cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Gambaran Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Carcinoma Mammae yang Menjalani Kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati Pujiati, Eny; Arsy, Gardha Ryas; Septarani, Sania
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2930

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Carcinoma mammae merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di Indonesia dan sering menimbulkan dampak psikologis akibat perubahan fisik yang diakibatkan oleh kemoterapi. Salah satu dampak psikologis yang sering muncul adalah gangguan citra tubuh, yaitu persepsi negatif terhadap kondisi fisik yang berubah setelah menjalani pengobatan. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kualitas hidup pasien. Tujuan: untuk menggambarkan gangguan citra tubuh pada pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati. Metode: menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi pada tahun 2024 sebanyak 357 pasien, dengan sampel 53 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner gangguan citra tubuh yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: sebagian besar responden mengalami gangguan citra tubuh negatif sebanyak 31 orang (58,5%), sedangkan 22 responden (41,5%) memiliki citra tubuh positif. Mayoritas responden berusia 41–60 tahun, berpendidikan dasar (47,2%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (32,1%), dan telah menjalani 2–3 siklus kemoterapi (47,2%). Sebagian besar responden juga mengalami efek kemoterapi sedang (47,2%). Kesimpulan: sebagian besar pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan citra tubuh negatif akibat perubahan fisik dan dampak emosional dari pengobatan. Dukungan psikososial dan edukasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan citra tubuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: Carcinoma mammae, kemoterapi, citra tubuh  ABSTRACT Background: Carcinoma mammae is one of the most prevalent types of cancer in Indonesia and often leads to psychological impacts due to physical changes caused by chemotherapy. One of the common psychological effects is body image disturbance, which refers to a negative perception of one’s physical appearance following treatment. This condition can affect patients’ self-confidence, social relationships, and overall quality of life. Objective: To describe body image disturbances among patients with carcinoma mammae undergoing chemotherapy at RAA Soewondo Regional General Hospital, Pati. Methods: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study population included all carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy in 2024, totaling 357 patients. A sample of 53 respondents was selected using an accidental sampling technique. Data were collected using a validated and reliable body image disturbance questionnaire and analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Results: Most respondents experienced negative body image disturbances (58.5%), while 41.5% had a positive body image. The majority of respondents were aged 41–60 years, had basic education (47.2%), worked as housewives (32.1%), and had undergone 2–3 chemotherapy cycles (47.2%). Most respondents also experienced moderate chemotherapy side effects (47.2%). Conclusion: Most carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy experienced negative body image disturbances due to physical changes and emotional impacts of treatment. Psychosocial support and health education are essential to help patients adapt to body image changes and improve their quality of life. Keywords: Carcinoma mammae, chemotherapy, body image
PENERAPAN BRISK WALKING EXERCISE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Cahyanti, Luluk; Khoirunnisa, Fara; Yuliana, Alvi Ratna; Nur, Hirza Ainin; Putri, Devi Setya; Fitriana, Vera
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2991

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan usia. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktivitas fisik atau olahraga. Dilain pihak kegemukan disebabkan oleh konsumsi makanan berlebih dan aktivitas fisik atau olahraga kurang. Brisk Walking Exercise merupakan salah satu latihan fisik yang dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berjalan lebih cepat dari kecepatan normal selama 20-30 menit. Tujuan: Untuk menggambarkan dan membuktikan bahwa penerapan Brisk Walking Exercise dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif Pre-Experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sample sebanyak 15 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Juni 2025 menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi Brisk Walking Exercise. Hasil: Setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise selama 4 hari berturut-turut, sebelum diberikan tindakan terapi Brisk Walking Exercise tekanan darah responden Kategori Normal Tinggi berjumlah 1 responden ( 6,67%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Sedang berjumlah 5 responden ( 33,33%), kemudian sesudah dilakukan intervensi normal berjumlah 1 responden (6,67%), Kategori normal tinggi berjumlah 9 responden (60,00%), Kategori Hipertensi Ringan berjumlah 5 responden (33,33%). Terapi Brisk Walking Exercise ini memberikan pengaruh positif khususnya dimasyarakat Desa Wergu Wetan terhadap penurunan tekanan darah. Hal ini menunjukkan ada penurunan tekanan darah setelah diberikan terapi Brisk Walking Exercise. Kesimpulan: Terapi Brisk Walking Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah. Terapi ini dapat dijadikan pendekatan keperawatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Penurunan Tekanan Darah, Terapi Brisk Walking Exercis
IMPLEMENTASI PEER GROUP SUPPORT DENGAN METODE STORYTELLING TERHADAP SELF PROTECTION SKILLS DAN KNOWLEDGE: STRATEGI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Laili, Nurul; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2873

Abstract

Background: The incidence of violence against children has been increasing, with the majority of cases involving sexual abuse. Most victims are girls, and the perpetrators are predominantly individuals close to the child. This phenomenon is closely linked to children’s low levels of self-protection skills and knowledge. Survey data indicate that 98% of elementary school students have inadequate self-protection skills and limited understanding of sexual abuse. Based on these findings, it is essential to provide appropriate interventions to enhance children’s self-protection skills and knowledge. This study aims to examine the implementation of Peer Group Support through the storytelling method on children’s Self-Protection Skills and Knowledge. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a non-equivalent group pre-test and post-test approach. A total of 160 respondents participated, consisting of 80 in the control group and 80 in the experimental group. Data were collected using the Self-Protection Model Questionnaire and The Children’s Knowledge of Abuse Questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test. Results: The results showed a p-value < 0.05 (0.000 < 0.05), indicating a significant effect of the Peer Group Support intervention with the storytelling method on improving children’s self-protection skills and knowledge in the experimental group. Conclusion: The combination of Peer Group Support and the storytelling method can serve as an effective strategy in child sexual abuse prevention programs, as it is easy to implement, participatory, child-friendly, and promotes children’s confidence in taking protective actions. The implementation of Peer Group Support through storytelling has been proven to enhance children’s self-protection skills and knowledge as a preventive measure against sexual violence.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN JAHE MERAH TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N SATAP 1 PAGAR DEWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rohani, Siti; Aisah, Siti; Nurrosidha, Yossy; Indah, Komalasari; Primadevi, Inggit
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2994

Abstract

Nyeri haid atau menstruasi yang menimbulkan nyeri merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Dampak yang diakibatkan oleh nyeri haid yaitu fisik yang lemah, kurang gerak dan stres. Data SMPN SATAP I jumlah remaja putri sebanyak 56 dan yang mengalami nyeri sebanyak 20 responden. Terapi herbal dapat dilakukan dengan cara menggunakan obat tradisional yang berasal dari bahan-bahan tanaman salah satu tanaman mengurangi rasa nyeri yaitu jehe merah, jahe merah mengandung zat yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen terhadap pendekatan penelitian one group pretes and post test group design. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri haid dengan sampel yang digunakan sebanyak 20 remaja putri menggunakan teknik total sampling. Penelitian telah dilakukan di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat pada bulan Agustus 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji paired sample t-test). Hasil penelitian ini diketahui rata-rata nyeri haid pada remaja sebelum diberikan jahe merah adalah 4,60 (nyeri sedang) dan sesudah diberikan jahe merah adalah 2,85 (nyeri ringan). Ada pengaruh pemberian seduhan jahe merah terhadap nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat (p-value = 0,000). Saran diharapkan bagi sekolah dapat memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian seduhan jahe merah dalam pengurangan nyeri nyeri haid pada remaja.Kata Kunci: Jahe merah, nyeri nyeri haid, remaja

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue