cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 50 Documents clear
EVALUASI RESIDU JENIS BIOCHAR DAN WAKTU PEMUPUKAN NITROGEN DAN KALIUM PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) MUSIM TANAM KEDUA Sombo, Yusvina; Astutik, Astutik; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan Komoditas utama yang banyak dibudidayakan petani Indonesia. Masalah tanah degradasi, salah satunya dapat diatasi dengan pemberian biochar. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi efek residu biochar dan waktu pemupukan (NK) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - Juni 2016, di Desa Bawang, KecamatanTunggulwulung, Kota Malang, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor 1: Jenis Biochar yaitu: Tanpa (B0), Sekam (BS), Tempurung (BT ), Kayu (BK). Faktor 2 : Waktu Pemupukan NK yaitu: Minggu ke-3 (NK3), Minggu ke-4 (NK4), dan Minggu ke-5 (NK5). Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat kering (batang, akar, daun dan berat total tanaman), panjang tongkol, diameter tongkol, berat jagung tanpa klobot, berat tongkol dan berat 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jenis biochar dan waktu pemupukan NK terhadap luas daun. Jenis biochar berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 5 minggu, berat kering tongkol, 100 biji, dan Jagung pipilan. Sedangkan waktu pemupukan NK berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada umur 3, 5, dan 7 minggu. Residu Jenis biochar dapat meningkatkan hasil tanaman jagung sebesar 94 % dari 102 g/tanaman menjadi 198 g/tanaman. Pemupukan NK pada waktu 3-5 minggu tidak berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung.
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG. Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan. Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.
IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANNYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING Seni, Rafael; Susanti, Sri; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2015 di Kecamatan Ampelgading dan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis daun tanaman, komposisi nutrien dan proporsi pemanfaatannya untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Objek penelitian adalah daun tanaman yang sering diberikan oleh responden. Responden penelitian adalah 50 orang peternak kambing yang tinggal di Dusun Argosuko Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading dan 30 orang peternak kambing di Dusun Rekesan Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pakan hijauan yang sering diberikan oleh peternak lebih didominasi oleh hijauan jenis leguminosa dengan kadar protein cukup tinggi berkisar 19,23-27,85%. Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala), Gamal (Gliricidia sepium) dan Kaliandra (Calliandra calothyrsus), paling banyak digunakan peternak dengan proporsi penggunaan berkisar 73,3-100%, sedangkan daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Sengon (Paraserianthes falcataria) digunakan responden dengan proporsi 56,7-65,3%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis daun tanaman yang sering diberikan oleh peternak didominasi jenis leguminosa pohon.
PERENCANAAN LANSKAP JALAN RADEN INTAN SEBAGAI WELCOMEAREA KOTA MALANG Tewu, Restiana; Djoko, Riyanto; Muakhor, Emy Junatan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan terkait lanskap Jalan Raden Intan Kota Malang, serta merencanakan lanskap jalan yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tahapan kerja, yaitu Planning Design Process meliputi beberapa tahap, diantaranya: commision, research, analysis, synthesis, construction dan operation. Menurut hasil penelitian, penataan sirkulasi kendaraan pada Jalan Raden Intan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi jalan sesuai kriteria tapak. Salah satu upaya penataan tersebut melalui pengalokasian ruang daerah milik jalan (damija) untuk aktifitas lalu lintas jalan (pembagian lajur jalan kendaraan pribadi dan umum), aktifitas pejalan kaki, serta penataan fasiitas jalan. Penataan jalur hijau pada ruas Jalan Raden Intan dilakukan melalui pemilihan vegetasi untuk mengurangi polusi udara, pohon untuk tepi jalan atau pohon untuk pelindung, semak, dan perdu di median jalan, konfigurasi penanaman serta pengaturan bentuk taman. Penataan Jalan Raden Intan sebagai Welcome Area menggunakan jenis tanaman yang berbunga yang mampu meningkatkan keindahan Jalan Raden Intan yang estetis dan fungsional, sehingga dapat menciri khaskan Kota Malang sebagai Kota Bunga.