cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pengaruh penggunaan nitril butadiene rubber dan pale crepe pada pembuatan sol karet untuk sepatu pengaman Yuniari, Arum
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.728 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.223

Abstract

Rubber sole for safety shoes was different on physical specification with general sole, especially on abrasion resistance and oil resistance. The objective of the study was to determine the effect of nitril butadiene rubber and pale crepe on physical properties of vulcanized rubber sole for safety shoes. Rubber sole for safety shoes was produced by blending pale crepe and nitril butadiene rubber with ratio of : 50/50; 60/40; 70/30 and 80/20 phr, respectively. Carbon black as filler was also variated with, 40 ; 50 and 60 phr. Compounding processing used two roll mill machine and vulcanized rubber sole was by using pressed use hydraulic press machine. The results showed that vulcanized rubber sole for safety shoes with good quality consist of pale crepe and NBR 80/20 phr and carbon black 40 phr, which was characterized by tensile strength 16.81 N/mm2, tear strength 11.68 N/mm, density 1.12 g/cm3, abrasion resistance 58.51 mm3, hardness 71.60 shore A, resistance to cut growth 30.000 times was 1.15 mm and oil resistance 65.44%, respectively. The quality parameters was complied with standard quality of SNI 0111 : 2009, for safety shoes from leather and vulcanized rubber sole that fulfill oil reistance parameter.  Keywords : pale crepe, nitril butadiene rubber, carbon black, rubber sole, safety shoes. Sol karet sepatu pengaman mempunyai perbedaan spesifikasi teknis dengan sol karet pada umumnya, terutama sifat fisiknya seperti ketahanan kikis dan ketahanan minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan nitril butadiene rubber dan pale crepe terhadap sifat fisika vulkanisat sol karet untuk sepatu pengaman. Sol karet sepatu pengaman dibuat dengan campuran bahan baku karet alam (pale crepe) dan karet sintetis NBR dengan variasi berturut-turut 50/50 ; 60/40; 70/30 dan 80/20 phr. Sebagai bahan pengisi digunakan carbon black dengan variasi 40; 50 dan 60 phr. Bahan-bahan digiling menggunakan peralatan two roll mill, sedang pencetakan kompon digunakan mesin hydraulic press. Hasil uji menunjukkan bahwa vulkanisat sol karet untuk sepatu pengaman dengan kualitas terbaik diperoleh dari ratio pale crepe dan NBR 80/20, carbon black 40 phr, dengan nilai tegangan putus sebesar 16,81 N/mm2, ketahanan sobek 11,68 N/mm, bobot jenis 1,12 g/cm3, ketahanan kikis 58,51 mm3, kekerasan 71,60 shore A, ketahanan terhadap perluasan sobekan 30.000 kali adalah 1,15 mm dan ketahanan terhadap minyak pelumas 65,44 %. Hasil uji tersebut memenuhi persyaratan SNI 0111 : 2009, sepatu pengaman dari kulit dengan sol karet sistem cetak vulkanisasi kecuali parameter ketahanan terhadap minyak pelumas tidak memenuhi yang disyaratkan. Kata kunci : pale crepe, nitril butadiene rubber, carbon black, sol karet, sepatu pengaman.
Penggunaan zeolit alam untuk mengurangi kandungan krom dan nh4+ dalam air limbah penyamakan kulit Supraptiningsih, Supraptiningsih; Suraswati, Agustin; Sholeh, Muhammad
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.312 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.329

