAMBI Muhammad Haris Effendi, Hasiholan,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.691 KB)

Abstract

Kurikulum sains menyarankan guru menggunakan model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk melakukan penelitian, misalnya penggunaan model discovery learning (DL)  dalam proses pembelajaran. Namun, persepsi dan pemahaman guru mengenai DL juga mempengaruhi pelaksanaan model ini di dalam kelas. Oleh karena itu, artikel ini melaporkan persepsi dan pemahamn guru kimia mengenai model DL serta penerapannya di Muara Bungo Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan wawancara dari 12 orang guru kimia yang dipilih berdasarkan pengalaman mengajar yang berbeda. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada umumnya guru setuju dengan perlunya menggunakan DL untuk mengembangkan kemampuan siswa di bidang kimia. Guru  mengetahui DL dengan pemahaman yang bermacam-macam. Mereka memperoleh pengetahuan ini dari buku teks dan internet, tapi bukan dari pelatihan formal. Hal ini hanya menghasilkan pemahaman semu tentang model sehingga penerapannya menjadi minimal. Temuan ini menandakan bahwa guru perlu mempelajari dan menggunakan DL melalui suatu pelatihan tersendiri. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membantu guru sehubungan dengan penggunaan model ini dalam pelaksaan pembelajaran. Kata Kunci: persepsi, pemahaman, penerapan, discovery-learning, kimia
DISPERSI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DARI SUMBER TRANSPORTASI DI KOTA PONTIANAK Winardi, Winardi
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.898 KB)

Abstract

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh sumber alamiah dan aktivitas manusia. Umumnya sumber pencemaran dapat dikatagorikan sebagai sumber titik dan sumber bergerak. Sumber bergerak yang telah umum adalah pencemaran udara akibat kendaran bermotor yang menghasilkan gas Carbon Monoksida (CO). Untuk mengetahui dispersi gas CO digunakan simulasi model, menggunakan software meti-lis. Penelitian ini dilakukan di enam kecamatan di kota Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian, dispersi gas CO pada 6 titik lokasi penelitian masih di bawah ambang buku mutu berdasarkan PP RI No. 41 Tahun 1991. Konsentrasi tertinggi terletak di Kecamatan Pontianak Kota dengan nilai konsentrasi 5019,56 μg/m3, sedangkan nilai pada Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Barat, Pontianak Timur, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara masing-masing sebesar 444,42 μg/m3; 1980,2 μg/m3; 2910,6 μg/m3; 3910,6 μg/m3; 3281,04 μg/m3; dan 2674,5 μg/m3. Perbedaan konsentrasi pada setiap lokasi penelitian disebabkan karena kepadatan kendaraan yang berbeda pada setiap lokasi penelitian. Pontianak Kota memiliki kepadatan paling tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya karena lokasi tersebut merupakan pusat dari aktivitas masyarakat di Kota Pontianak. Kondisi pencemaran udara harus dikendalikan sehingga nilai konsentrasi polutan tidak melewati ambang batas baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Kata kunci: CO, pencemaran udara, sumber bergerak, meti-lis
AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN MATRIKS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT Anna Roosdiana, Suratmo, Ilmiyati Sa’idah, Sutrisno,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.463 KB)

Abstract

Xilanase adalah enzim yang menkatalisis reaksi hidrolisis xilan menjadi xilosa. Enzim bebas hanya dapat digunakan sekali, oleh karena itu perlu dibuat dalam bentuk amobil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum amobilisasi xilanase menggunakan matriks kitosan-tripolifosfat serta penggunaan ulang xilanase amobil. Amobilisasi xilanase dilakukan pada variasi  konsentrasi kitosan (0,5 - 2,5) % (w/v), variasi konsentrasi xilanase (0,5 - 4,5 mg/mL) dan konsentrasi natrium tripolifosfat 3%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi xilanase pada matriks kitosan-tripolifosfat tercapai pada konsentrasi kitosan 2,0 % dan konsentrasi xilanase 3,5 mg/mL dengan jumlah xilanase yang terjebak pada matriks kitosan-tripolifosfat 1,90 mg dan aktivitas 35,628 unit. Enzim amobil dapat digunakan secara berulang selama lima kali ulangan dengan aktivitas sisa 63,60 %. Kata kunci: metode jebakan, aktivitas, xilan, xilosa
PENGEMBANGAN e-MODUL BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA UNTUK TINGKAT SMA Haryanto, Novi Chairani, Syamsurizal,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.055 KB)

