cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PERAWATAN KULIT DENGAN MINYAK ZAITUN DAN MINYAK ALMOND MENURUNKAN STATUS RISIKO DEKUBITUS amin - samiasih; Dewi Sinta Windya Kustina; Ali Rosidi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i1.1000

Abstract

ABSTRAK Dekubitus adalah kerusakan lokal pada kulit atau jaringan di bawahnya akibat tekanan atau tekanan dan gesekan. Dekubitus mempengaruhi kualitas hidup, morbiditas dan mortalitas pasien; biaya kesehatan dan rawat inap akibat adanya luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perawatan kulit dengan minyak zaitun dan minyak almond terhadap status dekubitus. Penelitian ini adalah penelitian quasy-experiment dengan rancangan two groups pretest-posttest design, kelompok pertama mendapatkan perlakuan perawatan kulit dengan minyak zaitun dan kelompok kedua mendapatkan perawatan kulit dengan minyak almond. Responden pada penelitian ini ada 34 pasien yang dirawat di rumah sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu pasien tirah baring yang rawat inap lebih dari 12 jam. Responden menerima perawatan kulit di area bokong dengan dioleskan 4cc minyak zaitun atau minyak almond dua kali sehari (pagi dan sore hari setelah sibin) selama tiga hari, minyak dioleskan secara lembut dengan gerakan tangan satu arah atau sirkuler. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan penilaian status dekubitus menggunakan skala braden. Data dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian ada perbedaan status dekubitus sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok minyak zaitun dan minyak almond. Rata-rata kenaikan skor status dekubitus pada kelompok minyak zaitun 2,41 ± 1,460 dan kelompok minyak almond 1,47 ± 1,068 (р <0,05). Rerata kenaikan skor status dekubitus kelompok minyak zaitun lebih tinggi dibandingkan kelompok minyak almond. Simpulan minyak zaitun dan minyak almond efektif dalam menurunkan status risiko dekubitus. Disarankan menggunakan minyak zaitun, karena hasil penelitian menujukkan minyak zaitun lebih efektif meningkatkan skor status dekubitus atau menurunkan status risiko dekubitus. Kata Kunci: Minyak almond; Minyak zaitun; Perawatan kulit; Status risiko dekubitus
EFEKTIVITAS PEMBERIAN DIIT NASI JAGUNG TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN Christina Nur Widayati; Purhadi Purhadi; Yesita Ragil Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i1.1040

Abstract

ABSTRAK Nasi jagung baik dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus, karena penderita diabetes mellitus tidak diperkenankan mengkonsumsi nasi yang berasal dari beras karena mengandung indeks glikemik yang tinggi yang dapat mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Maka dari itu diperlukan sumber makanan pokok pengganti nasi, salah satunya adalah dengan diit nasi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian diit nasi jagung terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan pendekatan One Group Pre Test Post Test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dan didapatkan 40 responden.  Berdasarkan hasil analisa data (1) Penderita diabetes mellitus memiliki rata-rata kadar glukosa darah sebelum pemberian diit nasi jagung sebesar 303,26, (2) Penderita diabetes mellitus memiliki rata-rata kadar glukosa darah setelah pemberian diit nasi jagung sebesar 254,65, (3) Ada perbedaan rata-rata pre dan post pada kadar glukosa darah sebesar 48,61, dengan demikian ada perbedaan yang bermakna antara kadar glukosa darah pre dan post pemberian diit nasi jagung dengan nilai t hitung (25,241) > t tabel (2,022) dan nilai pv (0,000) < α (0,05).  Berdasarkan hasil uji paired t test disimpulkan bahwa pemberian diit nasi jagung efektif terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Grobogan Kabupaten Grobogan.    Kata Kunci : Nasi Jagung; Kadar Gula Darah; Diabetes Mellitus Tipe II
PENGALAMAN KELUARGA DALAM PENGAWASAN MINUM OBAT PADA ANAK DENGAN TB PARU DI KLINIK PARU RS MARDI RAHAYU KUDUS Junarto Jun; Sri Hartini; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i1.897

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Tuberculosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang prevalensinya paling tinggi di dunia. Pengobatan TB memang membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang panjang. Oleh karena itu peran orang terdekat sebagai Pengawas Minum Obat penting untuk kesembuhan anak dan mengurangi angka terjadinya TB paru. Tujuan : Untuk menggambarkan Pengalaman Keluarga Dalam Pengawasan Minum Obat Pada Anak Dengan TB Paru di Klinik Paru RS Mardi Rahayu Kudus. Metode : Penelitian mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan sebanyak 3 orang dengan anak yang menderita TB Paru, yang berobat di klinik paru  RS Mardi Rahayu Kudus. Uji keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan 2 tema yaitu, Pengetahuan keluarga sebagai Pengawas minum obat (PMO) dan Peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO). Kesimpulan : Fenomenologi Pengetahuan keluarga sebagai Pengawas minum obat (PMO) masih kurang.Kata kunci : TB Paru, TB Paru anak, Peran Keluarga ABSTRACT Background :Tuberculosis is one of the most prevalent infectious diseases in the world. TB treatment does require discipline and a long time. Therefore, the role of the closest person as a drug-taking supervisor is important for healing children and reducing the incidence of pulmonary TB. Goal : To describe the experience of families in the supervision of taking medication in children with pulmonary TB at the Lung Clinic at Mardi Rahayu Kudus Hospital Method : The research uses qualitative methods with a phenomenological approach. The number of participants was 3 people with children suffering from pulmonary TB, who were treated at the pulmonary clinic of the Mardi Rahayu Hospital, Kudus. The validity of the data was tested using the triangulation method. Results : Based on the results of this study, there were 2 themes, namely, family knowledge as drug taking supervisor (PMO) and family role as drug drinking supervisor (PMO). Conclusion : Phenomenology Knowledge of the family as a drug-taking supervisor (PMO) is still lacking Keywords :Pulmonary TB, Children's Pulmonary TB, Family Role
DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN ULANG (REINFEKSI) PADA PENYINTAS COVID 19 DENGAN DIABETES MELLITUS (DM) Raudhotun Nisak
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.883

Abstract

Background: Covid-19 is a type of disease that can be transmitted easily to other people. People who have experienced Covid-19 infection (Covid-19 survivors) will have immunity against this disease. However, several studies have shown that survivors of Covid-19 can be infected a second time (reinfection). Covid-19 survivors with DM need to get family support regarding the prevention of reinfection considering that DM patients with uncontrolled sugar levels have T cell dysfunction which can cause impaired B cell activation and reduced antibody production. Objective: This study aims to analyze family support in preventing reinfection in Covid-19 survivors with DM. Methods: This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The time of this research began in December 2020-January 2021 with a sample of 6 participants in Pitu District, Ngawi Regency. The research instrument used was a voice recorder/mobile phone, field notes/field notes and interview guidelines. Results: This study resulted in 4 themes, informational support (sub-themes: information, advice, advice, emotional support (sub-themes: enthusiasm, empathy, concern), instrumental support (sub-themes: energy, food, sources of funds), appraisal support/award (sub-themes: strengthening, recognition, appreciation) Conclusion: family support is very much needed and important for Covid-19 survivors with DM in an effort to prevent Covid-19 reinfection.  
GAMBARAN KECEMASAN IBU HAMIL DI ERA PANDEMI COVID-19 Sri Rejeki; Rozikhan Rozikhan; Eni Hidayati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.1114

Abstract

ABSTRAK Latar belakang.: Kecemasan pada saat kehamilan merupakan masalah yang serius karena angka kematian ibu hamil sebesar 80% akibat kecemasan yang tinggi. Timbulnya kecemasan disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi, antara lain faktor internal kehamilan itu sendiri dan faktor eksternal karena lingkungan keluarga dan lingkungan luar keluarga. Di negara maju tingkat kecemasan sekitar 7-20% dan di negara berkembang lebih dari 20%. Tingkat kecemasan yang terjadi pada ibu hamil primigravida lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil multigravida, namun di era pandemi Covid-19 dapat meningkatkan kecemasan pada ibu hamil terutama yang menjelang proses persalinan. Tujuan dari penelitian untuk melihat perbedaan tingkat kecemasan ibu primigravida dan multigravida di era pandemi Covid-19. Metode  Penelitian ini menggunakan studi cross sectional, dimana antara paparan dan hasil dilihat pada waktu yang bersamaan. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, diperoleh total 72 responden, terdiri dari 21 responden  primigravida dan 51 multigravida. Hasil Penelitian: Analisis penelitian menggunakan rerata perbandingan independent sample t-test. Ibu hamil primi lebih banyak mengalami kecemasan (57,1%) dibandingkan dengan ibu hamil banyak (27,4%). Terdapat perbedaan nilai kecemasan yang signifikan antara ibu hamil primer dan multipel pada trimester III di era pandemi Covid-19, (p value 0,003 < 0,05). Kesimpulan: Di era pandemi Covid-19, ibu hamil primigravida lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan dengan ibu hamil multigravida. Kata Kunci: Kecemasan, covid 19
Penerapan Terapi Mindfulness dalam Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir Alvi Ratna Yuliana; Wahyu Safitri; Yulia Ardiyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.1117

Abstract

Stres merupakan gangguan mental yang sering dialami seseorang karena adanya tekanan yang muncul dari kecemasan yang sangat berlebihan, hal tersebut sering dialami oleh mahasiswa khususnya pada mahasiswa tingkat akhir. Salah satu penyebab stress yang biasanya di alami mahasiswa tingkat akhir yaitu penyusunan tugas akhir ataupun skripsi. Intervensi non farmakologi dalam penurunan stres dengan penerapan terapi maindfulness dimana merupakan latihan yang dapat dilakukan seseorang untuk mengetahui kondisitentang kondisi pada masa itu, pikiran, dan perasaan yang sedang dialami pada situasi saat ini,serta dapat membantu dan memfokuskan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tujuan studi kasus ini untuk menggambarkan tindakan terapi mindfulness untuk menurunkan tingkat stres pada mahasiswa akhir. Metode Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre dan posttest nonequivalent control group.subjek penelitian terdiri dari 80 responden yang di bagi dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Data diperoleh melalui angket dengan menggunakan model Skala Likert dengan menggunakan pengisisan kuesioner PSS yang diberikan pre dan post terapi kemudian dianalisis menggunakan skor ideal dan uji Wilcoxon signed ranks test menganalisis perbedaan skor stres pre dan post-test menghasilkan nilai  sig 1,000 > 0,05 pada kelompok kontrol dan pada kelompok intervensi menunjukan  menunjukkan nilai 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa terapi mainfulness dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam megurangi stress pada mahasiswa.
PENGETAHUAN DALAM PENCEGAHAN PENULARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID) Ambarwati Ambarwati; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.774

Abstract

Pada saat ini pandemi coronavirus pada akhir tahun 2019 telah menyebar di seluruh Negara di dunia. Pengetahuan, sikap dan perilaku untuk pencegahan penularan Coronavirus Disease sangat diperlukan bagi masyarakat untuk mengakhiri pandemic COVID-19 bersama-sama. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari seperti memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, berusaha selalu dirumah dan keluar rumah jika memang sangat penting, menghindari cium tangan, salaman, kerumunan, jaga jarak 1,5 meter, setelah bepergian, sampai di rumah harus segera mandi, mencuci rambut, ganti baju yang bersih, membersihkan benda-benda yang sering disentuh tangan dengan disinfektan adalah Tindakan nyata untuk pencegahan penularan Coronavirus. Desain  pada  penelitian  ini  deskriptif observasional. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan  berupa kuesioner pertanyaan tertutup. Kuesioner berisi 16 pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi terkait identitas dan pengetahuan pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sampel dalam penelitian ini 242 partisipan yang bersedia ikut dalam penelitian yang dikumpulkan dari kuesioner daring yang disebarkan melalui media social, pada 1 Desember 2020 – 20 Maret 2021. Analisa data numerik yang telah selesai dikumpulkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan  dan perilaku yang baik dalam pencegahan penularan COVID-19
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI POLIKLINIK SYARAF RSUD dr. R SOETRASNO REMBANG Tin Suhandini; Heriyanti Widyaningsih; Galia Wardha Alvita; Sri Hartini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.1115

