cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Perbedaan suhu tubuh anak demam sebelum dan setelah kompres bawang merah Cahyaningrum, Etika Dewi; Putri, Diannike
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1642

Abstract

Latar Belakang: Demam adalah kenaikan suhu tubuh di atas normal. Bila diukur pada rektal >38°C (100,4°F), diukur pada oral >37,8°C, dan bila diukur melalui aksila >37,2°C (99°F). Menurunkan atau mengendalikan dan mengontrol demam pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan farmakologik dan secara fisik (non farmakologik) yaitu dengan penggunaan energi panas melalui metoda konduksi dan evaporasi. Metode konduksi dan evaporasi dapat dilakukan dengan kompres hangat dan juga dapat dilakukan dengan obat tradisional seperti bawang merah. Kompres hangat sudah banyak diterapkan, namun masih banyak yang tidak melakukan kompres bawang merah. Kompres bawang merah mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya, dan memungkinkan pasien atau keluarga tidak terlalu tergantung pada obat antipiretik. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan suhu tubuh anak demam sebelum dan setelah kompres bawang merah. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan One-group pra-post test design. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Wicoxon. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan atau selisih rerata suhu sebelum dan setelah kompres bawang merah yaitu 0.734 oC. Diketahui nilai significancy 0,000 (ρ < 0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan suhu tubuh yang bermakna antara sebelum dan setelah kompres bawang merah. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan suhu tubuh yang bermakna antara sebelum dan setelah kompres bawang merah
Peningkatan rerata kadar Hb pada ibu hamil yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe Ermiati, Ermiati; Koeryaman, Mira Trisyani; Setyawati, Anita
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1647

Abstract

Latar belakang: Angka anemia pada ibu hamil masih tinggi di Indonesia termasuk di Puskesmas DTP Jatinangor. Hal ini disebabkan masih banyak ibu hamil yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sehingga angka anemia pada ibu hamil tetap tinggi. Perlu media untuk mengingatkan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe setiap hari sehingga ibu hamil teratur dan patuh mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui peningkatan rerata kadar Hb pada ibu hamil yang patuh dalam mengkomsumsi tablet Fe setelah diberikan SMS Reminder. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan rancangan Pre Test and Post Test Kontrol Group. Kelompok intervensi di berikan SMS Reminder selama 30 hari, kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunkan leaflet. Sampel pada penelitian ini 40 orang yang di bagi dalam 2 kelompok dengan masing-masing 20 orang untuk kelompok kontrol dan intervensi. Penilaian tingkat kepatuhan menggunakan lembar self report. Kadar Hb dilakukan pemeriksaan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data kepatuhan menggunakan Chi Square dan kadar Hb dengan t test. Hasil: Setelah diberi SMS Reminder pada kelompok intervensi, yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 17 orang (85%), sedangkan pada kelompok kontrol yang patuh hanya 4 orang (20%). Sebelum diberikan SMS Reminder pada kelompok intervensi, rerata Hb 10,290 gr/dl, pada kelompok kontrol rerata Hb 10,105 gr/dl. Setelah SMS Reminder pada kelompok intervensi rerata Hb 11,165 gr/dl, pada kelompok kontrol rerata Hb 10,200 gr/dl. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kepatuhan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi (p value 0,000). Terdapat perbedaan rerata Hb pada kelompok intervensi (p value=0,006) dan tidak terdapat perbedaan rerata Hb pada kelompok control (p value=0,654). Petugas kesehatan dapat menggunakan SMS Reminder untuk meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan rerata kadar Hb pada ibu hamil sehingga dapat menurunkan kejadian anemia pada ibu hamil.
Perbedaan rerata skala nyeri haid primer sebelum dan sesudah pemberian minuman rempah jahe asam Sugiharti, Rosi Kurnia
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1643

Abstract

Latar Belakang: Pubertas merupakan masa transisi antara masa anak dan dewasa dimana terjadi pacu tumbuh (growth spurt), dan relatif belum mencapai tahap kematangan mental dan sosial sehingga mereka harus menghadapi tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Menurut WHO, remaja adalah bila anak telah mencapai umur 10 – 18 tahun. Pada masa ini banyak terjadi perubahan baik psikis maupun biologis. Perubahan perkembangan biologis, ditandai dengan keremajaan secara biologi yaitu di mulainya haid (menstruasi). Gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita haid adalah dismenore. Nyeri haid dapat diatasi dengan pemberian terapi nonfarmakologis yaitu minuman rempah jahe asam. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh minuman rempah jahe asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid primer pada mahasiswi kebidanan D3 STIKES Harapan Bangsa Purwokerto. Metode Penelitian: quasi eksperimen karena syarat-syarat dalam penelitian eksperimen tidak cukup memadai yaitu tidak melakukan dilakukan kontrol terhadap variabel-variabel yang berpengaruh terhadap eksperimen. Rancangan penelitian ini adalah one group pre and post tes design yaitu dengan menggunakan satu kelompok responden di mana kelompok tersebut diberikan perlakuan Sampel dengan menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian: hasil bahwa nilai p value = 0,003 yang berati < α 0,05 yang menyimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata skala nyeri haid primer pada sebelum dan sesudah pemberian minuman rempah jahe asam. Kesimpulan: Minuman rempah jahe asam dapat menurunkan skala nyeri haid primer pada remaja.
Perbandingan penghambatan aktivitas xanthine oxidase oleh ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia pendans) dan fraksi butanol herba ceplukan (Physalis angulata L) secara in vitro Muna, Laili Nailul; Ernawati, Ernawati
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1648

Abstract

Latar belakang: Gout merupakan penyakit metabolik yang terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi gout adalah allopurinol dengan mekanisme menghambat aktivitas xanthine oxidase. Tumbuhan sarang semut dan herba ceplukan diketahui mengandung flavonoid dan terbukti secara empiris untuk mengobati keluhan rematik dan asam urat. Tujuan: untuk menguji kemampuan ekstrak etanol sarang semut dalam menghambat aktivitas xanthine oxidase. Sebagai pembanding digunakan allopurinol. Metode: Ekstrak etanol dibuat dari serbuk sarang semut dan herba ceplukan diekstraksi dengan etanol menggunakan metode penyarian dengan maserasi, kemudian herba ceplukan dilakukan fraksinasi dengan pelarut buthanol. Flavonoid dalam ekstrak etanol dipisah dengan cara Kromatografi Lapis Tipis dan identifikasi bercak dianalisis dengan sinar UV366 dengan dan tanpa uap amoniak. Penghambatan aktivitas xanthine oxidase oleh ekstrak etanol sarang semut dan fraksi butanol herba ceplukan ditentukan melalui penurunan produksi asam urat yang dimonitor dengan spektrofotometer pada panjang gelombang (λ) 295 nm dengan xanthine sebagai substrat. Nilai rate yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk menghitung nilai aktivitas. Kemudian ditentukan konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat aktivitas xanthine oxidase sebesar 50% (IC50). Hasil dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu Krukal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol sarang semut dan fraksi utanol herba ceplukan mampu menghambat aktivitas xanthine oxidase dengan IC50 112,56 µg/ml dan 43,55 µg/ml , sedangkan IC50 allopurinol sebesar 3,20 µg/ml. Hasil KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa flavonoid golongan flavon atau flavonol. Kesimpulan: Ekstrak etanol sarang semut dan fraksi butanol herba ceplukan mempunyai kemampuan menghambat aktivitas xanthine oxidase
Perbedaan manfaat sebelum dan sesudah latihan pelvic tilt terhadap nyeri punggung ibu hamil trimester III Ulfah, Mariah; Wirakhmi, Ikit Netra
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1644

Abstract

Latar Belakang: Perubahan sistem muskuloskeletal terjadi pada saat umur kehamilan semakin bertambah terutama trimester III. Adaptasi muskuloskelatal ini mencakup: peningkatan berat badan, bergesernya pusat akibat pembesaran rahim, relaksasi dan mobilitas. Pusat gravitasi tubuh bergeser ke depan dan jika dikombinasikan dengan peregangan otot abdomen yang lemah ini akan mngakibatkan lekukan pada bahu serta dagu yang menggantung. Ada kecenderungan bagi otot untuk memendek jika otot abdomen meregang sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot disekitar pelvis, dan tegangan tambahan dapat dirasakan diatas ligament tersebut, sehingga menyebabkan nyeri punggung yang biasanya berasal dari sakroiliaka atau lumbar. Berdasarkan fenomena tersebut perlu dilakukan pengelolaan nyeri yang baik untuk mengurangi komplikasi yang timbul akibat nyeri. Tujuan penelitian: mengetahui perbedaan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III sebelum dan seudah latihan pelvic tilt Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain pre dan post design. Sampel yang digunakan sebanyak 21 ibu hamil ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung bawah, teknik pengambilan secara incidental sampling. Penelitian dilakukan di kelas ibu hamil di PKD. Analisa data menggunakan paired t test Hasil Penelitian: rata-rata nyeri punggung pada ibu hamil trimester III sebelum latihan pelvic tilt adalah 4.44 dengan standar deviasi 1.88. kemudian pada pengukuran hari ke 7 latihan didapat rata-rata 1.27 dengan standar deviasi 1.43. 2) perbedaan rata-rata antara pengukuran sebelum dan seudah latihan pelvic tilt adalah 3.71 dengan standar deviasi 2.03. 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah latihan pelvic tilt Kesimpulan: latihan pelvic tilt dapat mengurangi nyeri nyeri punggung bawah pada ibu hamil ibu hamil trimester III
Prediksi score ankle brachial index (ABI) ditinjau dari tanda gejala peripheral arterial disease (PAD) Santosa, Agus; Listiono, Dwi
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1649

