cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2019" : 108 Documents clear
Variasi Temperatur Dan Waktu Tinggal Hidrotemalisasi Terhadap Efektifitas Lumpur Lapindo Sebagai Sumber Energi Alternatif Nur Amaliah Putri; Nona Nabillah; Ulfa Leonita Novianti; Muhammad Reza Huseini
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2006 silam, terjadi bencana nasional semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi PT. Lapindo di Jawa Timur. Dikarenakan Volume lumpur yang semakin bertambah kami bertujuan untuk melakukan penanganan khusus agar tidak menenggelamkan banyak lahan. Yakni dengan memanfaatkan Lumpur Lapindo sebagai sumber energi alternatif bersifat EBT (Eenergi Baru Terbarukan ). Sampai saat inipun, masih terdapat kantong-kantong di sekitar Sidoarjo yang menyemburkan lumpur dengan intensitas yang lebih rendah. Kandungan logam dan mineral S, K, Ca, dan Mg serta kapasitas tukar kation dan unsur negatif Na, Al, Fe, Cl, dan elektrik konduktivity terdeteksi dalam lumpur lapindo menurut para peneliti. Hal ini menjadikan lumpur lapindo memiliki potensi sebagai sumber energi baru terbarukan berbasis SCL (Soil Cell) berteknologikan hidrotermal. Pengamatan dilakukan terhadap kuat arus dengan menggunakan uji AVO meter yang dihasilkan menunjukkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C didapatkan kuat arus yang meningkat seiring dengan peningkatan suhu hidrotermal lumpur lapindo (2 mA; 4.5 mA; 6.5 mA; 5 mA; 7 mA) dan pengamatan terhadap daya hantar listrik menggunakan uji AAS (Absorbtion Atomic Spektrofotometry) yang dihasilkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C diddapatkan kuat daya hantar listrik optimum pada suhu 1750C. Hal ini sesuai dengan kolerasi hasil terhadap kandungan unsur Na dengan temperatur hidrotermal yang meningkat 74-88 me/100gTs. Variasi temperature dan waktu tinggal proses hidrotermal dilakukan, didapatkan variasi optimal pada temperatur 1750C dengan waktu hidrotermal selama 30 menit, dimana kuat arus yang dihasilkan sebesar 0,1882 A dengan kandungan Na sebanyak 84,19 me/100gTs. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perhitungan daya dan banyaknya alat SCL berbasis lumpur lapindo terhidrotermal.
Manajemen Resiko Kebakaran Untuk Keberlangsungan Fungsi Bangunan Hary Agus Rahardjo; Nurrul Hafizh; Morry Prihanton
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlangsungan fungsi bangunan tidak saja hanya berkaitan dengan aspek pemeliharaan, namun juga perlu diperhatikan ancaman bahaya yang mungkin timbul akibat bahaya kebakaran. Selain mengakibatkan kerugian harta benda dan bahkan nyawa, bahaya kebakaran dapat berakibat terhentinya fungsi bangunan baik secara temporer maupun secara permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor resiko utama terkait bahaya kebakaran pada bangunan tinggi dan langkah pengelolaannya, dalam upaya untuk mempertahankan keberlangsungan fungsi bangunan tersebut. Metoda yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan dengan menerapkan system penilaian sesuai dengan ketentuan Dinas Kebakaran DKI Jakarta. Obyek penelitian adalah sebuah Gedung apartemen berlantai 36 yang berlokasi di Jakarta. Gedung ini dipilih karena fungsinya sebagai hunian vertical, yang dihuni secara permanen hampir selama 24 jam terus menerus. Berbeda dengan Gedung kantor atau Gedung komersial lainnya seperti mall, yang hanya dimanfaatkan secara masal pada selang waktu tertentu, misalnya hanya selama jam kerja saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara menyeluruh, gedung apartment ini termasuk dalam kategori andal dengan angka penilaian 85,14, lebih besar dari 80. Namun faktor resiko utama terkait dengan bahaya kebakaran adalah aspek jalan masuk atau akses untuk pemadam kebakaran. Manfaat penelitian ini adalah sebagai pembelajaran bagi pengambil keputusan, perencana arsitek dan pengelola gedung serta pemilik gedung untuk menyadari pentingnya tata letak bangunan sebagai upaya perlindungan terhadap bahaya kebakaran.
Model Decision Tree untuk Prediksi Jadwal Kerja menggunakan Scikit-Learn Retnani Latifah; Emi Setia Wulandari; Priadhana Edi Kreshna
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data yang memiliki tipe kategorikal dan numerikal seperti data jadwal kerja memiliki tantangan tersendiri untuk dapat dilakukan prediksi karena data tipe kategorikal perlu perhatian khusus. Decision tree merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk prediksi dan dapat menggunakan data kategorikal maupun data numerikal. Salah satu library yang dapat digunakan untuk menerapkan decision tree adalah scikit-learn, yang berjalan di python. Scikit-learn menerapkan optimasi dari algoritma CART dan meskipun hanya dapat mengolah data numerikal, library ini menyediakan fitur untuk menangani data kategorikal. Penelitian ini membuat model decision tree menggunakan scikit-learn untuk membuat model prediksi jadwal kerja. Data yang digunakan berjumlah 54 data dengan 3 variabel kategorikal dan 1 variabel numerikal. Dari hasil penerapan diperoleh sebuah model decision tree dengan kedalaman pohon adalah 6. Hasil evaluasinya menunjukkan hasil yang baik yaitu nilai akurasi mencapai di atas 0,7 dan presisi mencapai di atas 0,9. Persentase pemisahan data terbaik adalah dengan menggunakan 30% data uji dan 70% data latih. Saat dibandingkan, model decision tree memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan KNN, di mana akurasi decision tree dapat mencapai angka di atas 0,8 sedangkan KNN dibawah itu.
Perbandingan Efektivitas Karbon Aktif Sekam Padi Dan Kulit Pisang Kepok Sebagai Adsorben Pada Pengolahan Air Sungai Enim Legiso Legiso; Heni Juniar; Utari Maya Sari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan zat penting kedua setelah oksigen. Air sungai adalah sumber daya alam yang menjadi kebutuhan makhluk hidup namun hingga kini banyak terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan industri. Tingginya konsentrasi logam besi (Fe) di sepanjang sungai Enim di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim diakibatkan dari pembuangan air limbah cucian batubara yang bersifat asam yang masuk ke sungai alami yakni sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Enim dan anak anak sungai enim. Sungai tersebut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Masyarakat menggunakan air sungai untuk keperluan mencuci dan mandi. Maka diperlukan suatu cara yang dapat mengurangi pencemaran pada air sungai dengan menggunakan berbagai adsorben salah satunya penggunaan karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok. Tujuan penelitian mengetahui bagaimana kualitas karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok degan variasi berat yang berbeda, mengetahui pengaruh keefektivitasan karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok, mengetahui penurunan kadar besi (Fe), pH, TSS, setelah dilakukan penyaringan dengan karbon aktif dari sekam padi maupun penyaringan dengan karbon aktif dari kulit pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan persiapan bahan baku, karbonisasi, aktivasi, dan penyerapan kadar air sungai dengan karbonaktif. Berdasarkan hasil penelitian karbon aktif sekam padi dengan konsentrasi H3PO4 15%, kadar Fe 0,57 mg/L menjadi 0,05 mg/L, TSS mengalami penurunan 80,2 mg/L menjadi 42,5mg/L namun untuk pH mengalami kenaikan setelah proses adsorbsi dari nilai awal 6,51 menjadi 7,03. Kesimpulan yang didapatkan bahwa karbon aktif sekam padi lebih baik dari karbon aktif kulit pisang kepok untuk mengurangi kadar pencemaran air sungai.
Automasi Hidroponik Indoor Sistem Wick dengan Pengaturan Penyinaran Menggunakan Growing Lights dan Pemberitahuan Nutrisi Berbasis SMS Gateway Priadhana Edi Kresnha; Sugiartowo Sugiartowo; Nunik Latifhah Agustina Wicahyani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah salah satu usaha mengembangbiakkan tanaman tanpa media tanah. Sementara hidroponik indoor adalah penanaman hidroponik yang berada di dalam ruangan yang minim sinar matahari. Hal yang perlu diperhatikan dalam hidroponik indoor adalah pengaturan penyinaran tanaman dan nutrisi. Oleh karena itu untuk menjaga agar tanaman memperoleh cahaya yang cukup digunakanlah lampu growing lights. Durasi penyinaran harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman terhadap cahaya. Untuk mempermudah pengembangbiakan hidroponik diterapkan automasi dalam menyala-matikan lampu growing light melalui sistem berbasis mikrokontroller. Untuk komunikasi pengguna dengan sistem, digunakanlah SMS gateway. Melalui SMS gateway pengguna dapat mengetahui kondisi nutrisi (dalam hal ini ketinggian air) dan status penyinaran (kondisi on/off), serta dapat memberi perintah untuk menyalakan/mematikan growing light secara manual. Metode yang digunakan dalam mengembangkan system ini adalah rapid prototyping. Dengan mengimplementasikan sistem hidroponik indoor, dalam ruangan tertutup tanpa sinar matahari tanaman pakchoy dapat tumbuh setinggi 2 cm dan memiliki 2-3 helai daun dalam sepekan, sementara tanpa sistem tanaman pakchoy mengalami etiolasi tumbuh 5 cm pada 3 hari pertama, selanjutnya layu dan mati. Penelitian ini menghasilkan alat automasi hidroponik indoor dengan campur tangan manusia yang minimum, dimana alat ini adalah yang pertama dikembangkan di Indonesia.