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH KOPI DAN KONSENTRASI RAGI SACHAROMYCES CEREVISIAE PADA FERMENTASI UNTUK PENGOLAHAN KOPI BUBUK Lemos, Jose; Ahmadi, Kgs; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendapatkan perlakuan terbaik kopi bubuk dengan perlakuan tingkat kematangan buah kopi dan konsentrasi ragi Sacharomyces cerevisiae Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu konsentrasi ragi Sacharomyces Cerevisiae yang terdiri dari 4 level yaitu K1 = 1%, K2 = 2%, K3 = 3%, K4 = 4%, dan Faktor II yaitu tingkat kematangan yang terdiri dari 3 level yaitu W1 = Hijau, W2 = Kuning, W3 = Merah. Penelitian menunjukkan perlakuan yang terbaik adalah W3K3 (warna merah dengan konsentrasi ragi saccharomyces cerevisiae 3% dengan kopi bubuk 0,49. Hasil dari parameter kopi yaitu kadar air 0.18% kadar abu 12.42% daya larut 6.36% kesukaan rasa W3K3 4,3 kesukaan aroma W3K1 5 kesukaan warna W2K2 4,05
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGORGANISASIAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI KECAMATAN PAKIS Mitan, Yohanes; Yusnita, Eri; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Gapoktan Di Kecamatan Pakis tak luput dari peran penyuluh pertanian yang berada di BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Dan Kehutanan)Kecamatan Pakis yang mempunyai tujuan meningkatkan pemberdayaan kelembagaan petani di wilayah Kecamatan Pakis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitiandilaksanakan di Kantor Pertanian Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.PenelitianinidilakasanakanpadabulanJuni 2015 sampaiAgustus 2015.Populasi yang diambildalampenelitianiniadalahGapoktan di Kecamatan Pakis.terdiridari Ketua Gapoktan, Bendahara Gapoktan dan sekretaris Gapoktan.Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data atau melalui tiga tahapan model alir dari Miles dan Huberman (1992) dalam Bungin (2007), yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwaHambatanDalamPengorganisasianGapoktan di Kecamatan Pakis terdapat 2 macam yang bersifat internal daneksternal, Dari hambatan-hambatan yang adasampaipadasaatiniGapoktan di Kecamatan Pakis dapatmengatasihambatan-hambatantersebutdenganbantuanpengarahandari PPL maupunteratasisendiriolehGapoktan.FaktorPelancaratauFaktorPendukungdalamPengorganisasianGapoktan yang utamayaitukebijaksanaandaripemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal misalkandana PUAP, pelatihan-pelatihankepadapengurusGapoktanuntuksemakinmeningkatkankualitas SDM pengurus, sertaadanyapenyuluhan-penyuluhanpertanianjugamerupakan factor pendukungdalampengembanganGapoktankarenadenganadanyapenyuluhanpertanianpengetahuanpetanidankelompoknyasemakinbertambahdanberwawasanluas, sehinggamendukungpengorganisasianGapoktan di Kecamatan Pakis kedepan.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GAPOKTAN DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Kinu Werang, Tomas Matius; Masduki, Said; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui, peran dan hambatan penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dari data primer hasil wawancara berdasarkan pertanyaan (questioner) dan pengamatan langsung (observasi). Teknik pengambilan sampel secara sensus pada 4 orang Penyuluh Pertanian Lapangan dan 10 orang Ketua Gapoktan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan dikategorikan cukup baik, hambatan yang dialami penyuluh pertanian meliputi hambatan internal kurangnya tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan, kurangnya informasi dan teknologi pertanian, dan jadwal pertemuan Gapoktan yang tidak terorganisir dengan baik, hambatan eksternal keterbatasan lahan dan modal dari petani, minimnya sarana dan prasarana pertanian serta keterbatasan jalinan kemitraaan Gapoktan dengan pelaku agribisnis lainnya. Sedangkan factor pendukungnya adalah kebijaksanaan dari pemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal misalkan dana (PUAP) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan
APLIKASI PUPUK CAIR LIMBAH BAGLOG PADA PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN SAWI UNGGUL LIMAN (Brassica juncea L.) Rozi, Fahrur; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair limbah bag log pada peningkatan produksi tanaman Sawi Liman (Brassica Juncea L). Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan lapangan yang dilakukan di Kampus Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan November 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Tunggal dengan 6 (enam) Level perlakuan, yaitu C0 = Kontrol, C1 = 5 ml.l-1 air, C2 = 10 ml.l-1 air, C3 = 15 ml.l-1 air, C4 = 20 ml.l-1 air dan C5 = 25 ml.l-1 air dan diulang sebanyak 4 kali (empat), masing-masing perlakuan terdiri dari 5 polybag, sehingga secara keseluruhan jumlah populasi terdapat 120 tanaman. Variabel yang diamati adalah: Tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan bobot kering Tanaman, bobot basah akar dan bobot kering akar tanaman yang akan diambil pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan C2 = 10 ml pupuk organik cair limbah bag log yang dicampurkan dengan 1 liter air menghasilkan bobot segar lebih tinggi yaitu (55,99 g) dan yang rendah adalah pada perlakuan C1 = 5 ml dengan hasil rerata (35,16 g).
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN WISATAPESISIRKEREWEIDI DESA PATIALA BAWA, KEC. LAMBOYA, KAB. SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Tenabolo, Erdiyanto Kaleka; Djoko, Riyanto; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Kerewei mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh masyarakat pada tahun 2001 dan mempunyai beberapa keunggulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik.PesisirKereweijuga memiliki kendalayaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyarakat menjaga lingkungan.Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan lanskap kawasanWisataPesisir Kerewei.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: commission (tahap persiapan), sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap.Hasil penelitian menunjukan kawasan Pesisir Kerewei memiliki luas 70.69 hayang terdiri dari zona inti dengan luas 7.65 ha (10.8%),zona khusus dengan luas 35.23 ha (49.8%)zona penyangga dengan luas 10.86 ha (15.4%), dan zona pemanfaatan 16.96 ha (24%).Pengembangan kawasanWisata Pesisir Kerewei sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas, dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plandan site plan.
PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN KANDUNGAN KLOROFIL PADA SAMPEL DAUN JAGUNG Megawati, Rina; Sutoyo, Sutoyo; Islami, Titiek
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap jenis daun pada tumbuhan, mempunyai kandungan klorofil yang berbeda-beda bahkan dalam satu individu tumbuhan. Perbedaan kadar klorofil pada tumbuhan ini disebabkan karena kadar pigmen lain yang ada pada daun tersebut lebih dominan atau disebabkan oleh adanya faktor adaptasi pada suatu tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prosedur yang tepat untuk pengukuran kadar klorofil daun jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Mei ? Juli 2015. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Air bebas ion, aceton 80%, kertas saring whatman no. 42 dan tanaman jagung dengan umur 28 hst, 42 hst, 56 hst dan 60 hst. Tanaman jagung yang digunakan sebagai sample adalah tanaman jagung yang sehat, dengan mengambil daun bagian bawah, tengah dan ujung. Sedangkan alat yang digunakan antara lain gelas piala, pestel dan mortar dan spektrofotometer. Penelitian yang dilaksanakan terdiri dari 12 perlakuan, 3 ulangan dan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F taraf kesalahan 5%). Apabila terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan, maka dilanjutkan dengan menggunakan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 5% untuk mengetahui adanya perbedaan diantara perlakuan. Dari hasil penelitian, kadar klorofil a yang paling tinggi terdapat pada ujung daun pada umur 60 hst. Sedangkan klorofil b dan klorofil total, paling tinggi terdapat pada daun bawah dengan umur pengamatan 56 hst. Meskipun pada pengamatan ujung daun dengan umur 60 hst dan daun bawah dengan umur pengamatan 56 hst tidak berbeda nyata kandungan klorofilnya.