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes Melitus (DM) akan berisiko mengalami komplikasi berupa Peripheral Arterial Disease (PAD) yang biasanya terjadi pada ekstremitas bawah. Pemeriksaan penunjang yang paling dapat dilakukan untuk mendeteksi PAD adalah dengan menilai Score Ankle Brachial Index (ABI). Alat yang digunakan untuk mengukur score ABI yaitu vascular doppler. Alat untuk mengukur score ABI merupakan alat yang cukup mahal, di samping mahal tidak semua orang dapat melakukan pemeriksaan ABI, oleh karena itu diperlukan metode untuk mengetahui penderita DM mengalami PAD selain dengan alat vascular doppler. Tujuan penelitian: Memprediksi Score Ankle Brachial Index (ABI) dengan melihat gejala Peripheral Arterial Disease (PAD). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Analitis Korelatif dengan metode survey. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM di Puskesmas II Cilongok. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 responden, dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrument pengambilan data menggunakan Tensimeter Aneroid dan Portable Vascular Doppler, sedangkan variabel PAD di ukur diukur dengan wawancara dan observasi terhadap 10 tanda gejala PAD yang dirangkum dari berbagai sumber. Analisis data menggunakan Pearson Correlation Product Moment dan dilanjutkan dengan menghitung persamaan regresinya dengan rumus regresi linear sederhana Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara gejala klinis Peripheral Arterial Disease (PAD) terhadap Score Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM dengan nilai r − 0,952. Hasil analisis regresi linear menunjukkan nilai konstanta 1,106 dan koefisien regresi − 0,081. Kesimpulan: Semakin banyak gejala PAD yang dikeluhkan oleh responden, maka score ABI responden akan semakin menurun.
PENGARUH PARUTAN KUNYIT PADA PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN BERKOH KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS Muti, Refa Teja
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1645

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan yang sering dijumpai pada lansia seperti tekanan darah tinggi (hipertensi). Berdasarkan data WHO (2015) dari keseluruhan penderita hipertensi ditemukan sebanyak 56,7% pada kelompok umur 65-74 tahun. Penatalaksanaan non farmakologi atau obat tradisional yang dapat digunakan untuk menurunkan hipertensi. Salah satu jenis temu-temuan yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional adalah kunyit. Kunyit memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh seperti zat kuning kurkumin, minyak astiri, mineral tinggi seperti kalium, kalsium, zat besi dan magnesium. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parutan kunyit terhadap penurunan intensitas tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Berkoh Purwokerto Selatan Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment dengan desain penelitian non randomized pre-post test with control group design dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini lansia yang menderita hipertensi di Desa Berkoh Purwokerto Selatan sebanyak 26 yang sesuai dengan kriteria yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji t-test. Hasil Penelitian: Dari penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh parutan kunyit terhadap penurunan intensitas tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Berkoh Purwokerto Selatan dengan hasil uji t-test 0,001 (p
Hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung Setyawati, Anita; Koeryaman, Mira Trisyani; Ermiati, Ermiati
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1646

Abstract

Latar belakang: Aktivitas merawat bayi baru lahir dapat menimbulkan banyak rasa cemas bagi ibu. Dukungan dari perawat terhadap usaha ibu untuk merawat bayinya pada hari-hari pertama dapat menjadi faktor penting untuk keberhasilan ibu melakukan perawatan bayi kedepannya. Hasil observasi di tempat praktik profesi keperawatan menunjukkan bahwa mahasiswa belum dapat menunjukkan perilaku yang baik terhadap pelaksanaan rawat gabung. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung. Metode:Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain analisis korelasi bivariat. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa profesi keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan XXXII. Jumlah sampel yang digunakan adalah 112 responden dengan consecutive sampling technique. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta responden mengisi kuesioner tentang pelaksanaan rawat gabung. Analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan pada penelitian ini adalah uji Chi-square. Hasil: Pada sikap mendukung dengan pengetahuan baik sebesar 75,6% sedikit lebih kecil daripada sikap mendukung dengan pengetahuan kurang sebesar 76,5%. Pada sikap tidak mendukung dengan pengetahuan baik sebesar 24,4% sedikit lebih besar daripada sikap tidak mendukung dengan pengetahuan kurang sebesar 23,5%. Hasil penelitian menunjukkan p value Chi-square=0,925 dan OR=0,955. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung.

Page 1 of 1 | Total Record : 8