cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025)" : 5 Documents clear
Unjuk Kerja Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Serpentine Berdasarkan Jenis Elbow dan Jarak Pipa ismail, ismail; Amrizal, Amrizal; Amrul, Amrul
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya merupakan energi alternatif yang baru dan terbarukan. Kolektor surya pelat datar merupakan alat yang sering digunakan untuk memanfaatkan energi surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja kolektor surya pelat datar tipe aliran serpentin baik secara termal maupun pressure drop yang terjadi berdasarkan radius pipa elbow dan jarak antara pipa. Pengujian dilakukan pada kondisi steady sesuai standar EN 12975 menggunakan solar simulator di dalam ruangan. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian terhadap 4 jenis rangkaian solar kolektor type serpentin, yaitu; 1. Kolektor surya menggunakan sambungan short elbow 900  jarak antara pipa 80 mm rangkaian vertical, 2. Menggunakan sambungan short elbow 900 jarak antara pipa 80 mm rangkaian horizontal, 3. Menggunakan sambungan elbow jenis U-bend 1800 jarak antara pipa 40 mm rangkaian vertical, 4. menggunakan sambungan short elbow 900  jarak antara pipa 40 mm rangkaian vertical. Hasil penelitian diperoleh Solar kolektor type serpentin sambungan short elbow 900 jarak pipa 80 mm memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan pressure drop, pada laju aliran standar 0,009 Kg/s nilai koefisien rugi-rugi panas kolektor sebesar 2,0168 W/(m2K) dan nilai pressure drop 803 N/m2, dengan hasil persamaan regresi liniar y = -2,0168x+0,4602 R² = 0,981. Solar kolektor type serpentin sambungan short elbow 900 jarak pipa 40 mm memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi effisiensi perpindahan panas, dimana nilai effisiensi zero 51,17% dengan persamaan hasil perhitungan regresi liniar y = -3,018x + 0,5117 R² = 0,9712.
Pengaruh Variasi Media Pendingin Bersirkulasi dan Pembukaan Katup pada Proses Quenching Terhadap Nilai Impak Baja AISI 1045 Julian, Bastiyan Dwi; Supriadi, Harnowo; Sugiyanto
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja AISI 1045 merupakan baja karbon sedang dengan kadar karbon 0,45%. Karakteristik baja ini dapat dimodifikasi melalui perlakuan panas, salah satunya proses quenching. Proses ini melibatkan pemanasan hingga 800°C dengan waktu tahan 15 menit, kemudian didinginkan cepat menggunakan variasi media pendingin tersirkulasi dan bukaan katup yang berbeda. Media pendingin yang digunakan meliputi air, larutan garam, dan solar, masing-masing dengan bukaan katup 180°, 90°, dan 45°. Pengujian sifat mekanik dilakukan menggunakan metode Charpy impact test. Hasil pengujian menunjukkan nilai impak raw material sebesar 0,154 J/mm². Setelah proses quenching, nilai impak pada media air berturut-turut sebesar 0,558; 0,570; dan 0,591 J/mm², pada larutan garam sebesar 0,504; 0,516; dan 0,525 J/mm², serta pada solar sebesar 0,637; 0,660; dan 0,670 J/mm². Struktur makro hasil fraktografi menunjukkan patahan crystalline dan fibrous. Hasil ini menegaskan bahwa media pendingin solar dengan bukaan katup 45° menghasilkan nilai impak tertinggi, sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan ketangguhan baja AISI 1045.
Pengaruh Variasi Bukaan Katup Dinamometer pada Operasi Mesin Putaran Rendah Terhadap Daya Engkol dan Konsumsi Bahan Bakar Mesin Bensin 4-Langkah Tecquipment Sepyanto, Weldy; Wardono, Herry; Badaruddin, Mohammad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pusat Statistik, tahun 2012 menyatakan penggunaan bahan bakar minyak bumi di Indonesia sebesar 45.070.036.967 liter, tahun 2016 sebesar 48.655.005.967 liter meningkat dari tahun 2012 sebesar 7.95%. Untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak bumi penggunaan campuran bioethanol dengan pertamax akan membantu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bumi, karena bioethanol salah satu energi alternatif diproduksi dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Selain itu, bioethanol juga memiliki keunggulan angka oktan yang tinggi hal ini bermanfaat dalam campuran bahan bakar mencegah knocking saat pembakaran. Campuran bahan bakar antara pertalite dan bioethanol menghasilkan campuran yang mampu menaikan daya engkol 10.4% dan menghemat bahan bakar 12,99%. Pada penelitian ini digunakan campuran bahan bakar pertamax dan bioethanol dengan variasi pertamax murni (E0) dan campuran pertamax dan bioethanol 5% (E5). Pengujian dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm dan variasi bukaan katup beban dinamometer 4 putaran. Hasil pengujian yang terbaik pengaruh bukaan katup beban campuran bahan bakar bioethanol 5% putaran mesin 2000 rpm bukaan katup beban 0.5 dengan meningkatkan daya engkol 2.14% dan campuran bahan bakar bioethanol 5% pada putaran mesin 2000 rpm bukaan katup 0.5 putaran katup putaran diperoleh penurunan konsumsi bahan bakar spesifik engkol 6.79%.
Dehidrasi Etanol Pada Kolom Fixed Bed Menggunakan Adsorben Pelet Dari Limbah Abu Dasar Pembakaran Batubara Ginting, Simparmin Br; Kurniawan, Neo
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Bottom Ash (CBA) merupakan limbah dasar hasil pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap. CBA mengandung silika dan alumina yang dapat digunakan sebagai adsorben untuk dehidrasi etanol. CBA terlebih dahulu dihaluskan hingga ukuran 200 mesh. Kemudian ditambahkan perekat berupa tepung terigu dan dibentuk menjadi pelet. CBA kemudian dikalsinasi dengan suhu 500° C selama 2 jam. Adsorben pelet yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, FTIR, BET dan SEM. Hasil analisis XRF menunjukkan adsorben pelet didominasi alumina (28,156%) dan silika (53,978%), hasil analisis XRD menunjukkan bahwa adsorben pelet didominasi oleh kristal quartz dan albite, hasil analisis BET menunjukkan adsorben mempunyai luas permukaan sebesar 2,8419 m2/g. Proses adsorpsi dilakukan secara kontinyu dalam kolom adsorpsi berdiameter 3 cm yang berisi adsorben pelet dengan tinggi 10 cm dan dilakukan variasi laju alir umpan sebesar 6, 10 dan 14 ml/menit dengan konsentrasi umpan larutan etanol sebesar  91,805%. Kapasitas dan kinetika adsorpsi dihitung menggunakan tiga persamaan model kinetika adsorpsi yaitu model kinetika adsorpsi Adam-Bohart, Yoon-Nelson dan Thomas. Didapatkan nilai R2 tertinggi pada model persamaan Adam Bohart pada laju alir 10 ml/menit yakni dengan nilai R2 sebesar 0,981 dengan konsentrasi tertinggi dicapai pada konsentrasi 98,813%.
Penurunan Konsumsi Energi Spesifik (KES) pada Pabrik Semen melalui FMEA dan Manajemen Energi Pratoto, Adjar; Muchtar, Ridwan
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri semen termasuk salah satu industri intensif energi dengan biaya energi yang mencapai 35% - 50% dari total biaya produksi. Sumber energi utama pada pabrik semen adalah batu bara dan listrik. Kinerja penggunaan energi dapat dilihat dari konsumsi energi spesifik (KES) dari pabrik yang bersangkutan. Pada makalah ini dibahas kemungkinan penurunan KES di sebuah unit produksi semen dengan kapasitas 7800 ton per hari. Pabrik ini beroperasi dengan menggunakan proses kering dengan sebuah kalsiner dan siklon preheater 4 tingkat. Kajian dititikberatkan pada tiga lini proses, yaitu proses raw mill, proses kiln & coal mill, dan proses finish mill. Hasil audit energi menunjukkan bahwa kinerja pada lini proses raw mill masih mendekati harga desain. Sedangkan untuk lini proses kiln & coal mill dan lini proses finish mill, kinerjanya berada di bawah harga desain. Metoda Failure Mode Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menganalisis penyebab tingginya nilai KES dari setiap rangkaian proses. Berdasarkan hasil dari FMEA, rekomendasi diberikan untuk menurunkan KES dan potensi penurunan KES diperkirakan mencapai 14,93 kWh/ton semen.

Page 1 of 1 | Total Record : 5