Efikasi Cuka Air Kelapa Sebagai Penghambat Perkembangan Mikroorganisme Pada Ikan Tangkap Indonesia Susanty Susanty; Sri Anastasia Yudistirani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuka air kelapa adalah larutan asam laktat yang kemampuannya sudah teruji dapat menurunkan pH. Perkembangbiakan mikroba sangat erat kaitannya dengan kondisi pH dari tempat mikroba tersebut berada, dengan menurunkan pH pada media mikroba tersebut diharapkan dapat mengendalikan pertumbuhan mikroba, sehingga perkembangbiakannya dapat dihentikan untuk sementara. Mikroorganisme yang berkembangbiak pada kulit ikan akan dapat merusak ikan tersebut dan akan menurunkan kualitas protein dan kalsium yang terdapat pada tubuh ikan. Dengan menghentikan perkembangbiakan mikroba dapat menjaga kualitas protein dan kalsium yang terkandung dalam ikan dan dapat dipertahankan hingga kita mengkonsumsinya. Untuk memutus rantai perkembangbiakan mikroorganisme bisa dilakukan dengan cara memberikan cuka air kelapa sesegera mungkin setelah ikan ditangkap, agar bakteri tidak berkembang biak masuk kedalam badan ikan melalui kepala, insang dan permukaan kulit.Pengawetan ikan selama ini masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit, nelayan harus diberikan alternatif pengawetan untuk mendapatkan kualitas ikan tangkapnya agar terjaga. Analisa kandungan Protein dan Kalsium yang terdapat pada ikan yang diwetkan dengan pengawet cuka air kelapa dengan variabel konsentrasi cuka air kelapa dan waktu perendaman ikan dalam cuka air kelapa setelah dilakukan uji dengan methode ICP OES dan Kjeltec mendapatkan hasil yang optimal akan menjadikan ikan yang ditangkap kesegarannya masih bisa dinikmati sampai proses pengolahan. Selain itu analisa pengaruh konsentrasi air cuka ikan tersebut berpengaruh terhadap terhadap nilai nutrisi yang dikandung ikan setelah dilakukan pengawetan.Dengan demikian penggunaan cuka air kelapa dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kehilangan kesegaran serta kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Eksperimental Uji Kekeruhan Air Berbasis Internet of Things Menggunakan Sensor DFRobot SEN0189 dan MQTT Cloud Server Handoko Rusiana Iskandar; Hermadani Hermadani; Dede Irawan Saputra; Hajiar Yuliana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air menjadi faktor penting untuk menunjang kebutuhan mahluk hidup. Faktor yang harus diperhatikan adalah kejernihan air. Tingkat kekeruhan air dapat menentukan tingkat kelayakan air yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk memantau tingkat kekeruhan air dengan metode hamburan cahaya yang tersuspensi oleh partikel di dalam air menggunakan sensor kekeruhan DFRobot SEN0189. DFRobot SEN0189 mampu mendeteksi perubahan instensitas cahaya yang diakibatkan oleh adanya partikel-partikel dalam air yang kemudian diolah oleh mikrokontroller NodeMCU ESP8266 dan mengirimkan data secara aktual ke smartphone menggunakan protokol MQTT. Uji Eksperimental skala laboratorium menghasilkan tingkat presentase rata-rata penyimpangan sensor turbidity DFRobot SEN0189 adalah < 6.7%.Sistem monitoring kekeruhan berbasis IoT dan aplikasi smartphone telah diuji menghasilkan updating delay 10 hingga 30 detik dengan sample kekeruhan air dijaga maksimum 5 NTU.
Pengukuran Medan Magnetik Helmholtz Coil Melalui Konversi Tegangan Efek Hall Yudhistira Yudhistira; Priyo Wibowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran medan magnetik yang dihasilkan oleh kumparan dapat dilakukan dengan menggunakan sensor efek Hall. Pada penelitian ini, sensor efek Hall yang digunakan adalah tipe UGN3503. Sistem pengukuran medan magnetik dirancang dengan menggunakan rangkaian pengondisi sinyal yang terdiri dari rangkaian penyangga, rangkaian penguat non-inverting, dan rangkaian penguat diferensial yang terhubung dengan sensor efek Hall. Hasil keluaran dari rangkaian pengondisi sinyal ini adalah tegangan Hall (VH) dengan orde mili-Volt (mV) dan belum berupa besaran medan magnetik (B). Medan magnetik dihasilkan dengan menggunakan kumparan model Helmholtz Coil (sepasang kumparan simetris berjarak setengah diameter kumparan) dengan diameter 20 cm dan 30 cm dimana masing-masing kumparan terdiri dari 100 lilitan kawat tembaga. Arus DC (Direct Current) diberikan pada kumparan tersebut dan divariasikan dari 0 hingga 2 A secara bertahap dan posisi sensor juga divariasikan secara aksial. Parameter yang diperoleh untuk mendapatkan nilai medan magnetik adalah nilai gradien dari linieritas sensor efek Hall dan nilai tegangan Hall (VH) yang terukur. Sehingga, nilai medan magnetik dalam satuan mili-Tesla (mT) di setiap titik pengukuran diperoleh melalui konversi nilai tegangan Hall (mV). Nilai konversi diperoleh dengan menggabungkan persamaan medan magnetik Helmholtz Coil dan persamaan efek Hall, yakni dengan nilai konversi 0,0945 Tesla per Volt pada pasangan kumparan 20 cm dan 0,063 Tesla per Volt untuk pasangan kumparan 30 cm.
Analisis Ergonomi Dalam Merancang Meja Kerja pada Industri Makanan Mutmainah Mutmainah; Renty Anugerah Mahaji Puteri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengisian bahan baku tambahan vitamin (Additive) merupakan kegiatan utama di sebuah pabrik industri makanan yang selanjutnya disebut PT. XYZ. Dalam kegiatan tersebut, pekerja melakukan pekerjaan secara manual dengan postur tubuh yang tidak ergonomi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri atau cidera pada otot atau keluhan pada sistem musculoskeletal. Pada studi pendahuluan, disebarkan kuesioner Nordic Body Map yang berguna untuk mengidentifikasi lebih spesifik masalah pada bagian-bagian tubuh yang mengalami keluhan dan menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assisment) untuk mengetahui tingkat resiko postur kerja. Studi pendahuluan ini menunjukkan bahwa pekerja memiliki banyak keluhan terhadap bagian tubuh mereka dengan level resiko yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil observasi dan wawancara diperoleh solusi dalam menurunkan keluhan tersebut adalah dengan perancangan ulang meja kerja. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan meja kerja yang portable, dengan sistem pengaturan pada meja yang bisa di maju atau dimundurkan dan juga terdapat roda sebagai penggerak serta laci untuk tempat menyimpan peralatan. Berdasarkan identifikasi REBA, postur kerja para pekerja mengalami perbaikan dari level resiko sangat tinggi dan tinggi menjadi level resiko sedang dan rendah.
Peningkatan Kapasitas Produksi pada Line Assembling Baterai D-200 Dengan Menggunakan Metode Line Balancing Meri Prasetyawati; Septa Dwi Narastuti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang pembuatan baterai atau aki dalam proses perakitannya melalui delapan proses. Pada setiap tahapan memiliki waktu kerja yang berbeda-beda, waktu kerja yang tidak seimbang antar proses, inilah yang menjadi permasalahan timbulnya bottleneck sehingga menyebabkan tidak tercapainya target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Saat ini kapasitas aktual baterai tipe D-200 perharinya adalah 860 unit sedangkan permintaan pelanggan yaitu 1076 unit perhari, dari data ini dapat dilihat bahwa target produksi untuk memenuhi permintaan tidak tercapai. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi antara lain yaitu banyaknya waktu menganggur pada stasiun kerja, mesin mengalami trouble saat proses produksi, operator kurang memahami work instruction, dan tidak adanya waktu kerja optimal untuk menghasilkan produk. Metode untuk menyeimbangkan penugasan beberapa elemen kerja dari suatu lintasan perakitan ke stasiun kerja menggunakan metode Line Balancing. Untuk mengetahui efisiensi lini menggunakan metode J-Wagon, metode Largest Candidat Rule (LCR), metode Mansoor Aided Line Balancing (MALB), dan metode Killbridge Webster. Berdasarkan hasil perancangan didapatkan waktu baku atau waktu kerja optimal untuk pembuatan satu unit baterai sebesar 269,90 detik. Metode terbaik yaitu Metode Mansoor Aided Line Balancing (MALB) karena metode ini memiliki hasil efisiensi lini sebesar 90% yang berarti tingkat efisiensi meningkat dari kondisi awal sebesar 30% dan moothnees index sebesar 18,52 yang berarti metode tersebut baik digunakan karena nilai smoothnees index mendekati 0 (nol). Dari metode tersebut juga didapat peningkatan pada kapasitas produksi dari kondisi awal sebesar 860 unit/hari menjadi 1078 unit/hari.

Page 4 of 11 | Total Record : 108