Abstract

Leather tanning waste water contains chemical compounds, such as chromium and NH4+ in high concentration, so if they are thrown away without treatment they will make some problems. The aims of this research is to adsorb the cations in leather tanning waste water i.e chromium and NH4+ used natural zeolite as an adsorbent. Research was done by comparing amount of chromium and NH4+ in effluent waste water treatment unit with amount of chromium and NH4+ after being adsorbed by zeolite in a batch system. The result of this research showed that efficiency difference between using zeolite and waste water treatment unit was significant. The optimal condition to reduce chromium and NH4+ was by using 300 grams per liter waste, zeolite particle size was 50-60 mesh, contact time was 24 hours and pH 8±0,1. In this condition, zeolites could reduce chromium from 3728,56mg/l to 365,39 mg/l or 90,20%, and NH4+ from 3040,02 mg/l menjadi 209,76 mg/l or 93,10%. Waste water treatment unit could reduce chromium 63,55% and NH4+ 56,75%.  Keywords : natural zeolite, chromium, NH4+, leather tanning, waste water.   ABSTRAK Air limbah penyamakan kulit mengandung senyawa-senyawa kimia antara lain krom dan NH4+ yang cukup tinggi, sehingga bila langsung dibuang tanpa mengalami pengolahan, maka akan menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengurangi kandungan krom dan NH4+ dalam air limbah industry menyamakan kulit dengan menggunakan zeolite, pada kondisi adsorpsi optimal meliputi jumlah zeolite, waktu kontak, dan ukuran partikel. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan jumah krom dan NH4+ dalam air limbah yang diolah pada unit Pengolah Limbah (UPAL) yang selama ini telah dilakukan, dengan jumlah krom dan NH4+ dalam air limbah yang dilewatkan zeolit alam dengan sistem batch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan efisiensi penggunaan zeolit dengan UPAL nyata. Kondisi optimal ntuk menurunkan kandungan krom dan NH4+ dapat menggunakan zeolite alam sebanyak 300 gram untuk setiap liter limbah, ukuran zeolite 50-60 mesh, waktu kontak 24 jam dan larutan limbah dikondisikan pada pH 8± 0,1. Pada kondisi tersbut zeolit dapat menurunkan krom dari 3728,56 mg/l menjadi 365,39 mg/l atau sebesar 90,20%, sedangkan untuk NH4+ dari 3040,02 mg/l menjadi 209,76 mg/l atau sebesar 93,10%. Penggunaan zeolit alam pada UPAL menurunkan kandungan krom sebesar 63,55 % dan NH4+ sebesar 56,75%.   Kata Kunci : zeolit alam, krom, NH4+, air limbah, penyamakan kulit. 
Pengaruh sumber dan konsentrasi garam (Na Cl) pada proses pengasaman (pickling) terhadap mutu kulit domba untuk sarung tangan Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2618.53 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.228

