cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
STUDI KARAKTERISTIK PENCATUAN SEL SURYA TERHADAP SUHU DAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI DI KOTA CILEGON Muradi Suwargina; Imam Tri Sulistyo; Komarudin Komarudin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan tersedianya sumber energi fosil sebagai penghasil energi listrik, telah mendorong penelitian dan pengembangan kearah penggunaan sumber energi alternatif, salah satunya adalah sumber energi matahari. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian yang lebih detail untuk memahami sistem listrik yang berasal dari sumber energi matahari ini. Peralatan yang digunakan untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik ini adalah sel surya. Dikarenakan energi dari matahari yang ditangkap oleh sel surya berubah-ubah maka perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai efek dari perubahan intensitas dan temperatur dari sinar matahari. Pengujian ini dilakukan di wilayah cilegon guna menentukan kelayakan penerapan sistem sel surya ini di kota Cilegon. Pada penelitian ini akan dibahas karakterisktik sel surya terhadap perubahan intensitas cahaya matahari dan suhu. Berdasarkan hasil studi maka didapatkan bahwa perubahan intensitas matahari sangat berpengaruh terhadap karakteristik sel surya. Dari hasil penelitian dan pendekatan yang dilakukan maka nilai energi harian yang terendah didapatkan pada bulan Februari tahun 2014 yaitu 475,19 Wh dan tertinggi di bulan Oktober tahun 2014 yaitu 781,77 Wh.
PENGARUH SUHU LIQUEFACTION TERHADAP KANDUNGAN GLISEROL PADA POLIOL DARI TISU DENGAN GLISEROL Furqon Cipta Ismaya; Indra Budi Susetyo; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulosa merupakan Polimer alam berupa zat karbohidrat dengan rumus molekul (C6H10O5)n. Metode yang digunakan untuk menghasilkan poliol diantaranya hidrolisis, liquefaction, degradasi panas. Metode dalam penelitian ini adalah liquefaction. Selulosa direaksikan dengan gliserol dan katalis asam sulfat. Proses pemanasan menggunakan hot plate. Produk diencerkan dengan air untuk memisahkan residu dan poliol. Kemudian dipisahkan dengan alat sentrifuge. Lapisan atas berupa poliol diencerkan 1 ppm lalu diuji kandungan gliserolnya dengan alat GC-MS. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variasi rasio selulosa/gliserol 1:3 (w/w) dan 1:4 (w/w) dengan suhu 140oC, 150 oC, 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Hasil analisis GCMS menunjukan kandungan gliserol yang diperoleh melalui proses liquefaction memberikan nilai tertinggi untuk rasio 1:3 pada suhu  140oC dengan tinggi peak, yaitu 802135 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 485635 dengan persamaan y =-10,97x3+5536 x2–93226x +5E+07 dengan R²=0,838. Untuk rasio 1:4 kandungan gliserol tertinggi pada suhu 140oC dengan tinggi peak, yaitu 610249 dan nilai terendah pada suhu 180 oC dengan tinggi peak, yaitu 552589. Dengan persamaan y= -10108x4-11,94x3 -5576x2+86057x-4E+07  dengan R²=0,958 dengan x adalah suhu dan y adalah tinggi peak. 
PEMANFAATAN NIPAH UNTUK BIOETHANOL DI DELTA MAHAKAM Radita Arindya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurunnya produksi sumber energi fosil di dunia termasuk Indonesia, memaksa para ahli energi untuk mencari energi terbarukan lainnya sebagai alternatif bahan bakar fosil. Etanol sintesis sering disebut methanol atau metil alkohol atau alkohol kayu, terbuat dari etilen, salah satu turunan minyak bumi atau batu bara. Bahan tersebut diperoleh dari proses sintesa kimia yang disebut hidrasi, sedangkan bioethanol dibuat dari biomassa (tanaman) melalui proses biologi (enzimatik dan fermentasi). Bioetanol mempunyai titik didih 78,4°C, tidak berwarna, mudah menguap (volatile), dapat bercampur dengan air, mudah terbakar, dan berbau tajam (menyengat). Bioetanol termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3) dan memiliki spesific gravity 0,7851 pada suhu 200°C. Bioetanol secara sifat kimia yaitu dapat bereaksi secara dehidrasi, dehidrogenasi, oksidasi, esterifikasi. Bioetanol merupakan alkohol (etanol) yang berasal dari sumber nabati terbarukan atau merupakan etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Proses destilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95% volume, untuk digunakan sebagai bahan bakar (fuel) perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99%, yang lazim disebut Fuel Grade Ethanol (FGE).
