cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PEMANFAATAN ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA VERTIKULTUR VERTIKAL DAN PUPUK PETROGANIK PADA PERTUMBUHAN SELADA KERITING MERAH (Lactuca sativa var. crispa) Harsin, Tersianus; Astutik, Astutik; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was carried out in Lowokwaru, Malang, calculated from December 2016 until March 2017. Research objectives: to know the husks charcoal suitable measure as mixed media vertical and vertikultur doses of fertilizer petroganik against growth and Red curly lettuce crops. Methods used: Random Design Group (RAK) consists of two (2) factor that is: adalaharang I Factors husk (A) consist of: A0 (0 kg), A1 (4 kg) and A2 (8 kg). Factor II is petroganik fertilizer doses (P) consisting of: P1 (1 g. tan-1) and P2 (2 g. tan-1). The observed variables include: number of leaves, plant Height, leaf fresh Weight, total plant dry Weight, and total plant. The results of this research show that: there is a real interaction between a combination fertilizer with petroganik husks charcoal against high crop parameters (cm) at the age of 1, 2, 3 and 5 weeks, the number of leaves (strands) aged 1 week, and broad leaves (cm2) at the age of 2 weeks After planting. Red curly lettuce best growth was obtained at the treatment (A1) and the average total area of leaves i.e. 4.87 cm2 up to 2 weeks after planting. Curly lettuce crops earn on best treatment (A1) with a total fresh weight average total plant i.e. 15.05 g. tan-1, but not unlike the treatment (A0) with the average fresh weight of total plant i.e. 13.78 Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, terhitung sejak Desember 2016 sampai dengan Maret 2017. Tujuan penelitian: untuk mengetahui takaran arang sekam yang cocok sebagai campuran media vertikultur vertikal dan dosis pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting merah. Metode yang digunakan: Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua (2) faktor yaitu :Faktor I adalaharang sekam (A) terdiri dari : A0 (0 kg), A1 (4 kg) dan A2(8 kg). Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1(1 g.tan-1) dan P2(2 g.tan-1). Variabel yang diamati meliputi : Tinggi tanaman, Jumlah daun, Luas daun, Bobot segar total tanaman dan Bobot kering total tanaman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Terdapat interaksi yang nyata antara kombinasi arang sekam dengan pupuk petroganik terhadap parameter tinggi tanaman (cm) pada umur 1, 2, 3 dan 5 minggu, jumlah daun (helai) umur 1 minggu, dan luas daun (cm2) pada umur 2 minggu setelah tanam. Pertumbuhan selada keriting merah terbaik diperoleh pada perlakuan (A1) dengan rata-rata total luas daun yaitu 4,87 cm2 sampai umur 2 minggu setelah tanam. Hasil tanaman selada keriting terbaik di peroleh pada perlakuan (A1) dengan total rata-rata berat segar total tanaman yaitu 15,05 g.tan-1, namun tidak berbeda dengan perlakuan(A0) dengan rata-rata berat segar total tanaman yaitu 13.78
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENENTU PERSEPSI PETANI TENTANG KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA PURWOREJO, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Irensius, Irensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agriculture counseling holds the important function to increase quality of farmer through process of study. the goal of this research is analysis performance of the agriculture counseling, perseption of farmer about performance of the agriculture counseling, and the effect internal and external factors toward inspection of the agriculture counseling. This research is done at village purworejo, Sub district ngantung, district malang by using dialogue method with the instrument research is quiztioner. The analysis data is description manner and double liners regression. The results of this research show that performance of Agriculture counseling is good declaration, perspective farmers are positive about performance of Agriculture counseling. The factors are age, formal education, non formal education, active farmer in group of farm, and knowledge of farmer towards performance of Agriculture counseling has significant effect toward perseption of farmer about performance of Agriculture counseling. Penyuluhan pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani melalui proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja penyuluh pertanian, persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian, dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan menggunakan metode wawancara dengan instrumen penelitian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian dinyatakan baik, persepsi petani positif tentang kinerja penyuluh pertanian. Faktor umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, keterlibatan petani dalam kelompok tani, dan pengetahuan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA AYAM PETELUR DI KABUPATEN MALANG (Studi