Abstract

The aim of the research was to determine the effects of source and concentration of salt (NaCl) during the pickling process on the leather quality of sheep skin for glove. The kind of salt and concentration developed during pickling process of sheep skin the purified salt, Australian salt, Wedung Demak salt, Madura salt and control salt, was utilized the various concentration was 4%, 6% and 8%, respectively. The test parameter are chemist, physical and visual test. The sheep leather was products like wet blue leather and crust leather, and then they were subsequently tested for their quality such as water content, ash content and Cr2O3 content for wet blue leather and visual test for crust leather such as condition of leather, color, tear strength and resilient. The wet blue leather was water 44,98%, dust 6,90%, and Cr2O3 3,7%, performed with SNI 06-3538-1994, Standard sheep/goat wet blue leathers. Crust of that leather was bright leather condition about soft, non deflated, flexible, color was average, the tear strength moderately was powerful, the spring was elastic, tensile strength was 156,62 kg/cm2 and elongation at break 42% these quality parameter were comply with regulation standard was SNI 06-4035-1996, Standard the glove leather from sheep/goat leather. Key words : salt (NaCl), pickling, leather quality, sheep. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh penggunaan jenis dan konsentrasi garam pada proses pengasaman terhadap mutu kulit domba (wet blue dan kras) yang dihasilkan. Jenis garam dan konsentrasi yang digunakan dalam proses pengasaman bervariasi yaitu dengan garam Purifikasi, Australia, Wedung Demak, Madura dan Kontrol (garam di pasaran) dan konsentrasi berturut-turut 4,6 dan 8%. Parameter uji mutu kulit domba meliputi uji kimia, fisik dan organoleptis. Kulit wet blue diuji kadar air, kadar abu dan kadar Cr2O3. Kulit kras diuji secara organoleptis yang meliputi keadaan kulit, warna kulit, ketahanan sobek dan kelentingan serta uji fisis (kekuatan tarik dan kemuluran). Hasil uji menunjukkan bahwa kulit wet blue dan kulit kras yang memiliki mutu terbaik adalah menggunakan garam Wedung Demak dengan konsentrasi 8%, memberikan hasil kulit wet blue dengan kadar air 44,98%, kadar abu 6,90% dan kadar Cr2O3 3,70%,memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan dalam SNI 06-3538-1994 tentang Kulit Wet Blue Domba/Kambing. Kulit kras yang dihasilkan mempunyai kenampakan visual seperti keadaan kulit lunak, tak gembos, lemas, warna cukup rata, ketahanan sobek kuat, kelentingan elastic, dan kekuatan fisik seperti kekuatan tarik 156,62 kg/cm2, kemuluran 42% dan memenuhi persyaratan SNI 06-4035-1996 Kulit Sarung Tangan dari Kulit Domba/Kambing.Kata kunci : garam (NaCl), pengasaman, mutu kulit, domba.
Resin poliurethan sebagai bahan pelapisan aksesoris logam untuk mengurangi cacat produk barang kulit Mulati, Sri; Suraswati, Agustin; Suprapto, Suprapto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.666 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v17i1-2.251

Abstract

The aim of the research is to aquire an appropriate plating technique on leather product accessories made from metal without lessening the wonderful appearance of the accessories, to maintain the shade and to keep the rust away from the accessories that avoid or diminish defects on the leather. The plating was carried out by spraying using spraying-gun one, two, and three times, and repeated three times for each treatment to chrome plating metal, gold plating metal and roasted metal. The samples were then pinned on a piece of chrome tanned leather and vegetable tanned leather, whereas the tests carried out was wet and dry rub fastness. Data analysed using completely randomized design with factorial pattern according to Gasperz (1991) showed that there was not significant effect on plating neither metal plated using chrome, gold, nor roasted metal pinned on chrome and vegetable tanned leather having been stored yet. However there was significant difference on accessories having been do treated as the stated above and set on a piece of vegetable tanned leather stored for three months. Conclusion could be drawn from the research that the use of polyurethane using spray system for plating metal accessories was able to maintain its beautiful appearance, keep the rust away, that was not create defects neither on chrome of vegetable tanned leather.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pelapisan aksesoris logam pada barang kulit yang tepat tanpa mengurangi keindahan dari aksesoris itu sendiri dan agar aksesoris tidak berubah warna, tidak cepat berkarat untuk menghindarkan atau mengurangi cacat pada kulit. Pelapisan dengan teknik penyemprotan menggunakan alat semprot (spray gun), dilakukan sebanyak 1, 2 dan 3 kali masing-masing 3 kali ulangan, terhadap aksesoris logam lapis krom, lapis emas dan bakar. Masing-masing contoh dipasang pada kulit sapi samak krom dan samak nabati. Pengujian ketahanan gosok basah dan kering. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pola factorial menurut Gasperz (1991), menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata pada perlakuan pelapisan baik untuk logam lapis krom, lapis emas dan bakar yang dipasang pada kulit samak krom dan samak nabati yang sudah disimpan selama 1, 2 dan 3 bulan, juga untuk yang belum disimpan. Ada beda nyata yaitu pada aksesoris yang tidak mendapat perlakuan seperti tersebut diatas dan dipasang pada kulit samak nabati yang disimpan selama 3 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan poliurethan dengan sistem semprot untuk pelapisan aksesoris logam dapat mempertahankan kenampakan warna (keindahan), membuat tidak berkarat, sehingga tidak menimbulkan cacat pada produk barang kulitnya, baik untuk kulit samak krom maupun samak nabati.
Pengaruh serbuk serat batang pisang sebagai filler terhadap sifat mekanis dari komposit PVC– CaCO3 Supraptiningsih, Supraptiningsih
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.238 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i2.108

Abstract

ABSTRACTThe aim of research was to study the effect to the mechanical properties of banana fiber as a filler of PVC-calcium carbonate composite. Banana stem powder was made from banana stem which was grounded and soaked in 15 % NaOH for 24 hours to remove the lignin, dried andscreened to 200 mesh, PVC-calcium carbonate composite was made using a Two Roll Mill attemperature of 50oC, for 10 minutes and 50 rpm. The composition of PVC and additives were no varied, while the variations made on banana fiber, ie 0, 10; 20, 30, and 40 phr (per hundred resin). The observation showed the mechanical properties of PVC- calcium carbonate composite has value of weight per unit area between 4.55 to 5.90 kg/m2, bulk densities from 1.503 to 1.999 g/cm3, tensile strength from 67.56 to 79.03 kg/cm2, hardness 55.00 to 66.66 shore D, water absorption from 0.960 to 3.322 %, flexibility test from 118.99 to 165.09 kg/cm2, flash point 0.032 0.075 inc / sec, water density was good (not drop happened) and the ability of sawed and nailed was good (no defected/cracked). When the test results of PVC-calcium carbonate composite with banana fiber compared with SNI 15-0233-1989 Mutu dan Cara Uji Lembaran Serat Semen, indicates that all PVC-calcium carbonate composite with banana fiber as filler fulfilled SNI requirements. ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan serbuk serat batang pisang sebagai filler terhadap sifat mekanis komposit PVC-CaCO3. Serbuk serat batang pisang dibuat dari pelepah pisang yang dihaluskan, dan direndam dalam NaOH 15% selama 24 jam untuk menghilangkan lignin yang ada. Sesudah itu dikeringkan, dan diayak dengan ayakan 200 mesh. Komposit PVC-CaCO o 3 dibuat dengan alat Two Roll Mill pada suhu 50 C, selama 10 menit dan kecepatan perputaran rol 50 rpm. Komposisi PVC dan bahan aditif dibuat tetap, sedangkan jumlah serbuk serat batang pisang divariasi berturut-turut 10 ; 20 ; 30; dan 40 phr (per hundred resin) dan dibuat kontrol atau tanpa ditambah serbuk serat batang pisang. Sifat mekanis komposit PVC-CaCO 2 3 mempunyai berat persatuan luas antara 4,55 – 5,90 kg/m , bobot isi 1,50 – 1,99 g/cm3, kekuatan tarik 67,56 – 79,03 kg/cm2, kekerasan 55,00 - 66,66 shore D, penyerapan air 0,96 – 3,32 %, kuat lentur 118,99 – 165,09 kg/cm2, titik nyala 0,03 - 0,08 inc/detik, kerapatan air baik (tidak terjadi tetesan) dan kemampuan digergaji dan dipaku baik (tidak cacat/retak). Komposit PVC-CaCO3 dengan filler serbuk serat batang pisang jika dibandingkan dengan SNI 15-0233- 1989 Mutu dan Cara Uji Lembaran Serat Semen, menunjukkan bahwa semua komposit PVCCaCO3 dengan variasi jumlah filler serbuk serat batang pisang memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan oleh SNI tersebut diatas.
Pemanfaatan zeolit sebagai bahan pengisi dalam pembuatan karet sponge untuk tatakan sepatu Herminiwati, Herminiwati; Murwati, Murwati; Lestari, Sri Brataningsih Puji
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.686 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v23i1.334

