cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pertumbuhan cacing tanah Eisenia fetida sp. Pada kompos limbah fleshing Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.009 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i2.499

Abstract

The use of earthworm as a source of income and a means for managing organic solid waste such as fleshing waste has been widely applied. The aim of this research was to find the optimum ratio between fleshing waste and cow dung in the growing medium of Eisenia fetida sp. This research was conducted by growing the E. fetida sp. earthworm in the medium containing fleshing waste mixed with cow dung. The ratio of fleshing waste and cow dung was varied at 0:100; 10:90; 20:80; 30:70; 40:60; and 50:50. In addition, 2 parts of chopped stubbles per part of every sample was added as a carbon source. The prepared media were fermented for three weeks with EM4 as a starter, followed by incubation of the earthworm for six weeks. The weight and the number of earthworm were evaluated every two weeks. The optimum growth of earthworm was achieved at the 2nd week of incubation with 185.48% and 121.10% increase of weight and number of earthworm, respectively, at 40:60 ratio of fleshing waste and cow dung in the growing medium.Keywords: earthworm, fleshing waste, incubation.ABSTRAKPenggunaan cacing tanah sebagai sumber pendapatan dan juga sarana untuk penanganan limbah padat organik seperti limbah fleshing saat ini telah banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimal perbandingan antara limbah fleshing dan kotoran sapi untuk pertumbuhan cacing tanah E. fetida sp. Penelitian dilakukan dengan menumbuhkan cacing tanah E. fetida sp. dalam media campuran limbah fleshing dan kotoran sapi dengan variasi perbandingan berturut-turut 0:100; 10:90; 20:80; 30:70; 40:60; dan 50:50 dan sebagai tambahan sumber karbon ditambahkan cacahan jerami sebanyak 2 bagian untuk setiap perlakuan. Semua media perlakuan difermentasikan selama tiga minggu dengan bantuan larutan starter EM4, dilanjutkan dengan inkubasi cacing tanah selama enam minggu. Berat serta jumlah cacing tanah dievaluasi setiap dua minggu. Pertumbuhan optimum cacing tanah dicapai pada minggu ke-2 dengan kenaikan bobot cacing tanah sebesar 185,48% dan jumlah 121,10% pada perlakuan perbandingan limbah fleshing dengan kotoran hewan 40:60.Kata kunci: cacing tanah, inkubasi, limbah fleshing.
Penentuan kriteria cacat kulit untuk tingkat kualitas kulit Wiryodiningrat, Suliestiyah
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.553 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i14.483

Abstract

The aim of this study was to present data for preparing quality standard of sun dry sheep skins. Samples used for this study were 70 sides of sun dry sheep skins in various quality ranging from first to rejected onegraded by skin colectors and tanners in Java, which were radomli taken. Visually, they were classified into several classes by the tea in accordance with qualitative value of theoretical studies carried-out bay LRI (1962) and Aten et al (1955). The results of both classification then were compared to each other. A enclusion was drawn from this study that results of on sun dry sheep skins quality on basis of defect criteria could not be used as data in preparing quality standard of skins (for subyective factors were very much influenced). Table of evalution on skins quality prepared by the team could be used as a guide in quantitative grading. It was stated from visual inspection of sheep skins qualitatively that : average value of quality I = 95, quality II = 84,29, quality III = 68,76 and quality IV/AF = 40,92.   INTISARI Tujuan penelitian ini adalah menyajikan data untuk bahan penyusunan standar mutu kulit mentah kambing yang diawet dengan sinar matahari. Dengan menggunakan sampel 70 lembar kulit kambing (PE) mentah yang di awet dengan sinar matahari, yang diambil secara random dari para pengumpul/pedagang kulit dan penyamak kulit yang tersebar di seluruh Jawa. Sampel tersebut diambil dari bermacam-macam kulit yang tersebar di seluruh Jawa. Sampel tersebut diambil dari bermacam-macam kulit yang ada dari kualitas I sampai dengan reject, berdasarkan penilaian kualitas masing-masing dari para pedagang/pengumpul kulit serta penyamak kulit. Dengan cara organoleptis kulit-kulit tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa kelas (oleh team) berdasarkan penilaian kualitatip dari teori-teori yang pernah dikemukakan oleh BPK (1962) dan Aten et al (1955). Hasil klafikasi dari pedagang / pengumpul kulit serta penyamak kulit kemudian dibandingkan dengan hasil klasifikasi oleh team. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penilaian kualitas kulit mentah kambing yang diawet dengan sinar matahari secara organoleptis berdasarkan kriteria cacat-cacat yang ada pada kulit, tidak dapat dijadikan dasar untuk menyusun standar mutu kulit mentah (karena sangat dipergunakan oleh faktor subyectivitas). Tabel Penilaian kualitas kulit mentah yang telah disusun oleh team dapat dijadikan pedoman dalam grading kulit mentah secara kuantitatip. Dalam penilaian kualitas kulit secara kualitatip berdasarkan organoleptis menghasilkan : nilai rata-rata kualitas I = 95, kualitas II = 84, 29, kualitas III = 68,76, dan kualitas IV/ AF = 40, 92.
Penelitian pemanfaatan kulit itik Untari, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.406 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i17.404