Abstract

Dalam era digital dewasa ini menuntut ketersediaan sumber belajar dengan cara paling sederhana penggunaan dan aksesnya sehingga para pengguna dengan mudah mempelajari dan memahami materi tersebut. Penelitian ini mengembangkan e-modul berbasis keterampilan proses sains dengan menggunakan program flipbook pada materi kesetimbangan kimia. Tujuannya adalah untuk membuat modul digital yang memenuhi kelayakan sebagai bahan ajar kimia untuk jenjang SMA. Metode penelitian dilakukan melalui langkah-langkah model penelitian pengembangan 4-D, yaitu define, design, development, dan disseminate. Penelitian ini masih terus dikembangkan dan baru sampai pada tahap pengembangan (develop). Hasil validasi oleh ahli dalam bidang multimedia dan ahli dalam bidang kesetimbangan kimia dinyatakan e-modul ini  sudah baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar kimia untuk jenjang SMA. Selanjutnya berdasarkan hasil uji coba awal kepada sepuluh orang siswa kelas XI IPA 1 di SMAN 6 Kota Jambi memperlihatkan bahwa modul ini memiliki tampilan yang menarik, mudah dipahami dan mudah digunakan. Kata kunci: e-Modul, Keterampilan Proses Sains, Flipbook, Kesetimbangan Kimia
UJI KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM COMPACT, COMMERCIAL LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) UNTUK DETEKSI SIMULTAN SPEKTRUM EMISI GARAM DARI TANAH Nasrullah Idris, Koo Hendrik Kurniawan, Kiichiro Kagawa, Muliadi Ramli,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.481 KB)

Abstract

Sistem LIBS kompak komersial telah digunakan untuk mendeteksi secara simultan garis-garis spektral emisi unsure pembentuk garam garam dari sampel tanah. Sistem LIBS ini terdiri dari sebuah laser Nd-YAG dan sistem detektor optik yang dilengkapi dengan kamera intensified charge coupled device (ICCD) 7 saluran pengukuran. Dibandingkan dengan sistem LIBS standard, sistem LIBS kompak tersebut detektor optiknya memiliki sensitivitas yang lebih rendah dan juga spektrografny resolusi yang lebih rendah. Namun, sistem LIBS kompak tersebut memiliki kemampuan untuk mendapatkan spektrum untuk cakupan panjang yang sangat lebar untuk setiap akusisi data, yaitu mulai 200-1000 nm. Oleh karena itu, kemampuan LIBS kompak ini untuk pendeteksian secara simultan garis-garis spektral emisi telah diuji. Ditemukan bahwa garis-garis spektral emisi garam, seperti Ca, Mg, Na dan K telah dapat dideteksi dengan jelas secara simultan pada daerah-daerah panjang gelombang berbeda dalam spektrum yang sama. Hasil ini menunjukan  bahwa system LIBS kompak memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan analisa efektif dan efisien untuk penentuan unsur garam dalam tanah.   Kata kunci : Sistem LIBS kompak komersial, garam, tanah, deteksi secara simultan
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI PADA PENGAJARAN LARUTAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA Ani Sutiani, Rahmat Nauli,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.279 KB)

Abstract

Pengembangan Pembelajaran berbasis inkuiri diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran berbasis aktifitas mahasiswa, pembelajaran bermakna dan meningkatkan motivasi dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengajaran larutan yang inovatif pada mata kuliah kimia  Umum. Jenis Penelitian adalah penelitian  Reseach dan Development yang dilakukan di kelas Biologi reguler dan kelas Fisika Bilingual, FMIPA Unimed. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan materi kimia larutan, kisi-kisi dan RPP berbasis inkuiri,  mengembangkan media peta konsep pada model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan aktifitas pembelajaran, serta implementasi model inkuiri dengan bantuan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada materi kimia larutan. Dari hasil penelitian diperoleh dokumen materi yang berhubungan dengan pembelajaran Inkuiri, kisi-kisi materi dan kompetensi, media peta konsep, pengajaran larutan berbasis inkuiri dengan bantuan peta konsep yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah serta kreatifitas mahasiswa. Data penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dengan bantuan peta konsep mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa di setiap kelompok mahasiswa dengan kemampuan relatif tinggi, sedang maupun rendah, baik di kelas Biologi reguler maupun kelas Fisika Bilingual. Kata Kunci : Pembelajaran Inkuiri,  Peta Konsep,  Kompetensi Mahasiswa, Larutan
PEMBUATAN MEMBRAN ASIMETRIS CaTiO3 DENGAN METODE INVERSI FASA MENGGUNAKAN POLIETERIMIDA DAN ADITIF POLIETILENA GLIKOL Zulita Dian Utami, Hamzah Fansuri, Nurul Widiastuti,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.946 KB)

Abstract

Membran asimetris oksida perovskit penghantar ion oksigen dapat dibuat dengan metode inversi fasa rendam-endap di mana morfologi membran yang dihasilkan tergantung pada jenis polimer dan aditif yang digunakan. Hantaran ion oksigen sangat dipengaruhi oleh morfologi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aditif polietilena glikol (PEG) terhadap morfologi membran oksida perovskit yang dibuat dengan metode inversi fasa menggunakan polieterimida (PEI) sebagai pembentuk membran. Oksida perovskit yang digunakan adalah CaTiO3 yang disintesis dengan metode solid state. PEI digunakan sebagai pengikat CaTiO3 dan pembentuk struktur membran, n-metilpirolidon (NMP) sebagai fasa pelarut, air sebagai fasa non pelarut, dan PEG sebagai pembentuk pori. PEG ditambahkan sebanyak 0; 0,3; 0,5 atau 0,7% dari massa total campuran PEI, NMP dan CaTiO3. Membran mentah hasil proses inversi fasa dengan ketebalan 0,5 mm selanjutnya disinter pada suhu 1200°C. Pengamatan morfologi membran dengan SEM menunjukkan bahwa membran berbentuk asimetris dengan terdapatnya tiga bagian yaitu bagian rapat yang terjepit di antara bagian berpori. Bentuk dan morfologi pori pada badan membran berbeda-beda sesuai dengan jumlah PEG yang ditambahkan. Semakin banyak PEG yang ditambahkan, semakin besar ukuran pori yang terbentuk. Sintering pada suhu 1200 °C menyebabkan pori pada membran menyusut secara bertahap atau bahkan hilang untuk ukuran pori yang lebih kecil. Katakunci: CaTiO3, membran asimetris, inversi fasa, polietilena glikol
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN DAN BUAH PREPAT (Sonneratia alba) ASAL TANJUNG JABUNG TIMUR PROPINSI JAMBI Nazarudin, Nelson, Madyawati Latief,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.87 KB)

Abstract

Tumbuhan Prepat (Sonneratia alba) merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang banyak terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Secara tradisional masyarakat sekitar banyak memanfaatkan buahnya  sebagai obat mual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari daun dan buah Prepat. Ekstraksi dan fraksinasi terhadap daun dan buah Prepat dilakukan secara maserasi bertingkat, menggunakan pelarut dengan kepolaran berbeda, yaitu n-heksan, etil asetat dan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode  penangkapan radikal DPPH. Sebagai kontrol positif digunakan α-tokoferol.  Aktivitas antioksidan sampel ditentukan oleh besarnya hambatan serapan radikal DPPH melalui perhitungan persentase inhibisi. Dari hasil uji aktivitas antioksidan  diperoleh nilai persen inhibisi untuk masing-masing ekstrak daun n-heksan, etil asetat, dan metanol berturut-turut: adalah: 28,58; 79,45; dan 73,38 %. Sedangkan untuk ekstrak n-heksan, etil asetat dan metanol dari buah prepat nilai persen inhibisinya adalah  29,19; 69,98; dan 54,62 %. Nilai persen inhibisi kontrol positif (α-tokoferol) adalah 82,38%. Berdasarkan data persen inhibisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun prepat  yang mempunyai kemampuan aktivitas antioksidan yang cukup tinggi adalah ekstrak etil asetat dan  metanol daun prepat sedangkan ekstrak dari buah yang berpotensi mempunyai kemampuan antioksidan adalah ekstrak etil asetat.   Kata Kunci : Prepat, Antioksidan ,  n- heksan, etil asetat, metanol