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of zeolite as filler in the preparation of sponge rubber for shoe insocks. During wearing period of shoes, unpleasant odor often smell for the result of sweat accumulation and their decomposition by microorganism. Besides as rubber filler, zeolit has odor adsorption function. The formula of rbber sponge could be as the following : crepe rubber 100 phr, paraffinic oil 20 phr, ZnO 10 phr, stearic acid 5 phr, MBTS 1 phr, TMTD 0.25 phr, anti-oxidant 1 phr and sulphur 2 phr. To obtain the best sponge rubber formula, some experiment was done by formulating variation of zeolite and blowing agent AZDM in the amount of 25, 50, 75 phr and 5, 10, 15 phr respectively. The vulcanization process was carried-out at temperature 140oC for minutes by compression moulding. The research showed that the best formula with high odor absorption was consist of zeolite 50 phr and blowing agent AZDM 5 phr. The sponge rubber had odor adsorption 93,47%, and the physical properties were as follow: tensile strength 2.018 N/mm2, elongation at break 251%, tear strength 1.029 N/mm2, density 0.717 g/cm3, and compression set 36.38%. Odor absorption was tested by using gas chromatography. Key words : zeolite,filler, sponge, rubber, shoe insocks. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunana zeolit sebagai bahan pengisi dalam pembuatan karet sponge untuk tatakan sepatu. Pada pemakaian sepatu seringkali timbul bau tak sedap karena akumulasi keringat dan perurainnya oleh mikroorganisme. Zeolit selain sebagai bahan pengisi karet juga berfungsi sebagai peneyrap bau. Formula karet sponge terdiri atas karet krep 100 phr, minyak parafinik 20 phr, ZnO 10 phr, asam stearat 5 phr, MBTS 1 phr, TMTD 0,25 phr, anti oksidan 1 phr, belerang 2 phr. Untuk mendapatkan formula karet sponge terbaik maka peneltiian dilakukan dengan variasi bahan pengisi zeolit sebesar 25,50, 75 phr dan bahan pengembang AZDM sebesar 5, 10, 15 phr. Vulkanisasi dilakukan pada suhu 140 oC selama 10 menit dengan proses cetak tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik dengan daya serap bau tinggi terdiri atas zeolit 50 phr dan bahan pengembang 5 phr. Karet sponge mempunyai daya serap bau 93,47% dan sifat fisis sebagai berikut: tegangan putus 2,018 N/mm2, perpanjangan putus 521%, ketahanan sobek 1,029 N/mm2, bobot jenis 0,717 g/cm3, pampat tetap 36,38%. Daya serap bau diuji menggunakan gas kromatografi. Kata kunci : zeolit, bahan pngisi, karet sponge, tatakan sepatu
Rancang bangun industri penyamakan kulit ikan pari Untari, Sri; Lutfie, Muchtar; Naenggolan, Kasmin; Azizah, Sita
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2430.913 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.233

Abstract

Stingray  fish potential in Indonesia  is big enough but has not yet been exploited maximally, only some area like Lampung which is already exploiting the stingray leather tanning them and sell to Java. From the result of the research, stringray leather could pieces the big enough advantage that was at the price of selling Rp. 68.000,- per pieces pay back periode in average, would obtain the advange before the tax Rp. 285.649.697,- peryear and the advantage after the tax Rp. 228.519.757,- per year, pay back periode before the tax was in 1 year and 10 months and back periode after the tax was in 2 years and 2 month. As for break event point 35.04% with the value Rp. 978.385.533,- with break event value point capacitie production 14.388 pieces per year. Based on the result of the calculation of investments criteria was NPV (net present value) = Rp. 162.570.834,- (greater tan zero) while IRR = 30,54% greater than SOCC (DF = 18%) from the pay back periode = 2 year 1 month. Therefore from the market analysis and the production aspect, the effect of leather industry of stingray fish is so feasible that is competent to be developed in some areas having big potential stingray fish in Indonesia, so that it can improve the working opportunity and the effort for all of fishermen and their family.  Keywords : Plant design. Leather tanning, stingrayfish.Potensial ikan pari di Indonesia cukup besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, baru beberapa daerah seperti Lampung yang sudah memanfaatkan kulit ikan pari diawetkan dengan gara dan dijual ke Pulau Jawa. Dari hasil penelitian kulit ikan pari dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar yaitu dengan harga jual rata-rata perlembar Rp. 68.000,- akan memperoleh keuntungan sebelum pajak Rp.285.649.697,- pertahun dan keutungan setlah pajak Rp. 228.519.757,- pertahun, waktu pengembalian modal sebelum pajak 1 tahun 10 bulan dan waktu pengembalian modal sesudah pajak 2 tahun 2 bulan. Adapun persentase batas rugi laba 35.04% dengan nilai Rp. 978.385.533,- dengan kapasitas batas rugi laba 14.388 lembar per tahun. Berdasarkan perhitungan kriteria investasi NPV (Net Present Value) =                  Rp. 162.570.834,- (lebih besar dari nol). Sedangkan IRR = 30,54% lebih besar dari SOCC (DF = 18%). Ditinjau dari analisa pasar dan aspek produksinya, rancang bangun industri penyamakan kulit ikan pari ini layak dikembangkan di daerah yang potensial ikan parinya di Indonesia, dari usaha ini dapat meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha bagi para nelayan dan keluarganya. Kata Kunci : Rancang bangun industri, penyamakan kulit, ikan pari. 
Pemanfaatan lumpur limbah industri penyamakan kulit untuk kompos dan pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi) Sutyasmi, Sri; Sunaryo, Ignatius; Mustafa, Hadi; Susila, Jaka
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1882.359 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.238

Abstract

The aim of this study is to use waste sludge from leather tanning industry for compos and its influence to chromium content in the treatment plant (Zea mays and Brassica chinensis L). In such way it is useful for agriculture and it can prevent the environment pollution. Sludge from leather tanning waste water treatment is around 250 kg per ton hide/skin being processed. If it is not be managed, this kind of sludge will distributes bad smell because of the highly protein content. The nitrogen content within the sludge varies from 2 – 10 %, calcium  10 – 30 %, chromium 0.2 – 3 %, so it is comfortable to use for compos. The activities for making compos were carried out in one of the leather tanning industries in Yogyakarta. Compos was made by following the Windows method with the composition of sludge 45%, rice shell 14.8 %, rice bran 0.2 %, earth 40% and P. Bio 100 ml per kilogram compos mixture. The results of raw sludge  of raw sludge analysis before to be used for making compos was N total 2.163%, C organic 44.60%, P. total 0.24%, the available P was 0.012 %, K total 0.54 %, the available K was 0.3 %, C/N ratio was 20.62 and chromium content was 0.39%. the result of compos analysis was N total  0.605%, C organic 82.23%, P total 0.11%, the available P was 0.038%, K total 0.017%, the available K was 0.69%, C/N ratio was 135.98 and chromium content was 0.26%. compos then used for fertilize to Zea mays and Brassica chinensis L  and their growth rate were noticed and the chromium content in the Zea mays and Brassica chinensis L  was analyzed in the part of roots, stems, leaves and fruits. Based on the noticed and analyzed data could be seen that chromium content in the Zea mays were not be detected; whereas the chromium content in Brassica rugosa were 28.76 g/kg in roots, 30.78 g/kg in stems, 15.30 30.78 g/kg in leaves. It is suggested that this kind of compos don not used for vegetable but for high plants.  Keywords : sludge, tanning industry, compos, environment.     Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan lumpur limbah yang berasal dari UPAL untuk dijadikan kompos dan melihat pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi). Dengan demikian dapat bermanfaat untuk petani serta mengatasi masalah lingkungan. Lumpur UPAL industry penyamakan kulit mempunyai volume sekitar 250 kg/ton kulit yang diproses. Lumpur tersebut apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan bau busuk karena kandungan proteinnya masih tinggi. Kandungan nitrogen antara 2 – 10%, Calsium 10 – 30%, krom 0,2 – 3 %, sehingga memungkinkan untuk dibuat kompos. Pembuatan kompos dari lumpur dilakukan disalah satu perusahaan penyamakan kulit di daerah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode Windrows dengan komposisi lumpur 45%, sekam 14,8%, bekatul 0,2 %, tanah 40% dan P Bio yang digunakan adalah 100 ml/ kg campuran kompos. Hasil uji lumpur sebelum dijadikan kompos N total 2,163 %, C organik 44, 60%, P total 0,24 %, P tersedia 0,012%, K total 0,54 %, K tersedia 0,3% dan C /N ratio 20,62. Sedangkan hasil uji kompos adalah N total 0,605 %, C Organik 82,23%, P total 0,11%, P tersedia 0,038%, K total 0,017 %, K tersedia 0,69% dan C/N ratio 135,98%. Kompos kemudian dipupukkan kedalam tanaman jagung dan sawi dan dilihat pertumbuhannya serta diuji kandungan krom dalam jagung dan sawi mulai dari akar, batang, daun dan buah, kandungan krom dalam jagung tidak terdeteksi sedangkan dalam sawi mulai dari akar, dalam akar 28,7 g/kg, batang 30, 78 g/kg dan pada daun 15,30 g/kg. kompos dari lumpur cocok untuk tanaman tinggi. Kata Kunci : lumpur, industri penyamakan kulit, kompos, lingkungan. 
Ruang lingkup dan kegiatan Balai Besar Penelitian & Pengembangan Industri Barang Kulit Karet dan Plastik Soebijarso, Koentoro
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.155 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v1i1.256

Abstract

-
Sifat fisika dan morfologi nanokomposit ABS/PC dengan filler nano precipitated calcium carbonate (NPCC) Nurhajati, Dwi Wahini; Setyorini, Ike; Sugihartono, Sugihartono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.595 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i1.116

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of blend ratios of acrylonitrile butadiene styrene (ABS) and polycarbonate (PC) in the different amount of nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) on the physical properties of ABS/PC nanocomposites. Nanocomposites were prepared in varied ratio of ABS/PC 100/0; 90/10; 80/20; 70/30 and varied amount of NPCC 0; 2.5; and 5 phr (per hundred resin), Nanocomposites were made by melt compounding in the Laboplastomill internal mixer at 200°C for 10 minutes. The SEM micrographs showed homogeneous dispersion of the nanocomposite materials and did not show aglomeration of NPCC. The best nanocomposite was a nanocomposite containing the ABS/PC 90/10 with NPCC 2.5 phr perfomed with impact resistance 5030 J/m2, tensile strength 380.14 kg/cm2, elongation at break 3.59%, density 1.16 g/cm3, and hardness 85 Shore D. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan plastik acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan polikarbonat (PC) serta jumlah bahan pengisi nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) terhadap sifat fisika nanokomposit ABS/PC. Nanokomposit dibuat dengan variasi rasio ABS/PC yaitu 100/0; 90/10; 80/20; dan 70/30 serta variasi jumlah (NPCC) yaitu 0; 2,5; dan 5 phr (per hundred resin). Nanokomposit dibuat dengan menggunakan Laboplastomill internal mixer pada suhu 200°C dan waktu 10 menit. Hasil mikrograf SEM menunjukkan bahwa bahan penyusun nanokomposit tercampur homogen dan tidak terlihat NPCC teraglomerasi. Hasil penelitian terbaik adalah nanokomposit yang berisi ABS/PC = 90/10 dan 2,5 phr NPCC dengan hasil uji ketahanan pukul 5030 J/m2, kuat tarik 380,14 kg/cm2, perpanjangan putus 3,59%, densitas 1,16 g/cm3, dan kekerasan 85 Shore D.

Page 7 of 79 | Total Record : 781


Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue