cover
Contact Name
Arif Wijayanto
Contact Email
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621262
Journal Mail Official
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Gedung PPLH Lantai 4 Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Tel. +62-251-8621262, 8621085 Fax. +62-251-8622134
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)
ISSN : 20864639     EISSN : 24605824     DOI : https://doi.org/10.29244/jpsl
JPSL publishes articles in fields: Environmental Policy and Management, Disaster Mitigation, Regional Planning, Land Resources Evaluation, Hidrology, Systems Modelling and Sciences, Water Pollution, Air Pollution, Environmental Technology, Ecotourism, Biodiversity, Environmental Economics, Public Communications, Social Sciences, Anthropology, Environmental Health
Articles 701 Documents
The analyze of green space need in Surabaya City using Gerarkis Method for 2010–2020 Rasendriya Ramanda Darettamarlan; Husnul Hidayat; Mohammad Rohmaneo Darminto; Danar Guruh Pratomo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.341-346

Abstract

Surabaya City is the second-largest city based on the population in Indonesia that is affected by the development of urban planning in the city. The development of the urban areas affected the increase of socio-economic development and peri-urban demographics but often took over land or green open spaces. It is an unavoidable possibility of air pollution due to the imbalance between oxygen producers and existing oxygen users. It is necessary to calculate the prediction of green open space requirements using the Gerarkis Method, which predicts green open spaces based on oxygen demand by using the number of residents, motor vehicles, livestock, industrial factories, and hotels. With the Gerarkis Method, the prediction of the need for green open space in Surabaya City for 2010–2020 is 22,088.89 hectares to 31,950.84 with the increased majority value in the area, except in 2015 and 2020, due to decreased users. This method proves that the need for oxygen produced from plants is increasing, making Surabaya City needs more green open space to make Surabaya City livable.
Keuangan Berkelanjutan dalam Pembiayaan Perusahaan Perkebunan oleh Perbankan : Studi Kasus Korporasi Sawit di Donggala Sulawesi Tengah Linda Rosalina; Hariadi Kartodiharjo; Arie Sudjito
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.290-304

Abstract

Keuangan berkelanjutan adalah bentuk pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) kepada debitur dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan kedalam keputusannya. Keuangan berkelanjutan belum menjadi perhatian serius dan orientasi LJK dalam pemberian kredit atau pembiayaan kepada debitur. Pembiayaan bermasalah mencerminkan adanya masalah dua pelaku ekonomi yang saling bertentangan (keagenan). Dengan melakukan analisis capaian keuangan berkelanjutan dan analisis hubungan keagenan ditemukan bahwa menilai kinerja keberlanjutan satu perusahaan (debitur) diperlukan kedetailan kriteria dan indikator keuangan berkelanjutan. Ketika menyalurkan kredit, perbankan tidak bisa hanya melihat dari aspek kesehatan keuangan dan kemapanan satu perusahaan. Sebab, perusahaan yang telah memiliki sertifikasi keberlanjutan dan memenuhi aspek administrasi, masih memiliki persoalan Lingkungan, Sosial, dan Tatakelola (LST) yang belum terselesaikan. Pelibatan para pihak dalam membangun “Informasi Hub” (forum koordinasi) terkait praktik LST yang berpusat di daerah menjadi penting.
Keanekaragaman dan Status Konservasi Ular di Hutan Rawa Gambut PT GAN Bagian Timur, Riau Muhammad Nurdin; Sri Catur Setyawatiningsih
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.305-312

Abstract

PT Global Alam Nusantara (GAN) merupakan salah satu konsesi restorasi ekosistem di hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Bersama empat konsesi lainnya dikelola di bawah Restorasi Ekosistem Riau (RER). PT GAN tidak seperti PT-PT lainnya di RER, informasi mengenai keanekaragaman dan status konservasi ular di PT GAN belum tersedia. Untuk itu penelitian dilakukan untuk melengkapi informasi tersebut. Ada 4 transek yang diletakkan secara sistematik berdasarkan kondisi habitat. Dua transek berada di dekat sungai (transek 1 dan transek 2), dua transek lainnya berada jauh dari sungai dan berada di sekitar peat dome (transek 3 dan transek 4). Pengamatan dilakukan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada empat transek pengamatan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Sorensen (IS). Ular yang ditemukan berjumlah 16 individu, yang tergolong dalam tiga famili dan 11 spesies, yaitu: Ahaetulla prasina, Boiga jaspidae, Boiga cynodon, Boiga drapiezii, Coelognathus flavolineatus, Dendrelaphis caudolineatus, Dryocalamus subannulatus, Lycodon subcintus, Sibynophis melanochepalus, Tripodolaemus wagleri, dan Calliophis bivirgatus. Keanekaragaman ular di PT GAN tergolong sedang dengan indeks kesamaan Sorensen rendah. Seluruh spesies ular yang ditemukan tidak dilindungi, dengan status IUCN berisiko rendah, dan belum masuk ke apendiks CITES.
Simulation of the impact of land use change on surface run-off in Karst Leang Lonrong Sub-Watershed Wahyullah Wahyullah; Hendrayanto Hendrayanto; Yuli Suharnoto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.313-326

Abstract

Estimation of surface run-off in karst watersheds has not been widely carried out and the estimation method is generally developed for non-karst watersheds. This study aims to analyze the accuracy of estimation of river discharge at the outlet of the Karst Biringere Sub-watershed using the modified Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN) method and analyzed the impact of land use change on river discharge at the outlet of the Karst Biringere Sub-watershed. Modification of the SCS-CN method in estimating direct flow at the outlet of the Beringere Sub-watershed is influenced by the similarity of rainfall and direct flow fluctuation of river discharge. The modified SCS-CN method provides satisfactory direct flow estimation when rainfall with observed direct flow of river discharge forms a linear relationship with a strong correlation. Changes in land use with reduced forest cover into mining areas result in increased run-off and reduced storage, the larger the forest land becomes mining areas, the greater the increase in run-off and reduction in storage. Reclamation of the former mining area to be a forest reduces run-off and increases water storage.
Elang Jawa Steven Jonathan Adu; Harnios Arief; Tutut Sunarminto
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.332-340

Abstract

Keberadaan Elang Jawa tergantung pada kondisi hutan di habitatnya. Jika hutan dataran rendah rusak, Elang Jawa akan terdorong ke hutan yang lebih tinggi; Hal ini dapat mempengaruhi perilaku Elang Jawa karena berkaitan dengan ketersediaan buruan di setiap tipe habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi habitat dan perilaku Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan menggunakan metode garis kotak-kotak dan focal animal sampling. Analisis habitat Elang Jawa menggunakan pendekatan analisis vegetasi dan tingkat penggunaan tipe habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elang Jawa paling sering menggunakan tipe habitat hutan alam (85,38%) di situs Cipari dan hutan tanaman (83,14%) di situs Bantar agung. Jenis pohon yang dominan di hutan alam adalah benda (Castanopsis argentea; 20,02%) dan saninten (Artocarpus elasticus; 13,30%). Elang jawa memilih pohon untuk bersarang di pohon kedondong (Spondias pinnata) dan pohon pinus (Pinus merkusii ) di lembah-lembah di antara perbukitan dan dekat dengan sumber air atau sungai. Secara keseluruhan perilaku Elang Jawa yang ditemukan adalah beristirahat/bertengger, berburu, terbang, dan berinteraksi. Perilaku Elang Jawa yang paling banyak ditemukan adalah istirahat/bertengger (80,16%) dan interaksi (45,88%).
Management of organic waste into liquid fertilizer and compost welcoming the blue economy of Rancabungur Nur Aini; Djamarel Hermanto; Pudji Winarko
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.327-331

Abstract

Global waste management is estimated that every year, only 20% can be recycled or recovered. The rest is a problem because of the generation of waste that pollutes various ecosystems and has an impact on decreasing the value of environmental services. The blue economy concept of Rancabungur Village is a new discourse of development in Rancabungur that accelerates economic growth, community welfare, and environmental health. One of the efforts to increase economic growth is to increase public awareness of managing waste which can later produce economic value, creativity, and the environment. The purpose of this activity is to provide an understanding to the target audience about the importance of waste management, to socialize the importance of sorting waste, and to provide training on processing organic waste into organic liquid fertilizer and compost so that it can increase family income. This activity is carried out live and online. After getting material on waste management and management. The results show that participants who want to manage waste want their surrounding environment to be healthy and beautiful as much as 88.2%, followed by managing waste can make money as much as 48.5%, waste management 29.1%, trust management rate 20.6% and need a more detailed explanation 19.1%. This activity will provide solutions to problems that develop in the community, increasing people's income.
Understanding the role of scientific knowledge transfer in the women's participation and farmer activities in Central Java Dharmawan, Budi; Krott, Max; Prasetyo, Kunandar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.347-361