Kasus Pada Peternakan Milik Bapak Eko Setyo Purnomo S.Pt Di Jalan P. Diponegoro Tanggung Turen) Christanti Putry, Anak Agung I. Sanjiwani; Sumarno, Sumarno; Murti, Ariani Trisna; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at "UD EKO FARM" on Tanggung Turen Malang on 21 January 2019 until February 21 2019 with a population of 10,000. The research objective was to determine the analysis of the income of the laying hens owned by Mr. Eko Setyo Purnomo Spt on Jalan P.Diponegoro Tanggung Turen which included analysis of R / C, BEP, Payback Period. The method used is a cese study method by analyzing data on income, Revenue Cost Ratio (R / C), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP). For income in 2016-2018 Rp. 289,325,000, Rp332,125,000 Rp. 357,425,000. R / C value in 2016-2018 1.75%, 1.93% BEP value in 2016-2018, Rp. 15,639 (price) 18,082.81 kg (production), Rp. 14,960 (price), 18,451.38 kg (production ), Rp. 13,336 (price) 17,871.21 kg (production). PBP values in 2016-2018, 1.47 years, 1.21 years, 1.08 years. The results of the analysis of the business of obtaining laying hens showed that laying chicken farms owned by Mr. Eko Setyo Purnomo were feasible to develop, in terms of R / C values, BEP increased from year to year while the value of Payback Period decreased from year to year so the company made a profit. Penelitian ini yang dilakukan di “UD EKO FARM” di Tanggung Turen Malang pada bulan 21 januari 2019 samapai dengan 21 februari 2019 dengan populasi 10.000 ekor. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis pendapatan usaha ayam petelur meliputi analisis R/C, BEP, Payback Period. Metode yang digunakan cese study method dengan analisis data mengenai pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP). Untuk pendapatan pada tahun 2016-2018 Rp.289.325.000, Rp332.125.000Rp.357.425 000. Nilai R/C pada tahun 2016-2018 1.75%,1,93% Nilai BEP pada tahun 2016-2018 , Rp 15.639 (harga)18.082,81kg (produksi), Rp 14.960 (harga) ,18.451,38kg (produksi), Rp 13.336 (harga) 17.871,21kg (produksi). Nilai PBP pada tahun 2016-2018, 1.47 tahun,1,21tahun, 1.08 tahun. Dari analisis usaha pendaptan ayam petelur menunjukan bahwa Usaha ternak ayam petelur layak untuk di kembangkan, ditinjau dari nilai R/C,BEP meningkat dari tahun ke tahun sedangkan nilai Payback Period menurun dari tahun ke tahun sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan.
ANALISA USAHA PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LESITIN Dalin, Yulianus; Santosa, Budi; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making dried noodles with the proportion of flour and modified taro flour and the addition of lecithin. Analysis was carried out on the best treatment. This study used two treatments, namely the perporion of flour consisting of 5 levels of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30%, 60% and 40%, 50% and 50% and the addition of lecithin consisting of 2 levels, namely 0 , 3% and 0.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the proportion of 50% wheat flour and 50% modified taro flour and the addition of 0.5% lecithin so that the treatment used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making dry noodles needed in 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is equal to 30,000 packs, the depreciation is Rp. 554,333.33, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 2,492.38, The net selling price per day is Rp. 3,115.48, By determining a profit of 25%. Net profit per day is Rp.62,310, BEP The unit obtained is Rp.12,753.33, BEP The price obtained is Rp.37,685,714.29 and RCR = 1.25 which means that the dry noodle business is profitable and feasible because RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan mie kering dengan proporsi tepung terigu dan tepung keladi termodifikasi serta penambahan lesitin. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu perporsi tepung yang terdiri 5 level 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30%, 60% dan 40%, 50% dan 50% serta penambahan lesitin yang terdiri 2 level yaitu 0,3% dan 0.5% . Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada proporsi tepung terigu 50% dan tepung keladi termodifikasi 50% serta penambahan lesitin 0,5% sehingga perlakuan yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan mie kering yang dibutuhkan dalam 1 tahun yaitu sebesar Rp. 13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 30.000 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 554.333,33, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 2.492,38, Harga jual bersih perhari sebesar Rp. 3.115,48, Dengan menentukan keuntungan sebesar 25%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.62.310, BEP Unit yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.753,33, BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp 37.685.714,29 dan RCR = 1,25 yang artinya usaha mie kering ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.