PENGAPLIKASIAN PERKULIAHAN TEKNIK PONDASI & MEKANIKA TANAH DALAM MENDUKUNG KEHANDALAN INDUSTRI MIGAS Budi Satiawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesunya industri migas saat ini karena didorong oleh jatuhnya harga minyak dunia membuat nilai keekonomian dari suatu proses pengembangan fasilitas migas belum sesuai dengan harapan. Penerapan efisiensi disemua lini dimulai dari segi operasi, perawatan, dan divisi Pengembangan Proyek menjadi hal yang sangat penting untuk berlangsungnya operasi migas. Setiap pengembangan fasilitas migas akan banyak melibatkan pekerjaan sipil mulai dari persiapan lahan, pembuatan akses jalan dan jembatan, berbagai macam pekerjaan geoteknik, perencanaan pondasi, desain struktur atas baik struktur beton bertulang dan struktur baja sehingga kesinergisan antara perkuliahan sipil dan aplikasinya pada permasalahan yang muncul sangat erat khususnya pengaplikasian perkuliahan Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi. Dalam tulisan ini akan dijabarkan sinergi dari perkuliahan sipil Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi yang ada dan aplikasinya pada proyek-proyek Industri Migas sehingga diharapkan dengan membaca tulisan ini, lulusan muda Teknik Sipil dan khususnya para Mahasiswa Teknik Sipil memiliki motivasi tambahan dalam mempelajari perkuliahan yang sedang dijalani ataupun mampu membayangkan bahwa semua yang dipelajarinya dibangku kuliah akan mendukung semua aktivitas pekerjaannya dalam kehidupan nyata seorang Insinyur Sipil dalam Industri Migas.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN ALIRAN DI SISTEM SALURAN (RUNNER) DAN PENERAPAN METODA MELTFLIPPER PADA CETAKAN INJEKSI PLASTIK Dadan Heryada Wigenaputra; Nugroho Faris Sudrajat
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  proses injection  mold terdapat banyak  faktor yang  mempengaruhi  keberhasilannya.  Salahsatu  kasus  kegagalan  produk  hasil injection  mold adalah  adanya  ketidakseragaman  pengisian(imbalance filling)yang  menyebabkan  ketidakseragaman  produk  jadi  sehingga  berdampak  burukpada  proses  produksi  dan  kualitas  produk  yang  ingin  dicapai.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalahuntuk  mendapatkan  aliran  plastik  yang  seragam  pada runner sebelum  masuk  kedalam gate dancavity, dan mendapatkan kualitas produk hasil  injeksi plastik yang seragam (geometri, dan beratproduk). Metoda penelitian yang dilakukan antara lain: mempelajari gejala yang ditimbulkan darisifat  material  plastik  yang  diinjeksi  pada  sistem  saluran  cetakan  injeksi  plastik,  mensimulasikanaliran plastik leleh pada cetakan tanpa dan dengan Meltflipper[2], melakukan percobaan trial padacetakan yang telah diperbaiki dan sebelum diperbaiki, pengambilan data berat dan visual hasil trialdan menganalisis data yang didapatkan dengan cara membandingkan data. Dari hasil analisis datapenelitian  didapatkan  suatu  kesimpulan,  hasil trial ke-satu  (tanpa Meltflipper)  ditemukanketidakseimbangan aliran di runner, karena adanya perbedaan suhu pada cavity bagian dalam dancavity bagian  luar  cetakan  yang  menyebabkan  pengisian cavity tidak  seragam.  Sedangkan,  hasiltrial ke-dua (dengan Meltflipper) didapatkan aliran yang seimbang di runner dan pengisian produkyang seragam kesetiap cavity. Dari kesimpulan tersebut terbukti bahwa terjadi ketidak seimbanganaliran di runner pada cetakan injeksi tanpa Meltflipper, dan terjadi kondisi aliran yang seimbang dirunner pada cetakan injeksi dengan Meltflipper.