Abstract

Study on utilization of duck skins was intended to identify the right method of obtaining duck skins which could be utilized as maximum as possible, and it was conducted among others by observing the method of depilating feathers and obtaining quality duck skins. 24 duck of confine and tended were used in this study, and ther were 3 treat ments provided on the duck skins i.e : feasher depilation, no feather depilation and depilation using ash. The results of the study showed that the re were no significant between tended and confine duck skins (P≤  0,05) on-the test results of tensile strength. On visual inspection of no depilated duck skins showed there was only 1 % damage occurred, but the feather coul be not be utilized, while 5% damage occurred on the depilated duck skins, but the feather could be not be utilized. It was suggested that the feather of the duck skins should be depilated before processing.  INTISARI  Yang dimaksud dengan Penelitian Pemanfaatan Kulit Itik ini ialah penelitian untuk mendapatkan kulit itik yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin antara lain dengan penelitian cara pencabutan bulu yang baik. Penelitian ini menggunakan sampel 24 ekor itik yang terdiri dari itik terkurang dan itik gembala dengan 3 perlakuan yaitu : dicabut bulunya tanpa dicabut bulu dan dicabut bulu dengan abu gosok sebagai bahan pembantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada beda  nyata antara cara pencabutan bulu (P ≤ 0,05) pada hasil uji kekuatan tarik. Pada uji organoleptis kulit yang dicabut bulunya sebelum diproses kerusakan kulitnya 5% dan bulunya dapat dimanfaatkan. Disarankan agar dalam pemanfaatan kulit itik sebaiknya dilakukan pencabutan bulu sebelum diproses. 
Penelitian pengaruh pemakaian filler carbon black dalam jumlah bervariasi terhadap sifat tegangan putus dan pampatan tetap bantalan karet untuk dermaga Musthofa, Hadi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.796 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i18.423

Abstract

The objective of the researc is to know the influence of carbon black as filler of the properties tensile strength and compression deflection for dock vender. The research was done by using standarcompound for dock vender in which the carbon black as filler was varied at 45, 50, 55, 60, 65, and 70 parts for every 100 parts of natural rubber. Statistical analysis  paint out that there is no significant deferences. The application carbon black 45 parts will give the best compound with the tensile strength 19,22 N/mm2 and compression set deflection 6,67%. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengisi carbon  black terhadap sifat tegangan putus dan pampatan tetap untuk batalan karet dermaga. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi jumlah carbon black yang ditambahkan ke dalam kompon standar dengan variasi 48, 45, 50, 55, 60, 65 dan 70 bagian pada setiap 100 bagian karet. Analisa statistik menunjukkan bahwa sifat tegangan putus dan pampatan tetap tidak berbeda nyata, hasil uji terbaik dengan jumlah karbon black 45 bagian dengan memberikan tegangan putus 19,22 N/mm2, pampatan tetap 6,67%.   
Pengaruh jumlah Cr2O3 terhadap kelemasan kulit atasan sepatu dari kulit biawak finish natural Lutfie, Muchtar; Widhiati, Widhiati; Rahayu, Esti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.736 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.340

Abstract

The study is aimed at detecting the amount of Cr2O3 in percent added in the tanning of lizard skins for natural finished shoe upper leather. The materials used in this study are 36 pieces of dry preservated lizard skins which are tanned to natural finished shoe upper leather, while the tanning  agent used are Cr2O3 that added in veried amount as 0,5 %; 1,0 %; 1,5 % and 15 % Basyntan DLX. Using varian’s analysis, it is found that there is a significant difference in the softness of the leather caused by the amount of Cr2O3 added. The use of 1,5% Cr2O3 obviously shows the best result.   INTISARI   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Cr2O3 (%) yang digunakan pada penyamakan kulit biawak untuk kulit atasan sepatu finish natural. Dengan menggunakan 36 lembar kulit biawak yang diawet kering diproses untuk kulit jadi untuk kulit atasan sepatu dengan finish natural. Bahan penyamak yang digunakan adalah Cr2O3 dengan variasi 0,5 %; 1,0 %, 1,5 % serta 15 % Basyntan DLX. Dengan menggunakan analisa varias’s ternyata didapatkan ada beda sangat nyata kelemasan akibat pengaruh perbedaan jumlah Cr2O3 yang diberikan. Penggunaan 1,5 % Cr2O3 adalah jumlah yang terbaik. 
Stabilitas emulsi kopolimer S-GMA (stirena – glisidil metakrilat) Winursito, Isananto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.201 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i14.488

Abstract

Epoxy groups in glycidyl methacrylate (GMA) units have been available for the reaction with amine of proteins or other biological active substrates to prepare biomaterials and hybrid devices. Soap-soap copolymerization of GMA with styrene (S) result the formation of stable latex. Hydrolysis of epoxy groups in copolymer particles increased emulsion stability. The effect of pH, temperature and reaction time in the hydrolysis of S-GMA copolymer have been investigated.   INTISARI Gugus epoksi dalam glisidil matakrilat (GMA) dapat digunakan untuk mengikat gugus amina pada protein atau substrat aktif biologi untuk menyiapan suatu biomaterial dan peralatan hibrida. Kopolimerisasi GMA dengan stirena (S) tanpa menggunakan pengemulsi dapat menghasilkan la teks yang stabil. Hidrolisa gugus epoksi dalam partikel kompolimer ini menaikkan stabilitas emulsi. Pada penelitian ini telah dipelajari pengaruh pH, suhu dan waktu reaksi dalam hidrolisa kopolimer S-GMA.
Penelitian mutu kulit sarung tangan golf samak krom Untari, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.773 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.493

Abstract

The Study aimed at improving the quality of chrome-tanned leather for golf floves producted by Indonesian tanners. Samples used in this study were 32. They were visually inspected and tested on their chemical and physical properties. The results of the chemical and physical tests were analyzed using deviation standard in descriptive statistics. It was obtained from the visual inspection of the samples taken that the leather was soft enough, the colour was even, their hair was not loose, and it was flexible but not elastic. While from the Chemical Tests, the results obtained were : water content (13,78 – 16,94) %; Fat Content (6,04 – 11,38) % and pH Valueness (4,43 – 5,19). It was obtained from the physical tests that Thickness (0,32 – 0,64) mm; well tanned; Tensile Strength resistence (106,07 – 109,73) kg/cm2; Flexibility (53,11 – 103,07) %; Slit Tear Resistance (13,48 – 39,22) kgf/cm; Stitch Tear Strength (74,51 – 137,79) kgf/cm, wet rub fastness tst shown a little discolourisation while dry rub fastness test shown no discolourisation.INTISARI Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan Mutu Kulit Sarung Tangan Golf Samak Krom, Produk dari industri penyamakan kulit di Indonesia. Menteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah 32 sampel kulit sarung tangan golf samak krom. Analisa hasil uji dengan menggunakan Standar Deviasi dalam Des-criptive Statistic. Pengujian sampel dilakukan terhadap sifat-sifat organoleptis, kimiawi dan fisis dari kulit. Dari uji organoleptis diperoleh hasil uji cukup lemas, warnanya rata, nerf tidak lepas dan pegangannya mulur tetapi tidak elastis. Dari hasil uji kimiawi diperoleh hasil : nilai rentangan Kadar Air = (13,78 – 16,94) %; Kadar Cr2O3  =(1,43 – 4,91)%; dan pH = (3,78 – 5,30). Dalam uji fisis diperoleh hasil : nilai rentangan Tebal = (0,32 – 0,64) mm; Penyamakan = masak ; kekuatan Tarik = (106,07 – 199,73) kgf/cm2; Kemuluran Jahit = (74,51 – 137,79) kgf/cm serta kekuatan gosok cat basah = sedikit luntur dan kekuatan gosok cat kering = tidak luntur
Penentuan jenis lem yang tepat pada pembuatan sepatu plastik dengan sol pvc sistim pres dingin Murwati, Murwati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.43 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v9i17.410

Abstract

In this research, used 5 kinds of adhesive wich has code : RU, NU, SG, PD and EK for making plastic shoes, imitation leather, and PVC battom. We made 5 pairs of men shoes of each kinds of adhesion. The total of shoes are 25 pairs, 20 pairs for adhesion test and peel test, and the other 5 pairs for fils. The best decision of adhesive is depanded on the result of the adhesion test and peel test. INTISARI Pembuatan sepatu plastic atasan kulit imitasi, sol PVC pada penelitian ini, menggunakan 5 jenis lem dengan kode : RU, NU, SG, PD, dan EK, untuk setiap jenis lem masing-masing dibuat 5 pasang sepatu pria, jadi jumlah sepatu yang dibuat adalah 25 pasang, dimana 20 pasang untuk uji kekuatan rekat lem (Adhesion Test dan Peel Test) dan 5 pasang untuk arsip. Penelitian jenis yang terbaik berdasarkan prioritas yang diperoleh dari pengamatan nilai adhesion test dan peel test dengan urutan sebagai berikut :-          Lem dengan kode RU-          Lem dengan kode NU-          Lem dengan kode SG
Prospek pengembangan industri perkulitan pada pelita VI Karyadi, D
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1698.517 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v10i19.428

Abstract

The leather industry is one of the strong competitive industry, as it comes from renewable natural resources. Therefore, the leather industry has good prospect to develop at the Pelita VI to be the industrial products export competitive. To develop leather industry and leather products should be given closed attention and well managed, especially concerning raw material supply, quality and leather waste treatment.   INTISARI Industri perkulitan merupakan salah satu industri berdaya saing kuat, karena berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui.Oleh karena itu industri perkulitan mempunyai prospek untuk dikembangkan pada Pelita VI untuk dijadikan komoditi andalan ekspor hasil-hasil industri.Untuk mengembangkan industri kulit dan produk kulit perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik, hal-hal yang berkaitan dengan penyediaan bahan baku kulit, mutu dan pengendalian limbah kulit.  
Penelitian untuk mengetahui kualitas sol karet transparan sepatu kanvas untuk olah raga Setyaningsih, Any; Budiasih, Sri; Suparti, Suparti; Sunardi, Sunardi; Sumasto, C Yuwono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.869 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i22.345

Abstract

Research to know quality rubber sole translucent kanvas shoes sport to keep in conditioning room during 2 (two) month, agree with survey result than attitude test: tensile strength, elongation, permanent set 50% and hardness agree strength properties reference more homogeny, permanent set 50% and hardness to experience reduction properties because elasticity to decrease until can bring about forceful measure of surface. Sole which influence activity more advanced, whereas elongation not change properties during to keep, then time to keep good are ½ - 11/2 month.   INTISARI  Penelitian untuk mengetahui kualitas sol karet transparan sepatu kanvas untuk olah raga disimpan dalam ruang kondisi selama 2 (dua) bulan, sesuai dengan hasil survey, kemudian dilakukan pengujian : tegangan putus, perpanjangan putus, perpanjangan tetap 50% dan kekerasannya sesuai dengan persyaratan SNI 0171 – 87A. Sepatu Kanvas Dengan Sol Karet Untuk Olah Raga. Pengujian dilakukan setiap 15 hari (1/2 bulan) sekali menghasilkan sebagai berikut : untuk sifat tegangan putus menunjukkan semakin homogen, perpanjangan tetap 50% dan kekerasan mengalami penurunan sifat dikarenakan elastisitasnya berkurang sehingga dapat menimbulkan pengerasan pada permukaan sol yang akan mempengaruhi pengerjaan lebih lanjut. Sedangkan perpanjangan putus tidak ada perubahan sifat selama dalam penyimpanan. Maka waktu penyimpanan yang terbaik adalah 1/2 – 1 1/2 bulan. 

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue