cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Gambaran Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Carcinoma Mammae yang Menjalani Kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati Pujiati, Eny; Arsy, Gardha Ryas; Septarani, Sania
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2930

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Carcinoma mammae merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di Indonesia dan sering menimbulkan dampak psikologis akibat perubahan fisik yang diakibatkan oleh kemoterapi. Salah satu dampak psikologis yang sering muncul adalah gangguan citra tubuh, yaitu persepsi negatif terhadap kondisi fisik yang berubah setelah menjalani pengobatan. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kualitas hidup pasien. Tujuan: untuk menggambarkan gangguan citra tubuh pada pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati. Metode: menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi pada tahun 2024 sebanyak 357 pasien, dengan sampel 53 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner gangguan citra tubuh yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: sebagian besar responden mengalami gangguan citra tubuh negatif sebanyak 31 orang (58,5%), sedangkan 22 responden (41,5%) memiliki citra tubuh positif. Mayoritas responden berusia 41–60 tahun, berpendidikan dasar (47,2%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (32,1%), dan telah menjalani 2–3 siklus kemoterapi (47,2%). Sebagian besar responden juga mengalami efek kemoterapi sedang (47,2%). Kesimpulan: sebagian besar pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan citra tubuh negatif akibat perubahan fisik dan dampak emosional dari pengobatan. Dukungan psikososial dan edukasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan citra tubuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: Carcinoma mammae, kemoterapi, citra tubuh  ABSTRACT Background: Carcinoma mammae is one of the most prevalent types of cancer in Indonesia and often leads to psychological impacts due to physical changes caused by chemotherapy. One of the common psychological effects is body image disturbance, which refers to a negative perception of one’s physical appearance following treatment. This condition can affect patients’ self-confidence, social relationships, and overall quality of life. Objective: To describe body image disturbances among patients with carcinoma mammae undergoing chemotherapy at RAA Soewondo Regional General Hospital, Pati. Methods: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study population included all carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy in 2024, totaling 357 patients. A sample of 53 respondents was selected using an accidental sampling technique. Data were collected using a validated and reliable body image disturbance questionnaire and analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Results: Most respondents experienced negative body image disturbances (58.5%), while 41.5% had a positive body image. The majority of respondents were aged 41–60 years, had basic education (47.2%), worked as housewives (32.1%), and had undergone 2–3 chemotherapy cycles (47.2%). Most respondents also experienced moderate chemotherapy side effects (47.2%). Conclusion: Most carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy experienced negative body image disturbances due to physical changes and emotional impacts of treatment. Psychosocial support and health education are essential to help patients adapt to body image changes and improve their quality of life. Keywords: Carcinoma mammae, chemotherapy, body image
PENERAPAN BRISK WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Cahyanti, Luluk; Khoirunnisa, Fara; Yuliana, Alvi Ratna; Nur, Hirza Ainin; Putri, Devi Setya; Fitriana, Vera
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2991

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan usia. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktivitas fisik atau olahraga. Dilain pihak kegemukan disebabkan oleh konsumsi makanan berlebih dan aktivitas fisik atau olahraga kurang. Brisk Walking Exercise merupakan salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berjalan lebih cepat dari kecepatan normal selama 20-30 menit. Tujuan: Untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa penerapan Brisk Walking Exercise dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Pre-Experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sample sebanyak 15 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Juni 2025 menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi Brisk Walking Exercise. Hasil: Setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise selama 4 hari berturut-turut, sebelum diberikan tindakan terapi Brisk Walking Exercise tekanan darah responden Kategori Normal Tinggi berjumlah 1 responden ( 6,67%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Sedang berjumlah 5 responden ( 33,33%), kemudian sesudah dilakukan intervensi normal berjumlah 1 responden (6,67%), Kategori normal tinggi berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 5 responden (33,33%). Terapi Brisk Walking Exercise ini memberikan pengaruh positif khususnya dimasyarakat Desa Wergu Wetan terhadap penurunan tekanan darah. Hal ini menunjukkan ada penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise. Kesimpulan: Terapi Brisk Walking Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah. Terapi ini dapat dijadikan pendekatan keperawatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah, Terapi Brisk Walking Exercis
IMPLEMENTASI PEER GROUP SUPPORT DENGAN METODE STORYTELLING TERHADAP SELF PROTECTION SKILLS DAN KNOWLEDGE: STRATEGI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Laili, Nurul; Ro'isah, Ro'isah; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2873