STRUKTUR BELITAN STATOR DAN ROTOR BERMAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Arief Goeritno; Marjuki - -; Alfian - Hidayat
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali rangka dan inti stator bekas dari motor induksi fase-tiga (3Φ) melalui pengkondisian ulang  terhadap  rangka dan inti stator  untuk perolehan alternator fase-tunggal. Pengkondisian ulang  terhadap  inti stator dgunakan untuk pembentukan belitan stator pada inti stator. Pembentukan belitan stator  dipengaruhi  oleh jumlah alur pada stator,  luas masing-masing alur, pemilihan luas penampang dan tipe kawat email untuk kumparan, dan cara penggulungan kumparan dan penentuan jumlah kutub.  Struktur belitan stator digunakan untuk pabrikasi struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial.  Keberadaan struktur belitan stator dan rotor dengan magnet permanen fluks radial  pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan untuk perolehan  daya elektris  teoritis yang dihasilkan alternator fase-tunggal.  Keberadaan struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan daya mekanis teoritis  yang diperlukan dari penggerak mulan. Struktur belitan stator  terbentuk  oleh enam grup kumparan (koil)  tipe jerat (lap winding) satu lapis pada rentang 6 (enam) aluran yang terhubung seri. Struktur rotor berbentuk silinder berongga berdimensi 60 mm, 30 mm, dan 85 mm yang dilengkapi dengan 12 buah magnet permanen.  Nilai daya elektris teoritis yang dihasilkan alternator sebesar 81 VA, sedangkan daya mekanis teoritis yang diperlukan dari penggerak mula sebesar 350 watt.  Kata-kata Kunci: alternator fase-tunggal, belitan stator, rotor magnet permanen fluks radial
KLASIFIKASI CITRA RETINA MENGGUNAKAN K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK MENDETEKSI MAKULOPATI DIABETIK Wahyudi Setiawan; Fitri Damayanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan  pola bertujuan untuk mengelompokkan citra ke dalam kelas tertentu berdasarkan pada ciri-ciri utama yang dimiliki. Secara umum, pengenalan  pola terdiri dari 4 tahapan yaitu preprosesing, segmentasi, ekstraksi fitur dan klasifikasi. Pada penelitian ini pengenalan pola diterapkan pada deteksi  tingkat Makulopati Diabetik. Makulopati Diabetik merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah akibat komplikasi penyakit diabetes melitus yang terjadi di sekitar makula.    Untuk mendeteksi awal penyakit  makulopati diperlukan analisis dokter dari citra fundus. Citra fundus merupakan citra hasil foto retina menggunakan kamera fundus. Dataset yang digunakan yaitu MESSIDOR sebanyak 75 citra retina, terdiri dari 3 kelas yaitu Edema Makula (EM) tingkat 1, EM tingkat 2 dan EM tingkat 3.  Ekstraksi fitur menggunakan Two Dimensional  Linear Discriminant Analysis, sedangkan klasifikasi menggunakan k-Nearest Neighbor. Dari hasil ujicoba didapatkan prosentase pengenalan maksimal hingga 93,33%.        Kata kunci:  Pengenalan Pola, Klasifikasi, Makulopati  Diabetika, Two Dimensional Linear Discriminant Analysis, k-Nearest Neighbor.
ALGORITMA GENETIKA UNTUK PEMBENTUKAN KUNCI MATRIKS 3 X 3 PADA KRIPTOGRAFI HILL CIPHER Andysah Putera Utama Siahaan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunci  enkripsi Hill  Cipher   dapat menetukan  apakah  enkripsi   dan  dekripsi berhasil  dilakukan. Hal   ini   disebabkan   tidak  sembarang   kunci   yang   dapat   diberikan   pada matriks   yang   digunakan   untuk proses   tersebut.   Kunci   yang   memiliki   determinan   yang   tidak   sesuai   tidak   dapat   dimanfaatkan   dalam proses karena dapat mengakibatkan pesan yang terenkripsi tidak dapat dikembalikan ke pesan aslinya. Algoritma   genetika   dapat   menentukan   kunci   yang   digunakan   untuk   enkripsi   dan   dekripsi   pada  Hill Cipher. Dengan menentukan fungsi evaluasi dalam algoritma genetika, kunci yang memiliki komposisi yang   benar  akan   diperoleh.   Untuk   menerapkan   algoritma   ini, pencarian   kunci pada  Hill   Cipher   akan mudah dilakukan tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu. Kata Kunci - Cryptography, Algoritma Genetika, Hill Cipher
