cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2019" : 108 Documents clear
Proses Pembuatan CF (Check fictur) Menggunakan Mesin CNC 3 Axis Delta Putra Sangrila; Elfian Dwinugraha Alam
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CNC (Computer Numerik Control) adalah mesin yang dikontrol dengan komputer. CNC ini di program dengan menggunakan Software Mastercam yang berfungsi sebagai Software pengendali CNC yang mudah digunakan karena dapat diinstall pada PC yang berfungsi sebagai server. Mesin CNC ini mampu memproduksi CF (Check Fictur) yang berbahan baja S45C. CF (cek fictur) yang berfungsi untuk mengecek hasil dari mesin bending apakah sesuai dengan CF atau tidak, jika sesuai maka hasil ending dapat diproses untuk lebih lanjut jika tidak akan diolah kembali. Penelitian ini berfokus pada proses produksi, pemilihan material, proses desain menggunakan autocad dan mastercam. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan observasi lapangan secara langsung, dalam observasi lapangan penulis mendesain CF 2 dimensi, membuatan program CNC 3 Axis dan pengukuran CF setelah proses CNC, hasil akhir berbentuk part dengan ukuran panjang 140, lebar 100, tinggi 40 yang dapat digunakan untuk mengecek hasil dari mesin bending.
Pemilihan Bagian Tanaman Jeruk Purut (CITRUS HYSTRIX D.C) Potensial Sebagai Minyak Essensial Aromaterapi Hasil Proses Maserasi Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Rusnia Junita Hakim; Yully Mulyani; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aromaterapi merupakan istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, banyak dikenal dalam bentuk minyak essensial yang berguna untuk mengatur fungsi kognitif dan kesehatan. Citrus hystrix salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak essensial. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemilihan bagian tanaman citrus hystrix (daun, kulit, ranting) sebagai sumber minyak essensial aroma terapi hasil proses ekstraksi macerasi dan menggunakan software analytical hierarkhi process dengan mempertimbangkan kriteria berupa ketersediaan bahan baku, hasil rendemen, harga jual minyak, pemasaran (packing), aroma serta warna minyak essensial. Daun, kulit dan ranting jeruk di jemur kering, dirajang direndam dalam pelarut di dalam toples kaca tertutup, kemudian didiamkan selama beberapa hari sambil dilakukan pengadukan agar kelarutan minyak atsiri merata, menyaring dan mengepres larutan hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan cara pengendapan atau penyaringan. Citronellal dalam citrus hystrix merupakan bahan baku utama penghasil minyak atsiri. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bagian daun merupakan bagian prioritas sebagai bahan untuk pembuatan minyak essensial dengan bobot 0,88 diikuti dengan kulit dengan bobot 0,77 dan ranting dengan bobot 0,575.
Analisis Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah Pompa Kampung Gusti Mohammad Imamuddin; Gatot Supriyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kampung Gusti termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2004 sampai saat ini Kelurahan Kampung Gusti yang masih diliputi banjir yaitu Kelurahan Kampung Gusti yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kampung Gusti melalui crossing Jalan Kampung Gusti. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Kampung Gusti dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kampung Gusti. Tahun 2014 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kampung Gusti yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi Kelurahan tersebut sehingga banjir yang melanda Kelurahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 215.93 mm/jam dengan debit dihasilkan sebesar 1.196 m3/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar 1.692 m3/detik dengan penampang eksisting 1 x 1 m. Hasil analisa kapasitas saluran yang ada sudah cukup mengatasi genangan di jalan kampung gusti disisi timur di tambah dengan keberadaan pompa 0.5 m3/detik.
Implementasi Peringatan Abnormalitas Tanda-Tanda Vital pada Telemedicine Workstation Melyana Melyana; Afrias Sarotama
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine workstation yang telah dikembangkan Pusat Teknologi Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTE-BPPT) dapat digunakan oleh dokter umum yang ada di Puskesmas. Perangkat ini dilengkapi dengan peringatan abnormalitas tanda-tanda vital. Modul tanda-tanda vital digunakan untuk mendapatkan data suhu tubuh, denyut nadi, laju pernapasan, saturasi oksigen, dan tekanan darah. Peringatan abnormalitas tand-tanda vital dapat digunakan sebagai pengingat dokter akan adanya ketidaknormalan pada tanda vital pasien. Sehingga dengan adanya peringatan abnormalitas dapat mempercepat pengambilan keputusan oleh dokter.
Studi Optimasi Penempatan dan Ukuran Kapasitor Dengan Metode Genetik Algoritma Pada Distribusi Hotel Starlet Erwin Dermawan; Riza Samsinar; Nurudin Nurudin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya reaktif pada sistem distribusi disebabkan oleh saluran yang sebagian besar merupakan komponen reaktif, akan tetapi daya reaktif menjadi konsumsi beban-beban induktif. Apabila didalam suatu sistem distribusi listrik pada pusat cabang distribusi tidak dipasang kapasitor maka daya reaktif pada sistem distribusi akan dipikul sepenuhnya oleh generator, sehingga terdapat rugi-rugi pada sistem distribusi yang membuat daya semu yang disuplai oleh PLN menjadi besar dan biaya yang ditanggung oleh konsumen listrik semakin mahal. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah yang harus dilakukan untuk mengkompensasi daya reaktif pada sistem distribusi salah satunya dengan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank. Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank pada sistem distribusi dengan menggunakan acuan dari data-data yang didapatkan dari hasil pengukuran dan simulasi, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh kapasitor bank dalam mengkompensasi daya reaktif yang terdapat pada sistem distribusi sehingga rugi-rugi pada sistem dapat diperbaiki dengan bantuan ETAP powerstation 12.6.0
Penerapan Konsep Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Tapak Lanskap Dan Bangunan Fasilitas Resort Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari; M Sahril Adhi Saputra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan kekayaan alam maupun keindahan alam yang sangat banyak, salah satunya pada daerah Jawa bagian Barat. Keindahan alam dan budaya Sunda dapat kita temukan di daerah Jawa Barat. Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang merupakan hasil karya nenek moyang terdahulu yang telah disepakati dan turun-temurun. Arsitektur tradisional pada dasarnya mengutamakan unsur lokal sebagai aspek-aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur tradisional Sunda pada penataan lanskap dan desain resort. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan mengambil data dan menganalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan arsitektur tradisional sunda dapat dilihat pada 3 hal. Pertama, konsep wujud pembagian tiga dalam arsitektur tradisional Sunda terlihat dalam penataan lanskap dan desain resort. Dalam penataan lanskap wujud pembagian tiga tercermin dalam pembagian antara area resort, area hijau (sumber air) dan pelayanan. Pada desain resort, wujud pembagian tiga tercermin secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal tercermin pada penataan ruang yang ada dalam bangunan penginapan. Area publik diletakkan pada bagian luar, sehingga terasnya berukuran besar. Area dalam dibagi menjadi dua, yaitu kamar dan ruang keluarga, serta area pelayanan (dapur, kamar mandi). Secara vertikal terlihat pada pembagian antara kepala, badan, kaki pada bangunannya. Kedua, arsitektur tradisional sunda sangat menghargai alam dan berusaha untuk memanfaatkan alam. Dalam hal ini, resort berada di area yang masih alami dan berkontur sehingga keindahan alam dan pemanfaatan kontur menjadi salah satu bentuk penerapan arsitektur tradisional Sunda dalam desain resort.
Studi Potensi Limbah Hasil Pengolahan Magnesium Karbonat Sintesis Dari Mineral Dolomit Eko Sulistiyono; Fariza Eka Yunita; Nadia Chrisayu Natasha; Januar Irawan; Ahmad Rizky Rhamdani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan mineral dolomit menjadi magnesium karbonat menggunakan proses karbonatasitelah dilakukan di Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Penggunaan metode karbonatasi pada mineral dolomit akan menghasilkan dua produk yakni magnesium karbonat dan kalsium karbonat. Pembuatan magnesium karbonat dari mineral dolomit melalui empat tahapan yaitu kalsinasi, slaking, karbonatasi dan filtrasi. Setelah dilakukan proses filtrasi, akan menghasilkan filtrat yang berupa larutan magnesium bikarbonat dan residu. Dari hasil karakterisasi X-ray diffraction teridentifikasi bahwa residu yang dihasilkan mengandung senyawa kompleks magnesium, kalsium dan oksida hidrat. Sedangkan berdasarkan analisis Scanning Electron Microscopy / Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy dan X-ray fluorescence spectrometry , residu didominasi oleh unsur kalsium. Berdasarkan analisis X-ray fluorescence spectrometry kadar kalsium 55,19% sedangkan berdasarkan analisis pemetaan butiran dengan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy kadar kalsium sebesar 27,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan magnesium karbonat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk penetralisir tanah, bahan refractory dan bahan adsorbent gas sulfur dioksida.
Pengerukan Pemeliharaan Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dengan Sistim Sand By Passing Ade Permana Nasution; Aripurnomo Kartohardjono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang merupakan Pelabuhan Cabang PELINDO II, adalah pelabuhan pengumpul di Indonesia, yang memerlukan fasilitas pelabuhan yang memadai. Alur pelayaran merupakan komponen pelabuhan penting sebagai jalur masuk dan keluar kapal. Alur pelayaran didesain untuk dapat dilalui oleh kapal yang ditargetkan. Permasalahan yang selalu muncul di alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu adalah tingginya tingkat sedimentasi yang terjadi, yang diperkirakan sebanyak 450.000 m3/tahun s/d 600.000 m3/tahun volume sedimentasi yang masuk ke alur. Cara yang biasa digunakan untuk mengatasi pengendapan adalah dengan cara pengerukan yang menggunakan kapal keruk type hopper dredger (TSHD), dengan area dumping di darat atau di tengah laut dengan jarak + 7 Nmile dari alur pelayaran atau di kedalaman -32.00 mLWS. Menggunakan metode tersebut, pihak penyelenggara pelabuhan selalu menganggarkan biaya pemeliharaan alur pelayaran yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian laba cabang pelabuhan tersebut sehingga diperlukan alternatif metode untuk menangani masalah sedimentasi ini.Berdasarkan studi yang dilakukan dengan metode sand bypassing (SBP), metode ini dapat menghemat biaya pengerukan pemeliharaan alur pelayaran, dengan nilai investasi awal mencapai Rp.13.165.025.000,-. Output sedimentasi yang dihasilkan oleh ke 2 (dua) metode ini sama yaitu sebesar 475.815,30 m3/tahunnya. bahkan dengan metode SBP dapat menciptakan daratan di lokasi terabrasi, daratan tersebut akan banyak bermanfaat bagi pengelola pelabuhan untuk perluasan areal pelabuhan dan ada penghematan biaya 1/3 s/d 1/20 kali dari biaya dengan metode hopper dredger, sehingga menjadikan metode sand by passing ini lebih efesien dan efektif.
Analisa Kerusakan Proportional Solenoid ECMV Komatsu D375A -6R Hasan Basri; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Transmisi unit D375A -6R adalah system yang sangat penting, dalam meneruskan tenaga dan putaran dari engine ke Transmisi .Bila salah satu komponen dari system transmisi ini ada yang tidak berfungsi maka secara otomatis unit tidak bisa melakukan pergerakan secara baik atau sempurna. Sesuai dengan permasalah yang terjadi pada unit tersebut, yaitu pada komponen ECMV (Electric Control Modulating Valved), yaitu proportional solenoid. Maka, langkah pemeriksaan pertama adalah melakukan pemeriksaan secara visual, apakah terjadi kerusakan atau abnormal pada komponen proportional soneloid, dan apakah terdapat abnormal pada komponen yang lain dalam sistem transmissi tersebut, sebelum prosedur untuk remove dan dis-assembly yang sesuai dengan shop manual Setelah diketahui komponen yang rusak yaitu pada Proportional solenoid dan penyebab kerusakannya. Maka, diambil langkah perbaikan atau penggantian komponen pada sistim trasmissi. Sebelum langkah pemasangan komponen, terlebih dahulu dilakukan flushing untuk membuang sisa kotoran didalam sistim. Kemudian, pembersihan pilot filter, pemasangan proportional solenoid, mengisi transmisi oil kedalam transmisi sistem. Setelah langkah perbaikan dilakukan dan seluruh komponen terpasang dengan baik, langkah selanjutnya yaitu dilakukan kembali proses pengukuran tekanan untuk memastikan komponen telah bekerja dengan baik atau tidak. Setelah komponen bekerja dengan baik, dari hasil kerja tersebut lalu diambil kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan pedoman pada saat terjadinya permasalahan yang sama atau dapat mengantisipasi kemungkinan kerusakan yang sama, sehingga dapat memperkecil break down time pada unit tersebut.
Analisa Atribut dan Pengembangan Produk Croissant Pada PT.XYZ dengan Metode Kano dan Quality Function Deployment Agi Suci Nur Indra; Dede Rukmayadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk crossiant merupakan produk baru dari PT.XYZ yang mana masih terdapat kekurangan di produk tersebut, diantaranya produk berjamur sebelum masa kadaluarsa dan tingginya jumlah cacat dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut yang harus diperbaiki dalam pengembangan produk dengan metode Kano dan analisa pengembangan produk dengan respon teknis dan matriks pendekatan metode QFD. Hasil kuesioner menyatakan bahwa atribut A3 (Kenampakan menarik) berada pada kategori Attractive. Atribut A3 juga berada pada tingkat kepuasan dengan nilai tertinggi 53,125% apabila atribut tersebut dilakukan perbaikan. Selanjutnya atribut A3 berada pada tingkat kepentingan pertama dengan hasil 62,5 %. Hasil analisa dengan metode QFD didapat bahwa respon teknis yang bisa dilakukan yaitu dengan memperbaiki formulasi sebelumnya, pengambilan keputusan ini telah mempertimbangkan Customer Requirement dan Kemampuan Pabrik.

Page 10 of 11 | Total Record : 108