Abstract

Di DAS Serayu di Jawa Tengah, Indonesia, hutan berubah menjadi lahan pertanian. Tujuan proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat (SCBFWM) adalah untuk meningkatkan dan memperluas program pengelolaan hutan dan daerah aliran sungai berbasis masyarakat dari pemerintah Indonesia. Dengan menggunakan model RIU (Research-Integration-Utilization), studi ini mengkaji bagaimana penelitian ilmiah dapat menghasilkan saran kebijakan yang efektif dan peran pembuat keputusan dalam mengubah saran menjadi pemecahan masalah yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten peduli terhadap lingkungan, namun tidak melarang secara tegas budidaya kentang di hulu. Ketika proyek SCBFWM didirikan, pembatasan penanaman diterapkan. Penelitian tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam pengelolaan DAS telah dikomunikasikan kepada pemerintah kabupaten dan dimasukkan dalam proposal proyek SCBFWM, namun tindakan yang sebenarnya berbeda. Model RIU menunjukkan bahwa sains berkualitas tinggi tidak cukup tanpa integrasi yang efisien dan penggunaan yang demokratis.
Mendeteksi Anomali Termal Pada Prospek Panas Bumi Lahendong Menggunakan Aster TIR dan Landsat 8 Mohammad Aftaf Muhajir; Kudang Boro Seminar; Leopold Oscar Nelwan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.3.494-503

Abstract

This study intends to determine geothermal anomalies area using remote sensing data in the form of Landsat 8 and ASTER satellite imagery data which have Thermal Infrared Sensor (TIRS). Through pre-processing like georeferencing, radiometric calibration, and atmospheric correction, the Landsat 8 TIRS and ASTER data were wont to invert the land surface temperature of the study area during the daytime and night time using the inversion of planck function and emissivity separation algorithm. Result shows the land surface temperatures during daytime and night time of four natural land cover —water, vegetation, built up area, and bare soil—were classified and analyzed. According to the results, vegetation and bare soil show relatively thermal anomalies during the day and comparatively cold anomalies during the night. Otherwise water shows relatively cold anomalies during the day and relatively thermal anomalies during the night. Meanwhile built up area shows relatively thermal anomalies during the day and cold anomalies during the night. Superimposed and calculating mean of the night and day surface temperature can adequately eliminate the relatively cold/thermal anomalies of land cover caused by solar radiation, thus effectively highlighting geothermal anomalies. Thus, Nine geothermal anomalies areas were successfully extracted.
Study on green concrete (porous concrete) sustainability in order to support the sustainable construction in Indonesia Laeli Fadloli; Hadi Susilo Arifin; Wonny Ahmad Ridwan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.3.432-443

Abstract

Currently implementation progress of green concrete (porous concrete0 is still very slow. The sustainable construction launched by the government has also not received a positive response from the construction sector. Greenery Open Spaces (RTH) and urban spatial planning in Indonesia have not accommodated the type of water-friendly pavement (porous concrete). Buildings that must meet the 30% of Green Base Cooeficient (KDH) also have not included the criteria for water-friendly concrete pavements. From the results of the Multi-Dimensional Scaling (MDS) analysis using Rapfish-R, it is known that the sustainability status of porous concrete is at a score of 71.9 (sufficiently sustainable). There is no leveraging factors from the ecological dimension. Leverage from economic dimensions, i.e.: added value for customer, durability and installation costs. Institutional dimensions, i.e.: application of ecolabels, product standards and criteria for RTH and KDH. Socio-technical dimension, i.e.: public understanding and perception, certification scheme, role of media, design and maintenance. From this leveraging factors, then can be formulized the strategy and roadmap for supporting the sustainable construction related to green concrete application
Analysis of the Ecotourism Potential of the Mount Mekongga Protected Forest, North Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province Yusran; Tutut Sunarminto; Rachmad Hermawan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.3.425-431

Abstract

Abstract: The protected forest of Mount Mekongga is the upstream of three major rivers that empties into Kolaka Regency and North Kolaka Regency, which play an important role in the lives of the surrounding community. The conditions that have occurred so far have been threatened in the form of encroachment, illegal logging, and animal hunting. This is a threat that will lead to forest area degradation in the future. The purpose of this study was to identify and assess the potential of tourism resources in the protected forest of Mount Mekongga. Data collection was carried out in March-July 2022, data collection methods tended towards field observations and visual observations, in-depth interviews were conducted with the community and managers, and literature studies. Tourism potential analysis refers to the assessment criteria of Avenzora (2008) which include 7 associative criteria, namely uniqueness, rarity, beauty, seasonality, accessibility, sensitivity, social function. The tourism potential assessed is the potential for natural tourism, consisting of flora, fauna, natural phenomena. Each variable produces superior potential, namely the fiber orchid, the sulawesi julang, and the tinukari river

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) More Issue