RESIDU BIOCHAR DAN PEWIWILAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI REGOSOL Aljun, Yohanes; Fikrinda, Wahyu; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regosol soil is one type of soil that has a rough and diffraction texture of 60% and has low productivity and fertility. Biochar is a soft and very porous charcoal that is different from ordinary charcoal which is used as fuel. This study aims to study residual biochar and shrinkage doses efect on the growth and yield of tomato plants on regosol soil. This research used a Randomized Block Design (RBD) factorial using two factors, wich were dose biochar residues and pinching and has 6 treatments and 3 replications. Dose biochar residues treatments consist of D0 (without biochar), D1 (250 g per plant biochar), D2 (500 g per plant biochar),while pinching treatment consist of P0 (without pinching treatment), P1 (with pinching treatment). The results showed that there was interaction dose biochar residues and pinching on the percentage of flowers to fruit, number of fruits and total fruit weight. The residual dose of biochar 250 g plant -1in the second planting season combined with pinching increased the percentage of fruit by 27.00%; the number of fruits 28.67 fruit and total fruit weight 1127.58 g compared to control. Tanah regosol merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki tekstur kasar dan berfraksi pasir 60% serta mempunyai produktifitas dan kesuburan rendah. Biochar adalah arang yang halus dan sangat sarang (porous) yang berbeda dengan arang biasa yang digunakan sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh residu dosis biochar dan pewiwilan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah regosol, serta untuk mendapatkan informasi tentang pengaruh residu biochar dan pewiwilan pada tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan menggunakan dua faktor, antara lain residu dosis biochar dan pewiwilan dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari D0 (tanpa pemberian biochar), D1 ( biochar 250 g per tanaman), D2 (biochar 500 g per tanaman), P0 (tanpa pewiwilan), P1 (dengan pewiwilan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara residu biochar dan pewiwilan pada persentase bunga menjadi buah, jumlah buah dan total bobot buah. Residu dosis biochar 250 g tan-1 pada musim tanam kedua yang dikombinasi dengan pemangkasan dapat meningkatkan prosentase bunga menjadi buah sebesar 27,00% dan jumlah buah28,67 buah serta total bobot buah 1127,58 g dibandingkan dengan kontrol.
PEMBUATAN MINUMAN CELUP BERBASIS JAMUR LINGZHI (Ganoderma Lucidum), DAUN PANDAN (Pandanus Amaryllifolius Roxb), DAN JAHE GAJAH (Zingiber Officinale Roscoe) Tarmiji, Liber; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Making dipping drinks based on lingzhi mushrooms, pandanus leaves and ginger elephants is often used in various traditional lingzhi mushrooms containing active ingredients that can function as ganodermin, ganoderan, ganodermin acid, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, and polysaccharides. The purpose of this study was to determine the best formulation in making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and ginger elephants as natural medicine and the feasibility analysis of making dye drinks using lingzhi mushrooms, pandan leaves and elephant ginger as natural medicine. The research method was carried out using a Completely Randomized Design (RAL) of 3 formulations of lingzhi, pandan leaves and elephant ginger formulations. This treatment was repeated 5 times to obtain 15 experimental units. This conclusion shows that the lingzhi mushroom formulation is 85%, 5% pandan leaves, and 10% elephant ginger is the best treatment with a total phenol value of 378.1 mg / L, 4.1% moisture content, 0.76% dissolved solids, total fiber 14.74%. The results of the business feasibility analysis on the treatment are HPP = Rp. 868,047, BEP (price) = Rp 245,417 / year and RCR = 1,15. Pembuatan minuman celup berbasis jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sering digunakan dalam berbagai obat-obatan tradisional jamur lingzhi memiliki kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai ganodermin, ganoderan, asam ganodermin, triterpenoid, adenosine, peptidaglukan, germanium, dan polisakarida. Tujuan dari penelitian ini menentukan Formulasi terbaik dalam pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami dan Analisa kelayakan usaha pembuatan minuman celup menggunakan jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebagai obat alami. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu formulasi jamur lingzhi, daun pandan, dan jahe gajah sebanyak 3 formulasi. Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. kesimpulan ini menunjukan bahwa formulasi jamur lingzhi 85%, daun pandan 5%, dan jahe gajah 10% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai total fenol 378,1 mg/L, kadar air 4,1%, padatan terlarut 0,76%, total serat 14,74%. Hasil analisa kelayakan usaha pada perlakuan adalah HPP= Rp. 868,047 , BEP (harga) = Rp 245,417/tahun dan RCR = 1,15.