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Stroke menjadi salah satu masalah kesehatan utama bagi masyarakat. Stroke dapat dibedakan menjadi dua yaitu Stroke Hemoragik dan Stroke Non Hemoragik. Stroke Non Hemoragik adalah stroke yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Akibatnya, dapat terjadi beberapa kelainan yang berhubungan dengan kemampuan makan pasien yang pada akhirnya berakibat penurunan status gizi. Pada pasien stroke yang lama dirawat dirumah sakit memiliki status gizi yang kurang baik, apabila terjadi disfagia yang berkelanjutan akan semakin mempengaruhi status gizi pada pasien stroke yang juga akan menjadikan rawatan di rumah sakit semakin lama. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan status gizi pada pasien stroke non hemoragik  di Poli Klinik Syaraf  RSUD  dr. R Soetrasno Rembang. Metode : Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 78 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil : Hasil penelitian berdasarkan status gizi pasien stroke non hemoragik yaitu sebagian besar responden mempunyai status gizi kurus sebanyak 31 (39,8%) responden, normal sebanyak 26 (33,3%) responden, gemuk sebanyak 21 (26,9%) responden. Simpulan : Hasil diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa paling banyak kurus dikarenakan responden penelitian mengalami stroke lebih dari 1 bulan sehingga responden mengalami disfagia yang dapat menyebabkan pola makan turun sehingga berdampak pada status gizi responden.Kata Kunci : Status Gizi, Stroke Non  Hemoragik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ULKUS KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ira Rahmawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.829

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi yang serius  pada penderita DM tipe 2, komplikasi ekstremitas bawah ini muncul sebagai masalah kesehatan yang signifikan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi prevalensi terjadinya ulkus kaki diabetik dan amputasi bahkan kematian. Tujuan dari penelitian ini  mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya ulkus kaki diabetik. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan keyword: diabetes mellitus type 2, Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus,Risk Factor, Diabetic Foot, dan Foot ulcer. Pencarian pada database menghasilkan 132 artikel yang berasal dari Pub Med 87 artikel, Science Direct 30 artikel dan Google Scholar 13. Artikel yang sama dikeluarkan dan dilakukan critical appraisal dengan hasil akhir 10 artikel dimasukan kedalam literatur review ini. Penelitian ini menunjukan faktor resiko yang berhubungan dengan ulkus kaki diabetik adalah usia diatas 50 tahun, mengidap DM lebih dari 10 tahun, laki-laki, riwayat ulkus sebelumnya, obesitas, tinggal di pedesaan, kontrol glikemik buruk, perawatan kaki mandiri, status sosial ekonomi menengah ke bawah. Faktor yang paling dominan adalah neuropati perifer. Perhatian yang lebih pada kaki penderita DM dan pemeriksaan secara dini diharapkan akan mengurangi terjadinya komplikasi ulkus kaki diabetik
HUBUNGAN FAKTOR FISIOLOGIS PADA LANSIA DENGAN RESIKO JATUH DI DUSUN WANGIL DESA SAMBONGANYAR KABUPATEN BLORA Lia Aryanti Sholekah; Edy Soesanto; Siti Aisah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v11i2.1116

Abstract

ABSTRAKLansia merupakan tahap akhir dalam pertumbuhan manusia, semakin bertambahnya usia akan terjadi perubahan-perubahan fisiologis dalam tubuh manusia. Perubahan yang terjadi meliputi persarafan, musculoskeletal, penglihatan, pendengaran. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara faktor fisiologis pada lansia dengan resiko jatuh di Dusun Wangil Desa Sambonganyar Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Metode: penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 112 lansia (total sampling). Instrument yang di gunakan untuk pengukuran faktor fisiologis  terdiri dari pemeriksaan keseimbangan (berg balance scale), pemeriksaan kekuatan otot, pemeriksaan visus (snellen cart), dan pemeriksaan pendengaran (garputala), serta  pengukuran resiko jatuh menggunakan kuesioner resiko jatuh. Instrumen telah dilakukan uji validitas (p > 0,374), dan uji reliabilitas Cronbach’s alpha = 0,836 dan telah mendapatkan persetujuan dari komisi etik penelitian kesehatan dari FIKKES UNIMUS dengan nomer 0020/KEPK/VII/2022. Hasil: adanya hubungan yang signifikan antara faktor fisiologis pada lansia dengan resiko jatuh dengan p value < 0,05 ( uji chi square).  Kesimpulan: faktor fisiologis   yang semakin rendah akan mengurangi   resiko jatuh pada lanjut usia. Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan edukasi kepada lansia dan keluarga tentang resiko jatuh serta  untuk pengembangan  program kegiatan pencegahan resiko jatuh pada lansia di pelayanan kesehatan.Kata kunci:  Lansia, faktor fisiologis, resiko jatuh 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue