cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
ANALISIS PULLEY BERTINGKAT HASIL SAND-CASTING PROCESS TERHADAP SIMULASI PENGECORAN LOGAM Raharjo, Rudianto; Wahyudiansyah, Adly; Purnama, Alyasa Huda; Ahdiyat, Ayi Akhmad; Anindito, Baghdad Daiva Alkautsar; Pratiwi, Erika Ramadani; Machfudlon, Muhammad Ali; Aziz, Muhammad Ibrahim
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulley merupakan elemen mesin yang berfungsi mentransmisikan daya antar poros melalui sabuk serta banyak digunakan pada mesin industri maupun mesin motor. Selain meneruskan gerak rotasi, pulley juga dapat mengubah arah gaya dan memindahkan beban. Pulley bertingkat umumnya diproduksi melalui proses pengecoran logam menggunakan cetakan pasir (sand casting), dengan aluminium sebagai bahan yang paling sering digunakan. Metode sand casting dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan metode manufaktur lainnya, namun proses ini memiliki banyak variabel yang dapat memengaruhi kualitas hasil coran. Untuk meminimalkan cacat, diperlukan optimasi proses melalui analisis dan simulasi. Penelitian ini melakukan simulasi pengecoran menggunakan perangkat lunak Altair Inspire Cast 2021.2 guna membandingkan hasil simulasi dengan hasil pengecoran aktual dan mengidentifikasi jenis cacat yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan cacat pada kedua metode, terutama porositas, shrinkage, dan mold erosion. Namun, benda coran aktual juga mengalami cacat tambahan seperti gas defect, shift, misrun, core miring, swell, sand inclusion, serta cacat fin. Persamaan cacat utama antara produk aktual dan simulasi meliputi porositas, mold erosion, gas defect, dan shrinkage. Temuan ini menunjukkan bahwa simulasi dapat menjadi alat prediksi yang efektif untuk mengidentifikasi potensi cacat sebelum proses pengecoran dilakukan, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses manufaktur.
PENGUJIAN DAN ANALISIS PERFORMA PENUKAR KALOR (SHELL AND TUBE) ALIRAN MENYILANG PADA MESIN PENGERING KOPI PABRIK KOPI TULEN Rantaujaya, Agus; Amrizal, Amrizal; Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penukar kalor berperan penting dalam sistem pengeringan biji kopi pada mesin pengering mekanik karena berfungsi memanaskan udara sebelum memasuki ruang pengering. Penelitian ini mengevaluasi kinerja dua penukar kalor tipe shell and tube aliran menyilang pada Mesin Pengering Kopi Pabrik Kopi Tulen dengan memvariasikan laju aliran massa udara. Penukar kalor 1 diuji pada laju aliran 0,0194–0,0732 kg/s, sedangkan Penukar kalor 2 diuji pada 0,0249–0,084 kg/s. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan laju aliran massa udara menurunkan temperatur udara keluar, meningkatkan laju perpindahan panas, serta menurunkan efektivitas penukar kalor. Temperatur udara keluar tertinggi pada Penukar kalor 1 mencapai 277 °C pada laju 0,0194 kg/s, sedangkan Penukar kalor 2 mencapai 316 °C pada laju 0,0249 kg/s. Tegangan gasifier optimum adalah 80 V karena menghasilkan rentang temperatur udara 50–100 °C yang sesuai untuk pengeringan kopi. Laju perpindahan panas maksimum tercatat sebesar 13.968 W pada Penukar kalor 1 (laju udara 0,0732 kg/s) dan 20.950 W pada Penukar kalor 2 (laju udara 0,0784 kg/s). Efektivitas tertinggi masing-masing penukar kalor adalah 39,24% dan 59,57%. Penelitian ini menegaskan bahwa variasi laju aliran udara sangat memengaruhi performa penukar kalor dan dapat digunakan sebagai dasar optimasi proses pengeringan kopi.
RANCANG BANGUN SISTEM PAHAT PUTAR AKTIF TERGERAK (ACTIVE DRIVEN ROTARY TOOL) UNTUK APLIKASI PEMBUBUTAN MATERIAL MAGNESIUM Prancana M Riyadi; Harun, Suryadiwansa; Su'udi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium merupakan logam alkali tanah dan termasuk unsur terlarut ketiga terbanyak pada air laut. Karena memiliki sifat yang ringan, magnesium cocok digunakan sebagai pengganti besi cor dan baja pada komponen otomotif yang relatif berat. Magnesium sebetulnya pada satu sisi dikenal karena karakteristik pemotongannya yang sangat baik dan menguntungkan. Namun dibalik kelebihan yang dimiliki, magnesium juga dikenal sebagai bahan logam yang mudah terbakar terutama pada saat pemesinan dengan kecepatan potong dan pemakanan yang tinggi. Geram akan terbakar ketika suhu pemotongan melebihi titik cair bahan yaitu (4000C - 600°C). Dengan menggunakan pahat putar, saat pahat berputar maka area pisau potong mendapatkan pendinginan saat pahat tidak melakukan proses pemotongan. Oleh sebab itu, suhu pemotongan pada pahat berpotensi menurun sehingga akan mengurangi penyalaan geram pada proses pemesinan magnesium dan pahat tidak mudah aus.Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun serta menguji sistem pahat aktif untuk proses pemesinan magnesium. Perancangan yang dilakukan menghasilkan konsep penggantian tool post pada mesin bubut dengan menggunakan pahat putar. Pahat putar ini dirancang dengan sistem penggerak menggunakan motor brushless DC, sistem transmisi menggunakan roda gigi serta mandril untuk mencekam dudukan pahat. Dimensi total mesin yang dirancang yaitu (158 x 150 ) mm. Hasil pengujian run out tertinggi yang diperoleh yaitu 0,12 mm dengan variasi putaran pahat dari 92,6 rpm sampai 2117 rpm, getaran maksimum dengan velocity 1,7 mm/s masih tergolong acceptable sesuai standar ISO 2372 serta kekasaran dengan parameter feeding 0,05 mm, kedalaman potong 0,02 mm serta putaran benda kerja 950 rpm menghasilkan kekasaran sebesar 2,46 µm. Hasil pengujian kekasaran ini masih berada dalam batas toleransi dari standar ISO Roughness Number.
ANALISIS PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP KETAHANAN FATIQUE BAJA AISI 1045 DENGAN PENGUJIAN ROTARY BENDING Manik, Roy Ronal; Zulhanif, Zulhanif; Tarkono, Tarkono
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan material yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri. Salah satu jenis baja yang umum digunakan adalah baja AISI 1045, yang sering diaplikasikan sebagai bahan poros pada komponen mesin. Dalam operasinya, poros bekerja di bawah beban dinamis dalam jangka waktu lama sehingga berpotensi mengalami kegagalan lelah (fatigue). Kekasaran permukaan memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan lelah suatu komponen; semakin kasar permukaannya, semakin mudah terbentuk retak awal yang dapat berkembang menjadi patahan dan memperpendek umur pakai komponen. Untuk mengetahui pengaruh kekasaran permukaan terhadap ketahanan lelah baja AISI 1045, dilakukan pengujian fatigue dengan metode rotary bending. Pengujian dilakukan dengan variasi pembebanan sebesar 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, dan 70% dari tegangan tarik maksimum material, disertai pengamatan makroskopik terhadap pola patahan yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketahanan lelah tertinggi diperoleh pada kekasaran permukaan 0,5–1 µm dengan jumlah siklus 829.080 pada pembebanan 20%, dan nilai tersebut menurun seiring meningkatnya kekasaran permukaan.
OPTIMALISASI UNJUK KERJA RUANG PENGERING HIBRIDA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PENGERINGAN IKAN TERI Hasrul, Rizal; Amrul, Amrul
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan Indonesia mayoritas menggunakan metode pengolahan ikan teri secara tradisional yaitu dengan cara penjemuran di bawah cahaya matahari. Metode seperti itu banyak kelemahannya diantaranya adalah terkontaminasi oleh udara lingkungan yang dapat menyebabkan turunnya mutu ikan teri. Selain itu, proses pengeringan bergantung dengan cuaca dan waktu, apabila hujan dan ketika malam pengeringan tidak dapat berlangsung. Untuk itu perlu alat pengering yang dapat digunakan tanpa terkendala oleh cuaca dan waktu. Penelitian ini menggunakan alat pengering hibrida yang mempunyai dua sumber panas, yaitu sumber panas dari kolektor surya dan radiator. Ketika cuaca cerah dengan intensitas matahari yang tinggi alat pengering menggunakan sumber panas dari kolektor surya dan ketika hujan atau malam hari pengeringan menggunakan sumber panas dari radiator. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik dari ruang pengering meliputi waktu pengeringan serta efisiensi dari ruang pengering.Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan laju energi dari udara panas yang masuk ke ruang pengering sebesar  0,538 kW,  ruang pengering mampu mengeringkan 8 kg ikan dengan waktu pengeringan selama 350 menit (6 jam). Dari perhitungan didapat energi total yang masuk ke ruang pengering sebesar 11340 kJ dan energi yang digunakan selama proses pengeringan ikan teri yaitu sebesar 7751,3 kJ sehingga didapat efisiensi pengeringan sebesar 68%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5