cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2015" : 144 Documents clear
PERANCANGAN DECISION SUPPORT SYSTEM PEMILIHAN VARIETAS UNGGUL PADI RAWA MENGGUNAKAN METODE FUZZY-WEIGHTED PRODUCT Nurmahaludin Nurmahaludin; Gunawan Rudi Cahyono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produktivitas padi lahan rawa dapat dilakukan dengan pemilihan varietas padi yang tepat. Pengalihan dari varietas lokal ke varietas unggul diperlukan karena varietas lokal memiliki umur panen lama dan potensi hasil yang rendah, walaupun rasa dan tekstur nasinya disukai oleh masyarakat setempat. Pemilihan varietas unggul kemudian menjadi permasalahan tersendiri karena terdapat banyak varietas unggul yang masing-masing mempunyai karakteristik berbeda-beda, sehingga pemilihan tersebut harus didasarkan pada sejumlah kriteria yang hendak dipenuhi. Model decision support system digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dimana outputnya adalah varietas padi yang direkomendasikan oleh sistem. Kriteria yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan adalah potensi hasil, rata-rata hasil, umur panen, ketahanan terhadap hama wereng coklat, serta tekstur nasi yang dihasilkan. Metode pengambilan keputusan dalam penelitian ini adalah fuzzy-weighted product. Pengujian model dilakukan untuk menghitung besar nilai preferensi tiap alternatif, dalam hal ini varietas padi unggul. Alternatif yang dipilih adalah yang memiliki nilai preferensi tertinggi dibanding alternatif lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya, diperoleh varietas unggul padi rawa yang mempunyai nilai preferensi terbesar adalah INPARA 1 dengan nilai preferensi V=0.1598
ONTOMOTIF: ONTOLOGI PENCARIAN INFORMASI KENDARAAN BERMOTOR Mohammad Syarief
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ontologi sebagai tulang punggung web semantik diperlukan pada berbagai domain. Ontologi yang didesain secara khusus untuk menangani pencarian informasi kendaraan bermotor sejauh ini belum ditemukan. Paper ini membahas pengembangan ontologi pencarian informasi kendaraan bermotor (OntoMotif). Selain menjelaskan spesifikasi kendaraan, OntoMotif juga mengakomodasi kepentingan penyedia jasa penjualan dan persewaan kendaraan bermotor dalam mempromosikan produknya. Tahapan-tahapan metode pengembangan OntoMotif mengacu pada Ontology Development 101. Dari hasil pengujian, dapat dibuktikan bahwa OntoMotif mampu menjawab kebutuhan pencari informasi yang menggunakan berbagai macam kalimat tanya. Dengan OntoMotif, query yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi relatif lebih sederhana. Oleh karena itu, OntoMotif dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam rangka penyediaan data kendaraan bermotor dan propertinya yang sering kali ditanyakan dalam kehidupan sehari-hari.
PROSES PENGOLAHAN MINYAK BIJI KAPUK (Ceiba Pentandra) MENJADI METHIL ESTER MELALUI PROSES ESTERIFIKASI TRANSESTERIFIKASI DENGAN VARIABEL KONSENTRASI KATALIS KOH DAN WAKTU REAKSI Arthur Setyawan Fajar; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak biji kapuk diekstraksi dari biji kapuk randu atau kapuk (Ceiba Pentandra). Pohon ini merupakan pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae.  Kata "kapuk" atau "kapok" juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Daerah penghasil kapuk di Indonesia meliputi daerah DI.Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai salah satu bahan baku oleokimia dan bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai biodiesel. Pemanfaatan minyak biji kapuk sebagai bahan baku untuk memproduksi metil ester sebagai topik dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik metil ester dari minyak biji kapuk dan mendapatkan proses terbaik. Metode yang digunakan adalah penelitian di Laboratorium Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta pusat. Penelitian ini meliputi tiga tahapan dimana tahapan pertama proses degumming minyak biji kapuk menggunakan H3PO4 sebanyak 1% volume minyak dan direaksikan pada temperatur 70oC selama 30 menit, tahapan dua mereaksikan minyak biji kapuk dengan katalis H2SO4  (esterifikasi) kemudian tahapan ketiga yang dilakukan untuk mendapatkan metil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi)  dengan variabel katalis KOH (1%, 1,5%, 2% ) dari volume metil ester hasil (esterifikasi) dengan jumlah metanol sebesar  20% dari volume hasil esterifikasi dengan waktu reaksi 1 Jam, 1.5 jam , dan 2 jam pada suhu 70°C. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut yaitu (1) Bahan baku minyak biji kapuk mengandung zat pengotor  dan  asam lemak bebas tinggi sebesar 8,63  maka diperlukan proses degumming dan esterifikasi, (2) Minyak biji kapuk sebelum mengalami proses esterifikasi memiliki kadar asam lemak bebas 8,63 dan setelah mengalami proses esterifikasi memiliki kadar asam lemak bebas turun menjadi 0,70275 dan rendemen yang didapat sebesar 99.15% (3) Kondisi proses terbaik adalah pada katalis 1,5%  dan waktu 2 jam dengan jumlah metanol 20% yakni dengan rendemen 92,24 %, angka asam 0,38, bilangan penyabunan 164,76. (4) Pengolahan minyak biji kapuk menjadi metil ester menjadi salah satu bahan bakar alternatif biodiesel dan bahan oleokimia.
PENGEMBANGAN SENSOR GETAR ADXL335 SEBAGAI PETUNJUK PERAWATAN MESIN BUBUT HORISONTAL Folkes E Laumal
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini sangat pesat seiring kemajuan jaman dan meningkatnya kebutuhan manusia. Pemikiran untuk memanfaatkan sumber daya dengan efisien, membuat inovasi dan perkembangan teknologi pun terus berkembang. Pemanfaatan teknologi yang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan telah menyebabkan perubahan dan peralihan teknologi yang akhirnya memudahkan manusia menyelesaikan banyak persoalan. Teknologi komunikasi merupakan contoh teknologi peralihan yang ikut berkembang, karena sistem komunikasi tidak lagi mengenal batas serta memungkinkan dilakukan secara wireless.  Komunikasi kabel dan wireless dapat diimplementasikan pada sesama komputer atau komputer dengan mesin tertentu untuk keperluan monitoring dan analisa. Komponen yang dianalisa berhubungan dengan maintenance, yaitu umur komponen menggunakan jaringan kabel maupun wireless. Salah satu perilaku benda yang dapat dimonitoring adalah getaran Mesin bubut Horisontal pada Laboratorium Teknik Mesin. Penggunaan mesin bubut oleh mahasiswa terkadang tidak memperhatikan gejala kerusakan komponen, misalnya laher mesin. Akibatnya kualitas luaran dari benda kerja yang diolah menjadi kurang bagus. Dengan metode eksperimen telah dikembangkan sensor getar berbasis mikrokontroler menggunakan ADXL335, dimulai dengan identifikasi komponen, perancangan sensor, pemograman, kalibrasi dan penentuan kondisi ideal getaran. Kondisi ideal adalah sebuah nilai getaran dalam batasan tertentu ketika mesin masih baru atau terkalibrasi. Dalam penelitian ini nilai ideal adalah -0.002 s/d +0.002. Komponen mesin dinyatakan aus ketika output getaran melewati nilai ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor dapat membaca getaran mesin dan dimonitoring pada komputer. Komponen yang aus dapat diketahui ketika getaran mesin melewati nilai ideal dan suara beep berbunyi, sehingga para teknisi dapat mengambil tindakan perawatan dan hasil praktek mahasiswa juga lebih baik.
KARAKTERISASI PRODUK-PRODUK MINYAK SEREH WANGI (CITRONELLA OIL) MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI INFRAMERAH DEKAT (NIRs) Welmince Bota; Martanto Martosupono; Ferdy S Rondonuwu
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakterisasi spektra NIRs minyak sereh wangi dari 4 produk berbeda yaitu minyak sereh wangi murni dari PT. Djasula Wangi, minyak sereh wangi produk A, produk B, dan produk C serta minyak terpentin sebagai pembanding. Cara kerja NIRs sangat spesifik, yaitu berdasarkan hasil vibrasi molekul. Paper ini melaporkan karakteristik NIRs minyak sereh wangi disekitar bilangan gelombang 4540 cm-1. Signal turunan kedua dari spektrum transreflektans berkaitan dengan kandungan suatu senyawa. Kuantitas kandungan masing-masing selanjutnya dianlisis dengan kromatografi gas – spektrometer massa dimana minyak sereh wangi murni, produk A, B dan C berturut turut adalah 100%, 66,3%, 19,6% dan 9,7%. Kombinasi pegukuran spektrum NIR dan analisis kromatografi gas – spektroskopi massa digunakan untuk membangun prediktor kandungan minyak sereh wangi berbagai produk di pasaran.
RESIKO JENIS PEKERJAAN TERHADAP KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERS PADA PERAWAT RUMAH SAKIT Farid Wajdi; Wyke Kusmasari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi resiko cedera rangka otot pada perawat di rumah sakit. Studi dilakukan pada RSUD Serang dengan 173 responden perawat, terdiri dari 37 laki-laki dan 136 perempuan. Kuesioner DMQ (Dutch Musculoskeletal Questionaire) digunakan untuk mengukur faktor-faktor dan gejala resiko cedera rangka otot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase responden mengalami keluhan fisik yang paling banyak diderita perawat adalah keluhan sakit leher (69%), punggung atas (59%), dan bahu (58%). Selanjutnya tingkat usaha untuk melakukan jenis pekerjaan ringan hingga sangat berat diukur dengan skala 1-4 dengan hasil sebagai berikut: mengangkat pasien (mean=2.57, SD=0.771), memindahkan pasien (mean=2.54, SD=0.688), mengangkat alat berat (mean=2.22 ,SD=0.909), membersihkan ruangan (mean=1.94, SD=0.595), berjalan kaki (mean=1.93, SD=0.606), duduk (mean=1.83, SD=0.489), memakaikan baju (mean=1.75, SD=0.081). Hasil pengukuran korelasi Spearman memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada pekerjaan memandikan pasien (S=0.280, Sig.2-tailed=0.000 ) terhadap keluhan punggung atas (p<0.01) dan hasil yang sama pada memindahkan pasien (S=0.208, Sig.2-tailed=0.008 ) terhadap keluhan punggung atas (p<0.01). Sedangkan aktifitas terlalu banyak berjalan kaki (S=-0.167, Sig.2-tailed=0.034 ) signifikan terhadap keluhan leher (p<0.05).
PERANCANAAN AWAL TURBOPROP BASIC TRAINER AIRCRAFT BERDASAR KRITERIA CAKUPAN MISI PENERBANGAN Tungga Bhimadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Preliminary Design atau perancangan awal merupakan salah satu fase dalam perancangan pesawat terbang, sesudah perancangan mula dan sebelum perancangan konsep. Sebagai latar belakang, sudah saatnya Indonesia mengganti pilihan pesawat latih yang digunakan sekarang. Sehingga perlu usulan pesawat latih dasar pengganti sebagai tujuan penelitian yaitu, pemilihan Turboprop Basic Trainer Aircraft atau pesawat latih dasar dengan propeler, untuk latihan calon pilot penerbang pesawat tempur. Masalahnya pesawat pilihan harus mempunyai karakteritik sesuai yang diinginkan. Untuk kesesuaian itu, metodologi perancangan empiris prediksi harga karakteristik diusulkan dengan  aspek desain fokus pada kriteria cakupan 3(tiga) misi yaitu sortie training, bomber, dan attack. Hasil penelitian  adalah  pilihan pesawat berdasar kriteria yang diinginkan dengan prediksi harga karakteristik dari aspek desain seperti aspek: aerodinamika, stabilitas, persyaratan misi, unjuk kerja, dan kemampuan membawa beban. Sebagai kesimpulan, pesawat pilihan memenuhi kriteria cakupan misi bahkan untuk beberapa item misi lebih baik. Metodologi perancangan empiris ini dapat digunakan untuk pemilihan pesawat jenis lain yang akan digunakan.
OTOMATISASI METODE PENELITIAN SKALA LIKERT BERBASIS WEB Suzuki Syofian; Timor Setiyaningsih; Nur Syamsiah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan. Banyak pemanfaatan perangkat teknologi informasi tersebut digunakan untuk keperluan menggantikan tenaga manusia. Teknologi informasi banyak diterapkan untuk pengelolaan pekerjaan karena daya efektivitas dan efisiensinya yang sudah terbukti mampu mempercepat kinerja. Pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan baik secara finansial maupun waktu. Teknologi informasi saat ini telah menyebar hampir di semua aspek kehidupan dan profesi, tidak terkecuali untuk bidang penelitian. Perangkat lunak yang akan dihasilkan dapat membantu mengundang responden. Bidang penelitian sangat terbantu dengan adanya perangkat lunak yang memudahkan dalam pengolahan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan meliputi beberapa tahapan, antara lain : Review dokumen, observasi, wawancara, penggalian akar permasalahan dengan teknik fishbone, desain dan perancangan aplikasi berbasis web hingga testing. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa implementasi skala likert berbasis web dapat digunakan untuk menghitung riset dan survey. Bahkan pada studi kasus penggunaan aplikasi dapat disimpulkan hubungan mahasiswa Unsada mempengaruhi motivasi dalam mencapai kelulusan bobot nilai 82.80%. Adanya aplikasi penelitian berbasis web ini dapat memudahkan kinerja para peneliti untuk mendapatkan respon dari responden. Para peneliti dapat membuat sendiri rancangan kuesioner dan mampu mendapatkan hasil penelitian secara real time.
PERANCANGAN PERBAIKAN STASIUN KERJA PEMASANGAN GRANITO MENGGUNAKAN ANALISIS METODE PLIBEL CHECKLIST DI PT. LOUSERINDO MEGAH PERMAI Nabila Ramadhany Barley; Budi Aribowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari suatu sistem ketenagakerjaan perusahaan dan sumber daya manusia. Di samping itu, K3 juga memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan dan berbanding lurus dengan produktivitas perusahaan. Salah satu kajian K3 adalah ergonomi. Perancangan perbaikan stasiun kerja merupakan salah satu usaha yang harus dilakukan untuk mencapai keselarasan dalam ergonomi. PT. Louserindo Megah Permai merupakan perusahaan yang bergerak di dalam bidang industri manufaktur lift. Pada lantai produksinya terlihat masih banyak pekerjaan yang dilakukan tidak ergonomis dan memiliki risiko menyebabkan musculoskeletal disorder. Sehingga pada kasus ini, diimplementasikan perancangan perbaikan stasiun kerja kritis dengan menggunakan analisis metode PLIBEL Checklist. Untuk menentukan operator kritis digunakan kuesioner Nordic Body Map dan untuk menentukan stasiun kerja kritis digunakan metode CTD Risk Index. Dari perhitungan yang telah dilakukan, operator kritis adalah operator pemotongan dan pengelasan dan operator granito pada subgroup RMS. Stasiun kerja kritis adalah stasiun kerja pemasangan granito. Usulan perancangan perbaikan stasiun kerja adalah lift table. Ukuran yang digunakan agar lift table ergonomis pada pekerjaan pemasangan granito yaitu dengan tinggi 679 mm, panjang 2460 mm, lebar 2232 mm, space bagian dalam lift table 1120 mm, dan panjang foot controller untuk hydraulic system 96 mm.
EKSTERNALITAS RUANG DARI POLA PEMBANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN BERSKALA BESAR TERHADAP PERMUKIMAN DI SEKITARNYA Happy Indira Dewi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di daerah perkotaan, pertumbuhan dan perkembangan Pusat Perbelanjaan Berskala Besar (PPBB) cenderung menghasilkan pola ruang yang tak terintegrasi secara fisik dan sosial dengan lingkungan permukiman lama yang terletak dalam suatu hamparan besar.  Hal ini menghalangi  keberlanjutan perkembangan ruang kota yang dapat  mengakibatkan pemakaian ruang dan sarana infrastruktur kota menjadi tidak effisien dan menyulitkan perencanaan lingkungan selanjutnya. Penelitian ini difokuskan pada salah satu problem yang muncul akibat perkembangan PPBB tersebut, yaitu eksternalitas ruang negatif dari pola pembangunan PPBB terhadap permukiman di sekitarnya.  Metodologi penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-eksploratif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menemukan antara lain bahwa eksternalitas ruang negatif pada PPBB terhadap permukiman di sekitarnya terjadi karena (1) Sifat pembangunan PPBB yang cenderung eksklusif; (2) Pembangunan pada bidang  lahan yang bentuknya tidak sempurna mengakibatkan bentuk lahan tidak geometris; (3) Pembangunan dinding pembatas mengakibatkan diskontinuitas ruang; (4) Penempatan ruang-ruang servis yang berpotensi menimbulkan gangguan berdekatan dengan zona permukiman penduduk ; (5) Tidak adanya zona transisi antara zona komersial dan zona hunian, padahal antara ruang BSM dan ruang hunian terdapat perbedaan ruang yang kontras dari sisi fungsi, sifat, besar, massa bangunan dan kebutuhan.  ; (6) Eksternalitas ruang negatif yang tidak berhasil atau tidak bisa diatasi oleh penghuni dengan adjustment, dan mengakibatkan penghuni harus berusaha lebih keras lagi untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. terdapat pula eksternalitas ruang negatif yang cenderung bisa diatasi oleh penghuni dengan adjustment, dan mengakibatkan penghuni lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Keberhasilan melakukan adjustment dan adaptasi  bukan berarti penghuni berhasil menghilangkan dampak, dampak tetap ada namun penghuni berusaha menghindari dampak negatif tersebut.

Page 3 of 15 | Total Record : 144