cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2014" : 75 Documents clear
PERENCANAAN PEMBUATAN ALAT PENUKAR KALOR JENIS SHELL AND TUBE SKALA LABORATORIUM Sulis Yulianto; Munzir Qadri; Fadwah Maghfurah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat  penukar  kalor  (Heat  Exchanger)  adalah suatu  alat pemindah  panas  dari fluida yangtemperaturnya  lebih  tinggi  ke fluida lain  yang  temperaturnya  lebih  rendah,  dimana  alat  penukarkalor ini adalah salah satu alat yang sering dijumpai dalam dunia industri seperti thermal powerplant, mesin proses kimia, peralatan pendingin ruangan, refrigerator, radiatordll. Rancang bangunalat penukar kolor jenis shell and tube ini direncanakan mengunakan dua buah fluida yaitu fluidadingin  (water)  pada  tempratur  (Tco=37oC) dengan  laju  aliran  masa  fluida  (mc= 0,122 kg/s) danfluida  panas    (oil)  pada  tempratur  (Thi=  47oC)dengan  laju  aliran  masa  fluida  (mh=  0,075 kg/s)dimana  operasional  dari  APK  akan  dioperasikan  pada  beban  termal  konstan  yaitu  sebesar 5100Watt, maka  dalam  perencanaanya  didapatkan  jumlah  tube  dari  APK  adalah  sebanyak  37  buahdengan efektifitas dari APK hasil rancangan adalah sebesar 62 %.
PENGEMBANGAN MESIN PENGGILING JAGUNG JENIS BUHR MILL SISTEM HANTARAN SCREW DAN PENGGILINGAN PLAT BERGERIGI Adriansyah Adriansyah; Junaidi Junaidi; Mulyadi Mulyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung  giling  merupakan  bahan  pokok  makanan  ternak  yang  sangat  dipengaruhi  oleh  tingkatkehalusan  gilingan.  Teknologi  penggilingan  jagung  biasanya  bekerja  dengan  prinsip  tumbukan(Hammer Mill), kapasitas besar (1-1,5 ton/jam). Mesin ini efektif, tetapi kelemahannya daya yangdigunakan  besar  dan  hasil gilingan  yang  bervariasi  lama  sekali  didapatkan  dibandingkan  denganteknologi penggilingan jenis Buhr Mill, punya biaya awal yang rendah, dan kapasitas penggilingan200-300 kg/jam dan daya yang digunakan 1/3 dari daya yang digunakan oleh penggiling tumbukdengan  kapasitas  yang  sama.  Tujuan  dari  penelitian  ini  pada  tahun  I  adalah  merancang  danmembuat  mesin  penggiling  jagung  jenis Buhr  Millskala  kecil sistem  hantaran  screw  danpenggilingan plat bergerigi dan assembling. Pada tahun ke II melakukan evaluasi teknis terhadapkinerja mesin yang optimal dan melakukan analisis ekonomi untuk menentukan biaya operasi dantitik impas. Dari hasil rancangan mesin didapatkan kapasitas mesin ± 225 kg/jam, ukuran mesinyaitu 87 cm x 130 cm x 40 cm, daya motor penggerak 1,5 HP dengan putaran 1450 RPM dengan 1phase.  Beberapa  komponen  utama  dari  mesin  yaitu  unit  penggiling  dengan  2  pisau  penggilingberukuran  Ø  22  cm  x  2  cm,  poros  penggiling  berukuran  Ø  3,5  cm  x  120  cm,  pisau  tengah,  ulirscrew berukuran Ø 4,5 cm x 4 cm dengan jumlah screw 4 buah. Unit penyetel jarak kerengganganpisau, terdiri dari baut penggerak pipa dan komponen penahan pipa penyetel.Unit corong masukdan corong keluar, rangka bawah, rangka tengah dan rangka atas. Hasil pengujian dengan putaranporos pencacah 1450 RPM didapatkan kapasitas dan hasil gilingan yaitu untuk jarak celah 0,5 mmkapasitas mesin 150 kg/jam, hasil gilingan halus (30 mess) 61,3%, sedang (50 mess) 30,3%, kasar(70 mess) 2,6%. Jarak celah 1 mm kapasitas 190 kg/jam, hasil gilingan halus 52,3%, sedang 30,5%,kasar 10,1%. Jarak celah 1,5 mm kapasitas mesin 225 kg/jam, hasil gilingan halus 20,8%, sedang38,9%, kasar 37,1%.
PENGEMBANGAN EMERGENCY LAMP DENGAN LED LUXEON MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Normaliaty Fithri Fithri; Poppy Indriayani; CH. Desi Kusmindari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lampu  adalah  alat  penerangan  yang sangat  penting  dimana  lampu  dapat memberikan  suatukeindahan pada objek yang disinarinya. Namun, kondisi sumber listrik dari PLN yang tidak 100%dapat  dialirkan  terus  menerus,  membuat  sewaktu-waktu  kondisi  pencahayaan  ruangan  yangsemestinya  tidak  dapat  digunakan.  Penerapan  sebuah  sistem  yang  dapat  dengan  otomatismenyalakan  sumber  pencahayaan  alternatif  berupa  susunan  led  akan  sangat  efektif  untukditerapkan. Hal ini dikarenakan arus yang dibutuhkan untuk  menyalakan led relatif sangat kecil,namun  memiliki tingkat  pencahayaan  yang  cukup  tinggi.  Untuk  itu  kita  tidak  perlu  khawatirapabila  terjadi  pemutusan  arus  listrik  PLN  secara  tiba-tiba,  karena  adanya  sistem  yang  denganotomatis dapat menyalakan pencahayaan disaat arus listrik PLN terputus. Maka dalam penelitiankali ini peneliti akan membuat pengembangan lampu emergensi yang menggunakan Led Luxeondengan  menggunakan  metode Quality  Function  Deployment  (QFD  ).Tujuan  dari  penelitian  iniadalah mendapatkan rancangan lampu emergensi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
PENGEMBANGAN APLIKASI STEGANOGRAFI PIXEL VALUE DIFFERENCES (PVD) Muhamad Azhari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steganografi merupakan  teknik  yang digunakan dalam  proses pengiriman  pesan rahasia.  Sebuahfile cover digunakan  sebagai  medium  untuk  menyembunyikan  pesan  rahasia  tersebut.  Padapenggunaan  medium  citra  sebagai coverproses  penyembunyian  pesan  dilakukan  dengan  caramengganti setiap bit-bit piksel citra coverdengan bit-bit pesan rahasia. LSB (Least Significant Bit)merupakan metode yang kerap digunakan yaitu dengan cara mengantikan bit-bit pada posisi LSBcover dengan  bit-bit  pesan  rahasia.Peningkatkan  daya  tampung  pesan  dan pengurangan tingkatdistorsi pada  steganografi  telah  dilakukan  dengan dikembangkannya teknik  PVD (Pixel  ValueDifferences). Pada teknik tersebut sebelum bit-bit pesan disisipkan ke dalam LSB cover, terlebihdahulu citra cover dibagi  menjadi  blok-blok piksel yang  tidak  saling  tumpang  tindih  (nonoverlapping pixel blocks). Setiap blok berisi dua piksel yang saling berdekatan. Kemudian, selisihnilai kedua piksel tersebut digunakan untuk menentukan besarnya bit pesan yang dapat disisipkan.Selisih piksel yang besar dapat menampung banyak pesan demikian sebaliknya selisih yang kecilmaka hanya dapat ditampung pesan yang sedikit.Algoritma yang ada pada teknik steganografi PVD dapat dikembangkan  menjadi sebuah aplikasidengan menggunakan  pemrograman Matlab.Aplikasi  ini  diperlukan dalam  rangkamengimplentasikan teknik  PVD. Ujicoba  yang  dilakukan  dengan  menggunakan citra cover danpesan berupa citra 24 bit membuktikan bahwa aplikasi yang dikembangkan dapat digunakan dalamproses penyisipan  dan  ekstraksi  pesan.  Selain  ituPeak  Signal  Noise  Ratio (PSNR)  dapat  diukurdengan aplikasi tersebut sehingga besaran distorsi yang dihasilkan pada proses penyisipan pesandapat diketahui.
PENENTUAN KODISI PROSES TERBAIK PEMBUATAN BIOFOAM DARI LIMBAH PERTANIAN LOKAL MALUKU UTARA Erna Rusliana Muhamad Saleh; Muhammad Assagaf; Indah Rodianawati; Endang Warsiki; Nur Wulandari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi proses terbaik dalam pembuatan biofoam.  Teknikpembuatan biofoam dilakukan dengan metode thermopressing. Selang suhu yang diujikan berkisar150-225oC, sedangkan lama waktu proses diujikan 10-40 menit. Jumlah adonan yang dimasukkanke dalam cetakan dilakukan dengan variasi 40-60 gram. Karakterisasi biofoam pada penelitian inidilakukan secara visual dengan melihat warna dan penampakan biofoam yang dihasilkan. Kondisiproses  terbaik  adalah  adonan  yang  diproses  sebanyak  50  gram  pada  suhu  200oC  dengan  lamaproses 30 menit.
IMPLEMENTASI MOVING AVERAGE FILTER PADA MIKROKONTROLER SEBAGAI PEREDAM NOISE SENSOR PIEZO ELEKTRIK UNTUK MENDETEKSI GELOMBANG SEISMIK (GEMPA BUMI) Zulharbi Zulharbi; Firdaus Firdaus; Yul Antonisfia; Sarjon Defit
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getaran  akibat  gempa  bumi    akan  mengakibatkan  adanya  frekuensi  gelombang  seismik  denganfrekuensi  rendah (0Hz - 20Hz),  untuk  mendeteksi  keberadaan  frekuensi  gelombang  seismiktersebut  dapat  menggunakan  sensor  piezo  elektrik.  Piezo  elektrik  adalah  sebuah  sensor  seismikyang  mempunyai   getaran gempa  beramplitudo rendah  dan sangat mudah terkontaminasi noisesehingga  dibutuhkan  filter  untuk  meredam  sinyal  noise  tersebut.  Moving  Average  (MA)  filteradalah  suatu  metode  yang  sederhana  dan  berguna  untuk  menapis  derau  acak  yang  terdapat  padaderau asli. MA filter bekerja dengan cara meratakan sejumlah titik tertentu dari isyarat masukanuntuk  menghasilkan  tiap  titik  dari  isyarat  luaran. Gelombang  seismic    (getaran buatan) padapenelitian ini adalah dengan memberikan amplitudo sensor piezo PVDF antara  3mm, 5mm, 7mm,9mm dan 12mm pada frekuensi 2 Hz (konstan). Sensor piezo mendeteksi kekuatan getaran buatandengan  menggunakan  Moving  Average  Filter  yang  menghasilkan    nilai SNR  (signal  to  noiseratio)  lebih  kecil  dibandingkan  tidak  menggunakan  MAF  Nilai  PGA  (peak  groundacceleration)  dalam  satuan  grafitasi akan  tinggi pada  saat  sinyal  amplitude  getaran  yangdiberikan  juga  tinggi  (PGA  = 0,01G  pada  saat  amplitude  getaran  3mm  dan  1,43G  pada  saatamplitude getaran 12 mm).
ANALISA KEGAGALAN PADA POROS BAJA KARBON S45C APLIKASI KOMPONEN AS SINK ROLL Cahya Sutowo; Budi Priyono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah terjadi kegagalan pada komponen poros baja karbon, kegagalan terjadi  pada saat komponendioperasikan.  Poros  untuk  aplikasi as  sink  roll berfungsi  untuk  memutar  drum,  poros  atau  asdisambungkan  dengan  drum  melalui  pengelasan,  pada  area  lasan  tersebut terjadinya  kegagalan.Untuk  mengetahui  penyebab  terjadinya  kegagalan,  dilakukan  serangkaian  pengujian  terhadapkomponen as  sink  roll antara lain  :  pengamatan  visual  (fraktografi),  pengujian komposisi  kimia,pengamatan  metalografi,  pengujian  kekerasan  dan pengujian  SEM/EDS  pada  bagian  komponenyang mengalami kegagalan. Hasil pengujian menunjukkan material komponen as sink roll sesuaidengan  standar  JIS  G4051  S45C  untuk kategori Carbon  Steels  for  Machine  Structural  Use.Kegagalan yang dialami adalah kegagalan fatique dengan daerah awal retakan berasal dari bagiantepi komponen. Kegagalan ini terjadi disebabkan oleh konsentrasi tegangan pada daerah logam lasselama  komponen  dioperasikan,  adanya  mikroporositas  di  permukaan  logam  las  dan  adanyainklusi.
DETEKSI SIMILARITY SOURCE CODE MENGGUNAKAN METODE DETEKSI ABSTRACT SYNTAX TREE Eka Budhy Prasetya; Ahmad Fadly Dzil Jalal
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium  Fakultas  Teknik  Infomatika  Universitas  Muhammadiyah  Jakarta  (FT–InformatikaUMJ)  sebagai  tempat  pembelajaran  bagi  para  mahasiswa  informatika  yang  mengikuti  kelaspemrograman  selalu  memberikan  tugas-tugas  sebagai  salah  satu  media  pengukur  tingkatpemahaman  mahasiswa.  Banyaknya  tugas  source code menggunakan  bahasa  Java  yang  harusdiperiksa  oleh  Assisten  Laboratorium  mengakibatkan  sulitnya  melakukan  pemeriksaan  apabiladilakukan satu per satu serta sulitnya mengukur kredibilitas masing-masing tugas milik mahasiswa.Tugas-tugas terperiksa yang memiliki tingkat similarity (kemiripan) yang cukup tinggi antar codedapat  dijadikan  acuan  adanya  tindakan-tindakan  kecuranganseperti  melakukan  tindakan  plagiatcode terhadap tugas mahasiswa lain. Metode deteksi kemiripan code menggunakan Abstract SyntaxTree dapat digunakan untuk merubah code menjadi node ataupun token unik masing-masing codeterperiksa. Semakin besar kemiripan maka semakin besar kemungkinan code tersebut merupakanhasil plagiat.  Aplikasi Java’s  Source  Code  Similarity  Detector (JSC-SD)    yang  diusulkan  akanmendeteksi kemiripan code melalui beberapa proses, yaitu proses parsing code menjadi AST yangkemudian  akan  diukur  kemiripan  tingkat  kemiripannya  menggunakan  algoritma  LevenstehinDistance dan Smith-Waterman dan pada proses terakhir adalah pendeteksian code clone dari sourcecode terperiksa. Hasil akhir yang didapat adalah grafik persentase kemiripan antar code serta linecode yang dicurigai similar.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TUNGKU PELEBURAN LOGAM DENGAN PEMANFAATAN OLI BEKAS SEBAGAI BAHAN BAKAR Akhyar Akhyar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oli bekas salah satu limbah cair yang dihasilkan oleh mesin baik mesin di industri besar maupunmesin  kendaraan  pribadi.  Oli  tersebut  masih  dapat  digunakan  antara  lain  salah  satunya  adalahsebagai  bahan  bakar  khususnya  bagi  tungku  peleburan  logam.  Untuk  menjawab  permasalahandiatas,  maka  dalam  penelitian  ini  akan  dirancang  dan  dibuat  tungku  peleburan  logam  denganmemanfaatkan  limbah  cair  oli  bekas  tersebut  sebagai  bahan  bakar.  Tujuannya  adalah  untukmenumbuhkan industri  lokal  berbasis home  industry dalam  mendaur  ulang  logam  bekas  dengantitik  lebur  rendah  melalui  teknologi  peleburan  dan  pengecoran  logam.  Metode  yang  digunakanadalah perlakuan atomizing pada oli bekas sehingga mudah terbakar. Hasil yang didapat adalah olibekas  dapat  diatomizing melalui tekanan  udara  menggunakan  kompresor.  Kesimpulannya  adalahtungku  peleburan  logam  berbahan  bakar  oli  bekas  mampu  melebur  logam  aluminium  bekas,sehingga  tungku  peleburan  logam  oli  bekas  tersebut dapat  digunakan  pada home  industry dalammendaur ulang logam aluminium bekas.
PENGARUH PEMBERIAN MOMENTUM PADA ARTIFICIAL NEURAL NETWORK BACKPROPAGATION Vivi Tri Widyaningrum; Ahmad Sahru Romadhon
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah  satu  algoritma Artificial  Neural  Network (ANN)  yang  biasa  digunakan  adalah  algoritmabackpropagation dengan pola model gradient descent pada proses pembelajarannya. Akan tetapi,gradient  descent memiliki  kelemahan  yaitu tidak  mudah  digunakan  dan terkadang  lambat  dalampengkonvergenan solusinya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut dilakukan suatu modifikasi yaitudengan memberikan momentum pada perubahan bobotnya. Pada proses prediksi surface roughnesspada CNC Milling menggunakan ANN Backpropagation dengan momentum pada perubahan bobotini,  nilai  rata-rata  persentase error yang  dihasilkan  pada  masing-masing  nilai  momentum  yangdiberikan adalah tidak banyak mengalami perubahan. Namun jika nilai momentum yang diberikanmendekati  nilai  maksimal  momentum  yaitu  mendekati  nilai  satu maka akan  menyebabkanterjadinya overshoot. Pemberian momentum pada perubahan bobot menyebabkan perubahan yangcukup  besar yaitu pada  waktu  prosesnya,  semakin  besar  nilai  momentum  yang  diberikan  makasemakin  cepat  pula  waktu  proses  yang  dibutuhkan.  Hal  ini  berarti  jika  ingin  waktu  prosesprediksinya  menjadi  cepat  maka  gunakan  nilai  momentum  yang  besar,  namun  sebaiknya  kurangdari 0.9.