cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2017" : 204 Documents clear
PERBANDINGAN TEKNIK KLASIFIKASI UNTUK PREDIKSI STATUS KONTRAK KERJA KARYAWAN Fajar Priyono; Richardus Eko Indrajit
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik prediksi status kerja karyawan kontrak disebuah perusahaan belum menggunakan metode yang ilmiah, hal ini menyebabkan bagian SDM tidak bisa memperkiraan faktor apakah yang paling berpengaruh terhadap keputusan status kerja karyawan kontrak akan diperpanjang ataupun diputus kontrak kerjanya dikarenakan setiap karyawan kontrak memiliki kelebihan dan kekuranganya masing masing. Prediksi yang digunakan untuk menentukan status kerja karyawan kontrak diharapkan dapat menghasilkan suatu pengetahuan yang dapat digunakan bagian SDM dalam memutuskan status kerja karyawan kontrak di perusahaan. Penelitian ini membahas teknik klasifikasi utama yang meliputi Decision Tree, KNN, Naïve Bayes, Deep Learning dan Rule Induction. Percobaan ini dilakukan menggunakan data dari sebuah perusahaan yang berisi nama-nama karyawan kontrak dengan berbagai atributnya. Area di bawah kurva (AUC) digunakan sebagai indikator akurasi dalam rangka untuk mengevaluasi kinerja pengklasifikasi. Hasil menunjukan bahwa metode Deep Learning menunjukan hasil yang paling memuaskan dibandingkan metode yang lainnya. Kata kunci: Status kerja karyawan kontrak, Klasifikasi, AUC
ANALISA KOMPARATIF TERHADAP SERTIFIKASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI MENURUT PP 28 TAHUN 2000 DENGAN PP 04 TAHUN 2010 Irika Widiasanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sertifikasi tenaga ahli konstruksi sesuai UU 18/1999 mulai diimplementasikan pada tahun 2000 berdasarkan peraturan yang mengatur, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Bisnis dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi. Dalam perjalanan, sistem sertifikasi tenaga ahli konstruksi telah direstrukturisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 04 tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000. Mengingat pentingnya sertifikasi para ahli tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap sertifikasi tenaga ahli konstruksi yang telah berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian sertifikasi tenaga ahli konstruksi di Indonesia, dengan best practices of certification. Penelitian dilakukan dengan mengacu pada metodologi yang meliputi kegiatan utama, yaitu studi pustaka, pengumpulan data primer dan sekunder, analisis data, perumusan kesimpulan dan rekomendasi. Analisis didasarkan pada informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, baik akademisi maupun praktisi. Pengolahan data lebih lanjut dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-komparatif yang memberikan penyajian data secara sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca dengan menggambarkan atau memberikan informasi tentang suatu data atau keadaan atau fenomena.Hasil penelitian menunjukkan, ada 28 faktor dari sertifikasi 2000 yang tidak sesuai dengan best practices sertifikasi yang terdiri dari 36 faktor. Evaluasi sertifikasi 2010 menunjukkan bahwa ada 18 faktor yang tidak sesuai dengan best practices sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa sertifikasi 2010 memiliki tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan praktik terbaik sertifikasi dibandingkan dengan sertifikasi 2000.
ANALISIS TINGKAT KENDALAN DAN PENENTUAN INTERVAL WAKTU PERAWATAN MESIN POMPA DISTRIBUSI PADA PDAM TIRTA MUARE ULAKAN SAMBAS Eddy Kurniawan; Muhammad Taufiqurrahman
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini yang menjadi kebutuhan manusia dan pelaku industri yang paling penting adalah kebutuhan akan tersedianya air bersih. Pada daerah Kabupaten Sambas Kalimantan Barat badan usaha pemerintah yang menangani tentang penyedian air bersih adalah PDAM Tirta Muara Ulakan. Waktu penggunan yang terlampau sering pada pompa tersebut akan mengakibatkan terjadinya penurunan performa dari pompa dan hal ini yang akan menjadi sumber masalah yang di hadapi oleh PDAM. Dengan mengetahui keandalan pompa, teknisi dapat mengetahui pompa mana saja yang dapat bekerja secara optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keandalan dari masing-masing pompa dan menentukan interval waktu perawatan yang tepat pada setiap mesin di PDAM Tirta Muara Ulakan Sambas. Perhitungan nilai keandalan dan interval waktu perawatan bertujuan untuk melihat seberapa handal mesin-mesin yang ada di PDAM Tirta Muara Ulakan Sambas dan kapan waktu perawatan yang baik dalam mematikan mesin. Time To Failure (TTF) dan Time To Repair (TTR) merupakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, selanjutnya perhitungan distribusi antara lain distribusi Eksponensial, distribusi Normal, distribusi Weibull, dan distribusi Lognormal, kemudian menentukan distribusi yang memiliki index of fit tertinggi, langkah selanjutnya adalah perhitungan nilai keandalan mesin pompa Distribusi I, II, dan III, kemudian perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Failure (MTTR), terakhir yaitu perhitungan interval waktu perawatan mesin pompa Distribusi I, II, dan III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keandalan pada mesin pompa Distribusi I adalah 0,703 pada hari ke-16. Nilai keandalan pada mesin pompa Distribusi II adalah 0,701 pada hari ke-24. Nilai keandalan pada mesin pompa Distribusi III adalah 0,702 pada hari ke-19. Interval waktu perawatan pada mesin pompa Distribusi I yaitu maksimal 1.102,300 jam harus sudah dilakukan perawatan pencegahan. Pada mesin pompa Distribusi II yaitu maksimal 1.137,640 jam harus sudah dilakukan perawatan pencegahan. Perawatan pada mesin pompa Distribusi III yaitu maksimal 1.294,430 jam harus sudah dilakukan perawatan pencegahan.
PEMANFAATAN APLIKASI GRAF PADA PEMBUATAN JALUR ANGKOT 05 TASIKMALAYA Mira Kusmira; Taufiqurrochman Taufiqurrahman
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan umum merupakan salah satu transfortasi yang membatu masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari, melakukan kegitan yang jarak dekat maupun yang jarak jauh yang dapat di tempuh dengan angkot, dalam hal ini ada beberapa kendala dalam menggunakan trnsportasi umum salah satu kendalanya adalah angkot yang semberaut atau kurang rapih sehingga memicu kemacetan. Pada penelitian disini membahas bagaimana graf digunakan untuk memebantu dalam pembutan jalur supaya lebih teratur dan dapat mengurangi kemacetan. Dengan adanya jalur yang rapih dan teratur dapat membatu memudahnkan masyarakat dalam menentukan angkot mana yang akan mereka gunakan untuk menuju tujuan yang mereka pilih. Jalur yang tidak teratur akan menimbulkan permasalahan seperti ngetem dan kemacetan. Pada penenlitian ini akan menggunakan metode persoalan tukang pos cina. Lintasan dan sirkuit yang banyak dipakai adalah lintasan dan sirkuit euler.
ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN JENIS MINYAK LUMAS DASAR (BASE OIL) TERHADAP MUTU PELUMAS MESI Rini siskayanti; Muhammad Engkos Kosim
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelumas adalah zat kimia yang umumnya berupa cairan, yang diberikan di antara dua benda yang bergerak dengan tujuan untuk mengurangi gaya gesek. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah pelumas mesin yang dipakai pada mesin pembakaran dalam. Pelumas mesin yang banyak beredar di pasaran saat ini secara komersial adalah jenis pelumas dengan bahan dasar minyak mineral dan minyak sintetik. Semakin banyaknya pilihan pelumas saat ini, tentunya akan membuat pemakai sedikit bingung, karena semua produsen pelumas pasti mengatakan pelumas mereka yang paling bagus. Mutu dari minyak pelumas ini sangat ditentukan oleh sifat fisika dan kimianya. Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana pengaruh perbedaaan jenis minyak dasar (base oil) terhadap mutu dari suatu produk pelumas dengan melakukan uji karakteristik  menggunakan metode uji ASTM yaitu Indeks Viskositas (ASTM D2270), Titik Tuang (ASTM D97) dan Titik Nyala (ASTM D92). Penelitian dilakukan dengan cara membuat pelumas mesin dengan berbagai kekentalan dengan penambahan aditif yang sama, hanya saja jenis minyak lumas dasar (Base Oil) yang digunakan berbeda tetapi tetap mengacu pada standar karakteristik pelumas yang diuji. Dari 5 sampel yang diuji yaitu DEO API CI-4 SAE 15W-40, PCMO API SN SAE 10W-40, MCO API SL SAE 10W-30, HO ISO VG 32, TO API TO-4 SAE 10W menunjukkan bahwa semakin bagus atau semakin tinggi golongan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pelumas maka semakin baik kualitasnya serta semakin lama waktu pemakaian dari pelumas tersebut.  Penggunaan minyak lumas dasar sintesis membuat kualitas pelumas menjadi lebih baik khususnya dari segi Viskositas Indeks, Titik Tuang dan Titik Nyala.
EKSPLORASI POTENSI PENGEMBANGAN WISATA DI SEKITAR BANGUNAN BERSEJARAH MASJID LUAR BATANG Ashadi Ashadi; Anisa Anisa; Ratna Dewi Nur'aini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bersejarah masjid Luar Batang mempunyai beberapa aktivitas yang dapat dijadikan wisata. Wisata utama adalah wisata religi yaitu kegiatan peziarahan pada masjid dan makam yang ada di dalamnya. Wisata utama yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya tersebut memicu timbulnya wisata lain yang berkembang di sekitarnya. Penelitian ini mengeksplorasi potensi wisata yang dapat dikembangkan di sekitar bangunan bersejarah masjid Luar Batang beserta pertimbangan kekhasannya yang terletak di daerah pemukiman yang padat penduduk.  Analisis yang dilakukan adalah menggali potensi pengembangan wisata berdasarkan keadaan permukiman sekitarnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif interpretatif untuk menafsirkan fenomena yang menjadi temuan berkaitan dengan wisata dan mengkaitkannya dengan kondisi Kampung Luar Batang saat ini. Kesimpulan yang di dapatkan dari penelitian ini adalah adanya ada beberapa wisata yang dapat dikembangkan selain wisata religi kegiatan peziarahan pada masjid dan makam. Wisata yang dimaksud antara lain wisata kuliner, wisata belanja dan wisata bahari. Wisata kuliner pada sekitar masjid Luar Batang bukan hanya kuliner khas Betawi saja, karena permukiman sekitarnya dihuni oleh beberapa etnis dari Indonesia maka wisata kuliner dapat dikembangkan lebih banyak lagi. Selain itu wisata belanja yang selama ini diamati hanya berupa bazaar atau pasar malam saja, bisa dikembangkan menjadi wisata belanja souvenir dan oleh-oleh khas Luar Batang pada lingkungan permukiman dan rumah-rumah yang berada di jalan utama. Wisata bahari bisa dikaitkan dengan wisata pada pelabuhan sunda kelapa maupun wisata kota tua secara keseluruhan. Pengembangan yang dilakukan adalah membuat jalur khusus atau transportasi khusus yang mewadahi wisata bahari tersebut.
IDENTIFIKASI HURUF BRAILLE BERBASIS IMAGE PROCESSING SECARA REAL TIME Dewi Permata Sari; Sabilal Rasyad; Evelina Evelina
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pengolahan citra digital (Digital Image Processing) saat ini berkembangan  sangat  pesat, maka dapat mempermudah kehidupan manusia dalam banyak aplikasi yang dapat menerapkannya.  Pengolahan citra adalah pemrosesan citra menggunakan komputer yang kualitasnya lebih baik dalam mengenal obyek. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, maka diharapkan adanya suatu aplikasi yang dapat mengenal suatu obyek yang ada di depan kamera bisa mengidentifikasi jenis objek   secara realtime.  Dengan menggunakan webcam  dapat melakukan pengambilan citra sehingga akan didapatkan gambar objek yang akan di identifikasi dengan benar/ tepat. Gambar objek diproses dengan mengidentifikasi dan melakukan tracking gambar objek tersebut. Setelah didapatkan citra gambar objek kemudian proses selanjutnya adalah membandingkan dengan database. Apabila cocok dengan database, maka keluaran yang dihasilkan berupa identtifikasi huruf abjad dan data biner dari Arduino UNO. Hasil dari Penelitian  ini bertujuan untuk mengidentifikasi huruf Braille dengan benar secara real-time dengan benar. Dari hasil Pengujian huruf Braille dengan  kamera  Logitech  C600 menggunakan waktu  dari 3 detik  sampai dengan 5 detik  maka tingkat akurasi = 92,3 % dan error = 7,7 %. 
SISTEM DETEKSI PENDERITA ARITMANIA BERDASARKAN JUMLAH DETAK JANTUNG BERBASIS SMARTPHONE Erma Gustini; Budi Rahmadya; Fajril Akbar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aritmia adalah gangguan irama jantung. Aritmia terjadi akibat irama jantung lambat, cepat dan tidak teratur. Untuk mendeteksi detak jantung penderita aritmia dapat di lakukan dengan mengunakan pulse sensor yang dipasang di ujung jari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi detak jantung melalui sinyal photoplethysmograph (PPG). Photoplethysmograph yang digunakan untuk monitoring  detak jantung dengan melihat perubahan volume darah dalam pembuluh darah. Pengujian detak jantung dari pulse sensor diolah di ADC di dalam mikrokontroler, kemudian data detak jantung dikirim melalui media bluethoot ke smartphone. Dalam simulasi alat dilakukan pengambilan sampel data detak jantung  pada manusia 1). normal dan 2). Penderita arimia. Dapat dilakukan  pada orang normal  dan penderita aritmia yang  berasal  dari 1 orang dewasa dan 1 orang tua dengan pengambilan sampel data sebanyak 3 kali. Untuk penderita aritmia detak jantung dapat di bagi menjadi 2 jenis yaitu bradikardi (kecil 60 bpm) dan takikardi (besar dari 100 bpm). Hasil pengujian jumlah detak jantung yang di deteksi di tampilkan di smartphone dalam bentuk sinyal. Didapatkan perbedaan detak jantung untuk penderita aritmia  adalah 44 bpm (bradikardi) dan 194 bpm (takikardi). Kata kunci: Aritmia, Pulse Sensor, Photoplethysmograph, Mikrokontroler, Bluetooth, Smartphone
PENGARUH VARIASI SUHU AUSTENISASI PADA PEMBUATAN MATERIAL FASA GANDA BAJA LATERIT Satrio Herbirowo; Saefudin Saefudin; Toni B Romijarso
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja laterit adalah produk baja sangat potensial untuk dikembangkan dengan pemanfaatan bahan baku lokal yang berasal dari bijih besi kadar rendah dan memiliki kandungan nikel cukup tinggi. Pada penelitian ini telah dilakukan proses pembuatan material dualphase dari bahan baja laterit yang pemanasan divariasi suhu pada daerah fasa  +  (ferit + austenit) tepatnya pada variasi suhu 760°C, 800°C, 840°C dan lama penahanan (Holding time) 1jam yang dipanaskan dengan tungku muffle yang bisa beroperasi pada suhu 1200°C lalu didinginkan secara cepat dengan media oli. Adapun material yang digunakan adalah baja laterit dengan karakterisasi awal struktur mikro memiliki fasa ferit dan perlit mempunyai kekerasan 18.54 HRC. Hasil fasa yang diperoleh ferit dan Martensit dan kekerasan yang paling tinggi diperoleh 46.98 HRC yaitu sampel 3 dengan pemanasan pada suhu paling tinggi yaitu 840°C ternyata kalau dilihat struktur mikronya fasa ferit sedikit dan martesit lebih banyak. Karena semakin tinggi temperatur Intercritical heat treatment semakin terbentuknya fasa austenitsasi sehingga semakin terbentuknya fasa martensit akibatnya kekerasan semakin meningkat.
PERLAKUAN TERMOMEKANIKAL INGOT PADUAN Co-26Cr-6Mo-0,18N Fendy Rokhmanto; Galih Senopati; Cahya Sutowo; I Nyoman Gede Putrayasa A; Nono Darsono; Ika Kartika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan Co-Cr-Mo banyak digunakan sebagai material implan tulang dan gigi, dimana komposisi paduan mengacu kepada standar material implan ASTM F75. Paduan Co-Cr-Mo memiliki sifat mekanis yang baik, bersifat biokompatibilitas dan memiliki ketahanan korosi yang tinggi. Akan tetapi ingot paduan ini masih memiliki sifat mekanik yang masih di bawah kekuatan yang dibutuhkan untuk digunakan sebagai material implan tulang seperti hip joint dan knee joint. Oleh karenanya sifat mekanik perlu ditingkatkan, salah satunya dengan proses thermomechanical treatment. Penelitian ini menggunkan material implant Co-26Cr-6Mo-0,18N untuk dilihat pengaruh proses thermomechanical treatment terhadap pembentukan struktur mikro dan kekerasannya. Paduan hasil coran (as cast) dihomogenisasi pada temperatur 1200°C selama 12 jam, kemudian dilakukan prosess hot roll dengan pemanasan awal 1200 °C selama 90 menit, reduksi 50% kemudian didiginkan dengan air es, air dan di udara. Paduan as cast maupun hasil hot roll kemudian diamati secara mikroskopis menggunakan mikroskop optik dan SEM serta dilakukan uji keras dengan metode Rockwell. Pengamatan matalografi menunjukkan adanya perubahan struktur presipitat dari bentuk blocky dense menjadi starlike dense. Nilai kekerasan paduan meningkat dari 39,7 HRc pada kondisi as cast menjadi 61,1 HRc pada pendinginan air es, 59,7 HRc pada pendinginan air dan 57,8 HRc pada pendinginan udara.

Page 11 of 21 | Total Record : 204