PERANAN AUDIO VISUAL ( VIDEO ) DALAM MENDUKUNG ADOPSI INOVASI DI KELOMPOKTANI PELITA TANI DESA BOCEK KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Fernando, Frans Rendi; Khoirunnisa', Ninin; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of adoption of innovation before and after using audio visual media (video) in extension activities in the peasant farmer group and to find out what factors influence the level of farmer's innovation adoption in extension activities in the farmer group. The analysis used quantitative analysis. The level of farmer adoption of innovation before and after using audio visual media (video) there are differences. Scores for before using audio visual media (video) are 48.5 (interest) and 68.8 (rate). Whereas after using audio visual (video) there is an increase with a score of 84.2 (try) and 95.3 (accept). This is because farmers are aware of the need for innovation in farming in order to produce greater production and the factors that influence the level of innovation adoption in this study are the complexity of innovation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi petani dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani. Analisis yang digunakan analisis kuantitatif. Tingkat adopsi petani terhadap inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) terdapat perbedaan. Skor untuk sebelum menggunakan media audio visual (video) adalah 48.5 (minat) dan 68.8 (menilai). Sedangkan untuk sesudah menggunakan audio visual (video) mengalami peningkatan yaitu dengan skor 84.2 (mencoba) dan 95.3 (menerima). Hal ini dikarenakan petani sudah sadar akan perlunya inovasi dalam bertani agar dapat menghasilkan produksi yang lebih besar dan Faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi dalam penelitian ini adalah kerumitan inovasi.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN BUBUK BUMBU KLUWAK ( Penguin edule) DENGAN PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN CARBOXY METHYL CELLULOSA Njurumana, Yermias Yiwa; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making kluwak seasoning powder with the addition of Maltodextrin and CMC. The treatments in this study were as follows: F1 Maltodextrine 50% and CMC 2%, F2 Maltodextrin 40% and CMC 4%, F3 Maltodextrin 30% and CMC 6%, F4 Maltodextrin 20% and CMC 8%, F5 Maltodextrin 10% and CMC 10 %. Determination of the best treatment using the index effectiveness method. The results showed that the best treatment was found in the proportion of seasoning powder kluwak 500g, 10% maltodextrin and 10% CMC. After getting the best treatment, proceed with analyzing business feasibility. Parameters for calculating business feasibility analysis are HPP (Cost of Goods Sold), BEP (Break Event Point), net profit per day. After conducting a business feasibility analysis of the making of kluwak spice powder with a comparison of Maltodextrin and CMC in this study it is worth trying. The calculation of business feasibility analysis is the HPP value of Rp 20683.00 / bks, the BEP obtained is Rp 2005.34, the net profit per day is Rp 40331.85, (RCR) of 1.15 Penelitian ini bertujuan menganalisa usaha pembuatan bubuk bumbu kluwak dengan penambahan Maltodekstrin dan CMC. Perlakuan dalam penelitian ini sebagai berikut : F1 Maltodekstin 50% dan CMC 2%, F2 Maltodekstrin 40% dan CMC 4%, F3 Maltodekstrin 30% dan CMC 6%, F4 Maltodekstrin 20% dan CMC 8%, F5 Maltodekstrin 10% dan CMC 10%. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik terdapat pada proporsi bubuk bumbu kluwak 500g, Maltodekstrin 10% dan CMC 10%. Setelah mendapatkan perlakuan terbaik dilanjutkan dengan menganalisis kelayakan usaha. Parameter untuk menghitung analisis kelayakan usaha yaitu HPP (Harga Pokok Penjualan), BEP (Break Event Point), keuntungan bersih per hari. Setelah melakukan analisis kelayakan usaha terhadap pembuatan bubuk bumbu kluwak dengan perbandinagn maltodekstrin dan CMC pada penelitian ini layak diusahakan. Perhitungan analisa kelayakan usaha yaitu nilai HPP sebesar Rp 20683.00/bks, BEP yang diperoleh yaitu sebesar Rp 2005.34, Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp 40331.85, (RCR) sebesar 1,15
ANALISIS USAHA TANI PADI VARIETAS CIHERANG DI DESA SUTOJAYAN, KECAMATAN PAKISAJI, KABUPATEN MALANG Wulang, Alvonsius Kawudu; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the production of ciherang variety rice, rice farming income. This research was conducted by Sutojayan Village Including Podojoyo Group I, II and III in Pakisaji District, Malang Regency. The choice of location is determined purposively, with the consideration that the area is one of the potentials of producing paddy rice. The sample collection technique in this study is a simple random sample, the data collected consists of primary data and secondary data. The analytical method used is Cost Structure Analysis consisting of fixed costs, variable costs (VC), total costs (TC), Revenues, Revenues and Analysis of farming using Revenue Cost Ratio (R / C ratio). The results showed that owning a ciherang rice production business had an R / C ratio> 1, so that the ciherang rice farming could be done to provide benefits to farmers. The cost of ciherang rice farming has a total revenue of Rp. 7,132,500 Conclusions namely ciherang rice farming in the village of Sutojayan is advantageous. Tujuan Penelitian ini yakni untuk Menganalisis produksi padi varietas ciherang, pendapatan usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan Desa Sutojayan Meliputi Poktan Podojoyo I,II dan III di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara sengaja (Purposive), dengan dasar pertimbangan daerah merupakan salah satu potensi produksi padi sawah. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yakni Analisa Struktur Biaya yang terdiri dari Biaya tetap (fix cost), biaya tidak tetap ( variable cost = VC ), Biaya total ( total cost = TC ), Penerimaan, Pendapatan dan Untuk Analisis usahatani menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). Hasil penelitian menunjukan bahwa memiliki usaha tani produksi padi ciherang memiliki nilai R/C ratio > 1, sehingga usahatani padi ciherang dapat dilakukan memberikan keuntungan pada petani. Biaya usahatani padi ciherang memiliki penerimaan total Rp. 7.132.500 Kesimpulan yakni usahatani padi ciherang di desa sutojayan menguntungkan.
KONSENTRASI AIR DAN WAKTU FERMENTASI PRODUKSI BIOGAS BERBAHAN BAKU BLOTONG DENGAN STARTER FESES SAPI Widodo, Agus; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the oil producing countries which currently ranks 8th in Asia and ranks 22nd in the world. However, the demand for oil fuels is currently experiencing a very drastic increase, where public demand is increasing and the depletion of world oil reserves has resulted in an increase in fuel prices. Biogas is an alternative to help overcome the scarcity of fuel oil. The purpose of this study was to obtain the best water concentration and fermentation time and economic feasibility in making biogas made from raw materials using cow stool starter. The results showed that the best concentration of water and duration of fermentation was at 1: 2 water concentration with a fermentation time of 25 days with an average biogas production of 5.235 liters with a pH of 6.46. The results of analysis business feasibility data show that biogas made from blotong with the addition of cow feces as a starter is feasible, with HPP of Rp. 1423.7, HPP (25%) = Rp. 1,779.6 Per Liter, BEP (Unit) = 19,421.3 Liter, RCR = 1.25. Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil minyak bumi yang saat ini menduduki urutan ke 8 di Asia dan urutan ke 22 di dunia. Namun kebutuhan bahan bakar minyak saat ini mengalami peningkatan yang sangat drastis, dimana permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan semakin menipisnya sumber cadangan minyak dunia yang mengakibatkan pada kenaikan harga bahan bakar. Biogas merupakan salah satu alternatif untuk membantu mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi air dan waktu fermentasi terbaik dan kelayakan ekonomi dalam pembuatan biogas berbahan baku blotong dengan menggunakan starter feses sapi. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi air dan lama fermentasi terbaik yaitu pada konsentrasi air 1 : 2 dengan lama fermentasi selama 25 hari dengan rata – rata produksi biogas sebanyak 5,235 Liter dengan pH 6,46. Hasil analisi data kelayakan usaha menunjukkan biogas berbahan baku blotong dengan tambahan feses sapi sebagai starter layak diusahakan, dengan HPP sebesar Rp. 1423,7, HPP (25%) = Rp. 1.779,6 Per Liter, BEP (Unit) = 19.421,3 Liter, RCR = 1,25.