EVALUASI KINERJA GERBANG TOL STUDI KASUS DI GARDU TOL JAKARTA UTARA Zaenal Abidin; Aripurnomo Kartohardjono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan adalah kebutuhan utama suatu wilayah dalam menopang kegiatan perekonomian, dengan kata lain semakin baik kondisi jalan semakin memudahkan dalam menggerakan roda ekonomi suatu daerah itu sendiri maupun daerah sekitarnya, contohnya adalah akses jalan di lokasi-lokasi yang dianggap penting seperti Bandara, Pelabuhan, Pusat Pemerintahan dan lain sebagainya. Semakin baik kondisi jalan menuju Bandara maka semakin memudahkan masyarakat keluar masuk wilayah tersebut, sama dengan semakin baik jalan menuju Pelabuhan berarti semakin memudah barang keluar dan masuk Pelabuhan sehingga memudahkan dan meningkatkan kegiatan perekonomian wilayah tersebut. Jalan Tol atau yang bisa disebut juga jalan bebas hambatan adalah jalan yang dikhususkan untuk kendaraan yang memiliki sumbu roda lebih dari dua seperti mobil, bus, truk dan lain sebagainya. Salah satu bagian penting dari jalan tol adalah Gardu Tol dimana tempat pelayanan pembayaran bagi para pengguna jalan tol tersebut. Gardu Tol Rorotan 2 merupakan salah satu gardu tol yang memiliki peran penting bagi Pelabuhan Tanjung Priok, Gardu Tol Rorotan 2 adalah pintu keluar barang-barang dari pelabuhan Tanjung Priok menuju wilayah timur Jakarta yang melalui Jalan Luar Lingkar Timur Jakarta. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kinerja Gardu Tol Rorotan 2 berdasarkan volume lalu lintas, tingkat kedatangan, tingkat pelayanan, jumlah fasilitas pelayanan dan disiplin antrian.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, jumlah gardu tol yang sesuai dengan tingkat kedatangan kendaraan yang ada, sehingga tidak akan terjadi antrian yang panjang adalah 4 Gardu tol konvensional. Mempertimbangkan nilai efektifitas jumlah 4 Gardu tol konvensional dapat di konversi menjadi 2 Gardu tol Single Channel Multiple Phase dengan syarat waktu pelayanan pada Phase pertama dan kedua harus relatif sama.
MODEL PENILAIAN ZONA NILAI EKONOMI DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA KAWASAN WISATA CAGAR BUDAYA SETU BABAKAN Dewi Laraswati; Yulia Safitri; lala nilawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Cagar Budaya Betawi Setu Babakan terletak di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa,  Jakarta Selatan adalah salah satu kawasan wisata yang  dijadikan objek pada penelitian penilaian ekonomi kawasan ini.  Memiliki area 32 hektar dengan jumlah populasi 9.809.000 jiwa pada tahun 2016. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta tahun 2010 kawasan ini dinyatakan sebagai salah satu pilihan wisata di Jakarta yang berfungsi sebagai pusat Perkampungan Budaya Betawi. Mengingat pentingnya fungsi dari kawasan ini, maka perlu dilakukannya penelitian mengenai nilai ekonomi kawasan serta pembuatan sistem informasi geografis berbasis web sebagai usaha yang diharapkan dapat menarik daya minat masyarakat maupun investor. Penilaian kawasan dilakukan dengan metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM). Sistem Informasi Geografis dibangun dengan pendekatan berorientasi objek Unifield Modelling Language (UML) dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu penilaian ekonomi kawasan Setu Babakan yang dikemas dalam website Sistem Informasi Geografis. Hasil perhitunan zona nilai ekonomi kawasan dengan pendekatan TCM didapat, nilai surplus konsumen Rp. 1.668.051,- per orang per tahun, dengan nilai Kerelaan membayar (willingness to pay) Rp. 31.181. Nilai ekonomi kawasan Setu Babakan berdasarkan fungsinya sebagai penyedia wisata per satuan hektar sebesar Rp. 7.037.089.509, -. Total ekonomi kawasan berdasarkan fungsinya sebagai penyedia jasa wisata atau nilai guna langsung (Direct Use Value) sebesar Rp 225.186.864.300,-. Nilai ekonomi kawasan Setu Babakan berdasarkan fungsi keberadaan (Existence Value) atau manfaat yang dirasakan para pedagang per satuan hektar sebesar Rp 9.558.099.875. Sedangkan total nilai fungsi keberadaan kawasan Setu Babakan berdasarkan hasil perhitungan sebesar Rp 305.859.196.000 Kata Kunci : Setu Babakan, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Sistem Informasi Geografis

Page 6 of 104 | Total Record : 1032