Abstract

Background: The incidence of violence against children has been increasing, with the majority of cases involving sexual abuse. Most victims are girls, and the perpetrators are predominantly individuals close to the child. This phenomenon is closely linked to children’s low levels of self-protection skills and knowledge. Survey data indicate that 98% of elementary school students have inadequate self-protection skills and limited understanding of sexual abuse. Based on these findings, it is essential to provide appropriate interventions to enhance children’s self-protection skills and knowledge. This study aims to examine the implementation of Peer Group Support through the storytelling method on children’s Self-Protection Skills and Knowledge. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a non-equivalent group pre-test and post-test approach. A total of 160 respondents participated, consisting of 80 in the control group and 80 in the experimental group. Data were collected using the Self-Protection Model Questionnaire and The Children’s Knowledge of Abuse Questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Results: The results showed a p-value < 0.05 (0.000 < 0.05), indicating a significant effect of the Peer Group Support intervention with the storytelling method on improving children’s self-protection skills and knowledge in the experimental group. Conclusion: The combination of Peer Group Support and the storytelling method can serve as an effective strategy in child sexual abuse prevention programs, as it is easy to implement, participatory, child-friendly, and promotes children’s confidence in taking protective actions. The implementation of Peer Group Support through storytelling has been proven to enhance children’s self-protection skills and knowledge as a preventive measure against sexual violence.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN JAHE MERAH TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N SATAP 1 PAGAR DEWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rohani, Siti; Aisah, Siti; Nurrosidha, Yossy; Indah, Komalasari; Primadevi, Inggit
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2994

Abstract

Nyeri haid atau menstruasi yang menimbulkan nyeri merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Dampak yang diakibatkan oleh nyeri haid yaitu fisik yang lemah, kurang gerak dan stres. Data SMPN SATAP I jumlah remaja putri sebanyak 56 dan yang mengalami nyeri sebanyak 20 responden. Terapi herbal dapat dilakukan dengan cara menggunakan obat tradisional yang berasal dari bahan-bahan tanaman salah satu tanaman mengurangi rasa nyeri yaitu jehe merah, jahe merah mengandung zat yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen terhadap pendekatan penelitian one group pretes and post test group design. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri haid dengan sampel yang digunakan sebanyak 20 remaja putri menggunakan teknik total sampling. Penelitian telah dilakukan di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat pada bulan Agustus 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji paired sample t-test). Hasil penelitian ini diketahui rata-rata nyeri haid pada remaja sebelum diberikan jahe merah adalah 4,60 (nyeri sedang) dan sesudah diberikan jahe merah adalah 2,85 (nyeri ringan). Ada pengaruh pemberian seduhan jahe merah terhadap nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat (p-value = 0,000). Saran diharapkan bagi sekolah dapat memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian seduhan jahe merah dalam pengurangan nyeri nyeri haid pada remaja.Kata Kunci: Jahe merah, nyeri nyeri haid, remaja
HUBUNGAN JARAK POSYANDU DAN PERAN KADER TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI LANGKAI KOTA BATAM Siti Nuriah; Savitri Gemini; Afif D Alba
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3147

Abstract

AbstrakLansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan kesehatan rutin melalui posyandu, dimana keaktifan mereka dipengaruhi oleh faktor seperti jarak posyandu dan peran kader. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jarak posyandu dan peran kader terhadap keaktifan lansia dii Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross sectional pada 54 lansia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan ujii Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jarak posyandu dan keaktifan lansia (p=0,343), namun terdapat hubungan signifikan antara peran kader dan keaktifan lansia (p=0,029). Disimpulkan bahwa peran kader berpengaruh terhadap keaktifan lansia, sehingga peningkatan kualitas dan efektivitas kader melalui pelatihan dan pendampingan menjadi strategi penting untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu.Kata Kunci: Jarak Posyandu, Peran Kader, Keaktifan Lansia
Perubahan Tingkat Agresivitas Remaja Sebelum dan Sesudah Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT Alvi Ratna Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Jamaludin Jamaludin; Rizqy Rajab Alvian
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3201

Abstract

Perilaku agresivitas pada remaja merupakan permasalahan yang sering terjadi dan berkaitan dengan rendahnya kemampuan regulasi emosi. Intervensi yang berfokus pada pengelolaan emosi diperlukan untuk membantu remaja mengendalikan respon agresif, salah satunya melalui terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat agresivitas remaja sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada tahun 2024 di lingkungan sekolah menengah pertama. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi. Pengukuran agresivitas dilakukan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test.. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nilai median skor agresivitas setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, dengan 30 responden mengalami penurunan skor, 4 responden mengalami peningkatan, dan 2 responden tidak mengalami perubahan.Terdapat perbedaan skor agresivitas remaja sebelum dan sesudah pemberian terapi SEFT. Intervensi SEFT berpotensi menjadi salah satu alternatif pendekatan dalam membantu remaja mengelola emosi dan mengurangi kecenderungan perilaku agresif, khususnya di lingkungan sekolah.
PENGARUH TERAPI OKUPASI MOTORIK HALUS MENGGUNTING DAN MENEMPEL TERHADAP KREATIVITAS ANAK TUNAGRAHITA DI SLB N PURWOSARI KUDUS Nadya Putri Kusumaningrum; Anny Rosiana Masithoh; Sukesih Sukesih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2879

Abstract

Kreativitas adalah potensi penting yang perlu dikembangkan sejak dini karena berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, imajinasi, dan kemandirian anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pada anak tunagrahita, stimulasi kreativitas dapat dilakukan melalui terapi okupasi motorik halus, salah satunya melalui kegiatan menggunting dan menempel. Terapi okupasi adalah intervensi non-farmakologis yang bertujuan meningkatkan motorik halus dan kreativitas melalui aktivitas yang bermakna dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pelaksanaan terapi okupasi motorik halus melalui kegiatan menggunting dan menempel terhadap tingkat kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain One Group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 34 anak tunagrahita yang pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kreativitas dan buku kerja terapi okupasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan dua data berpasangan. Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terapi okupasi motorik halus menggunting dan menempel terhadap kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus, dengan nilai p value = 0,000 (0,05). Kesimpulan : Terapi okupasi motorik halus menggunting dan menempel terbukti efektif memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas anak tunagrahita di SLB N Purwosari Kudus.Kata Kunci: Anak Tunagrahita, Kreativitas, Menggunting dan Menempel, Motorik Halus, Terapi Okupasi  ABSTRACT Creativity is an important potential that needs to be developed from an early age, because it plays a role in increasing children's self-confidence, imagination, and independence in daily activities. For children with special needs, creativity stimulation can be done through fine motor occupational therapy, one of which is through cutting and pasting activities. Occupational therapy is a non-pharmacological intervention that aims to improve fine motor skills and creativity through meaningful and enjoyable activities. This study aims to examine the effect of implementing fine motor occupational therapy through cutting and pasting activities on the level of creativity of children with special needs at SLB N Purwosari Kudus. Method: This study was conducted using a quantitative approach with a One Group Pre-Test Post-Test design. The research sample was 34 children with special needs selected using a total sampling technique. The research instruments were creativity observation sheets and occupational therapy workbooks. Data analysis was carried out univariately to describe the characteristics of respondents and bivariately using the Wilcoxon Signed Rank Test to compare two sets of paired data. Results: This study shows the influence of fine motor occupational therapy with the cutting and sticking method on the creativity of children with intellectual disabilities at SLB N Purwosari Kudus, with a value (P value = 0.000). Conclusion: Fine motor occupational therapy with the cutting and sticking method has been proven to be effective in providing a positive influence on increasing the creativity of children with intellectual disabilities at SLB N Purwosari Kudus.Keywords: Children with Intellectual Disabilities, Creativity, Cutting and Pasting, Fine Motor Skills, Occupational Therapy.  
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN POST MODIFIKASI RADIKAL MASTEKTOMI (MRM) DI RUMAH SAKIT KELUARGA SEHAT PATI Devi Setya Putri; Stefanus Puji Pangudyo Sidi; Luluk Cahyanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3207

Abstract

Mastektomi mampu menyebabkan gangguan identitas diri pada pasien, salah satunya pasien sulit untuk menerima keadaan dirinya sendiri. Penerimaan diri merupakan seorang individu yang telah belajar untuk hidup dengan dirinya sendiri, dalam arti individu dapat menerima kelebihan maupun kekurangan yang ada dalam dirinya. Penerimaan bukan berarti memberikan toleransi sesuatu yang membuat kita sengsara, tetapi penerimaan berarti menyadari kekuatan yang kita miliki dalam diri kita untuk menjadi bahagia dan kuat. Modifikasi Radikal Mastektomi (Modified Radical Mastectomy/ MRM) merupakan tindakan pengangkatan seluruh payudara beserta simpul limfe dibawah ketiak. Dampak dari Modifikasi Radikal Mastektomi yaitu pasien ketakutan akan sakit yang diderita dan keluarga yang tidak mau menerima keadaan pasien pasca dilakukan tindakan Modifikasi Radikal Mastektomi. Hal mengakibatkan pasien memandang dirinya tidak sempurna lagi secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada pasien post modifikasi radikal mastektomi di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 32 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Analisis data menggunakan program SPSS untuk mengetahui bagaimana gambaran data yang telah selesai dikumpulkan dengan bentuk distribusi frekuensi variabel penerimaan diri. Hasil penelitian didapatkan, sebagian besar responden memiliki penerimaan diri yang kurang sebanyak 23 responden (71,9%) dan responden dengan penerimaan diri baik sebanyak 9 responden  (28,1%).
Implementasi Asuhan Keperawatan dalam Mendukung Fungsi Pernapasan pada Anak dengan COVID-19: Tinjauan Literatur Nayla Fauziah; Sarah Anggita Nababan; Permaida Permaida; Dame Elysabeth Tarihoran
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2944

Abstract

COVID-19 adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang terutama menyerang sistem pernapasan pada anak. Pada anak-anak, sebagian besar kasus bersifat ringan atau bahkan tanpa gejala, namun kondisi berat tetap dapat terjadi terutama pada anak dengan kondisi penyerta atau komorbiditas tertentu seperti asma. Di Indonesia, angka kematian anak akibat COVID-19 tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia, sehingga memerlukan perhatian lebih dalam penanganan dan pemberian asuhan keperawatan. Dalam situasi ini, kepekaan, ketelitian,  dan ketepatan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan menjadi faktor yang sangat penting. Perawat tidak hanya berperan sebagai pelaksana tindakan, tapi juga sebagai observer, edukator, terapis, dan kolaborator dalam proses penyembuhan anak dengan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan asuhan keperawatan terhadap peningkatan fungsi pernapasan pada anak dengan COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur yang diambil melalui basis data Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020 sampai 2025. Dari hasil pencarian, diperoleh enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 83,3% ( n=5) artikel menunjukan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang berfokus pada penanganan gangguan pola napas tidak efektif dan gangguan pertukaran gas memberikan hasil positif, berupa peningkatan saturasi oksigen lebih dari 95% serta penurunan sesak napas. Sementara itu, 16,6% (n=1) artikel membahas kasus anak dengan komorbid asma yang tetap menunjukan pemulihan tanpa komplikasi berat. Dengan demikian, penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif meliputi observasi fisiologis dan psikolgis terhadap kondisi pernapasan edukasi kepada keluarga mengenai perawatan di rumah, penerapan non-farmakologis, serta kolaborasi dengan tim medis, terbukti mampu meningkatkan fungsi pernapasan dan mempercepat proses pemulihan anak yang terinfeksi COVID-19.
EFEK AIR REBUSAN LIDAH BUAYA UNTUK MENSTABILKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2 Tri Suraning Wulandari; Lufhfi Fauzy Asriyanto; Yuni Susilowati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3187

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin. Secara global, prevalensi DM mencapai sekitar 422 juta orang, sedangkan di Indonesia sebesar 8,5% pada penduduk usia ?15 tahun. Faktor lingkungan dan genetik berperan penting dalam terjadinya diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin, obesitas, serta disfungsi pankreas. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti gangguan perfusi perifer, nyeri, infeksi, dan kerusakan saraf. Penatalaksanaan nonfarmakologis menggunakan lidah buaya yang mengandung kromium diketahui efektif dalam membantu memperbaiki kontrol kadar gula darah serta mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus (DM). Kandungan kromium dalam lidah buaya berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi pankreas. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti rebusan, jus, kapsul, maupun gel.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian air rebusan lidah buaya untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 5 dengan kriteria inklusi pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dengan gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Alat yang digunakan glukometer dengan easy touch. Hasil: Setelah pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut, terjadi perbaikan kadar glukosa darah pada responden.Kesimpulan: Pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut menunjukkan adanya perbaikan kadar glukosa darah pada lima responden yang sebelumnya memiliki kadar glukosa darah tinggi. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue